Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Bagai tamu tak di undang


__ADS_3

DODODODOR !!


Dave menembak lelaki yang berada di hadapannya hingga jatuh dan tewas seketika. Semuanya terperangah dan menatap gugup pada salah satu petinggi king itu.


Dave menyeringai penuh kepuasan, senyum manis nya terbit tat kala sudah membunuh lelaki itu dengan waktu yang singkat.Sungguh kenyataan yang ironis.


" Masih mau bermain ? " seringai Dave menatap sekelilingnya dengan tatapan iblis nya.


semuanya terdiam karena tak berani melawan atau melakukan tindakan lainnya, mereka tau jika para petinggi king bukan lawan sembarangan atau lawan yang dianggap remeh.


King adalah para mafia elit yang tersohor bahkan para pihak berwajib pun enggan untuk mengusik apalagi berurusan dengan mereka.


" Hahahaha " tawa Edgar pecah saat melihat wajah-wajah penuh ketakutan dari para lawannya. Dave memicingkan matanya seketika sedangkan Matt hanya diam saja. " wah wah lucu sekali bukan ? kalian persis seperti doggy yang patuh akan tuannya " sinis Edgar dengan tatapan remeh dan mengejeknya.


" Bawa mayat lelaki busuk itu ke markas. " ucap Dave memberi perintah pada anak buah king.


" Katakan siapa yang berada di belakang kalian ! jangan berbohong tuan mu sudah mati. Maka nyawa mu hanya sebutir debu untuk ku. " tajam Dave menodongkan senjata nya pada salah satu pria yang berada dekat dari jangkauan nya.


Lelaki itu gugup dan bergetar ketakutan, sorot matanya seakan sulit untuk menatap Dave, nafasnya seketika pendek dan dadanya berdebar-debar.


" Katakan ! " bentak Dave geram karena keterbungkaman nya yang memuakkan itu,


" Aku.. aku tidak tau.. " ucapnya lagi dengan takut.


DORR !!


aghhh


" katakan !! " tekan Dave dengan suara penuh penekanan.


" sungguh.. a..aku tak tau.. " pekiknya dengan rasa sakit di perutnya yang mulai ngilu dan berdarah.


DORR !!


AGHHH


lelaki itu jatuh tersungkur, dengan mata yang terbelalak, karena tembakan Dave yang tepat mengenai jantungnya.


tewasnya lelaki itu kian menambah aura yang begitu mencekam di sana. Edgar dengan tak tau malunya duduk di kursi kayu yang sedikit berdebu.


" katakan siapa yang berada di belakang kalian !!. " ucap Dave lagi dengan suara yang begitu menggelegar dan kian meninggi.


" sungguh kami tak tau. Mereka bukan berasal dari negara ini. " ucap salah satu dari mereka dengan tiba-tiba.


Dave memicingkan matanya seketika, saat mendengarkan pernyataan tersebut. Beraninya mereka memasuki kawasan king, itu artinya sistem king diterobos masuk ? Licik !!


kali ini musuh sangat licin bahkan Greta pun mampu ia lewati.


" tangkap para penghianat ini." perintah Dave kepada anak buah king. Mereka meringkus dan menyeret para penghianat yang terlibat. Tersisa hanya para berandalan mereka gugup dan takut.


Dave menatap tajam pada mereka tanpa berkedip, Matt dan Edgar pergi meninggalkan Dave yang masih berada di sana.


" kali ini kalian lolos, tapi tidak lain kali. Jika aku mendapatkan informasi kalian bertindak lagi atau melakukan hal yang lebih besar dari ini. Aku pastikan kalian benar-benar pergi ke neraka. " bengis Dave dan lelaki bertato itu mengangguk patuh. Lalu mereka menunduk kepada Dave sebagai ucapan terimakasih.


itulah king hanya mendengar namanya saja, mereka akan berfikir dua kali untuk melakukan kecurangan pada mafia besar itu, hanya saja mereka tak tau berurusan dengan siapa, sehingga orang lain mengunakan jasanya.


