Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Angry


__ADS_3

setelah pertemuan tak sengaja dengan Lavanya, George merengek meminta untuk menikmati waktunya di pantai sontak membuat Valera terkejut. Pantai ? bahkan dirinya tidak membawa salah satu anak buah king untuk berjaga jaga, Valera bingung untuk menuruti keinginan George permintaan nya tidak begitu menyusahkan tapi Valera khawatir akan musuh diluar sana yang mengintai dirinya bahkan saat ini Valera sedang bersama dengan George


" mamih mengapa melamun ? apa permintaan ku sangat sulit " ucap George lagi


" tidak George, hmm.. hanya saja ini masih terlalu siang, memangnya apa kau ingin bermain pasir pantai disana ? " ucap Valera lembut dan George mengangguk dengan polosnya membuat Valera meringis seketika


itu permintaan yang begitu mudah untuk Valera turuti, tapi waktunya yang tidak tepat


" baiklah tapi janji terlebih dahulu kita tidak akan berlama lama disana terlebih kita hanya berdua saja " jelas Valera dengan lembut dan George pun mengangguk paham


Valera menunjukan Ke pantai yang terdekat dan tak jauh dari perusahan Remigio kekasihnya, ia menyempatkan untuk memberi kesan singkat kepada sang kekasih.


Valera melirik ke arah George yang terus menatapnya secara intens membuat Valera bingung seketika


" ada apa hmm.. " ucap Valera


" tidak ada mih, hanya saja jika mamih tidak mau pergi maka tidak usah mih, aku tidak akan memaksa " ucap George santai sontak membuat Valera mengerutkan dahinya bagaimana bisa George berfikir seperti itu walaupun Valera terlihat ragu untuk menuruti permintaan George tapi ia mencoba untuk menepis perasaan cemasnya tapi apa ? George sendiri yang berfikir demikian


" kau yakin tidak apa apa? " tanya Valera lembut


" yes, kita bisa pergi bersama dengan papi jika mamih tidak keberatan " ucap antusias George membuat Valera terkekeh lalu mengangguk cepat dan akhirnya Valera memutuskan untuk singgah ke perusahaan sang kekasih mengingat mereka sudah setengah perjalanan


mobil mewah dengan edisi terbatas terparkir di perusahaan Adomson Crop's bahkan para penjaga perusahaan dan karyawan yang kebetulan sedang berada di luar bangunan di buat tertegun dan penasaran siapa pemiliknya


seketika mereka langsung terkulai lemas saat mengetahui siapa pemilik mobil mewah itu yang ternyata kekasih dari pemilik perusaan sekaligus presiden direktur dari perusahan Adomson Crop's tentu saja itu di buat melongo


Valera menuruni George dengan langkah anggunnya dan para karyawan di buat tertegun dengan sosok pria kecil yang membius akan pesonanya itu,


George berjalan dengan gaya cool nya ketampanan dari George tidak bisa di ragukan lagi ia akan menjadi rebutan para wanita di usianya yang sudah dewasa kelak, mata indahnya yang menjadi kan daya tarik tersendiri membuat semua orang yang menatapnya akan terbius dengan pesona dan aura dari seorang George


" apakah tuan Remigio berada di dalam " tanya Valera sopan dan sekretaris itu pun mengangguk dengan ragu membuat Valera mengerutkan dahinya " kenapa ? '' tanya Valera lagi tapi sekertaris itu terlihat ingin berbicara tapi keraguan melanda dirinya " katakanlah " lanjut Valera lagi


" di dalam ada nona Bianca " ucap sekertaris itu membuat Valera hanya tersenyum ramah yang membingungkan


" baiklah, " ucap Valera seketika James sudah ada disana dan terlihat ingin mengetuk pintu ruangan bos nya tapi di urungkan niatnya karena melihat Valera disana " hmm...James bisakah kau ajak George untuk bermain di sekitar perusahan ini, aku ada urusan sebentar saja " ucap Valera dan James pun mengangguk patuh " George kau pergi lah bersama dengan uncle James terlebih dahulu yah " ucap Valera lembut


" oke, come on uncle " ucap George membuat James tersenyum lebar dan segera meraih tangan mungil itu


Valera menghembuskan nafasnya kasar terlebih dahulu sebelum ia membuka pintu mewah berwarna hitam elegan itu


CEKLEK


pemandangan pertama yang Valera lihat adalah ketika si wanita sedang mendekat dan mencoba seakan ingin merayunya tapi disana jelas terlihat penolakan dari si pria bahkan si pria itu terlihat sangat marah dengan perkataannya yang sangat lantang

__ADS_1


Remigio terkejut dengan kehadiran sang kekasih begitupun dengan Bianca.


