Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
musuh tak tau diri


__ADS_3

hari ini Valera mengunjungi perusahaan milik remigio setelah kemarin Remigio menghubungi dirinya untuk membicarakan sesuatu hal yang penting tentu saja Remigio mengajaknya ke suatu tempat agar pembicaraan mereka tak ada yang menganggu tapi karena waktu dan jadwal Valera yang tak menentu alhasil dirinya menawarkan diri untuk mengunjugi perusahaan milik remigio sembari membicarakan sesuatu hal yang penting itu


mobil mewah milik Valera sudah terparkir cantik di halaman Adomson Crop's Valera berjalan dengan anggun para karyawan Remigio yang sudah mengetahui valera langsung menunduk hormat dan Valera hanya tersenyum manis menanggapinya, hingga ia tiba di lantai teratas dan kini ia berhadapan dengan pintu mewah berwarna coklat


CEKLEK


Valera membuka pintu saat remigio sedang kedatangan tamu dua orang lelaki paruh baya mereka semua melirik kearah Valera


" ahh maaf, aku menganggu " ucap Valera yang merasa kikuk tapi Remigio hanya tersenyum


" kemarilah " ucap lembut remigio dan Valera menurut lalu ia duduk disamping remigio yang berhadapan langsung dengan tamu Remigio


dua orang paruh baya itu menatap bingung pada Valera karena sepertinya mereka sangat mengenali wajah Valera yang menurutnya tak asing sedangkan Valera yang ditatap seperti itu merasa jengah dan bingung sekaligus


" silahkan lanjutkan " ucap Valera sopan dan ramah lalu tersenyum tipis membuat kedua lelaki paruh baya itu hanya saling pandang satu sama lain


" aku rasa cukup sampai disini, apa ada hal yang lain lagi " ucap Remigio dengan penuh wibawa


" ya sepertinya begitu tuan Adomson saya rasa cukup, kita lanjutkan lagi nanti " ucap salah satunya dan Remigio hanya mengangguk pelan lalu mereka saling berjabatan tangan dengan senyum yang mengembang diwajah ketiganya Valera hanya diam menatap sembari pandangnya menatap punggung kedua paruh baya yang sudah melenggang pergi


Remigio segera menghubungi seseorang untuk membawakan dua cangkir teh Jasmine untuk dirinya dan Valera, tak butuh waktu lama seseorang mengetuk pintu ruangan milik remigio dan Remigio segera menekan tombol yang berada di dekat mejanya, seketika pintu itu terbuka dengan sendiri nya menampilkan sesosok wanita paruh baya yang masih terlihat seger dan membawa nampan dikedua tangannya


" silahkan tuan dan nona " ucapnya dan Valera hanya tersenyum lalu mengucapkan terimakasih setelah itu baru ia keluar dan Remigio menutup pintunya kembali secara otomatis


valera langsung menyeruput tehnya dan tersenyum kemudian


" kau ingin berbicara apa Remi ? '' tanya Valera tanpa basa basi


" sweatheart, aku akan meninggalkan Prancis untuk sementara waktu " ucap remigio pelan dan Valera seketika mengerutkan dahinya mencoba mencerna ucapan yang baru saja terlontar oleh Remigio


" maksud mu ? " tanya valera masih bingung


" aku akan ke Amerika untuk sementara waktu hingga waktu yang ditentukan " ucap remigio lagi


" untuk apa ? " tanya Valera seakan ia belum puas dengan penjelasan Remigio


" ada sesuatu yang harus aku selesaikan, mengingat para musuhku sudah sampai disini, apa kau tak ingat saat malam itu di restoran C itu ulah ROLADEX kau pun tau sendiri " ucap remigio santai dan Valera masih mempertahankan ekspresi wajahnya yang datar " itu sebabnya aku harus pergi ke Amerika dan menyelesaikan semuanya sampai tuntas walupun aku tak yakin apa permasalahanku akan cepat berakhir " terang Remigio lagi dan Valera diam saja


" baiklah aku mendukung setiap keputusan, aku pun merasa aneh dari mana musuh mu bisa memasuki wilayah ku dengan mudah ? kecuali jika mereka menggunakan pesawat komersial dan berkamuflase menjadi orang lain sehingga dengan mudah mengelabui pengawasan yang ketat bahkan sistem ku pun mereka berhasil melaluinya ! aku yakin ada seseorang yang sangat berpengaruh dibalik itu semua " ucap Valera dengan pandangannya menatap Remigio


