
dua buah mobil king melaju dengan pesat menuju titik lokasi Gloria kini. Dave menerima pesan singkat sebuah letak dan posisi yang akurat dari sang Lady.
Jantung Dave berdebar cepat saat mendapat kabar jika wanita yang berhasil mencuri hatinya sedang tidak baik-baik saja.
" cepat. Kenapa jadi lamban seperti ini " ucap Dave dengan menepuk bahu sang supir yang tak lain anak buah king. Pria itu mengangguk patuh saat Dave memintanya untuk mengemudi diatas rata-rata.
rasa khawatirnya kini semakin menjadi saat Dave dan anak buah king lainnya telah tiba dan melihat beberapa orang pria berseragam lengkap dan berwajah sangar terlihat sedang mencari sesuatu.
" shitt Berani sekali mereka mengincar nya " geram Dave dengan mata mengkilat marah. Lalu ia keluar dan memakai kembali masker yang menutupi sebagian wajahnya dengan senjata api yang berada di balik pinggangnya. para anak buah king berpencar dan tak melakukan hal yang terlalu mencolok.
Dave melihat ponselnya kembali saat lampu pada titik lokasi Gloria berkedip tak jauh dari tempatnya berdiri. Mata elang Dave menelisik keadaan sekitar lalu senyum seringainya muncul tanpa diketahui.
disisi lain Gloria memohon pada pemilik toko roti itu agar tak memberi tahu keberadaan nya disini, namun pemilik toko roti itu takut dan merasa bingung.
" nona, sebenarnya siapa mereka ? " ucapnya dengan takut dan Gloria menggeleng tidak tau dengan air mata yang mengalir deras. Hati nya berkata jika mereka adalah orang-orang Alfedro, lelaki itu telah menemukan keberadaan Gloria di Paris.
PRANGGG
jeritan ketakutan terdengar di lantai bawah toko roti itu, jantung Gloria berdegup kencang begitu pun dengan wanita paruh baya disisi nya. Keributan mulai terdengar riuh disana Gloria panik bukan main.
" Tidak.. Lelaki brengsek itu tidak boleh menemukan aku " gumam nya frustasi pada saat Gloria hendak melangkah menuju balkon seketika.
BRAKKKKKK
pintu itu di dobrak dengan sangat keras hingga membuat langkah Gloria berhenti seketika. mata Gloria menatap nyalang pada dua lelaki bertubuh tegap yang kini sedang memandanginya.
Pemilik toko roti itu ditodongkan senjata api agar diam dan tak berteriak. Gloria panik bukan main saat situasi kini membahayakan nyawa orang lain.
" nona Gloria ! sebaiknya anda ikut kami. " tegas salah satu lelaki berkepala plontos dan Gloria tersenyum tipis.
" tidak ! untuk apa aku mengikuti kalian " pekik Gloria marah. " Alfedro ? kalian orang-orang nya ? " Picing Gloria lagi.
" jangan banyak bicara nona, tuan kami mengatakan jika kau boleh menyakiti nona jika nona berontak saat kami bawa " tegasnya lagi dan Gloria seakan tak perduli.
" jangan berharap kalian bisa membawa ku ! " teriak Gloria marah dan seketika salah satu dari mereka maju dan mulai menarik tangan Gloria dengan kasar.
BUGHHHHHH
AGHHH
Gloria berhasil menendang aset berharga dari lelaki itu hingga membuat korbannya meringis kesakitan dengan mata terpejam.
" dasar wanita sialan ! jika kau bukan wanita dari tuan kami. Akan ku pastikan kau mati ditangan ku " pekik salah satu dari mereka yang kini mulai melangkah dan menarik tubuh Gloria dengan kasar.
" lepas.. lepaskan aku. " berontak Gloria seperti cacing kepanasan yang tak mau diam. tangan dan kakinya bergerak tak beraturan karena berontak membuat lelaki berkepala plontos itu marah dan akhirnya menampar pipi Gloria dengan keras.
PLAKKK
AGHHH
jerit Gloria saat tangan kekar dan besar menyentuh pipinya dengan sangat kasar, air matanya turun seketika. Ketakutan nya kian menjadi.
__ADS_1
" Berani sekali kalian menyentuhnya ! " pekik suara bariton seorang pria dengan marah saat melihat Gloria yang menurutnya sangat menyedihkan.
" siapa kau ! " pekik orang itu lagi. Dan tanpa aba-aba beberapa anak buah king masuk dan mulai melakukan aksinya dimana mereka dengan beringas menghajar dua orang lelaki yang telah melukai keluarga sang Lady.
BRAKKKKKK
AGHHH
Gloria terhempas saat tubuh kekar itu melemparkan nya ke dinding bangunan hingga Dave benar-benar marah.
Gloria merasakan tubuh nya benar-benar sakit dan remuk. Gloria merintih dan mulai bangkit lalu berjalan sedikit menjauh dari sana. Tapi belum lama ia melangkah Gloria mendengar jeritan serta retakan tulang yang begitu memilukan ditelinga.
