Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
menuju mansion Shizuka


__ADS_3

valera menyerat lelaki bermata biru itu untuk keluar dari mansion milik paman Jiro semuanya hanya diam saat Valera bertindak secepat itu, dan ternyata ada dua buah mobil yang menunggunya di luar gerbang


" ohh rupanya kawanan mu " sesuai Valera lalu ia menghempaskan kasar tubuh pria itu hingga tersungkur di bahu jalan tak lama seorang lelaki langsung dengan sigap menolong pria itu dan menatap tajam kepada Valera


'' kondisikan matamu jika masih ingin utuh ditempatnya dan bawa lelaki sampah ini pergi dari hadapanku ! dan jangan pernah kembali " tajam valera dan orang itu hanya menelan ludahnya kasar, pria bermata biru mencoba untuk bangkit dan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya


" tunggu pembalasan ku ! dan aku akan kembali " ucap pria itu dengan sebuah kobaran yang mulai menyala dan Valera tak perduli akan hal itu ia menatap datar kepergian mereka hingga dua mobil itu hilang dari pandangan nya


valera masuk dan melihat orang sekitar yang kini sedang menatapnya dengan seksama, paman Jiro kini menatap sebuah tanda tanya besar dan membuat Valera sadar akan hal itu


" siapa yang sedang kau cari " ucap paman Jiro


" paman tidak perlu tau, aku akan membereskan nya untuk paman, sekarang berkemaslah kita tinggalkan tempat ini " ucap Valera membuat semua orang menatap dengan penuh terkejut


" apa ! bagaimana bisa ? ini mansion milikku " pekik paman Jiro lagi dan Valera menatap tajam kearah paman Jiro " apa ini ada kaitannya dengan pencarian mu itu ? " Picing paman Jiro lagi dan Valera mengangguk jujur membuat Grimm marah seketika


" ini semua gara-gara mu nona, jika saja kau tidak berlaku seperti ini, maka nyawa tuan ku tidak akan terancam karena mu " pekik Grimm marah dan Deon langsung menatap tajam kearah Grimm


" jaga ucapan mu ! " lantang Deon lagi dan Grimm menatap nyalang kearah Deon


" apa ? nona mu itu memang salah, datang dan membawa petaka untuk tuan ku, bahkan kini ia berkata untuk meninggalkan tempat ini " pekiknya lagi dan kini giliran Emil yang tersulut emosi membuat Valera menatap tajam dua orang nya itu dan seketika nyali Emil dan Deon menciut seketika


" paman maafkan aku, membuat mu terlibat dalam masalah ini termasuk paman Yu maka dari itu aku akan melindungi kalian, ikutlah bersama ku tempat ini sudah tak aman " ucap Valera dengan rasa bersalah Emil dan Deon tak menyangka akan sikap yang ditunjukkan nonanya ini


" cih.. setelah semuanya terjadi baru merasa bersalah " cibir Grimm dengan sinis membuat paman Jiro menatap tajam asistennya itu


" tapi kita akan kemana ? paman hanya punya satu mansion disini " ucap paman Jiro dengan berwajah sendu dan Valera merasa bersalah akan hal itu, lalu ingatannya kembali saat ia sedang mencari infomasi mengenai orang itu, apa yang membuat mereka mengetahuinya ? valera dibuat penasaran apa jangan-jangan kode rahasia itu ? valera mencoba memecahkan kode rahasia itu apa tapi tidak bisa, kemungkinan mereka mengetahuinya dan sinyal retasan milik Valera langsung terhubung dengan satelit mereka


sial, kenapa aku kecolongan ! aku harus segera memulihkan keadaan . batin Valera lagi


" berkemas lah paman, bawa seluruh aset-aset serta berkas yang penting jangan tinggalkan barang berharga lainnya " ucap Valera lagi dan paman yu serta paman Jiro mengangguk pelan alam tetapi Grimm bersikeras tidak mau ikut

__ADS_1


" jika kau tidak mau, ya sudah jangan ikut. Menyusahkan " pekik Emil menatap nyalang kearah Grimm dan Grimm diam saja saat Emil berkata seperti itu


