Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
semakin luas


__ADS_3

Gerry masih diam terpaku dan tersungkur dilantai marmer ruangan milk vyan sedangkan Valera diam dan memejamkan matanya sembari menunggu kedatangan seseorang sedangkan vyan dan Leonel melakukan hal yang sama tak mau berbicara, setelah sekian lama menunggu akhirnya ponsel milik Valera berbunyi lalu dengan cepat ia mengangkat nya dengan mata yang masih terpejam


" baiklah, kau tunggu terlebih dahulu, " ucap Valera yang membuka matanya secara perlahan lalu menatap Gerry dengan sekilas, dan beralih kepada vyan " katakan pada resepsionis untuk mengijinkan orang ku masuk, mereka menahannya " ucap Valera dan vyan mengangguk lalu segera mengkonfirmasikan dan menyuruh nya untuk mengantarkan tamu nya hingga sampai keruangan milik Presdir


sepuluh menit berlalu hingga suara ketukan membuyarkan lamunan mereka, dan Leonel segera membuka pintu itu dengan cepat dan mengijinkan mereka masuk kecuali resepsionis


ternyata Zizi dan dan satu orang wanita yang dicari Gerry, pretty ! Valera tersenyum sinis kearah Pretty


" Daddy " lirih Pretty saat melihat ayahnya tersungkur dilantai, lalu dengan cepat ia menghampiri nya dan memeluk sang ayah Zizi langsung duduk disebelah Valera


vyan dan Leonel hanya saling pandang karena melihat wanita yang sangat asing Valera hanya diam saja dan mulai duduk dengan tegak


" aku sudah mengabulkan keinginan mu " dingin Valera dan tuan Gerry hanya diam saja tapi Pretty terlihat seperti ketakutan


" kau.. siapa kau sebenarnya ? mengapa banyak tahanan disana " ucap pretty ragu dan tuan Gerry yang mendengar itu langsung terkejut


Valera hanya tersenyum biasa dan menatap kearah Pretty dan Gerry secara bergantian, Valera bersikap acuh dan membiarkan Pretty berfikir demikian


" kau.. akan ku asingkan ke kota lain dibawah pengawasan orang-orang ku " datar Valera lagi sontak membuat Gerry dan pretty terlonjak kaget


" tidak ! aku tidak mau " ucap cepat pretty membuat Valera menatap tajam kearahnya


" siapa kau ? disini akulah yang menentukan nya jangan bertindak macam-macam jika tidak akan ku buat hidup mu seperti para tawanan ku " sinis Valera lagi vyan hanya terkekeh melihat ekspresi ketakutan dari lawan adiknya bahkan ia seperti semut yang tertindas gajah


" siapa kau sebenarnya ? " ucap pretty lagi


" untuk apa kau ingin tau ? apa keuntungannya untukku ! tidak ada ? jadi kau diam saja " ucap Valera santai


" apakah kau lady dari king ? " ucap Gerry dengan hati-hati dan Valera memicingkan matanya lalu tersenyum simpul sedangkan Zizi hanya menatap Gerry dengan ekspresi datar


" menurutmu ? ya atau tidak nya tidak ada kaitannya dengan mu ! aku paling tidak suka keluargaku di usik oleh orang yang tak tau diri terlebih kau Pretty apa tujuanmu ingin membunuh putraku? apa karena aku membangkrutkan perusahaan ayahmu yang mulai merangkak ? cihh.. sudah aku peringatkan sebelumnya bukan, untuk tidak memancing amarah ku tapi ayahmu mengabaikannya jadi jangan salahkan aku jika aku bertindak dan tak segan melakukannya terlebih dengan membunuhmu " ucap Valera dengan penuh penekanan membuat tuan Gerry bergidik ngeri


" tidak jangan, maafkan aku dan putriku, ku mohon kami mau di asingkan asalkan nyawa kami selamat " pinta tuan Gerry dengan memelas sedangkan Preety diam saja ia belum memahami situasi seperti ini


" bawa mereka ke kota J Zizi ! dan lakukan dengan semestinya suruh anak buahmu untuk mengawasi pergerakan nya dan pastikan mereka tak bisa kemana-mana termasuk kabur dan berpindah ke kota lain " tegas Valera dan Zizi mengangguk paham


" seperti yang kau inginkan nona " ucap Zizi mulai beranjak dan begitupun dengan Gerry dan Preety mereka berdua melihat kearah Zizi dan Zizi diam saja lalu mereka pergi dengan langkah gontai


*****


Indonesia, waktu setempat

__ADS_1


para jajaran yang dibawah pimpinan Valera hanya berjumlah sewajarnya mereka hanya ditugaskan untuk menjalankan semestinya dan mengawasi serta melindungi keluarga Maya dan teman-teman nya di Indonesia vio dan Rud kini menjadi sasaran musuh sang lady tapi mereka tidak begitu bertindak lebih lanjut karena para mafia yang berada di Indonesia melakukan pergerakan serta taktik yang sulit dibaca musuh


