Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
game over


__ADS_3

Valera dan Esme sama-sama menoleh ke arah sumber suara yang sangat dikenalnya bahkan semua orang ikut melihat ke arah suara itu


Valera tersenyum sinis kala melihat kehadiran Remigio yang entah darimana.


Esme menahan nafas nya menjadi gugup seketika, ia enggan menatap wajah Remigio yang sedang menatapnya tajam, Esme mencoba bangkit walaupun rasa sakit dibeberapa bagian tubuhnya bahkan luka sayat di punggung nya pun sangat terasa perih


" Esme apa yang kau lakukan disini ! " pekik Remigio marah bahkan teramat murka Remigio didampingi kedua asistennya serta beberapa orang anak buah nya " kau melakukan penyerangan terhadap calon istriku ! " geram Remigio tajam bahkan ia melihat sekelilingnya dimana mayat-mayat tewas mengenaskan ditambah kondisi kawasan rumah utama keluarga harson rusak akibat serangan bom dan lainnya


Esme menatap tajam kearah Valera, api amarah dan api cemburu melingkupi jadi satu dalam dirinya bahkan ia menatap datar Remigio lalu ia tertawa kemudian membuat semua orang menatapnya heran


" hahaha... lalu kenapa jika aku menyerang keluarganya ! karena aku menginginkan mereka semua mati terutama kau " ucap Esme lantang sembari menunjuk Valera dengan wajah bengisnya Valera terlihat santai walaupun sebenarnya dia sudah diambang batas kesabaran " kau merebut milikku ! kau itu parasit untuk Remigio bahkan kau penghalang bagi para ORTAXS " teriak Esme lantang


" ESME " pekik Remigio marah bahkan Esme tak perduli Valera hanya menatap datar antara Remigio dan Esme sedangkan semua orang yang berada disana semakin bingung dengan pernyataan Esme, penghalang ? apa maksud nya " omong kosong Esme ! berani sekali kau menyebut calon istriku sebagai penghalang justru kau yang sebagai parasit diantara hubungan kami " geram Remigio dengan suara menggema


semua orang hanya diam, dan Esme semakin geram dengan Valera nafasnya sudah tak beraturan keambisiusan nya untuk memiliki Remigio dan membunuh Valera semakin besar dalam dirinya, tak lama Leonel dan anak buah vyan lainnya berdatangan mereka terkejut melihat mayat yang hampir memenuhi kawasan mansion


DORR


satu tembakan peluru mengenai tangan Valera semua orang memekik kaget Bahkan Remigio ikut terkejut pada saat remigio akan menolong Valera secepat mungkin vyan menghalanginya


" biarkan ini menjadi urusan mereka ! " tegas vyan dan Remigio hanya diam bahkan ia panik saat melihat darah mulai merembes dari tangan kanan Valera


Valera menatap Esme dengan tatapan membunuhnya, Valera terlihat kalap karena Esme berani menyentuhnya, Valera menyeringai penuh arti hasrat untuk membunuh wanita dihadapan nya sudah mencapai ubun-ubun


Remigio merasakan hal lain dalam diri seorang Valera, disatu sisi ia bingung di sisi lainnya ia pun tak terima jika Valera terluka, apa yang akan dilakukan oleh para ORTAXS jika sampai tau Valera membunuh Esme akankah terjadi peperangan ?


semua orang bahkan menahan nafas nya sorot mata Valera sudah tidak lagi bersahabat seperti ada yang lain yang sedang mengendalikan diri nya


" aku sudah memberikan mu kesempatan, tapi kau justru mengabaikan nya dan sekarang kau secara terang-terangan membuat onar di kediaman ku " seringai Valera ia langsung mengambil sebuah belati kembar di balik pinggangnya semua orang tampak diam tak berani menghentikan tindakan sang lady


" sweatheart " lirih Remigio ucapan itu sangat terdengar jelas di telinga Valera


" diam dan saksikan lah Remi ! aku tidak perduli dia siapa jika kau berani menghalangiku maka saat ini juga aku nyatakan perang pada seluruh jajaran mu " tegas Valera menatap Remigio dengan tajam dan itu membuat lidah Remigio menjadi kelu


Esme tersenyum penuh arti, iapun sama mengambil sebuah belati dalam balik pinggangnya


" mari kita selesaikan apa yang tertunda " angkuh Esme dan Valera mengangguk hormat bahkan perkataan Esme seperti wanita gila yang tak tau malu


kedua wanita itu saling menyerang satu sama lain dengan sebuah belati yang berusaha melukai tubuh sang lawan, Valera dengan lihai menjauh saat belati itu ingin melukai wajahnya gerakan Esme sungguh mudah terbaca, Esme melakukan gerakan seribu memutar dengan kaki diatas yang ingin menyentuh wajah dan membuat lawannya tumbang seketika, Valera langsung menerjang tanpa perasaan membuat Esme memekik kesakitan


