Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Harson crop's


__ADS_3

suasana kembali hening,semua orang berada dalam fikirannya masing masing terutama Diego sendiri fikirannya kalut,ia tak menyangka ibunya tewas di tangan ayah yang ia hormati selama ini


" bagaimana Diego " tanya Valera lagi memecah keheningan


" aku tidak tahu " ucap Diego dengan ragu


" cihhh,penawaran sudah berada didepan matamu,tapi kau mengabaikannya " decak Valera kesal


" kau tidak berbohong dengan semua ini " tanya Diego dengan tatapan tajam nya


" tidak ! untuk apa ? tidak ada gunanya,itu terserah kau saja,jika tidak percaya " ucap acuh Valera " aku hanya meluruskan dendammu yang tidak mendasar Diego " dengan nada sinisnya


" tidak mendasar?? kau yang sudah membunuh ayahku ! kau bilang tak mendasar " teriak diego,suasana kembali mencekam tat kala Diego berteriak dan berkata lantang dengan amarahnya


" jangan berteriak padaku ! aku sudah memberi mu kesempatan dimasa lalu dengan melepaskan mu dan tidak membiarkan mu mati ! untuk kau memulai hidup baru,tapi setelah itu kau berencana membunuhku ! tapi sayang itu tak akan terjadi,karena aku terlalu pintar Diego " teriak Valera tak kalah kencang nya dari Diego


" tapi mengapa kau membunuhnya ? apa kah tidak ada cara lain lagi ! "


" ckckck. Ayahmu sudah membunuh banyak orang yang tak bersalah Diego,mati lah yang pantas untuknya " seru Valera tak kalah sengit


" apa maksudmu !" ucap Diego yang mulai Melemahkan suaranya


" suatu saat kau akan tahu Diego " ucap Valera yang acuh


Diego benar benar dibuat berfikir keras oleh valera,semua perkataan nya sedang ia cerna sedikit demi sedikit,kepalanya kian sakit dan berdenyut,tapi Diego masih saja menahan rasa sakit itu


" tuan kau kenapa tuan " ucap lavanya dengan nada khawatir


" aku tidak apa apa Lavanya " ucap Diego dengan tenang


" menyebalkan,sudah tau sakit tapi masih saja merasa kuat " sindir Valera


" kau, diamlah aku pusing mendengar ocehanmu " ujar Diego dengan sinisnya


" lavanya,bujuk lah lelaki mu untuk pergi ke rumah sakit " seru lavanya


" heii,kau fikir aku sakit apa " Diego tidak terima


" kau masih saja sombong Diego, baiklah aku sudah lelah,aku akan kembali dan fikirkan baik baik tawaran ku ini Diego,kesempatan tidak akan menghampiri mu lagi " seru Valera yang mulai melangkahkan kakinya diikuti oleh para bawahannya tapi tak berselang lama Diego ambruk dan jatuh pingsan


" tuan " teriak Lavanya panik " nona tolong lah tuan diego," pinta lavanya


" menyusahkan saja ! Dave bawalah dia kerumah sakit,setelah itu kau tinggalkan saja,dan kau Lucas jaga tuanmu itu " ucap Valera dengan tegas


" baik nona " jawab Dave


" ba--baik nona " ucap Lucas gugup karena Valera menatapnya dengan tajam seperti setajam silet


" dan jangan lupa bereskan kekacauan ini juga Lucas " serunya dan di angguki oleh Lucas


valera dan para bawahannya meninggalkan silverhouse,iring iringan mobil itu membelah jalanan dan kawasan elit.


Valera membelokan mobilnya menuju kediaman utama Harson. Dave dan yang lainnya kembali menuju markas


setelah sampai di rumah Valera langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri nya dan setelah itu ia membaringkan tubuhnya di ranjang miliknya dan tak begitu lama Valera pun terlelap ke alam mimpi


******


pagi ini cuaca sedang tidak bersahabat,hujan lebat di pagi hari membuat siapa saja malas beranjak,hembusan angin di luar sangat kencang hujan pun bergemuruh


" selamat pagi " sapa Valera kepada ayah,ibu, dan juga kakaknya yang sedang menyantap sarapannya


