
Elena membantu apa yang dikerjakan oleh Thomas untuk mengurus dua remaja yang akan memasuki universitas tingkat pertama nya.
Aldo baru saja tiba di Paris tadi malam setelah beberapa anak buah king yang menjemput nya di bandara dan kini ia berada di Gold mansion bersama dengan Daniel.
sejak usia kehamilan Valera bertambah Remigio memutuskan untuk bekerja di mansion dan menjadi suami siaga untuk sang istri. Valera pun lebih banyak menghabiskan waktunya di mansion bersama dengan George dan juga Remigio.
" George bagaimana dengan sekolah mu ? '' tanya Valera lembut.
" Semuanya baik-baik saja mamih, tidak ada masalah apapun '' jawab George dengan tersenyum manis.
" benarkah ? jika ada kesulitan jangan pernah memendam nya sendiri katakan semuanya kepada mamih. Apakah kau paham " ucap Valera dan George mengangguk kecil.
'' bagaimana dengan keadaan my princess di dalam sana " ucap George sembari mengelus lembut perut Valera yang membuncit.
" my princess ? kau yakin jika ia perempuan '' tanya Valera dan George hanya mengangguk lalu mengecup perut buncitnya Valera dengan pelan.
" cepatlah lahir my princess. " ucap George lirih dan mendekatkan telinganya ke perut Valera. Dan tak lama terdapat suatu gerakan yang merespon perkataan George.
valera dan George saling pandang satu sama lain, senyum lebar terbit di sudut bibir mungil George. Lalu ia terus mengusap perut Valera hingga mendapatkan respon kembali dari dalam sana.
" Dia sungguh tau jika aku yang sedang menyentuhnya " ucap George dengan senyum tipisnya dan Valera hanya mengangguk dan ikut mengusap perutnya.
" George bukankah kau sedang libur panjang, apakah kau mau berlibur ? " tanya Valera dengan lembut seketika George terdiam sejenak memikirkan perkataan Valera.
" Entahlah. Aku tak tau mamih. " ucap George bingung.
'' bagaimana jika kau berlibur ke tempat Daddy mu ? " tawar Valera dan George langsung menatap Valera lekat-lekat.
" apakah harus ? " tanya balik George dan Valera terdiam melihat respon George yang sepertinya tidak mau.
valera mengelus lembut pucuk kepala George dan tersenyum penuh kelembutan, George diam saja dengan pandangan yang menunduk ke bawah.
" jangan salah paham dengan apa yang mamih ucap kan George. Tidak apa-apa jika kau tidak mau. Tapi apa benar kau tidak mau berkunjung ke sana ? Daddy mu pasti senang karena kau datang pada masa liburan sekolah mu. Jadi Daddy Hans bisa mempunyai waktu banyak untuk bisa bersama mu. " ucap Valera dan George hanya diam saja " baiklah. jika kau tidak mau. Tidak apa-apa sayang, mungkin nanti kau mau berkunjung ke sana " ucap Valera lagi.
" apa mamih tidak ikut ? '' tanya George dengan penuh harap.
" mamih ? hmm.. nanti kita bicarakan hal ini pada papih bagaimana ? '' ucap Valera dan George hanya mengangguk saja.
*****
Tuan Ramius dan nyonya Sofhia memandang lekat-lekat wajah putra nya Vyan Harson yang membawa seorang wanita ke mansion utama keluarga Harson.
Zizi tampak diam dan bersikap tenang layaknya tak terjadi apa-apa sama hal nya dengan Vyan ia duduk dengan berwibawa tanpa ada beban sedikitpun.
" Ada apa ? " tanya tuan Ramius dengan tegas.
__ADS_1
" Aku akan menikah " saut Vyan tenang, membuat dahi tuan Ramius mengkerut seketika sedangkan nyonya Sofhia ia hanya tersenyum tipis.