" Danang, bagaimana dengan Persenjataan yang di kirim bos untuk memenuhi markas di Bali ? " ucap Danang kepada Tama


" beres, tidak ada kendala jalur perairan cukup aman dilalui oleh kapal asing, " saut Tama


" apa kau yakin ? tidak ada patroli disekitar sana ? " ucap Danang ragu dan Tama mengangguk saja


" bagaimana dengan bisnis mu ? " ucap Tama


" lancar ? bos memberikan cukup banyak uang untuk ku dan istriku membuka usaha, sehingga kini keuangan kami terbilang cukup dan terpenuhi " ucap Danang senang walaupun dirinya seorang mafia tapi Valera tetap memberikan tunjangan hidup untuk keluarganya, tapi sumpah kesetiaan dan nyawa yang dipertaruhkan


" syukur lah jika begitu, akupun sama hal nya seperti dirimu Danang dulu hidupku terlunta-lunta di jalanan Hingga bos memberikan ku sebuah pekerjaan dan akupun menerimanya tanpa berfikir lebih jauh ternyata menjadi seorang mafia cukup menyenangkan dan tidak terlalu menakutkan " kekeh Tama dan Danang pun berpendapat sama, keduanya sama-sama belajar dan dilatih keras oleh orang-orang tertentu bela diri adalah hal yang utama lalu pengendalian senjata itu adalah hal yang wajib tapi sejauh ini para jajaran di Indonesia yang berada dibawah naungan Valera masih terbilang aman, terlebih jauh dari ancaman musuh sang lady mereka hanya ditugaskan untuk menjalankan misi jika dipanggil dan dipercaya sejauh ini Valera belum menugaskan misi apapun membuat Danang maupun Tama berkamuflase membuat usaha ilegal


" aku dengar-dengar akan ada yang datang dari Prancis untuk memantau kita semua yang berada disini " ucap Danang


" ya akupun mendengarnya dari Juan, " ucap Tama santai


Danang dan Tama adalah orang yang paling lama bergabung dengan Valera dan mengurus bisnis nya yang berada di Indonesia, selama ini mereka belum pernah bertemu dengan jajaran king sesungguhnya hanya dengan sang lady itupun hanya satu kali,


Valera membangun sebuah rumah yang cukup luas untuk menampung para anak buahnya di Indonesia mereka semua dijamin hidupnya oleh sang lady, markas mereka berada di Bali sejauh ini aman-aman saja tidak ada pihak yang curiga dengan kegiatan mereka terlebih berlatih menembak dengan suara yang cukup memekikkan telinga ditambah lokasi mereka di dataran tinggi yang jauh dari kata keramaian


saat Danang dan Tama sedang asyik menyeruput kopi hitamnya, seorang berlari dengan terengah-engah membuat keduanya menatap bingung


" anu.. Andre tertembak " ucap Parto


" tertembak ? bagaimana bisa ? " ucap Danang bingung


" entahlah , seseorang yang melakukannya saat Andre sedang berada di pasar untuk membeli bahan makanan.. dan sekarang ia sudah dilarikan kerumah sakit terdekat " ucap Parto lagi


" ayo, kita kesana " ucap Tama dan Danang pun mengangguk setuju, sebelum mereka meninggalkan bangunan itu, Tama dan Danang memberi pesan untuk menjaga markas kecil ini dengan baik, dan tetap waspada karena Tama yakin jika pihak musuh yang melakukan hal ini


mobil bersama silver itu melaju cepat membelah jalanan yang ramai bahkan terik matahari pun sungguh nikmat, Danang mengemudikan mobilnya dengan cepat karena takut terjadi sesuatu terhadap teman nya itu


hingga tiga puluh menit berlalu mereka sampai di rumah sakit X tanpa banyak bicara Parto segera berlari menuju lantai tiga gedung itu, hingga mereka tiba di depan pintu yang bertuliskan OPERASI sesaat Tama dan Danang mematung di tempatnya


" apakah kau melihat pelakunya ? " tanya Tama dengan hati-hati karena takut terdengar oleh orang disana


" seorang pria, hanya itu saja tapi wajahnya sungguh aku tak melihatnya " seru Parto lagi dan Danang mendesah frustasi begitupun dengan Tama


selama ini tidak ada kejadian apapun yang mengusik jajaran Valera yang berada di Indonesia tapi sekarang seseorang bahkan melakukan aksi penembakan kepada Andre

__ADS_1


" apa ada warga yang melihat atas kejadian itu " ucap Danang yang tiba-tiba teringat akan hal itu