" pagi " ucap mereka serempak


Valera pun menarik kursi dan bergabung untuk sarapan bersama,ia memilih beberapa roti tawar dengan seksi coklat Swiss yang meleleh itu dan tak lupa di taburi dengan kacang almond serta segelas hot chocoolate


valera memakan nya dengan sangat anggun layaknya seorang putri kerajaan,setelah semuanya selesai sarapan Valera berniat ikut bersama kakaknya ke perusahaan dan kakaknya pun tak menolak ia justru merasa senang


Valera sangat anggun menggunakan gaun sampai betis kakinya berwarna hijau tua dengan atasan bermodel sabrina,yang sangat pas di lekuk tubuhnya memperlihatkan bagian bahunya yang mulus sempurna rambut ia tata seanggun mungkin tak lupa ia mengenakan Hells nya dan tas brended nya


perjalan dari rumah menuju kantor tidak terlalu jauh


" kak apa kau sudah mempunyai seorang kekasih " tanya Valera dengan polosnya


" heii kenapa kau tiba tiba bertanya seperti itu,tidak biasanya " decak vyan


" aku hanya bertanya kak,apa salahnya ?" heran Valera


" tidak,aku tidak punya " ucap cepat vyan


" huhh,sayang sekali padahal kau tampan,kaya,berkuasa. Masa tidak ada satupun wanita yang tertarik dengan kakak " ucao Valera dengan sedikit mengejek


" apa kau sedang mengejek ku " kesal vyan


" tidak " ucap Valera dengan senyum jahilnya


mobilpun memasuki kawasan Harson crop's terlihat para pengawal sudah bersiap untuk membuka kan pintu kepada tuannya


" selamat pagi tuan vyan " hormat para pengawal nya,vyan pun segera turun dan langsung membuka kan pintu mobil nya untuk sang adik seperti seorang pangeran saja,para pengawal disana sangat terkejut dengan kehadiran nona muda nya

__ADS_1


" selamat pagi nona muda " ujar mereka serempak


" selamat pagi " saut velera tersenyum


kedua Kakak beradik itu melangkahkan kakinya ke dalam kantor,vyan dan Valera mempunyai pesona nya masing masing mereka sama sama mirip langkah tegas tegak dan gagah milik vyan,serta langkah tegas nan anggun milik Valera menjadi suatu daya tariknya masing masing


" selamat pagi tuan,nona "


" selamat pagi tuan dan nona "


sepanjang jalan kata kata itu yang mereka ucapkan,Valera hanya tersenyum tipis sedangkan vyan masih dengan wajah datar nya serta berkesan acuh tak acuh


mereka menaiki lift dan menekan tombol menuju lantai teratas gedung itu


tingggggg


lift pun terbuka mereka menuju ruangan yang sangat luas dan mewah dengan dengan kursi kebesaran seorang Presdir , meja kerja nan mewah,serta terdapat sofa dengan bentuk L dan meja bundar nya,ada juga rak buku tersusun rapi disamping dinding ruangan,serta fhoto vyan yang gagah dibalut setelan jas berwarna navy terpampang besar didinding tengah ruangan,serta tak lupa fhoto keluarga harson terpajang rapi disana,terdapat kamar pribadi juga di dalamnya sungguh endemik


" kakak ruangan mu sangat bagus " ucap Valera memuji


" benarkah?


" iya kak,sangat nyaman " ucap Valera yang langsung berlari ke balkon ruangan dan menikmati kota itu dari lantai paling atas gedung milik keluarganya


" wawww indahhh . .


" baiklah,kau bersantai lah,aku akan menandatangani beberapa berkas terlebih dahulu " seru vyan yang langsung berjalan menuju kursi kebesaran nya


" hemmm.