Valera berjalan dengan santai lalu senyum sinis terbit disana, berbeda dengan Remigio ia tampak khawatir jika Valera salah paham


" sweatheart, jangan salah paham itu tidak seperti ..'' ucapanya tergantung karena Valera langsung mencium bibir remigio dan menguncinya, Bianca yang melihat itu langsung tersulut amarahnya


" HEII !! dasar kau wanita penggoda, bisa bisanya kau melakukan hal menjijikan itu di hadapanku !'' pekik Bianca membuat Valera terkekeh pelan dan Remigio tak memperdulikan nya


'' wanita penggoda ? apa kau tidak salah ? aku melakukannya kepada calon suami ku bukan kepada pria lain, dan lagi sebutan itu hanya pantas untuk dirimu, kau menggoda calon suami ku " sinis valera dengan tajam dan Remigio lalu tersenyum kala mendengar perhatian Valera dan melihat perlakuan kekasihnya yang menunjukan sisi cemburunya itu


" dasar tidak tau malu " desah bianca


" jika tidak ada keperluan yang lain, pergilah dan pintunya terbuka lebar untukmu " oceh Valera membuat Bianca benar benar geram Valera menatap tajam ke arah bianca yang masih mematung disana


" jangan pernah manatap ku seperti itu, " pekik Bianca, tapi Valera tak perduli justru ia semakin mantap intens Bianca seakan akan ada yang aneh dalam diri seorang bianca


MENJIJIKAN !


itulah kata yang terlintas dalam benak Valera kepada Bianca !


PLUKK


AWHH


" aku belum memberikannya pelajaran " desis Valera menatap tajam Bianca


Valera berjalan dan mendekat ke arah bianca dan seketika Valera melintir tangan Bianca ke belakang membuat si mpunya menjerit dan meringis


" awwhhhh lepaskan tanganku wanita sialan ! " jerit Bianca dengan memberontak sedangkan Remigio hanya diam saja dan membiarkan sang kekasih berbuat semaunya


Valera semakin erat mencengkram dan memelintir tangan kanan Bianca membuat si mpunya memekik histeris menjerit tak karuan Valera menatap bianca dengan tatapan sinis sekaligus kabut amarah


Bianca mencoba meraih Valera dengan tangan kirinya yang masih terbebas tapi sebelum itu terjadi dengan sigap Valera mendorong Bianca dengan sangat keras sampai ia tersungkur dan terbentur ke meja marmer milik remigio


DUAKKK


AWWW


Valera tersenyum menyeringai kala melihat pelipis Bianca berdarah bahkan Remigio sampai terkejut tapi ia hanya diam saja melihat adegan yang akan kekasihnya lakukan


bianca memijit pelipisnya yang sakit serta kini rasanya mulai berdenyut ia menatap dengan penuh kebencian kepada Valera


" berani sekali kau melakukan hal itu padaku !" jerit bianca yang ingin menyerang Valera tapi dengan sigap Valera nenahan dan menangkis tangannya kuat

__ADS_1


" coba saja jika kau berani maka aku akan membuat luka mu lebih dari ini ! kau ingin mencoba nya ? " desis Valera sinis dan menghempaskan kasar tangan Bianca " berhenti menggoda dan mengejar calon suamiku jika kau berani melakukan hal yang lebih lagi aku tak segan akan membuat mu bernasib sama dengan kedua kakak mu " tajam Valera sontak hal itu membuat Bianca terkejut dan bingung bagaimana Valera bisa tau tentang kedua kakak nya


" ka-kau.. " gugup Bianca yang menatap wajah Valera tapi Valera menampilkan sisi bengis nya membuat nyali Bianca ciut seketika


" aku akan membuat hidup mu hancur jika sampai kau berani mengusik milik ku " ucap Valera dengan penuh penekanan sungguh auranya sudah menggelap bagaikan Dewi kematian Bianca menatap takut ke arah Valera yang memberikan tatapan tajam nya sedangkan Remigio hanya diam terpaku


bianca bergegas untuk meninggalkan ruangan milik remigio tapi baru saja beberapa langkah Valera menghentikan langkah bianca dengan sebuah perkataan


