Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
cinta orang ketiga ?


__ADS_3

Asyur dengan cepat memanggil salah satu petugas medis yang bertugas di mansion itu, Valera diam saja tanpa mau banyak bertanya dan asyur ia menatap lekat-lekat wajah Valera saat ini


" obati luka nya " ucap Asyur tegas dan seorang pria itu mengangguk kecil, lalu Valera mengulurkan tangannya yang berlumuran darah tanpa sadar membuat Asyur meringis ngilu, petugas medis itu dengan telaten membersihkan sisa-sisa darah yang menempel bahkan ia sedikit menekan luka itu yang masih saja mengeluarkan darah segar, Valera meringis saat pria itu menekan sedikit lukanya


" maaf nona, aku akan lebih berhati-hati " ringis pria itu dan Valera diam saja " tahanlah, aku akan mengambil peluru yang bersarang itu " ucapnya lagi dan Valera mengangguk kecil


Asyur terlihat sedikit panik kala melihat alat-alat yang akan mengeluarkan peluru yang bersarang di tangan Valera,


" awwhh " rintih Valera saat pria itu menyiramkan sedikit cairan alkohol " kenapa ini pedih sekali " sentak Valera kesal dan pria itu hanya meringis karena ia gugup setengah mati


" lebih berhati-hatilah, kau tak lihat wajah nya sedang menahan rasa sakit itu " kesal Asyur dan orang itu mengangguk pelan


lalu ia dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya, bahkan luka Valera sudah dibalut dengan perban dan dibaluri dengan cairan khusus. Zizi dan Dave hanya diam memperhatikan sang nona serta pria yang berada di hadapannya ini


" terimakasih " ucap valera datar dan orang itu mengangguk pelan lalu ia dengan cepat meninggalkan tempat itu,


kini di ruangan itu hanya berempat, Valera menatap lekat-lekat wajah Asyur begitupun dengan Asyur kini mereka beradu pandang, Asyur begitu menikmati wajah cantik dihadapannya ini


" ada yang ingin kau sampaikan ? " ucap Asyur


" Mrs OTO ! " ucap Valera langsung dari Asyur terlihat mengerutkan dahinya seketika " apa hubungan mu dengannya " ucap Valera lagi dengan datar


" Mrs OTO ? siapa orang itu ? " ucap Asyur bingung dan Valera diam saja dan menikmati adegan ini " apa hubungannya dengan ku " Picing Asyur dan Valera tertawa kecil kemudian


" jangan pura-pura bodoh tuan Asyur yang terhormat bukankah kau yang membantu bajingan itu untuk membawa Daniel dari tanganku " sinis Valera dan Asyur semakin tak mengerti " buanglah wajah polos mu itu Asyur " kesal Valera


" tunggu ! apa maksud mu, dan aku tidak mengenal Mrs OTO dan, siapa Daniel ? sungguh aku tak mengerti " ucap Asyur lagi membuat Valera kesal dan marah seketika


BRAKKKKKK


valera menggebrak meja tepat dihadapan Asyur, membuat pria itu tersentak kaget dengan apa yang Valera lakukan. Zizi dan Dave hanya diam saja


" katakan sekali lagi Asyur ! jangan berkilah dan bertingkah layaknya pria bodoh " pekik Valera dengan emosi membuat Asyur semakin bingung dan kini ia menatap tajam kepada Valera


" sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan nona Valera, apa tujuan mu datang kemari untuk hal ini. Yang jelas-jelas aku tak mengetahuinya " ucap Asyur dengan tegas dan sorot mata yang tajam Valera terseyum sinis menanggapi perkataan Asyur


" jadi maksud mu aku datang hanya untuk membual, begitu ? cihh... bukankah kau mengetahui jika aku bukan wanita seperti itu sungguh lucu bukan. " ucap Valera sinis lalu ia memberi kode kepada Zizi untuk mengeluarkan laptopnya dan Zizi menurut lalu ia meletakan nya dihadapan sang lady


pergerakan Valera membuat Asyur semakin waspada ia mengetahui jika wanita yang berada di hadapannya ini bukan wanita sembarangan ia sangat mematikan.


valera memperlihatkan sebuah rekaman CCTV beberapa hari lalu saat upaya penyelamatan Daniel kala itu dan disitu jelas-jelas helikopter milik Asyur melintas dan mencegah pihak king untuk melawan para musuhnya


Asyur menatap dengan seksama, bahkan ia enggan berkomentar Valera hanya menatap Asyur dengan seksama yang terlihat seperti tak tau apa-apa.


" ini benar helikopter dibawah naungan ku, tapi aku tak memerintahkan anak buah ku untuk melakukan itu semua, lagipula aku tak mengenal Mrs OTO " tegas Asyur dan lagi-lagi valera tertawa renyah


" jika bukan kau lalu siapa " pekik Valera membuat Asyur bangkit dan mendekat kearah Valera


GREPPP

__ADS_1


Asyur mencengkram pangkal leher Valera, Zizi dan Dave sontak terkejut saat Dave akan membantunya Valera memberi kode untuk diam .