Dave pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah datar dan dingin, langkahnya benar-benar tegas. Mobil Dave melaju pesat meninggalkan tempat itu di ikuti oleh lainya untuk menuju markas utama king.


*****


sejak Remigio mengatakan jika ia akan kembali menuju Amerika, disitu pula Valera menyusun rencana untuk pergi di hari yang sama dengan kepergian Remigio.

__ADS_1


Remigio telah siap dengan pakaian formalnya yang serba hitam di tambah jam tangan, kaca mata yang berwarna hitam pula. Pesawat pribadinya telah menunggu. Valera pun telah bersiap untuk mengantar keberangkatan sang suami.


mobil mewah berwarna hitam membelah dan menyusuri jalanan kota, dimana tujuannya adalah bandara pribadi milik Remigio Adomson di Paris. Ya sebagai seorang penguasa tentu saja ia mempunyai landasan pribadi sesuai prosedur yang tertera.


Jantung Valera berdetak kencang saat ia melepaskan kepergian Remigio. Valera memegang erat tangan Remigio dan tanpa sadar ia mengecup tangan kekar sang suami.


" Ada apa ? " tanya Remigio menatap wajah Valera.


" Tidak. Mungkin beberapa hari kedepan aku sangat merindukan mu. " kilah Valera dengan senyum manis nya untuk menutupi kegugupannya yang melanda hatinya.


" Aku berjanji akan pulang secepatnya. " ucap Remigio mengecup dahi Valera singkat. Valera justru melingkarkan kembali tangannya di pinggang Remigio dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang yang bercampur aroma mewah disana.


" Ya.. Jaga dirimu baik-baik Remi. " ucap Valera melepaskan pelukannya perlahan dan Remigio seketika tertawa melihat tingkah Valera yang sangat menggemaskan itu. Remigio mengiyakan ucapan Valera.


Tak lama mobil mereka telah sampai, Remigio dan Valera di sambut oleh beberapa orang anak buah Remigio, mereka menunduk hormat pada sang majikan.


Kali ini Valera melihat pesawat berjenis turbo milik Remigio yang akan digunakan nya kali ini, Valera tersenyum miring.


" sweatheart, aku pergi. Jaga dirimu dan juga anak kita " ucap lembut Remigio lalu mengecup bibir Valera kemudian beralih mengecup perut Valera yang kian membuncit.


valera mengangguk lembut, mereka sekali lagi berpelukan, ada hati tak rela untuk meninggalkan pasangannya, Tapi apa boleh buat pekerjaan tetap lah pekerjaan. Baik Remigio maupun Valera tidak ingin egois dan mementingkan dirinya sendiri.


Perlahan-lahan Remigio melangkah masuk ke dalam pesawat, Valera menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan sesekali ia tersenyum saat Remigio menatap wajahnya dengan senyum hangat di ujung sana.


Bruce membisikkan sesuatu di telinga nyonya nya, Valera mengangguk pasti dan wajahnya kembali datar dan dingin. pesawat Remigio telah meninggalkan landasan dengan cepat dan Valera segera bergegas menuju suatu tempat.


Anggota black road sudah menunggunya disana , Bruce dan Frank di suruh bungkam dan jangan membicarakan hal ini pada siapapun termasuk suaminya.


sekitar satu setengah jam valera baru saja tiba di bandara pribadi milik keluarganya. Dimana beberapa pesawat tampak terjejer rapi disana, beberapa orang lelaki berpakaian rapi terlihat berjejer rapi lalu menunduk hormat pada Valera.


" Apakah semuanya sudah siap ? " tanya Valera menatap tajam pada anggota black road.


" Sudah, semuanya aman terkendali. " ucap Green sopan.


Bruce dan Frank tentu saja mereka ikut dalam misi kali ini, dan Valera tak bisa meninggalkan kedua bodyguard pemberian suaminya itu. Sedangkan di Gold mansion para anggota black road telah menempatkan beberapa orang-orang terlatih tingkat tinggi dan Valera pun sudah memindai senjata otomatis yang terhubung melalui tabletnya.


pesawat itu tak lama kemudian mulai bergerak perlahan dan mulai berjalan lalu terbang dengan gagah, Valera terdiam di dalamnya kali ini fikirannya bercabang-cabang.