" berkemas lah Grimm kita pergi " lesu paman Jiro dan Grimm hanya bisa mengangguk pelan tanpa mau membantah Valera kembali menuju kamarnya dan membereskan seluruh barangnya lalu ia menghungi Meksi karena jarak yang di tempuh dari kediaman paman Jiro menuju mansion Shizuka lumayan cukup jauh dan Meksi terkejut akan hal itu,


valera melihat GPS dari ponsel miliknya terpaksa ia harus mengaktifkan sinyal yang tertera dalam ponselnya untuk melihat keadaan sekitar, malam ini Valera memesan sebuah villa yang lumayan jauh dari mansion paman Jiro untuk bermalam karena esoknya mereka akan menuju mansion Shizuka


mobil-mobil milik paman Jiro membelah jalanan yang teramat sepi, seluruhnya orang telah menyiapkan senjatanya masing-masing jika ada kendala di dalam perjalanan akan tetapi perjalanan mulus tanpa hambatan dan tak terasa dua jika berlaku mereka telah sampai di sebuah villa yang Valera pesan untung saja masih tersedia karena ini sudah hampir pagi dan tak butuh waktu lama mereka memasuki area dalam villa untuk beristirahat.


****


keesokan harinya Valera Sudah bersiap dengan sempurna memakai sebuah dress anggun berwana vintage yang sangat elegan, Valera sedang menunggu kedatangan seseorang yang akan menjemput nya di villa hari ini


paman Jiro beserta laman Yu bingung karena Valera mengajaknya untuk pergi lagi akan tetapi mereka menurut tapi tidak dengan Grimm ia tampak kesal akan keputusan Valera yang tanpa kompromi itu,


" pergi lagi ? " sinis Grimm dan Valera acuh saja " menyebalkan " desis nya lagi membuat Valera menatap tajam kearah Grimm


" aku jadi meragukan mu jika kau seorang lelaki, mulutmu selalu berkicau seperti seorang wanita, memalukan " tajam Valera kesal karena Grimm terus bersikap layaknya ia yang paling benar


setelah beberapa jam menunggu akhirnya sebuah mini bus datang dan siap mengantar Valera sampai tujuan dan rupanya salah satu anak buah Valera yang berada di bawah pimpinan Meksi, orang itu menunduk hormat kepada ladynya dan Valera mengangguk samar


pasukan bayangan terlebih dahulu masuk, lalu disusul paman Yu dan paman Jiro beserta Grimm dan Valera ia melangkahkan kakinya kedalam untuk melakukan sesuatu.


akhirnya mini bus itu melesat meninggalkan villa tempat ladynya bermalam, valera menyibukkan dirinya dihadapan layar tablet yang akan membantunya saat ini, karena Valera sudah menaruh alat penyadap di rumah Paman Jiro pada malam itu, agar ia bisa melihat dan mengawasi mansion milik paman Jiro setelah kepergiannya karena Valera yakin bahwa akan ada orang yang datang kembali untuk membalas dendam


Mansion, Shizuka


setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya Valera tiba di mansion yang sudah lama tak ia kunjungi Valera disambut hangat oleh para penghuninya bahkan mereka semua menunduk hormat kepada Valera


" hormat kami lady dan selamat datang " ucap mereka serempak bahkan disana ada kelima anggota B.woman dan pasukan Phoenix yang sudah diberi tahu sebelumya jika sang nona akan berkunjung


para pasukan banyangan hanya diam saja dan ini sudah hal biasa karena nona nya selalu dihormati dan disegani tapi untuk paman yu dan paman Jiro serta Grimm ini adalah pemandangan yang cukup mencengangkan dimana Valera seperti seorang ratu yang diagungkan

__ADS_1


" tolong bawa kan koper milikku " ucap Valera dan Meksi dengan sigap membawa koper dan membawanya ke lantai paling tertinggi khusus sang lady, rombongan Valera mengekor di belakang sang lady kini mereka sedang berkumpul di sebuah ruangan yang cukup luas


valera memejamkan matanya sesaat, untuk menenangkan dirinya, kelima anggota B woman dibuat bingung dengan rombongan yang Valera bawa, siapa mereka ? ahh entahlah bertanya pun tidak pantas


" paman " ucap Valera yang tiba-tiba membuka matanya membuat semua orang terkejut tiba-tiba membuat Valera terkekeh dengan hal itu " untuk sementara kalian tinggallah disini, ini tempatku dan kalian akan aman, aku akan secepatnya membereskan kekacauan yang terjadi " ucap valera lagi dan paman Jiro mengangguk setuju