Esme bangkit dan langsung ingin menghunuskan belatinya ke arah tubuh Valera lagi-lagi Esme terlalu percaya diri dengan mudah Valera mengunci pergerakan tangannya hingga membuat belati milik Esme terpental jauh


satu poin membuat Valera tersenyum penuh kemenangan,


SRAKKKK


AGHHH


belati Valera mengenai anggota tubuh bagian perutnya, Esme merintih kesakitan dan tubuhnya terlihat gemetar, keringatnya bercucuran tetapi sorot mata kebencian nya masih terlihat jelas


Remigio menatap datar kedua wanita yang sedang bertarung itu bahkan james dan Leonel ikut tertegun dengan apa yang terjadi


PLAKKK

__ADS_1


PLAKKK


Valera yang sudah dikuasai amarah tak bisa lagi mengendalikan dirinya, dengan tatapan bengis nya ia menampar Esme dengan sangat keras hingga suara tamparan itu dapat didengar jelas oleh yang lainnya


" katakan siapa yang membantumu untuk bisa memasuki wilayah ku ! " ucap Valera yang menjambak rambut Esme lalu ia menyeretnya ke tengah dan menghempaskan tubuh Esme dengan mudahnya, semua orang lagi-lagi tertegun dengan perkataan sang lady


'' aghh !!! sialan kau akan kubunuh kau saat ini juga ! " ucap lantang Esme


" Esme hentikan semuanya kau memperburuk keadaan ! " geram Remigio


" aku ? dialah parasit sesungguhnya ! " marah Esme, Valera berlari sambil memegang sebuah belati tapi tunggu belati itu berubah menjadi sebuah pedang sontak nafas semua orang tercekat bahkan Remigio yang ingin menghentikan Valera tak mampu karena vyan menghalanginya


" sialan dasar tak tau malu " teriak Valera


BRAKKKKKK


AGHHH


KRASSSSS


AGHHH !!


Valera menerjang lalu memotong salah satu tangannya hingga putus dan terpisah dari tubuhnya semua orang menyaksikan adegan sadis yang dilakukan ladynya


" Valera ! " teriak Remigio murka tapi Valera malah menatap tajam Remigio " apa yang kau lakukan " geram Remigio


" mengapa ? menyesal ? atau justru kau ingin aku tak membunuhnya ! " teriak Valera berapi- api sungguh Dewi iblis sudah merasuki seorang Valera semua orang bahkan Dave tak berani menghalanginya, Valera beralih menatap Esme yang sudah pucat, tapi ia masih saja angkuh


DORR


" beraninya kau melakukan itu padaku ! lihatlah Remi bahwa wanita mu ini adalah iblis yang mengerikan " teriak Esme di sela sela rintihannya


" maka akan ku perlihatkan iblis yang sesungguhnya padamu " ucap Valera santai namun alunan nya seperti melodi kematian


Esme terlihat gemetar ketakutan, ia memundurkan langkahnya kebelakang lalu ia menoleh ke arah remigio seolah meminta pertolongan


" Valera hentikan ! biar aku yang mengurusnya ! " ucap tegas Remigio, tapi detik kemudian Valera tertawa sarkas ia seolah dipermainkan apa maksud dan tujuan dari calon suaminya yang seolah-olah menghalangi nya untuk membunuh Esme


" jangan pernah menghalangiku Remi ! " desis Valera tajam, ia berjalan dan semakin mendekat ke dah Esme


" ti...tidak Valera aku mohon maafkan aku ! aku tau aku salah " gugup Esme dengan gemetar


" begitukah ? " seringai Valera tanpa mau


KRASSSS


BRUKKKK


semua nya menatap tak percaya Esme benar-benar tewas ditangan seorang wanita yang bergelar lady, James Leo serta Leonel merasa nafasnya terputus seketika dan remigio ia membeku di tempatnya


benar-benar seorang Dewi kematian yang sesungguhnya, bahkan Valera melakukan nya tanpa ekspresi lalu ia menendang mayat Esme dengan keras


" menjijikan ! '' sinis Valera lalu ia berbalik dan menatap wajah-wajah yang menurutnya sangat membosankan,

__ADS_1


" ada apa Remigio ? kau terkejut ? atau kau akan marah kepadaku " ucap Valera datar dan Remigio hanya diam dan menatap mayat Esme yang kepalanya sudah terpisah, lalu detik kemudian ia menatap dengan tatapan yang sulit diartikan kepada Valera tapi Valera hanya acuh saja


deru baling-baling helipad terdengar disana membuat semua orang menatap ke atas, dan detik kemudian semua anak buah king menodongkan senjatanya ke arah helipad asing bahkan


" Emily " gumam Remigio dan Valera tentu saja ia menatap ke arah remigio


helipad itu mendarat sempurna tanpa ada rasa takut walaupun ia sudah ditodongkan dengan puluhan senjata dari valera industri


ternyata Valera kedatangan tamu yang tak diundang, membuat ia marah seketika karena telah berani memasuki wilayahnya


" Esme " pekik Emily yang melihat mayat Esme tubuhnya lunglai seketika bahkan wajah nya sudah memucat dan Valera ia hanya menatap datar Emily