" ya, karena kejadiannya ditempat keramaian tentu saja banyak warga yang berteriak kaget bahkan salah satu warga memanggil pihak berwajib " ucap Parto lagi dengan cemas


" berarti jika ada pihak berwajib mengintrogasi dirimu ataupun Andre setelah sadar itu artinya kita akan melakukan drama, untung saja Andre mempunyai usaha jualan nasi goreng, setidaknya kita bisa melakukan sedikit drama " celetuk Tama dan kedua temanya mengangguk cepat,


*****


Amerika, waktu setempat


" Gila ! ini benar-benar gila " pekik seorang pria muda didepan banyak orang


" apa yang kau maksud dengan gila " saut Gracelina wanita paruh baya penasihat ORTAXS


" apa kau tak melihat dan mendengar jika Remigio membuat kerusuhan di beberapa tempat " ucap lelaki muda itu lantang


" Diamlah ! kau itu berisik, Remigio melakukan itu hanya untuk melindungi dirinya dan organisasinya apa kau tak tau jika pihak musuh mulai mengusik kehidupan nya dan itu wajar saja " ucap santai Gracelina


" tapi bagaimana jika kita yang terkena imbasnya " ucapnya tak mau kalah Gracelina diam saja ucapan lelaki muda itu ada benarnya Remigio bertindak sendiri dan tidak memberi kabar kepada dirinya maupun sesama anggotanya setidaknya ada pihak yang membantu, tapi jika begini apakah tidak akan ada dendam yang berlanjut ?


BRAKKKKKK


suara dobrakan pintu membuat semua penghuninya terlonjak kaget, wajah seorang pria yang sangat dikenalnya sedang menatap tajam ! wajah yang sedang dibicarakan nya tepat berada di ruangan itu saat ini, auranya sungguh terasa dingin


semuanya mendadak diam dan duduk ditempatnya dengan tenang begitupun dengan lelaki tadi dan Gracelina yang memasang raut wajah cemas


Remigio dan dua orang pria berjalan dengan angkuh, melewati mereka yang sedang menatap ke arah remigio heran


" ada apa dengan kalian ? mengapa menjadi tegang seperti ini " ucap nya dengan wajah bingung tapi seringai tipis terbit disudut bibirnya, semuanya mendadak menjadi diam dan menetralkan suasana kembali Gracelina berdehem mencoba mencairkan suasana


" Remigio bagaimana dengan kabar yang beredar jika kau membumi hanguskan pihak ROLADEX " tanya Gracelina dengan hati-hati dan Remigio tersenyum menanggapi


" ya kau benar ! akulah yang melakukan nya karena mereka yang terlebih dahulu mengusik ku, tentu saja mereka sedang membangunkan singa yang tertidur dengan pulas " ucap acuh Remigio tapi wibawanya sebagai seorang pemimpin tidak pernah luntur


" tapi bagaimana jika kami yang terkena imbas nya " saut lelaki yang tadi sempat protes


" mengapa ? apa kau takut maju ke Medan perang " ucap remigio sontak membuat lelaki itu terdiam ucapanya sungguh menohok bagi mereka Remigio tersenyum kecut karena ia melihat betapa takutnya para jajarannya jika sewaktu-waktu terjadi peperangan yang tak disangka-sangka


" sudahlah ! jangan terus berdebat " ucap Gracelina menengahinya " Remi, aku percaya padamu jika apa yang kau lakukan adalah tindakan benar musuh yang mengusik hidupmu Memang pantas diberi pelajaran tapi kau jangan lupakan kami yang tidak tau apa-apa setidaknya kau sudah menyiapkan sesuatu jika sewaktu-waktu apa yang kami takutkan terjadi " ucap Gracelina bijak dan Remigio mengangguk samar


" kalian tenang saja aku tak sebodoh yang kalian fikirkan, " ucap Remigio lagi dan Gracelina mengangguk lalu tersenyum lembut kepada Remigio

__ADS_1


para tamu yang hadir hanya bisa diam dan pasrah akan keputusan sang penguasa mau memberontak pun mereka akan terkena amukan Remigio, jadi mereka lebih memilih diam dan rencana Remigio berjalan dengan mulus seperti yang sudah diterapkan


awalnya Remigio marah ketika ada anggota nya yang melakukan tindak protes tanpa mau membantu dan hanya berdiam dan menikmati kedamaian tanpa mau maju kedepan tapi Remigio mempunyai cara sendiri untuk menyingkirkan orang-orang yang seperti sampah tidak berguna bagaimanapun seorang pemimpin harus memiliki sikap toleransi tinggi terhadap sesama anggota nya terlebih kode etik yang sudah tertera dan berdiri dengan beberapa tahun lamanya


__ADS_2