" ini sangat indah,apalagi setelah hujan soperti ini ada beberapa kabut mengitari sebagian kota " gumam Valera


waktu terus saja berjalan tak terasa sudah tiga jam Valera menikmati udara di balkon ruangan milik vyan ia pun kembali masuk dan duduk di sofa


" kak aku lapar " ucap Valera tiba tiba,


" kau mau makan apa "


" apa saja yang tidak mengandung kacang "


" tunggu lah " seru vyan iapun menelpon seseorang yang disana untuk memesan makanan serta dua coffea latte panas


setelah menunggu 15 menit pesanan pun datang bersamaan asisten vyan,Leonel dengan tubuh tegap berjalan menghampiri sang tuannya


" maaf tuan,di bawah ada tuan Adomson bersama sang asistennya,mereka ingin membicarakan kelanjutan kerja sama dengan kita,tuan "


vyan dan valera sangat terkejut mendengar nya,vyan hanya tersenyum simpul,sedangkan Valera entahlah dia grasak grusuk


" kau kenapa "


" tidak,kak, apa kakak sudah ada janji dengannya?" tanya Valera menyelidik


" tidak " singkatnya


vyan pun kembali fokus kepada berkas berkasnya dan Valera tengah siap siap menyantap makanan nya,


tok tok tok


" masuk " seru vyan dengan suara sedikit keras


" selamat pagi menjelang siang tuan muda Harson " ucap remigio dengan sopan


" silahkan duduk tuan Adomson " seru vyan dengan santai, saat remigio akan duduk ia terkejut melihat seorang wanita sedang menyantap lahap makannya,ketika dia masuk keruangan dia tidak melihat ada orang lain,mengingat ruangannya besar.


" Valera " saut Remigio,dan Valera pun hanya tersenyum lebar sambil memperlihatkan gigi gigi rapi dan putihnya


" duduk lah " ujar Valera,


" kau disini " tanya Remigio


" ya,aku hanya bosan dirumah, jadi aku mengikuti kakak ku kesini " dengan senyum nya


" baiklah bisa kita mulai " kata vyan menganggu di orang yang Sadang berbincang sambil saling melempar senyum satu sama lain


" ahh ya bisa " seru Remigio


mereka pun berbincang sangat serius,ide ide dari Remigio maupun vyan sangat baik dan dapat diterima satu sama lain,keuntungannya pun sangat banyak,Valera dan leo hanya menjadi pendengar setia kedua pria yang ada disisi mereka sekarang,sesekali Valera melirik Remi maupun vyan,keduanya sama sama brillian


terlihat valera sudah menguap beberapa kali,hari sudah semakin siang dan perut ketiga lelaki itu sudah keroncongan.


" bagaimana jika kita makan siang bersama tuan Adomson " seru vyan dengan ramah


" tentu saja tuan vyan " jawab Remi tak kalah ramah


" apa kau ingin ikut makan siang bersama kami ?" tanya vyan sambil menatap Valera


" ayo,sambil menghilangkan rasa kantuk ku ini " saut valera sambil menutup mulutnya karena menguap


" jika kau mengantuk,tidurlah disini " tawar vyan

__ADS_1


" tidak " tolah valera,dan Remigio pun hanya tersenyum


mereka keluar dari ruangan vyan secara beriringan Valera berjalan didepan sedangkan vyan,Remigio dan leo mengekor di belakangnya


langkah mereka terhenti ketika Valera berbalik badan


" kita mau makan siang dimana " tanya Valera bingung


" bagaimana dengan restoran di sebrang jalan saja,!" usul vyan


" baiklah,terserah saja " saut Remi


mereka akhirnya menuju restoran di sebrang jalan yang saling berhadapan dengan Harson crop's,mereka memilih untuk berjalan kaki karena letaknya tidak terlalu jauh


restoran itu sangat ramai karena banyak yang berkunjung untuk makan siang,dan ada sebagian karyawan kantor Harson crop's didalamnya


seperti biasa mereka selaluwnjadi pusat perhatian penuh dari para pengunjung,mata mereka tak henti henti melirik ke arah mereka


dan itupun hanya di hiraukan saja


mereka memilih tempat yang sedikit terpojok dengan sekat kaca penghalang di bagian samping nya dengan empat kursi dan meja besar,pelayan pun menghampiri mereka


mereka memesan beberapa menu berat seperti olahan daging,dan ayam serta beberapa menu vegetable seperti kentang dan teman temannya,serta beberapa makanan penutup untuk pemanis mulut seperti pie chesse,cake Velvet,dan salad buah dengan berjuta Mozarella serta empat air putih biasa


pelayan pun mencatat nya dengan teliti


setelah beberapa saat menunggu beberapa pelayan mengantar hidangan yang mereka pesan