" katakan pada ayahmu aldebaran aku menunggu nya ! dan aku yakin kau akan mengadu pada ayahmu dengan kejadian ini maka dari itu dengan senang hati aku menunggu kehadiran ayahmu untuk membebaskan kedua putra kembarnya atau aku yang akan membuat ayah serta kedua kakak mu mati di tangan ku " desis Valera tajam


" jadi kau ... jadi kau yang menawan kedua kakak ku ! " teriak bianca marah


" jangan pernah berteriak padaku ! jika kau tidak ingin aku melukai mulut mu itu dan ku pastikan kau akan menyesal " lantang Valera dengan kilatan marah membuat Bianca terdiam seketika lalu dengan cepat ia pergi dari perusahaan milik remigio


Valera menghembuskan nafasnya kasar lalu ia menoleh kepada sang kekasihnya yang masih diam terpaku


" sweatheart, kau jangan salah paham " ucap remigio yang mencoba mendekat tapi Valera memberikan sebuah tanda pada Remigio untuk tidak mendekatinya


" untuk apa perempuan itu datang ke perusahaan mu, bukanya kau sudah memerintahkan satpam dan anak buah mu untuk melarang wanita itu menginjakan kakinya di perusahaan mu ? lalu kenapa dia bisa berdampak disini " ucap Valera meminta penjelasan


" sweatheart, jangan salah paham padaku akupun tidak tau bagaimana bisa ia dengan mudah masuk ke dalam perusahaan ku " jelas remigio dengan wajah bersungguh sungguh


'' apa yang dia lakukan selama berada disini " jelas Valera tajam, Remigio hanya diam saja tak menjawab ia takut kekasihnya akan salah paham mengigat tingkah Bianca yang mencoba untuk menggodanya tapi Remigio pun tak mau membuat Valera semakin salah paham, Remigio sungguh meruntuki orang yang menginjinkan Bianca memasuki perusahaan nya


" menggodamu ? dan kau diam saja ? " ucap Valera tajam dan Remigio mengangguk polos sungguh Remigio


" tapi aku sudah berusaha untuk mengusirnya dan tiba tiba kau datang, percaya lah padaku " ucap remigio bersungguh sungguh tapi tidak dengan Valera justru ia hanya tersenyum sinis menanggapi perkataan kekasih nya


" mengapa harus ada aku untuk mengusirnya, mengapa tidak kau saja yang bersikap tegas padanya " cerca Valera


" sweatheart, maafkan lah aku sungguh aku sudah berusaha untuk mengusirnya tapi tiba tiba kau datang dan itu menghentikan diriku yang bersikap kasar padanya " ucap remigio mendekat dan menangkup kedua pipi Valera dengan lembut manik hazel itu menatap biasa kepada sang pemilik manik kelam Lalu Valera melepaskan kedua tangan Remigio di pipinya lalu ia berlalu pergi tanpa meninggalkan sepatah katapun


" sweatheart, kau akan kemana.." ucap remigio yang mencekal lengan kekasih nya itu


" pulang, dan tolong lepaskan tangan ku " ucap Valera tanpa menatap wajah sang kekasih, Remigio terkejut dengan perubahan sikap Valera yang dingin


" maafkan aku sweatheart, aku berjanji ini tidak akan terjadi lagi " ucap remigio dengan nada bersungguh sungguh nya tapi Valera masih saja diam tanpa bersuara


" lepaskan tanganku ! atau aku akan semakin marah padamu " ujar Valera lagi dan itu membuat Remigio luluh akhirnya ia melepaskan tangan Valera dan membiarkan kekasihnya pergi begitu saja Remigio benar benar bingung dan merasa bersalah untuk ini, lalu ia menelpon bagian resepsionis untuk menanyakan siapa orang yang berani menyuruh Bianca masuk ke dalam perusahaan nya Remigio benar benar sangat marah.


Valera melajukan mobilnya kembali ke mansion utama keluarga harson dengan hati yang diliputi kemarahan entahlah mengapa ia bisa semarah ini hanya masalah seorang wanita yang ingin merebut kekasihnya itu padahal Remigio seseorang yang sangat tegas, jawabannya hanya satu kecemburuan meliputi dirinya sekarang


George tampak diam saja ia sangat paham jika mamih nya saat ini sedang marah tapi ia tak tau apa penyebabnya, George lebih memilih memainkan tablet nya untuk bermain sebuah game di dalamnya

__ADS_1


__ADS_2