Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
menggali lubang kubur sendiri


__ADS_3

sudah satu Minggu Valera dan Remigio di indonesia selama itu juga Valera membawa George ke tempat arena wisata lainnya, Valera belum sempat untuk mengunjungi butik serta caffe nya saat ini, begitupun dengan Remigio sesekali ia mengecek dan meninjau email masuk yang dikirimkan oleh James dan leo sedangkan bisnis hotelnya di indonesia sedang berjalan dengan baik


" Remi hari ini aku akan menemui vio, rud dan Maya di caffe kau mau ikut atau dirumah saja " tanya Valera yang menatap Remigio


" hmmm.. aku ikut ! aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu " ucap lembut remigio lalu mengecup singkat bibir Valera dan bergegas untuk bersiap Valera kemudian turun ke lantai bawah untuk mencari George dan Asnee


" dimana George dan Asnee " tanya Valera kepada salah satu pelayan wanita disana


" mereka sedang berada di taman belakang nyonya " ucap pelayan wanita itu dan Valera segera menyusul ke sana terlihat George sedang memberi makan kelinci peliharaan dan Asnee tentu saja ia memantau tuan muda kecilnya


" George " teriak Valera memanggil dan seketika George langsung menoleh


" mamih " seru George dan Asnee ia hanya membungkuk hormat kepada nonanya


" hmm kelinci ? " gumam Valera dan George hanya diam saja lalu ia memberi lagi wortel yang berada di tangannya


" mom, apa hanya kelinci ini saja ? " tanya George dan Valera bingung seketika


" maksud mu ? " ucap Valera


" maksud ku apa hanya kelinci ini saja yang menjadi perliharaan disini " tanya George yang masih saja terus memberi wortel kepada kelinci hitam berbadan sintal itu


" hmm.. iya George hanya ada kelinci " ucap Valera jujur tapi George tidak percaya insting nya mengatakan jika ada hewan lainnya di sekitar sini tapi dimana mereka


" begitukah ? " seru George menatap Valera dan Valera hanya mengangguk tapi entah mengapa ia merasa ada yang di sembunyikan George


" memangnya kenapa ? " ucap Valera ingin tau karena George bukan tipe anak yang selalu menuntut dia akan menjawab jika ditanya


" perasaan ku mengatakan jika ada hewan lainnya di sekitar sini, mengingat halaman belakang rumah mamih sangat luas dengan hamparan rumput hijau serta banyak nya pepohonan kau tau mamih? ini seperti hutan buatan " ucap George tanpa ragu dan seketika Valera tertegun bagaimana bisa George tau jika di halaman belakang ada beberapa hewan lainnya seperti anjing pelacak dengan tubuh berukuran besar tak jauh beda dari Riley serta ada satu harimau jantan di sana


" benarkah ? " ucap Valera kikuk Bahkan Asnee pun hanya menjadi pendengar setia saja walaupun ia penasaran dengan ucapan kecil George tak lama Remigio datang menghampiri mereka


" ternyata kalian disini " ucap remigio yang sudah bersiap dengan pakaian kasualnya dan sebuah jaket hitam melekat dalam tubuhnya membuat ketampanan Remigio berkali kali lipat Valera sampai tertegun akan penampilan kekasihnya itu " kelinci ? " ucap remigio lagi " aku baru tahu jika disini ada kelinci " celetuk Remigio


" bukan hanya kelinci aku rasa masih ada beberapa hewan lainnya disini " celetuk George dan remigio bingung seketika lalu ia menatap Valera dan Valera yang di tatap seperti itu hanya diam saja


" papih sudah rapi wangi dan tampan apa kita akan keluar " ucap George


" eh.. iya sayang kita akan makan siang di luar Asnee persiapkan dirimu " ucap Valera dan Asnee hanya mengangguk lalu membungkuk hormat


George segera mencuci tangannya terlebih dahulu dan setelah itu Valera dan Remigio segera berangkat menuju caffe milik Valera mengingat esok lusa Valera sudah kembali menuju Prancis


perjalan tidak membutuhkan waktu lama sekitar 50 menit mereka telah sampai di bangunan yang mewah serta bertingkat


salah satu satpam yang bertugas disana terkejut karena kehadiran pemilik dari tempatnya berkerja,


para karyawan yang melihatnya langsung berhamburan memeluk pemilik caffe yang terkenal baik hati itu sampai Valera terkekeh dibuatnya sedangkan George dan remigio hanya diam menatap sekumpulan orang di depan matanya


" baiklah jika begitu, aku akan naik ke atas untuk menemui Maya " ucap Valera yang diangguki oleh para karyawan disana