Vyan menggenggam tangan Zizi dengan lembut dan itu semua tak luput dari pandangan nyonya Sofhia dan tuan Ramius. Zizi tampak diam dengan pandangan menunduk nya.
" wanita yang sedang bersama ku saat ini ialah yang akan menjadi istriku kelak. " ucap Vyan dengan menatap lembut Zizi dan Zizi dibuat canggung seketika. " Aku harap papah dan mamah merestui hubungan kami " ucap vyan dengan nada penuh permohonan.
Tuan Ramius menghela nafasnya sedikit kasar lalu ia mulai menatap Zizi dengan intens, nyonya sofhia memegang tangan sang suami dengan lembut.
" apakah kau masih mempunyai keluarga ? '' tanya tuan Ramius.
" Tidak tuan. Kedua orangtuaku sudah lama tiada. Aku memiliki adik tiri tapi aku tidak mengetahui keberadaanya sama sekali " ucap Zizi jujur dan tuan Ramius diam menyimak.
" kenapa nak. ? " ucap nyonya sofhia lembut. Membuat Zizi diam seketika. nyonya sofhia tau jika Zizi menyembunyikan sesuatu. " ceritakan lah pada kami, anggap aku sebagai ibumu " lembut nyonya sofhia dan Zizi menatap sendu wajah nyonya sofhia.
" Pada saat usiaku lima belas tahun kehidupan kami jauh dikatakan layak. Ayahku yang bekerja sebagai salah satu karyawan di perusahaan swasta harus menerima pahitnya kenyataan jika dirinya di PHK. Aku pun tak tau alasannya apa ? lalu pada saat itu adik tiri ku masih sekolah dan butuh biaya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kami dan kebutuhan sekolah adikku. " ucap Zizi dengan sendu " ayahku meminjam sejumlah uang kepada salah satu orang yang cukup berpengaruh di kota itu dengan aku yang menjadi jaminan nya " ucap Zizi dengan senyum getirnya saat ia mengenang masa lalu.
" tunggu Zizi. Kenapa ayah mu melakukan hal itu ? " tanya Vyan.
" Dia bukan ayah kandung ku. Bahkan ia tega menjadikan aku sebagai jaminan untuk uang yang telah ia pinjam kala itu. Hingga pada akhirnya ayah ku tak sanggup untuk membayarnya karena bunga yang semakin menaik tiap bulan,jika ayahku tidak bisa membayarnya " ucap Zizi dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Nyonya sofhia beranjak dan duduk di samping Zizi dengan mengelus punggung wanita itu lembut. " Setiap Minggu orang-orang itu selalu datang untuk menagih uang kepada ayah. Hingga aku di seret paksa dan dibawa pergi oleh mereka. Pada saat itu ibuku menangis karena ayah ku dengan tega menjadikan aku sebagai alat jaminannya " Isak Zizi lagi.
" lalu apa yang terjadi setelah itu ? '' Picing tuan Ramius dan Zizi mengusap airmatanya dengan cepat.
" Aku akan di jual dan ternyata pria yang membeli ku kala itu adalah seorang mafia. Aku di jadikan pelayan di mansion nya hingga usia ku tujuh belas tahun. Dan pada saat itu alangkah terkejutnya, jika aku akan di jual kembali pada salah satu rekan rekan bisnis nya " ucap Zizi lagi " pelacur ! aku dijadikan pelacur pada saat itu. Tapi Tuhan masih baik padaku. Pada malam aku akan dijadikan pelacur tiba-tiba tempat yang ku singgahi di datangi sekolompok orang bersenjata hingga terjadi malam tragedi itu dimana wanita yang menyuruhku ku untuk menjadi seorang pelacur tewas mengenaskan. Aku kaget dan tentu saja aku takut hingga aku melihat beberapa orang yang memakai tato dengan logo yang sama yaitu King '' ucap Zizi lagi dan semuanya diam menyimak saat mendengar perkataan Zizi. " nona Valera lah yang membawaku pada saat itu dan membawaku ke sesuatu tempat yang aku sendiri pun tak tau " ucap Zizi lagi. Vyan diam saja saat mendengar cerita Zizi yang sungguh memilukan itu.