" siapa kau ! berani sekali kalian memasuki wilayah ku " tajam Valera dengan sikap tenang nya dan Emily langsung menatap wajah Valera


" Emily untuk apa kau kemari " ucap remigio


" aku.. aku tadinya ingin menyusul Esme untuk menghentikan aksinya tapi ternyata " ucap Emily dengan suara bergetar


Valera diam saja dan terlihat tenang lalu ia merogoh ponselnya di saku celananya lalu ia mulai mengotak-ngatikan sesuatu


semua orang melihat tingkah sang lady, bahkan Emily terlihat gugup dengan aura yang dikeluarkan Valera benar-benar seorang penguasa


" copy semua sinyal dari pesawat maupun helipad asing yang berani memasuki wilayah ku ! aku tidak ingin ada tikus pengganggu disini,oh ya satu lagi cari orang yang telah membatu Esme yang dengan mudahnya memberi akses masuk kedalam kawasan mansion keluargaku, aku yakin ada seseorang yang membantunya dan aku sangat menginginkan kepalanya " ucap Valera dengan tegas dan sontak semua orang tertegun kepala ! mengapa sang lady sangat suka dengan kepala pada musuhnya


" bereskan semuanya, dan simpan kepala wanita tak tau malu itu " ucap Valera lantang dan semau anak buahnya membungkuk dan mengangguk patuh pada anak lady


" tidak ! " ucap Emily lantang dan sontak membuat Valera berbalik menatap ke arahnya " aku akan membawa mayat Esme dan akan menguburkan nya dengan layak " ucap tegas Emily dan Valera tersenyum sinis


'' oh lihatlah Remi orang-orang mu sedang melakukan negoisasi dengan ku ! setelah apa yang wanita itu lakukan " ucap Valera lagi bahkan Remigio tidak menjawab ia sadar bahwa jajarannya melakukan kesalahan


" Emily kembali lah ketempat mu, biar aku yang mengurus semuanya " tegas Remigio dan sekitarnya Emily pun mengangguk patuh, tak lama kemudian helipad itu bergerak menjauh


***


tiga jam berlalu Dimana kawasan mansion utama keluarga Harson sudah bersih dari mayat serta darah berceceran hanya saja sebagian yang rusak masih harus direnovasi ulang, para jajaran Valera Sudah kembali ke markas utama dengan membawa mayat Esme beserta kepalanya,


Remigio memesan sebuah ruangan VIP disalah satu restoran miliknya, Valera diam dan menatap Remigio datar dan Remigio pun begitu


" ada yang ingin kau katakan ! " ketus valera dan remigio hanya menghembuskan nafas nya kasar


" mengapa kau melakukan itu " ucao Remigio membuat Valera mengerutkan dahinya seketika,ucapan apa itu terdengar sangat konyol


" apa maksud mu ? tentu saja aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, tidaklah kau lihat apa yang telah diperbuat Esme dari awal aku bertemu dengan dirinya di Amerika, hingga kejadian di acara milik Romeo, saat ia menyerang gudang persenjataan milikku, dan sekarang ia justru ingin menyerang keluargaku disaat aku tidak ada ! lalu apa maksud mu ? ucap Valera tegas dengan sorot mata yang sangat tajam bahkan Remigio seakan tak ingin memandang sorot mata itu, ia hanya tertunduk


" aku tidak ingin kau terluka, dan aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya jika sampai ayah nya tau jika putrinya sudah tewas " ucap sendu Remigio dan Valera tersenyum sinis


" mudah ! maka aku sendiri yang akan melawan nya, jangan remehkan aku Remigio, bahkan jika seluruh ORTAXS ingin menyerang diriku termasuk dirimu maka aku tidak akan mundur akan ku lawan kalian semua " tegas Valera membuat Remigio mengangkat pandangannya " aku meragukan dirimu Remi, lalu bagaimana dengan sikap mu jika salah satu jajaran ku membuat kekacauan di wilayah mu seperti yang dilakukan Esme terhadapku " ucap sinis Valera dan Remigio hanya terdiam " tentu saja kau akan mengamuk bukan ? " timpal Valera lagi


" jangan pernah meragukan apapun dari ku sweatheart , sungguh aku mencintai mu dan aku tidak ingin kau terluka " ucap remigio yang beranjak dan beralih duduk di samping Valera tapi Valera hanya diam tanpa ekspresi, Valera tidak mengerti apa yang Remigio fikirkan


" cinta saja tidak cukup Remi, buktikan semua nya jangan pernah membuatku goyah akan semuanya, sudah ku katakan aku akan meratakan siapa saja yang berani mengusik hidup ku serta keluargaku, aku tidak akan pernah memandang bulu " ucap Valera lagi dan Remigio semakin erat menggenggam tangan Valera bahkan ia mengecup punggung tangan Valera


entahlah kini Valera dalam mode buruk nya bahkan ia tak memandang Remigio sedikitpun tatapan nya lurus kedepan, ia seakan tak menggubris kehadiran Remigio disampingnya, pikirannya melayang untuk rencana ke depannya dimana Valera yakin jika badai besar akan segera terjadi

__ADS_1


__ADS_2