Sedangkan di sisi lain Zizi baru saja keluar dari rumah sakit dan luka tembak nya sudah sembuh total karena Vyan yang selalu bermulut wanita, agar Zizi tak lengah dalam pengobatan serta perawatan terhadap lukanya.


Mobil mewah milik Vyan melaju menuju markas utama king, Zizi diam saja dan memalingkan wajah nya ke samping untuk melihat jalanan yang mulai di guyur air hujan.


" Apa kau lapar ? " tanya Vyan dan Zizi menggeleng cepat. Lalu Vyan kembali menatap layar ponselnya.


Saat Zizi sedang asyik menatap jalanan itu, matanya menangkap salah satu orang yang dikenalnya, Hingga dirinya memutar kan badan dan melihat ke belakang.


" Heii ada apa ? " tanya Vyan bingung.


" ahh.. tidak.. aku fikir itu orang yang ku kenal. Ternyata bukan. " kilah Zizi lagi dan Vyan hanya mengangguk-angguk percaya saja.


bukankah mereka anak buah ORTAXS ? ya aku ingat sekali kalian mereka. Bahkan wajahnya terlihat bukan pribumi. batin Zizi.


tak lama mobil mereka telah sampai di markas utama, Zizi dengan cepat memasuki markas diikuti oleh Vyan di belakangnya.


" Zizi " pekik Syina saat melihat Zizi.


" Syina " gumam Zizi dan tak lama ia melihat Edgar dan Matt yang sedang berjalan menuju kearahnya.


" syukurlah kau sudah sembuh. Aku kira kau akan terus berbaring di ranjang itu hanya karena satu buah peluru saja. " ucap Syina dengan terkekeh dan Zizi pun ikut terkekeh.


Edgar dan Matt menyapa tuan muda Harson dan Vyan hanya mengangguk kecil, Lalu Zizi mencari keberadaan Dave akan tetapi ia tak menemukannya.

__ADS_1


Waktu terus berjalan dan pagi sudah berlalu malam pun tiba menyapa. kini diruangan besar yang terdapat sofa dan beberapa botol wine tersaji seakan menambah teman untuk mereka yang sedang berkumpul.


Zizi masih mengingat jelas pria yang ia temui di pinggir jalan raya dengan beberapa orang di belakangnya, ia yakin jika terjadi sesuatu hal yang tak baik.


sedangkan Dave iapun sibuk dengan dunianya terkadang matanya mengerjap-ngerjapkan beberapa kali seperti orang kebingungan. Dan yang lainnya justru asyik meminum wine yang dapat menghangatkan tubuh itu.


*****


dua hari telah berlalu baik Remigio maupun Valera sedang sibuk mengurus urusannya dengan cepat bahkan para ORTAXS tak mengetahui jika Remigio sang pemimpin mulai bertindak, Remigio telah mengetahui jika Gracelina lah yang melakukan penembakan terhadap Walter.


Kini semua anggota di kumpulkan kembali, Karena mendapatkan kabar mengejutkan itu bahkan para tetua ORTAXS tak mempercayai jika Gracelina telah melakukan hal tak terpuji itu.


" Dimana wanita itu, kenapa belum juga muncul " kesal Dion mulai tak sabar karena ia tak suka menunggu terlalu lama. Sedangkan yang lainnya sibuk dengan pemikirannya masing-masing.


" Mungkin dia sedang berada di perjalanan. " saut salah satu mafia lain nya. Remigio bahkan terlihat acuh dan terkesan tak perduli tapi dalam hatinya ia ingin sekali menembakan pelurunya pada kepala Gracelina.


BRAKKKKKK


suara itu sungguh mengejutkan lainnya, Gracelina mendadak terjatuh dan tersungkur di bawah lantai setelah menghantam pintu besar itu. Semua orang menatapnya dengan tajam.