" selamat menikmati tuan,nona " ramah sang pelayan,dan hanya di balas anggukan serta senyum tipis mereka


mereka pun sangat menikmati waktu makan siang bersama,hidangan hidangan nya terlihat sangat fresh,olahan daging dan ayamnya matang dengan sempurna,rasanya sangat pas manis dan pedas menyatu di lidah,


setelah menyelesaikan makan siang nya mereka pergi dan meninggalkan restoran itu


" kalau begitu saya akan kembali ke kantor,terimakasih atas makan siangnya " sahut Remigio


" baiklah,kalau begitu " kata vyan


" Remi hati hati saat berkendara,nanti aku akan menghubungimu " saut Valera lembut dengan senyum nya yang menawan


" terimakasih " ucap Remi sembari memberikan senyum nya


mereka pun telah kembali ke tempatnya masing masing sedangkan Valera masih mengekor dan mengikuti sang kakak ke dalam kantor nya.


******


di rumah sakit Salomo hospital, diego sudah sadar walaupun masih terbaring lemah di ranjang nya,Valera dengan telaten menjaga dan merawat Diego layaknya seorang istri sungguhan


" tuan apakah kau membutuhkan sesuatu " tanya Lavanya


" aku haus " ucap Diego pelan dan lavanya pun dengan sigap membawa gelas berisi air untuk diberikan kepada Diego,dan Diego pun meneguknya sampai tandas


" apa tuan lapar " tanya lavanya lagi,dan Diego hanya menggeleng pelan


" Lavanya bisakah kau tidak memanggilku tuan,panggil saja namaku,itu jauh lebih baik " ucap Diego


" tapi " belum saja menyelesaikan pembicaraan Diego sudah menyela


" jangan membantah Lavanya,panggil aku Diego " ucap Diego dengan sedikit tegas


" baiklah," lavanya menurut


CEKLEK


seseorang masuk ke ruangan diego,dan itu adalah Lucas membawa peralatan mandi serta baju ganti untuk lavanya yang telah ibunya siapakan,serta membawa beberapa roti dan cemilan yang lainnya


" bagaimana keadaan mu tuan " tanya Lucas


" lebih baik " ucap datar Diego


" lavanya ini baju ganti dan peralatan mandi mu,yang telah ibumu siapakan,lebih baik kau segera menyegarkan tubuhhmu terlebih dahulu,biarkan aku yang menjaga tuan Diego " sambil memberikan paper bag kepada Lavanya,dan lavanya pun segera menuju kamar mandi yang ada diruang rawat Diego


" Lucas bagaimana keadaan di rumah " tanya Diego


" semuanya sudah beres tuan,para penjaga yang tewas sudah di makamkan dengan sangat layak tuan," ucap Lucas dengan jujur


" hemmm,menurutmu apa Valera membohongiku " tanya Diego sambil menerawang serta mengingat ucapan nya Valera


" aku rasa tidak tuan,bukankah nona Valera sangat anti dengan kebohongan," saut ku as dengan hati hati


" apakah ayahku yang bersalah? terlebih aku baru tau ayahku lah yang telah membunuh ibuku,setiap aku bertanya padanya,dia selalu marah dan menyuruhku untuk tidak bertanya mengenai ibuku " ucap Diego lirih


" akupun terkejut tuan,saat mengetahui fakta ini, "


" Ben,jika benar dia penyebab ayahku berkhianat, maka aku sendiri yang akan membalasnya " geram Diego


Lucas hanya menatap tuannya sekilas ia juga masih tidak percaya bahwa Ben lah yang membuat tuan Jackson hareem berkhianat serta menggelap kan uang yang tidak sedikit


Diego pun masih sibuk dengan fikirannya nya entah apa yang akan dia lakukan untuk kedepannya

__ADS_1


" jika benar dia,aku akan pura pura tidak mengetahui dan akulah yang akan membalasnya nanti,tapi apa maksud ucapannya itu bahwa ayahku telah banyak membunuh orang yang tidak bersalah" batin Diego


__ADS_2