CEKLEK


Valera membuka pintu itu dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah Maya vio dan rud yang sedang makan siang disana bahkan rud sampai tersedak di buatnya


" nona " ucap Rud dan seketika vio serta Maya pun menoleh serempak


" hai, " sapa singkat Valera lalu duduk di sofa diikuti oleh Remigio George dan Asnee dibelakangnya

__ADS_1


vio sampai tercengang tak percaya


" long time no see vio rud " sapa Valera basa basi rud dan vio yang disapa seperti itu lalu mengangguk seperti orang bodoh dan akhirnya Valera tertawa terbahak


mereka mengobrol demikian rupa bahkan vio tak henti hentinya menggerutu pada Maya karena tidak memberi tahu kedatangan Valera ke Indonesia sedangkan rud ia sedang menyiapkan makan siang untuk nyonya nya


bahkan vio sampai dibuat terkejut dengan George dan remigio serta Asnee tapi vio diam saja tak mau bertanya


satu jam berlalu Valera telah menyelesaikan makan siangnya begitupun dengan Remigio George dan Asnee


" apakah selama aku tinggalkan semuanya baik baik saja " ucap Valera lagi


" tentu saja, hanya ada orang yang seperti mengawasi tempat ini " ucap vio santai membuat Valera mengerutkan dahinya seketika bahkan Remigio yang berada disana hanya menatap datar dan mencerna ucapan vio


" begitukah? aku sudah melihat CCTV disekitar sini karena aku meretas nya, kalian tidak usah khawatir " ucap Valera lagi " aku akan pergi ke gudang bahan makanan aku yakin kalian sudah tau ruang rahasia disana " ucap Valera tanpa basa basi membuat Maya vio dan rud tertegun seketika, ruang rahasia ? jadi selama ini Valera Sudah mengetahuinya


" George kau tunggu disini bersama dengan paman Asnee, mamih ada urusan sebentar saja kau tidak apa apa kan " ucap Valera lembut dan George hanya mengangguk " jika kau menginginkan sesuatu kau tinggal tekan tombol ini " ucap Valera yang menunjukan tombol yang terletak di dinding sebelah kanan dan George mengangguk paham


Valera keluar dari ruangan itu Dnegan Remigio yang menggenggam erat tangannya serta Maya Novi dan rud di belakangnya


George yang melihat itu hanya tersenyum penuh arti


" semoga mamih dan papih segera menikah " batin George. sebenarnya George sudah tau jika dia bukan anak kandung dari Valera pemikirannya sangat luas untuk anak seusianya bahkan ia tau mana yang berbohong dan tidak George tumbuh dengan penuh kejutan yang bahkan Valera sendiri pun tidak tahu


Valera menatap rak yang penuh dengan wine itu secara seksama bahkan Remigio pun melakukan hal yang sama bahkan mungkin memikirkan hal yang sama, sebenarnya Valera sudah mengetahui ruangan itu tapi ia belum pernah memasuki nya


Valera menekan sesuatu di dalam sana


KREKKKK


perlahan rak wine itu berbalik dan kini sebuah pintu rahasia tepat berada di hadapannya Remigio tertegun akan hal itu bahkan ia menatap Valera dengan seksama


KLIK


lampu itu menyala walupun tidak terlalu terang tapi cukup untuk melihat apa yang berada di dalamnya Valera melihat banyak ukiran ukiran unik disana seperti pada jaman Romawi


bahkan Valera dan Remigio tertegun karena ada sebuah tangga untuk menghubungkan ke lantai bawah dirasa mereka menyusuri nya secara perlahan dan


KLIK


berbeda lampu di bawah sungguh sangat terang dan wow Valera semakin terkejut karena banyaknya sistem komputer yang lengkap dengan monitor khusus dan berbagai macam senjata disana


" ruang rahasia " gumam Remigio dengan menatap sekelilingnya dan Valera segera duduk di sebuah kursi yang menghadap layar monitor Valera menatap layar dan alat-alat lainnya disekitarnya itu dengan teliti dan seksama


" apa kah semuanya masih berfungsi ? " gumam Valera lagi


" sepertinya masih nona saya pernah mencoba untuk menghidupkan nya tapi tidak bisa terbuka dengan sempurna karena memiliki sebuah password disana " jelas rud dan Valera seketika mengerutkan dahinya password ? berarti ada hal lain disana


" Remi " ucap Valera dan Remigio yang tahu akan kebingungan calon istrinya itu segera mendekat


" kita akan memecahkan nya sweatheart, aku yakin terdapat sesuatu disana " ucap remigio dan Valera mengangguk cepat


sudah satu jam mereka disana dan George sudah bosan jika harus menunggu di sebuah ruangan dan tidak melakukan apa-apa