" hmm aku simpulkan jika putriku yang menyelamatkan mu pada saat itu. Hingga kau di latih dan sebagainya ? " tanya tuan Ramius dan Zizi mengangguk mantap. Tuan Ramius tersenyum lalu menatap putranya sesaat.
" Ya begitulah... dan maaf.. mengapa sebabnya aku selalu menolak mu tuan muda. Aku bukan wanita yang pantas untuk kau cintai dan kau peristri. Aku tidak sepadan dengan mu, dan "
PRANGGG
nyonya Sofhia dan tuan Ramius terkejut karena vyan melempar gelas kristalnya dengan nafas yang terlihat begitu menderu, bahkan kini wajahnya memerah menatap Zizi yang masih terdiam ditempatnya.
" selalu itu yang kau katakan Zizi. Tidak kah kau menghargai perasaan ku selama ini. Persetan dengan semua ucapan mu. Yang aku mau hanya kau, hanya kau " pekik Vyan marah Zizi terbelalak lebar saat melihat kemarahan vyan yang tak pernah ia lihat sebelumya.
tuan Ramius diam saja melihat itu semua begitupun dengan nyonya Sofhia mereka yakin jika putranya masih bisa mengatasi hal sepele seperti ini.
" tapi.. " ucap Zizi yang mulai terisak. Sungguh dadanya sangat sesak saat ini.
" Apa yang kau takutkan ? takut kedua orangtua ku tak merestui mu ? takut kau jadi bahan perbincangan orang lain ? begitu ? " tanya Vyan dengan mengguncang bahu Zizi kuat.
" kendalikan diri mu. " ucap nyonya sofhia tegas dan menatap putranya dengan sangat tajam.
vyan seketika melepaskan cengkraman nya pada bahu Zizi dan duduk di sofa kembali dengan lesu dan mata yang berkaca-kaca. Apakah Zizi menolaknya ? apakah Zizi sedang mempermainkannya.
" jangan berfikir seperti itu nak, itu tidak baik. " ucap lembut nyonya sofhia dan Zizi hanya bisa mengangguk kecil " jika kau mencintai putraku maka kau harus menerima setiap konsekuensinya begitupun dengan putraku " ucap nyonya sofhia lagi dan Zizi menatap mata nyonya sofhia dengan tatapan uang sulit diartikan.
__ADS_1
" maafkan aku nyonya '' ucap Zizi dan nyonya sofhia hanya bisa tersenyum tipis.
" aku merestui mu nak, dan putraku sangat mencintaimu " ucap nyonya sofhia dan lagi-lagi membuat Zizi terdiam seketika lalu pandangannya beralih ke vyan yang kini sedang memalingkan wajahnya kearah lain.
kedua orang tua Vyan memberikan ruang untuk mereka berdua berbicara, kini hanya ada Zizi dan Vyan yang dilanda keheningan. Zizi tak berani untuk berbicara lebih dulu entah mengapa jika dihadapan Vyan ia akan menjadi wanita yang lemah.
'' sebaiknya aku mengantar mu ke apartemen,hari sudah malam " ucap vyan dan Zizi mengangguk pelan lalu mulai mengikuti langkah vyan menuju keluar.
*****
entah apa yang merasuki Vyan kini ia menarik Zizi untuk masuk ke dalam apartemen akan tetapi Zizi diam saja tanpa bisa menolaknya.
Zizi memperhatikan gerak-gerik Vyan yang sedang membuka jas serta melonggarkan dasi yang melingkar erat dilehernya. Lalu ia melepaskan kemejanya begitu saja dan membuangnya dengan sembarangan.
