Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
ajakan negoisasi


__ADS_3

Markas utama king.


" nona tidak berada di Gold mansion begitupun dengan kedua bodyguardnya. Lalu dimana ia kini " gumam Zizi dengan semangkuk puding coklat di tangannya.


Dave pun ikut bingung terbilang sudah hampir seminggu mereka tak berkomunikasi dengan sang lady, bahkan para jajaran king yang terlibat sudah menemukan sedikit celah jika ORTAXS ikut dalam penghianatan ini begitupun dengan beberapa anggota king lainnya.


" Apakah nona mempunyai rencana lain ? " ucap Dave bermonolog sediri dan Zizi mengedikkan bahunya tanda tak tau.


" seharusnya ya. " saut Zizi cepat.


" Oke baiklah sepertinya kita hanya ditugaskan untuk menyelesaikan masalah yang ada di depan mata, Mungkin nona memiliki cara lain untuk menangkap pelaku lain nya. Tapi aku sangat khawatir akan kondisinya dimana ia sedang mengandung. " ucap Dave dengan cemas begitupun dengan Zizi.


" Ya kau benar ! ohh astaga " ucap Zizi sedikit berteriak hingga membuat Dave bingung menatap Zizi " bagaimana keadaan Elena ? apa ia baik-baik saja. Bukan hanya ORTAXS tapi anak buah Mrs OTO yang masih di luaran sana masih terus mengincar Elena terutama Ed. " ucap Zizi dan Dave diam menyimak. " apalagi semenjak ditangkapnya wanita sialan itu dan juga keponakannya yang menyedihkan itu, wilayah kita menjadi tempat para penampung mata-mata. " kesal Zizi dan Dave hanya mengangguk kecil.


" Aku rasa masalah akan semakin rumit saja Zizi. Aku harap semuanya tetap damai hingga sang lady melahirkan anak nya nanti. Tapi apa boleh buat kehidupan mafia tak akan pernah Damai seperti yang kita bayangkan. " ucap Dave pelan dan Zizi memicingkan matanya seketika.


tak lama ponsel Zizi berdering seketika ucapan mereka terhenti sejenak, Zizi segera mengangkat panggilan yang terus saja berdering sedangkan Dave memilih untuk menghisap rokok mahal nya.


" Ya ada apa ? " ucap Zizi dengan datar.


" nona berada di Amerika, terjadi sesuatu disana. Elion dan Lotus sedang menuju ke tempat singgah nona " ucap Greta memberi tahu.


" Amerika ? apa kau tak salah Greta ? " tanya Zizi lagi mencoba untuk memastikan.


" jangan meragukan aku. Kepergian Nona bertepatan dengan kepergian suaminya. Aku yakin jika ini salah satu rencana nona, Aku berhasil melacak sistem keberadaanya. Sebaiknya kau dan beberapa orang menuju ke sana. " ucap Greta lagi


" Oke. Terimakasih ! " singkat Zizi dan langsung mematikan sambungan yang terhubung itu.


Zizi menceritakan apa yang baru saja Greta katakan, dengan cepat Dave mengangguk setuju untuk menuju Amerika malam ini juga.


*****


Remigio kini duduk berhadapan dengan Valera ditemani sebotol wine untuk menghangatkan suasana yang tampak dingin dan tegang. Bruce dan Frank memilih keluar dari ruangan itu karena menurut mereka ini adalah hal yang privasi.


Valera masih diam dan bergeming, hatinya saat ini sedang tak baik-baik saja, sedangkan Remigio masih asyik menatap wajah cantik istrinya yang saat ini tampak dingin dan datar.


" sweatheart " panggil Remigio dan Valera hanya menatap sekilas Remigio lalu beralih memandang objek lainnya yang tampak menarik. Remigio menghela nafas nya perlahan lalu beranjak dan mendekati Valera.


Tangan kekarnya mengelus lembut pucuk kepala Valera lalu ia melabuhkan kecupan hangat disana dan turun ke pipi sang istri lalu memberinya kecupan basah, Valera tampak diam saja seperti tak menanggapi.


" Bagaimana bisa kau datang ke mari, hmmm " ucap Remigio lembut sembari bersimpuh di hadapan Valera dan menggenggam tangan nya lembut.