" akupun berfikir seperti itu sweatheart, aku tidak ingin gegabah dalam mengambil tindakan selanjutnya musuh ku kali ini sungguh cerdik aku tak bisa meremehkannya begitu saja terlebih aku belum tau siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya " ucap Remigio lagi " dan satu lagi anak buah ku memberi infomasi yang penting jika ada dua buah kapal asing yang bersandar di pelabuhan aku tak bisa berbuat banyak hal ini adalah wilayah mu " ucap remigio lagi dengan mengelus rambut halus milik Valera


" ya aku sudah tau itu milik ROLADEX musuhmu, dan feeling mu benar ! aku sudah memberi tugas kepada anak buahku agar kapal itu tidak beroperasi dengan alasan yang bermacam-macam, penjagaan nya pun banyak dan terbilang ketat tapi tak akan kubiarkan mereka pulang dengan selamat " ucap Valera sadis " terlabih pada jajaran ku yang mencoba untuk berkhianat tak akan ku beri ampun " ucap sinis Valera seakan ia memberi waktu untuk mereka menghirup udara bebas dengan mudah dan setelahnya bisa dipastikan kapal itu hancur tak tersisa termasuk dengan para awak-awak nya

__ADS_1


" berkhianat ? wah-wah aku tak tau jika jajaran king ada yang berani berkhianat ! mereka hanya memberikan nyawanya secara cuma-cuma saja " ucap remigio masih tak percaya dengan apa yang ia dengar '' berhati- hatilah sweatheart, keberuntungan tak selalu berpihak pada diri kita dan aku tak ingin kau terluka sedikitpun, apa kau mengerti " ucap remigio dengan nada tegasnya dan Valera hanya terkekeh pelan


'' ya ya aku mengerti " ucap Valera lagi dan Remigio langsung memeluk erat wanita yang sangat ia cintai itu seakan tak rela untuk berpisah


" cepatlah kembali dan jangan sampai aku mendapat kabar jika kau ikut terluka atau tewas ditempat aku akan menembakan isi peluruku kepadamu dan satu lagi jika kau butuh bantuan jangan sungkan aku siap membantu dan jangan pernah merasa harga dirimu jatuh di hadapanku '' jelas Valera dan Remigio hanya diam dan tak lama ia mengangguk pasti lalu mengecup kening Valera dengan lembut


" terimakasih sweatheart " ucap Remigio lagi


****


George dan Asnee memutuskan untuk makan siang diluar setelah memberi kabar kepada Valera tentu saja Valera mengijinkannya karena ia menempatkan pengawal banyangan yang kemampuannya Valera sendiri yang mengujinya mereka tak jauh disekitar George dan Asnee


" paman kapan aku bisa menemui Malvin lagi " tanya George yang memakan makaron cheese nya itu sedangkan Asnee memakan menu seperti biasanya walaupun Asnee bertugas hanya menjadi pengawal George tapi Valera memfasilitasi segalanya termasuk kartu limited untuk keperluan George maupun Asnee


" nanti paman akan menghubungi nya terlebih dahulu, " ucap Asnee sembari tersenyum dan George mengangguk patuh


" baiklah, aku menurut " ucap George lagi


" good boy " ucap Asnee dan George hanya tersenyum manis saja, saat keduanya sedang asyik memakan hidangan nya seorang wanita muda dengan lancang duduk di hadapan Asnee membuat Asnee dan George terusik dengan keadaanya


" maaf nona ! masih banyak tempat yang kosong " ucap dingin Asnee tanpa mau melirik kearah wanita itu dan George hanya diam senantiasa melanjutkan makannya


" tidak bisakah kita makan siang bersama " ucap wanita itu dengan nada menggodanya membuat Asnee meruntuki wanita itu karena berbicara dengan nada yang sensual


" tidak ! silahkan anda pergi '' ucap Asnee tegas membuat wanita itu tersenyum penuh maksud tak lama wanita itu memanggil pelayan dan memesan menu makanannya sendiri


wanita itu terus memandang wajah Asnee seolah Asnee seperti makanan yang lezat tampan ? tentu saja Asnee tampan karena ia berwajah pria Asia berkulit putih dan berbadan tegap karena dukungan Valera sendiri yang harus memperkokoh bentuk tubuhnya supaya ideal, tak lama pesanan wanita itu telah tiba ia segera melahap nya secara perlahan dengan gerakan yang sungguh menjijikan


" paman aku sudah selesai, ayo kita pergi '' ucap George dengan meneguk minuman terakhirnya begitupun dengan Asnee


" mau kemana ? tidak bisakah kita duduk dulu sebentar saja " ucap wanita itu dengan nada memelas nya