" Ahhhhh sialan kau ! bedebah " teriak orang itu lantang saat tangannya dipatahkan dengan mudah oleh Dave.
Dave membiarkan orang itu tergelatak begitu saja dan biar anak buah king yang melakukan tugas nya, Gloria mematung saat Dave mendekatinya.
" siapa kau ! " pekik nya dan Dave segera melepas topi dan maskernya agar Gloria mengenali wajahnya. " ohh tuhan Dave " girang Gloria tanpa sadar berlari dan memeluk tubuh Dave dengan erat.
Dave tersentak tapi nalurinya menuntun tubuh dan gerakan tangan nya untuk mengusap lembut punggung Gloria.
" nona, kau tidak apa-apa ? " ucap Dave saat Gloria melepaskan pelukannya dan Dave merasa kikuk karena malu jika Gloria mendengar detak jantungnya yang berdegup kencang.
" tidak Dave, terimakasih telah datang tepat waktu, jika tidak pasti aku sudah dibawa pergi oleh mereka " ucap Gloria dan Dave tapa sadar tersenyum tipis tapi, manik elang itu melihat dan menatap pipi Gloria yang memerah akibat sebuah tamparan yang sangat keras.
" mereka menyakitimu nona ? " tanya Dave dengan aura dinginnya. Dan Gloria mengangguk tanpa ragu. " bawa mereka menuju markas. " titah Dave dan seketika anak buah king mengangguk patuh.
keributan yang terjadi di jalan xx telah diamankan oleh pihak king bahkan aparat kepolisian tidak terlibat didalamnya Dave menyuruh para anak buahnya mengerjakan pekerjaan ini dengan rapih dan bersih.
" Dave, bekas luka ? apa kau .. " ucap Gloria terpotong karena Dave Sudah menjawabnya.
" Ya ini adalah luka bakar, dan aku akan melakukan perawatan penghilangan luka ini atas titah sang lady nona " ucap sopan Dave dan Gloria mengangguk patuh.
hingga mobil itu telah tiba dibanguna megah markas utama king, Dave membukan pintu untuk Gloria membuat wanita itu tersenyum dengan kikuk.
Tak lama Valera muncul dihadapannya dengan anak buah king yang membawa dua orang pembuat onar itu, Gloria langsung berlari kecil dan memeluk tubuh Valera dengan erat dan Valera membalas pelukan itu dengan mengusap punggung adik sepupunya lembut.
" kak mereka menyakitiku " adu Gloria dengan menunjukkan bekas tamparan di pipi kanan nya bahkan ia mengadu jika ia dilemparkan ke dinding dengan sangat kuat. Valera hanya diam menyimak aduan Gloria dengan senyum tipisnya lalu beralih menatap tajam dua lelaki yang kini sudah babak belur.
" Gloria bersihkan dirimu terlebih dahulu, dan pakai saja kamar pribadi ku dan kau bisa menggunakan baju-baju ku disana. Dave tolong kau antarkan ia " titah sang Lady dan Dave mengangguk patuh.
Gloria menatap kearah belakang karena ia penasaran apa yang akan dilakukan oleh kakak sepupunya terhadap dua orang lelaki asing itu. Dave menatap Gloria dengan dahi berkerut.
" ada apa nona ? " tanya Dave
" aku sangat penasaran apa yang akan dilakukan oleh kakak ku kepada mereka " jujur Gloria dan Dave hanya tersenyum tipis.
" tentu saja memberinya pelajaran yang setimpal nona " ucap Dave tegas dan Gloria hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja tanda mengerti, kamu Dave mengantarkan Gloria hingga pintu ruangan pribadi sang Lady.
" terimakasih Dave " ucap Gloria sopan dengan senyum manisnya membuat hati dan jantung Dave berdetak seirama. Dave mengangguk lalu ia meninggalkan Gloria di sana.
bibirnya melengkung dan menarik keatas tanpa di sadari jika ia sedang tersenyum geli, Gloria wanita yang telah berhasil mencuri hatinya saat ini.
__ADS_1
di lantai bawah Valera sedang menatap tajam wajah lelaki asing itu dengan intens, lelaki berkepala plontos itu seketika gugup bukan main ketika Valera menatapnya dengan tajam.
" untuk apa kalian ingin membawa Gloria ? " tegas Valera.
" kami hanya diutus tuan kami " ucap lelaki itu lagi dengan gugup.
" siapa ? " geram Valera.
" tuan Alfedro " jujurnya dan Valera mengkerutkan dahinya seketika, nama yang asing tapi Valera pun penasaran akan sosok Alfedro ini.
" lalu ? " ucap Valera.
" kami hanya diutus untuk menbawa wanita tuan Alfedro yang kabur nona itu saja " gugup nya lagi dan seketika Valera maupun Dave terkejut bukan main. Wanita? jadi Gloria sudah memiliki kekasih ?
" maksud mu ? jadi Gloria wanita dari tuan mu " tegas Valera dan dua orang itu mengangguk mantap. valera menatap Dave yang sedang marah tertahan itu tangannya terkepal sempurna.
valera memutuskan untuk membawa dua orang itu masuk dan mencari informasi lebih lanjut. Dave masih menatap tajam dua orang itu hingga satu jam berlalu Valera menyuruh salah satu anak buah king untuk memanggil Gloria.