" paman ayo kita keluar dan melihat lihat disekitar sini aku bisa jika harus berdiam diri disini " ujar George dan Asnee pun menyetujuinya


George tampak antusias untuk melihat bangunan milik Valera mamihnya itu dan Asnee yang mendampinginya tampak setia mendengar segala ocehan tuan muda kecilnya

__ADS_1


pengunjung tampak tidak begitu ramai karena ini masih siang seperti biasa caffe Valera selalu ramai pada malam hari bahkan sangat ramai hingga Maya dan lainnya kewalahan


BRAKKKKKK


" awwhhhh apa kau tidak punya mata " bentak seorang wanita kepada George karena dirinya tak sengaja menabrak seorang wanita dihadapannya, George yang di bentak seperti itu hanya menundukkan kepalanya


" maaf aunty " lirih George karena ia merasa bersalah


" ahh.. nona maafkan tuan muda kecil kami karena ia tak sengaja menabrak nona lagi pula nona pun bersalah karena berjalan dan tidak memperhatikan justru nona memerhatikan ponsel anda " jelas Asnee sopan


" maaf ? apa kau tidak lihat dia merusak ponsel ku dan membuat baju ku kotor " bentak wanita itu lagi sungguh wanita ini bersikap sangat Arogant bahkan Asnee geram dengan tingkahnya


" lagipula ponsel nona pun tak retak dan itu terlihat baik baik saja " ujar Asnee lagi dengan tenang


"aunty maafkan aku, aku tak sengaja " ucap George menunduk dengan rasa bersalah


PLAKKK


wanita itu menampar George dengan sangat kuat hingga bocah kecil itu jatuh tersungkur Asnee yang melihat itu sontak terkejut dan segera menolong tuan muda kecilnya bahkan para pelayan yang melihat itu pun terkejut dan mengutuk wanita Arogant itu


" kau berani sekali kau mengangkat tangan mu pada seorang anak kecil " bentak Asnee kepada wanita itu tapi ia dengan angkuh hanya diam dan menatap remeh Asnee


" paman sudah aku tidak apa-apa " ujar George yang matanya sudah mulai mengenang bahkan pipinya merah dan mengeluarkan sedikit darah dan membiru di sudut bibirnya


Asnee yang mendengar itu hanya diam dan menatap wanita itu dengan tajam


" ada apa ini ? " ucap seorang wanita yang suaranya tak asing


" ahh nyonya " ucap Asnee lagi dan George hanya menunduk kan kepalanya


" ganti rugi " pekik wanita itu membuat Valera dan lainnya bingung bahkan ia belum menyadari dengan apa yang terjadi akhirnya Asnee menjelaskan kronologi nya dengan jujur terlihat raut wajah Valera yang berubah ubah begitu pun Remigio ia segera menggendong George dan melihat luka di pipi pria kecil itu tampak George tidak menangis hanya mata nya memerah saja


" berani sekali kau menyentuh putraku " geram Valera dan mendekat ke arah wanita itu, dan wanita itu hanya menatap nyalang Valera " tangan mana yang kau lakukan untuk menampar putraku " pekik Valera bahkan para pelayan maupun vio rud dan Maya hanya diam saja tak berani melerai bahkan mereka baru kali ini melihat nyonya nya begitu sangat marah


" lagipula putramu yang bersalah " angkuh wanita itu


PLAKKK


Valera menampar pipi wanita itu tak kalah kuat


GREPPP


KRAKKKK


AGHHH


lagi lagi Valera mematahkan tangan kanan wanita itu karena telah berani mengangkat tangannya pada George, orang-orang yang berada disana memekik kaget bahkan maya dan vio pun di buat terkejut tapi tidak dengan Remigio


" ahh, sa..sakit berani sekali kau melakukan hal itu padaku " ucap wanita itu menangis


" bahkan aku berani membunuh mu saat ini juga ! satpam " teriak Valera marah dan mengelegar dan tak lama satpam yang biasa di panggil Doni segera mendekat ke arah mereka


" ada apa nona " ucap doni


" geledah wanita ini dan cari identitas nya, setelah itu usir ia dari sini dan blacklist namanya agar ia tak bisa masuk lagi ke tempat milikku " perintah Valera kepada Doni dan ia segera melakukan tugas nya tampak wanita itu berontak tapi tenaga nya tak mampu mengimbangi Doni


Valera tersenyum miring kala melihat identitas dari wanita itu

__ADS_1


Intan Indragupta putri dari pemilik perusahaan makanan ringan Cahyo Indragupta


" kau menggali lubang kubur mu sendiri nona " batin Asnee


__ADS_2