" Heii.. kau kenapa ? " saut Deniz kepada Gracelina akan tetapi Gracelina diam dan wajahnya memucat menatap sekelilingnya. Tak lama sosok wanita memakai gaun berwarna hitam dengan rambutnya yang di gerai indah serta perutnya yang terlihat buncit itu sungguh menawan dan menggoda, sesaat semua orang menatap intens sosok itu. Tak lama munculah beberapa orang di belakangnya dengan wajah dingin dan datar.


Remigio terkejut dan tersentak karena kedatangan istri tercintanya bersama dengan Bruce dan Frank serta Anggita black road milik king.


Valera menatap angkuh wajah-wajah menyebalkan itu dengan tatapan remeh dan menjijikan. Sosok Valera yang angkuh dan egois seakan muncul dalam dirinya.


" Ohh apakah aku mengganggu acara ini ? hmm suamiku ? apakah aku menganggu mu " ucap Valera dengan tatapan manjanya.


" sweatheart, kenapa kau bisa berada di sini ? " Picing Remigio dengan wajah terkejut saat dia melihat wajah Valera yang kini sedang berada di hadapan nya.


" ohh.. gampang. Aku hanya sedang menangkap tikus yang mengusik ku Remi. Kau tau itu sungguh menjijikan " ucap Valera dengan angkuh, Frank mengambil kursi untuk nyonya nya duduk dan Valera berterimakasih akan hal itu.


Kini ia menginjak kakinya kembali disini, dimana dulu banyak sekali tatapan yang meremehkanya tapi lihat lah kini mereka seakan bungkam tak berani berbicara.


" sweatheart. " ucap Remigio akan tetapi Valera mengangkat tangannya untuk Remigio diam.


" Aku hanya datang untuk berkunjung tidak ada yang lain. Oh ya sekalian aku akan membawa wanita tua itu untuk ikut bersama ku " ucap Valera polos.


" Tidak !! memangnya kau siapa !! " pekik Gracelina menatap tajam Valera.


" aku ? " tunjuk Valera kepada dirinya sendiri, '' tentu saja nama ku Valera Harson sekaligus istri dari Remigio Adomson apakah kau mulai pikun " sinis Valera dan semua orang terdiam kala Valera berbicara dengan pedas.


" kau.. AGHHH sialan " ucap Gracelina bangkit dan terlihat ingin menyerang Valera.


DORR !!


AGHHH


" opss " kekeh Valera saat senjata berjenis revolver miliknya mengarahkan peluru ke tubuh Gracelina.


semua orang terkejut dan menatap tak percaya bahkan Remigio dibuat bungkam akan tingkah istrinya, beberapa dari mereka terlihat marah akan kedatangan Valera.


" maaf, aku kelepasan. " ucap Valera santai.


" Kau !! " tunjuk seorang wanita terhadap Valera " Remigio. Apakah ini sikap dari istrimu !! " pekik seorang wanita dengan marah dan Valera santai. Lalu Remigio mengarahkan senjatanya ke hadapan wanita yang berani berteriak lantang di hadapannya apalagi mengenai istrinya.


" Jaga sikap mu atau peluru ku yang akan menembus dan bersarang di kepala mu " tajam Remigio dan wanita itu terlihat marah dengan nafas yang begitu menderu.


" baiklah. Sepertinya aku mulai berubah pikiran ! hmm Remi kita akan bertemu setelah urusan mu selesai, Aku akan membawa tikus tua itu untuk ikut bersama ku. Kau lebih tau jika aku tak suka di ganggu, jadi jangan salahkan aku jika aku berbuat nekat dan menghabisi mereka tepat di hadapan mu " sadis Valera lalu ia memberi kode kepada anggota black road untuk menyeret Gracelina untuk dibawa.


Gracelina memberontak tak karuan dan terpaksa salah atau anggota black road membuatnya pingsan agar tak banyak bergerak.

__ADS_1


Valera mengedipkan sebelah matanya pada sang suami, dan Remigio hanya tersenyum tipis menyeringai. Semua orang yang berada di sana tampak terkejut bukan main Valera bagaikan tamu yang tak diundang.


__ADS_2