" seharusnya memang begitu, karena ulah mu kita mengalami kejadian semalam " sinis Grimm tentu saja sikap dan nada bicaranya membuat para jajaran Valera menatap tajam kearah Grimm paman Jiro yang menyadari jika sikap asistennya ini kurang ajar segera menatap tajam kearah Grimm


" ahh maafkan dia nak.. " ucap paman Jiro yang tak enak hati terhadap Valera dan Valera diam saja tapi sorot matanya menatap tajam dengan lekat-lekat kearah Grimm


Deon dan Emil yang duduk dengan nyaman di karpet berbulu tebal itu hanya mendelik sinis kearah Grimm yang selau berkata tak sopan kepada nonanya


" sikap mu ini masih bisa dimaafkan Grimm ! tapi perkataan mu tak salah itu semua benar ! benar jika aku tidak meretas identitas orang itu kemungkinan kediaman paman Jiro tidak akan di datangi oleh orang asing akan tetapi bukankah aku sudah meminta maaf dan akan menyelesaikan masalah itu dengan cepat, kau tenang saja tuan mu tidak akan mati " tajam Valera yang frontal membuat semua orang yang mendengarnya menelan ludahnya kasar termasuk paman Jiro " akhirnya lelah dan ingin beristirahat, sampai ketemu lagi pada malam nanti " ucap Valera datar " ohh Meksi kau bawa paman Jiro beserta paman Yu dan Grimm untuk beristirahat dan kalian " ucap Valera menatap pasukan bayangannya " beristirahatlah, dan ikuti Wilola karena ia akan menunjukkan sebuah ruangan untuk kalian beristirahat , dan maaf tempat milikku ini tidak begitu luas " ucap Valera lagi dan semuanya hanya mengangguk sungkan lalu Valera meninggalkan tempat itu dengan wajah dingin dan datar, semua orang menatap kepergian sang ladynya


*****


malam hari nya setelah acara makan malam bersama Valera dengan cepat segera naik ke lantai atas menuju ruangan khusus miliknya ia ingin mendengar keadaan di sekitar kediaman paman Jiro


hingga tiga puluh menit berlalu Valera berkutat dalam layar laptopnya akhirnya seperti dugaan Valera, terjadi penyerangan lagi dan kini orang-orang nya lebih banyak


Valera hanya tersenyum sinis mendengar kala orang itu mengumpat tak karuan karena mansion paman Jiro kosong tak ada penghuninya bahkan Valera bisa mendengarkan beberapa orang berbicara dan mengatakan jika mereka harus menangkap Valera dan diserahkan kepada tuannya..


" cihh .. ingin menangkap ku ? mimpi saja kalian " sinis Valera lagi


lalu Valera mengirimkan kan sesuatu kepada Greta tentang kode yang tidak bisa ia pecahkan dalam satu singkat dan Greta menerimanya dengan senang hati


" aku sudah mencoba untuk meretasnya akan tetapi mereka mengetahui jika ada orang lain yang ingin mencuri identitasnya ! berarti kode itu memiliki sebuah jebakan berhati-hatilah Greta kau gunakan kode dengan tingkat paling teratas agar mereka tak bisa menemukan keberadaan mu " terang Valera lagi


" ya kau tenang saja, aku sudah mengetahui jika kode rahasia yang tidak bisa dipecahkan dengan begitu cepat sudah dipastikan kode itu memiliki satu rahasia yang tersimpan rapi dan sinyal serta kode di pelacak akan mudah diketahui , ya kau tenang saja aku akan mengerjakan nya untukmu " ucap Greta lagi dan Valera hanya mengangguk saja lalu menutup panggilan Vidio itu.


" hmm aku masih penasaran dengan Frazzes willyam, entah mengapa hatiku berkata untuk terus mencari infomasi tentang dirinya terlebih lelaki bermata biru itu mengatakan jika mata ku mirip seseorang ? cihh aku tak bodoh mataku ini memang mirip dengan mendiang kakek ! " ucap Valera lagi kesal " hmm apa kemungkinan mereka mengenal kakek ku ? " Picing Valera menerka-nerka " sungguh membuatku semakin tertarik ini adalah langkah yang menyenangkan " ucap Valera lagi dengan tersenyum tipis lalu ia menutup kembali laptopnya dan mulai memejamkan matanya untuk beristirahat karena Valera merasakan tubuhnya sangat lelah .

__ADS_1


__ADS_2