Zizi seolah terhipnotis akan tubuh vyan yang sangat tegap dan atletis, Zizi sungguh terpesona bahkan ia tak menyadari jika wajah vyan sudah berada di hadapannya.
" aku tau kau sedang menatapku penuh minat '' ucap serak vyan tepat di telinga Zizi dengan mengembuskan nafas beratnya.
" aku.. " ucap Zizi tak bisa melanjutkan perkataannya karena bibir vyan kini membungkam nya dengan rakus hingga Zizi sedikit memberontak.
" aku mencintaimu " ucap vyan saat ia melepaskan tautan nya dan kini menatap mata Zizi dalam. Vyan mencium kembali bibir Zizi tapi kali ini dengan lembut dan perlahan.
Zizi terbuai dan akhirnya membalas cuman itu tak kalah bergairah, tangan vyan tak tinggal diam ia bergerak dan kini meremat benda kenyal milik Zizi hingga membuat Zizi mengerang tertahan.
" eghh " lenguh Zizi saat Vyan sudah berhasil melepaskan seluruh pakaiannya dan kini mata vyan menatapnya dengan penuh gairah. " vyan.. " lirih Zizi saat tangan kekar itu hendak membuka kain yang menutupi aset berharga nya.
" sttt.. aku berjanji akan melakukannya dengan sangat lembut " ucap vyan dengan lirih lalu mencium kembali bibir Zizi dengan sedikit kasar.
hingga beberapa saat mereka melakukan pemanasan, hingga keduanya benar-benar tak sadar jika tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai kain pun.
Zizi menelan ludahnya kasar saat menatap benda pusaka milik Vyan yang sudah tegak menantang, Vyan membuka paha Zizi dan menenggelamkan kepalanya dibawah sana.
" Ahhh " desah Zizi saat benda tak bertulang itu membelai lembut kewanitaan nya. Zizi menggelinjang tak karuan saat gerakan benda tak bertulang itu semakin liar didalam sana " mhhpp.. Vyan " desah Zizi saat ia sudah kehilangan kendali karena sesuatu yang tak pernah ia lakukan sebelumnya kini ia rasakan.
" relaks dan nikmatilah permainan ku " ucap vyan lagi lalu ia mengarahkan benda pusaka nya ke lembah hangat milik Zizi " eghhh " erang vyan begitupun dengan Zizi.
mata keduanya sama-sama terpejam bahkan Zizi sedikit mencengkram punggung vyan kala benda tumpul itu memasuki dirinya dan pada saat vyan mendorongnya dengan satu kali hentakan, Zizi berteriak keras.
'' AGHHH .. sakit.. ini sakit sekali " rintih Zizi dengan mata yang terpejam dan dahi yang mengkerut dan tak lupa tangannya kini mencengkram lengan Vyan.
" maaf.. ini hanya sebentar " ucap vyan dengan suara beratnya. Kini vyan mulai melancarkan aksinya dengan perlahan. Rintihan Zizi kini berubah menjadi erangan dan desahan yang terdengar sangat erotis di telinga Vyan." Aghhh ... hmppp ini sungguh nikmat " desah vyan dengan terus memajukan pinggulnya dengan tempo yang sangat cepat.
" ohh.. shitt... faster " desah Zizi lagi dan Vyan hanya tersenyum lalu ia mempercepat gerakannya hingga membuat Zizi menjerit nikmat di bawah kungkungannya Vyan.
satu jam berlalu akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncak dan kepuasan, Zizi di buat lemas oleh Vyan begitu pun dengan vyan yang menggelontorkan banyak energi untuk kegiatan panasnya.
__ADS_1
keduanya sama-sama memeluk dengan erat untuk mencari kehangatan yang lain di bawah telinganya kain tebal, dengan nafas yang tersengal Vyan mengecup lembut dahi dan bibir Zizi dengan penuh perasaan.
" I love you Zizi " lirih Vyan dengan suara pelannya.