Asyur menatap Valera dengan intens mulai dari mata, hidung, dan berakhir pada bibir sensual Valera yang begitu menggairahkan, perlahan cengkraman itu mengendur dan kini Asyur mengelusnya secara perlahan


nafas Asyur begitu sangat hangat dan begitu terasa menyapu sekitar wajah Valera. Netra keduanya bertatapan satu sama lain Zizi dan Dave hanya bisa menatap aneh kepada keduanya mereka berfikir jika akan terjadi cinta segitiga


" jangan berteriak dihadapan ku, kau tak pantas melakukanya " ucap Asyur membelai pipi Valera dengan lembut " bibir ini hanya boleh berkata manja kepadaku, hanya boleh berkata lembut kepadaku " ucap Asyur yang masih membelai mesra kedua pipi Valera


" kau.. " desis Valera dan Asyur dengan sigap meletakkan jari telunjuknya di bibir Valera


" aku baru saja mengatakan nya, dan kau baru akan mengulanginya lagi " ucap Asyur dengan lembut membuat Valera diam bergeming dan menatap bola mata berwarna keabu-abuan itu


entah apa yang sedang Valera fikirkan manik itu begitu mampu membungkam seorang Valera, dengan kasar Valera menepis tangan Asyur yang bertengger di pangkal lehernya


" jaga sikapmu tuan, " tegas Valera dan Asyur hanya diam saja bahkan ia tersenyum manis kepada Valera " jaga batasan mu ! " lanjut Valera lagu dan Asyur hanya diam tak bergeming " jadi katakan padaku dan jangan membual, untuk apa kau membantu Mrs OTO sialan itu " kesal Valera


" sudah ku katakan padamu, jika aku tak mengenalnya " ucap Asyur tak kalah tegas dan Valera menatap tajam kearah Asyur " aku baru saja tiba tadi malam, terserah kau ingin percaya atau tidak " ucap Asyur lagi


" lalu jika bukan kau siapa ? " Picing Valera lagi dan Asyur ikut berfikir ia pun ingin mengetahuinya siapa yang memerintahkan hal itu semua, Asyur berfikir sejenak bukan kah salah satu temannya yang menginap di kediaman Asyur kala itu, apa mungkin ia ?


" tenang lah, aku akan membantu mu untuk menemukan orang nya, " tenang Asyur dan Valera membelalakkan matanya seketika,


" membantu ? apa aku tidak salah mendengar tuan Asyur, " Picing Valera dengan senyum sinis nya " atas dasar apa kau ingin membantuku " ucap Valera lagi dan Asyur terlihat menatap dalam kearah Valera


" hanya ingin membantu wanitaku, apa itu salah ? " ucap enteng Asyur dan lagi-lagi perkataan nya membuat Valera membeku, Zizi dan Dave akhirnya tau akan pria yang menjadi lawan nonanya ini,


" jangan marah itu tak baik untuk kesehatan, " ucap Asyur yang membawa segelas air putih dan ia sodorkan kepada Valera " minumlah, dan buatlah dirimu tenang " ucap Asyur lembut dan Valera menepisnya hingga gelas itu terlepas dari genggaman Asyur


PRANGGG


Zizi dan Dave terkejut akan perlakuan Valera sedangkan Asyur ia hanya tersenyum manis, sikap agresif Valera mampu memikat hatinya yang paling dalam, nafas Valera begitu menderu


" jangan lancang " pekik Valera lagi dan kali ini Valera yang mendekat kearah Asyur " bersikaplah sewajarnya tuan Asyur ! ingat aku bukan wanita mu dan aku sudah menjadi milik orang lain " ucap Valera penuh dengan penekanan


Asyur yang mendengar perkataan itu sontak saja mendorong tubuh Valera hingga ia terduduk di sofa dan kini posisi mereka terlihat lebih intim


" tuan, jaga sikapmu " pekik Dave yang ikut berbicara


Asyur menekan sesuatu tombol di samping Sofanya, dan tak lama beberapa orang masuk dan menunduk kepada Asyur


" bawa mereka berdua keluar, layani mereka dengan baik dan berikan wine terbaik untuk mereka " titah Asyur tegas dan sontak membuat Dave dan Zizi memberontak tak mau diperintah Valera yang melihat itu sungguh marah dan langsung mendorong tubuh Asyur akan tetapi Asyur mengunci pergerakannya hingga Valera menatap tajam kepada lelaki yang berada di hadapannya ini


" menurutlah, jika tidak mereka berdua akan terluka " ucap Asyur lirih dan Valera mau tak mau menuruti keinginan Asyur


" keluarlah, aku tak apa-apa. Setelah ini kita akan pulang " ucap Valera kepada Zizi dan Dave akan tetapi mereka berdua terlihat enggan keluar, dan Valera ia hanya mengangguk samar begitu meyakinkan akhirnya dave dan Zizi mengangguk setuju


kini hanya tinggal Valera dan Asyur yang berada di ruangan itu, mereka sama-sama menatap tajam satu sama lain


" aku tak suka kau berbicara pria lain dihadapan ku Valera " ucap Asyur yang menangkup kedua pipi Valera. Valera mencoba menjauh akan tetapi Asyur seakan mengikis jarak diantara mereka " sudah ku katakan kau adalah wanitaku " lanjut Asyur lagi dengan penuh penekanan