Gloria datang tak lama setelah mendapatkan kabar jika sang lady memanggilnya, wajah Gloria tampak terkejut karena dua orang pria yang mengejarnya masih berada di sisi.
Langkahnya terhenti dan seketika wajahnya sedikit tahu, Valera yang menyadari nya segera menarik tangan Gloria dengan lembut untuk ikut bergabung.
'' kak kenapa mereka masih berada disini " pekik Gloria marah dan Valera diam saja " kalian ! " tunjuk Gloria marah. " Jangan pernah berharap untuk bisa membawa ku pergi '' ucap Gloria dengan marah dan dua lelaki itu hanya diam menunduk.
" Alfedro ? siapa lelaki itu Gloria ? '' Picing Valera dan seketika Gloria terkejut jadi benar para lelaki ini utusan lelaki gila itu. Dave memperhatikan wajah Gloria yang tampak terkejut begitu pun dengan Valera.
" jadi lelaki gila itu yang menyuruhnya ! dia benar-benar gila " ucap Gloria lagi.
'' dia kekasih mu ? " ucap Valera lagi
" bukan ! dia bukan kekasihku ! dia hanya orang asing yang selalu mengejar ku bahkan selalu mengawasi setiap kegiatan ku. Dia benar-benar gila " pekik Gloria lagi dan itu membuat Valera bingung akan ekspresi adik sepupunya. Gloria menjelaskan kejadian sesungguhnya kepada Valera dihadapan Dave dan juga dua lelaki itu.
Dave mengepalkan tangannya kuat karena mendengar cerita Gloria yang selalu dihantui oleh lelaki yang bernama Alfredo hingga Gloria memutuskan untuk tinggal di Paris karena ketakutannya.
kali ini biar kau yang bertindak Dave, aku bisa merasakan jika kau saat ini sedang marah akan sosok itu. batin Valera
" aku takut hiks..hiks ternyata ia lelaki berbahaya kak. " ucap Gloria yang menangis layaknya anak kecil. " itulah aku meminta untuk tinggal di apartemen karena takut membahayakan keselamatan paman dan bibi karena aku. Dia adalah pria berbahaya dan aku pernah mendengar jika dia lelaki yang kejam bahkan ia pernah menamparku karena aku menolak ajakan nya untuk makan malam bersama " ucap Gloria frustasi dan lagi-lagi Valera serta Dave terkejut bukan main
" kenapa kau tidak mengatakannya padaku maupun vyan ? kau justru lebih memilih bercerita kepada Ivanita " ucap Valera kesal dan Gloria hanya tertunduk dalam diam, Valera menghembuskan nafas nya dengan kasar. " lalu kau sekarang mau bagaimana setelah aku mendengar cerita mu bisa aku simpulkan jika Alfedro terobsesi akan dirimu Gloria. " tanya Valera lalu Gloria seketika menatap Valera dengan mata berkaca-kaca nya inilah sosok Gloria yang selalu menangis jika dihadapan nya tapi akan berubah menjadi bar-bar jika di luar sana.
" kau tidak ingin membantu ku ? " ucap Gloria.
" kau tau aku banyak pekerjaan dan urusan yang harus ku selesaikan, tapi setidaknya kau bercerita padaku sebagai kakakmu. Akan ada banyak orang yang akan membantu masalah mu ini. " ucap Valera asal dan semakin membuat Gloria terisak. Dave dan Valera menatap satu sama lain saat Gloria memulai aksinya dengan menangis.
" lalu siapa yang akan membantu ku ? " ucap Gloria merasa putus asa.
" Dave ! " tegas Valera dan Dave hanya menyunggingkan senyumannya lalu Gloria menatap Dave dengan tatapan memohon nya membuat Valera ingin sekali tertawa dan itu membuat Dave merasa gemas.
" Dave.. apa kau ingin membantuku ? " lirih Gloria dengan mata yang berkaca-kaca entah mengapa hati Dave tak ingin melihat Gloria menangis.
" Ya aku akan membantumu, tapi tidak gratis." tawar Dave dan Gloria diam saja " aku akan mengatakan imbalan yang harus nona berikan setelah aku berhasil menyingkirkan lelaki itu nona " ucap Dave dan Gloria hanya mengangguk patuh. Valera hanya diam ia sudah tau pemainan apa yang akan Dave lakukan serta imbalan apa yang akan Dave katakan pada Gloria jika itu berhasil.
__ADS_1
" baiklah, aku setuju " ucap Gloria tersenyum lalu Dave mengangguk mantap dan Valera hanya tersenyum tipis. Dua lelaki itu di beri pelajaran oleh Dave karena berlaku kasar pada Gloria. Dan Valera menyuruhnya untuk bekerja sama jika mereka masih ingin hidup dan mereka berdua mengangguk mantap dan setuju dengan ajakan kerja sama yang Valera tawarkan.