'' maaf ! tidak bisa ! '' ucap Asnee lalu tak lama ia memanggil pelayan dan menyerahkan kartu limited nya pemberian Valera tentu saja Wanita itu tercengang bukan main


sepertinya dia pria kaya ! aku harus mendapatkan nya . batin wanita itu


George tampak memperhatikan gerak gerik wanita itu yang sedari tadi terus melihat kearah Asnee lalu George menarik tangan Asnee setelah seorang pelayan memberi kan kartu itu kembali


wanita itu kesal bukan main lalu ia menggerutu tidak jelas, sedangkan George tampak diam saja dan Asnee hanya tersenyum melihat tingkah George


" wanita itu tidak baik paman " ucap tegas George sembari berjalan bersama dengan Asnee menuju pintu keluar


" hemm kau benar ia tak baik " ucap Asnee ikut menimpali perkataan George lalu mereka menuju mobil yang selalu digunakan nya setiap saat tapi lagi-lagi wanita itu mengikutinya kali ini ia dengan lancang duduk di kursi depan yang biasa nya George tempati

__ADS_1


George tampak geram dan marah terhadap wanita itu lalu tanpa rasa bersalah wanita itu hanya tersenyum manis seperti orang gila


" apa yang kau lakukan ! keluar " bentak Asnee membuat wanita itu terkejut setengah mati


" antar aku, ku mohon " ucap wanita itu lagi


" aunty kami bukan supir taksi, jadi silahkan cari taksi di luar sana " ucap George dingin membuat Asnee dan wanita itu tertegun seketika


bagaimana bisa anak berusia lima tahun sudah mulai mengeluarkan aura yang begitu dingin yang hampir mirip dengan Valera


" apa kau tuli ! " bentak Asnee lagi tapi wanita itu hanya acuh saja


" ohh come on aku hanya meminta diantar saja tidak lebih, dan kau " sambil menunjuk George " duduklah dibelakang jadi kita tidak perlu menunggu lama " ketus wanita itu


" keluar sekarang juga aku tidak suka diperintah dan menunggu " ucap George dengan sorot mata yang tajam " paman " ucap George lagi Asnee yang merasa George marah segera menyeret wanita itu dengan kasar lalu menghempaskan nya begitu saja sampai ia tersungkur


'' aww, sialan " pekik wanita itu tapi George hanya tersenyum mengejek lalu wanita itu berdiri dan ingin memberi pelajaran kepada George tapi dengan sigap Asnee menghadangnya


'' jangan berani-berani kau menyentuhnya ! " ucap Asnee dengan sorot mata yang sangat tajam membuat nyali wanita itu menciut seketika


BRUKKKK


George membanting pintu mobil dengan sangat keras membuat dua orang itu terkejut seketika dengan cepat Asnee masuk dan segera meninggalkan tempat itu dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


wanita itu mendelik sinis bahkan ia menghafal plat nomor mobil yang Asnee gunakan semua gerak geriknya tak luput dari pantauan pengawal bayangan milik George


" aku pasti akan membalas kalian " geram wanita itu lalu ia melihat luka di sikut tangan kirinya yang mengeluarkan sedikit darah karena terkena bebatuan disekitar ia terjatuh karena hempasan kuat Asnee, lalu wanita itu menghentikan taksi dan pergi begitu saja


****


" tuan sepertinya kita sedang diawasi " ucap seorang pria kepada orang yang ia panggil tuan itu


" mengapa ? " tanya nya pria itu lagi


" kita tidak bisa mengambil dan membongkar persenjataan yang kita bawa dan tiba-tiba saja banyak orang yang berlalu lalang disekitar sini " ucapnya kau membuat orang yang dipanggil tuan itu mengerutkan dahinya seketika


" apakah ada hal yang mencurigakan ? '' tanya nya sambil menatap salah satu anak buah nya


" aku rasa tidak tuan ! hanya saja mungkin akan sedikit sulit dan memakan waktu yang lama untuk kita memulai menyerang target " ujarnya dengan menunduk sopan


" bereskan semuanya ! aku tidak ingin mendengar kabar ini lagi " ucapnya dengan penuh penekanan dan orang itu langsung menunduk lalu berlalu pergi begitu saja


seorang pria berpakaian biasa itu memandang lurus kedalam akuarium mini yang diisi oleh ikan-ikan hias berukuran kecil

__ADS_1


sorot matanya tajam dan tangannya mengepal satu sama lain seolah ia sedang menahan gejolak amarah yang menggebu-gebu


" aku sudah tak sabar untuk melihat mayat mu ! " smirk lelaki itu


__ADS_2