__ADS_1


" berhenti berkhayal tuan, kau dan aku sama-sama orang asing yang tidak saling mengenal, jangan seenaknya kau mengklaim jika aku wanita mu " ucap Valera dengan sorot mata yang tajam


" kenapa ? apa kau tak bisa melihat ada cinta dimata ku ? " ujar Asyur " tidak kah kau lihat itu semua ? " ucap Asyur yang mengelus pipi Valera dengan sangat lembut " sejak pertama kali aku melihatmu di acara malam itu dan kau berdansa dengan ku, aku sudah menetapkan hatiku untuk mu " tegas Asyur dan Valera diam saja


" menjauh lah dariku " pekik Valera marah dan Asyur terlihat enggan untuk beranjak sedikitpun " menjauh atau aku akan melawan mu ! " ancam Valera dan Asyur terkekeh seketika


BUGHHHHHH


valera menendang perut Asyur hingga ia meringis kesakitan, dan Asyur terlihat bangkit dan menampilkan wajah manisnya


valera yang marah kini ia maju dan melawan Asyur, keduanya sama-sama melawan dan menghindar setiap gerakan baik Asyur dan Valera mereka sama-sama tak mau kalah


valera menerjang wajah Asyur akan tetapi kakinya ditahan oleh Asyur hingga gerakannya kini terkunci dan Valera memutar diri begitu pun dengan Asyur yang menghindar gerakan Valera


" tak semudah itu " ucap Asyur menatap Valera


GREPPP


Asyur mengunci tubuh Valera hingga kedua nya berdekatan bahkan tak ada jarak diantara keduanya, nafas Valera menderu seketika dan Asyur yang tau itu segera membelai lembut punggung Valera berusaha untuk menenangkan nya


" sudah ku katakan jangan terlalu emosi, itu tidak baik " ucap Asyur dengan senyum tulusnya


ada apa dengan Valera tubuhnya tiba-tiba saja tenang saat Asyur membelai lembut punggungnya, manik itu menatap Valera dengan lembut dan penuh perasaan


detak jantung Valera berdebar begitu cepat saat manik nya bertatapan langsung dengan Asyur, memang Valera akui jika Asyur memiliki fitur wajah yang tampan serta tubuh yang begitu menggoda aroma pria ini begitu sangat maskulin, sejenak Valera menikmati itu semua bahkan Valera memperhatikan bulu matanya yang sangat lentik dan bibir yang begitu sangat indah sungguh pahatan tuhan yang sempurna


" begitu menikmati ku " ucap Asyur tiba-tiba dan Valera diam saja. Bohong jika dia berkata tidak jadi Valera memilih untuk diam


gemas dengan kebungkaman Valera, Asyur mencoba mengecup bibir Valera yang sedari tadi menggodanya itu, Valera terbelalak lebar bahkan ia terkejut, Valera memberontak dan mendorong kasar dada Asyur akan tetapi Asyur justru menciumnya dengan sangat lembut.


valera memilih bungkam saat lidah itu mulai menerobos mulutnya, dan Valera memukul keras dada bidang Asyur akan tetapi lelaki itu memilih membiarkan Valera melakukan semaunya


hingga Valera kehabisan nafas dan pada akhirnya pertahanan Valera runtuh karena Asyur begitu menciumnya dengan sangat bernafsu


benda tak bertulang itu begitu gencar mencari sumber kehangatan nya, Valera berusaha untuk memberontak akan tetapi tenaga Asyur di luar dugaan


tanpa sadar Valera menjerit tertahan membuat Asyur menghentikan kegiatannya, Valera meringis kesakitan bahkan dahinya ikut berkerut.


" kau kenapa ? apa ada yang sakit " ucap Asyur dengan panik


valera terlihat mengibas-ngibaskan tangan nya yang terluka, karena tanpa sadar Asyur justru mengenggam tangan nya itu


" astaga ! maafkan aku, sungguh aku lupa " ucap Asyur dengan panik dan menarik lembut tangan Valera lalu meniupnya dengan perlahan membuat Valera termenung akan perlakuan Asyur


valera yang tersadar lalu menarik tangan nya dari genggaman Asyur, wajah Valera begitu merona dan Asyur sangat menyukai raut wajah itu


" aku pergi terlebih dahulu, pekerjaan menunggu ku " ucap valera sebab ketus dan Asyur mengangguk kecil, lalu kedua insan itu keluar dan berjalan dengan beriringan Dave dan Zizi yang panik dengan cepat menghampiri nonanya.


Asyur terkekeh akan sikap orang-orang Valera yang begitu mengkhawatirkan keadaan nonanya, dengan cepat Valera berjalan tanpa menoleh ke belakang saat ini hati dan perasaannya bercampur aduk perlahan Asyur dan Remigio kini berputar kembali di memory nya, Valera memilih diam sampai ia sudah berada di dalam mobil dan Asyur ia terlihat senang akan apa yang ia alami hari ini sungguh hatinya sangat berbunga-bunga

__ADS_1


__ADS_2