" Tentu saja aku bisa " datar Valera dan Remigio hanya tersenyum tipis.


" Bukan nya aku sudah melarang mu, untuk berpergian jauh hmm.. kau mengabaikan pesan ku padamu " lembut remigio dengan mengecup punggung tangan Valera dengan lembut.


" Jangan di bahas. Saat ini bukan saatnya untuk membahas masalah ini. Gracelina penasihat organisasi mu dengan lancang mengusik ku bahkan membuat kekacauan di wilayah kekuasaan ku. " tajam Valera menatap manik hitam itu dengan lekat-lekat.


" Ya aku tau. Lalu ? " Goda Remigio lagi.


" Jangan memintaku untuk membebaskan nya, karena itu tak akan pernah terjadi ! " tegas Valera dan Remigio hanya mengangguk kecil.


" Ya baiklah. Lakukan apa yang kau mau, aku tak akan melarang " ucap Remigio lagi dan Valera hanya mengalihkan pandangannya kearah lain " Tatap aku, apakah wajah ku kurang tampan dan kurang menarik sehingga kau berpaling dan menatap objek lain nya ? " tanya Remigio dengan tatapan berbeda. Sesaat Valera merasa tertegun. Sorot mata itu benar milik suaminya akan tetapi Valera merasakan hal lain,


" Lalu ? " ucap Valera dengan memicingkan matanya.

__ADS_1


" Tidak ada. Hanya saja aku lebih suka dan senang saat kau menatap ku saat ini '' ucap remigio lalu dengan cepat menyambar bibir Valera dan ********** sedikit kasar.


Valera tertegun akan permainan Remigio kali ini, tapi ia mencoba untuk membalas ciuman Remigio dengan seimbang.


Remigio menarik pinggang Valera dengan lembut sehingga kini Valera berdiri begitupun dengan Remigio. *******, sesapan kian liat dan tak terkendali.


Valera hanya bisa membalas perlakuan suaminya, tangan kekar Remigio meremas gemas kedua bongkahan yang sangat begitu menggoda.


" Remi " lirih Valera dan Remigio menatap dalam mata Valera yang kini sudah diliputi awan gairah.


" Ada apa ? " tanya Remigio dengan suara yang sedikit berat, hembusan nafasnya begitu hangat menyapu wajah Valera. " beristirahatlah, aku tau kau lelah " ucap remigio memberikan senyuman manis dan mengecup bibir Valera singkat.


valera mengangguk karena ia pun merasa tubuhnya lelah, dan matanya mengantuk. Remigio dengan telaten membantu Valera untuk membersihkan diri menggunakan air hangat.


valera diam saja saat Remigio membantunya, bahkan Remigio tak segan untuk menggosok punggung Valera dengan aroma susu yang begitu manis.


setelah itu Remigio menuntun sang istri untuk duduk di sisi ranjang, Valera semakin melihat tingkah Remigio yang sedikit aneh.


" pakailah, baju ini " ucap remigio memberikan gaun tidur berbulu karena Amerika sedang musim dingin. Valera mengangguk dan segera mengenakan pakaiannya dengan cepat. " apa kau sudah minum susu ? " tanya Remigio mengelus lembut perut Valera.


" sudah " ucap Valera dengan tersenyum tipis.


" dia baik-baik saja ? " tanya Remigio lagi dan Valera hanya mengangguk kecil. " aku menyayangimu. " ucap Remigio.


" temani aku tidur " pinta manja Valera dan Remigio mengangguk dengan senang.


Valera merebahkan kepalanya di dada Remigio yang hanya menggunakan kaos rumahan, aroma itu membuat Valera sedikit tenang, Remigio mengelus lembut rambut panjang Valera.


Valera terbuai dan matanya kini mulai mengantuk, Remigio meriah tangan Valera dan mengecupnya berulang kali di sana, Mata indah itu sudah terpejam dan kini sedang mengarungi mimpi indahnya.


*****


Keesokan harinya Remigio sudah memberi tahu perihal keinginan beberap anggota tetuanya kepada Valera untuk mengadakan pertemuan penting.


Dari awal Remigio tak memberi ijin untuk ini tapi Valera berkata jika semuanya akan baik-baik saja, Akhirnya Remigio mengijinkan mereka untuk bertemu dengan istrinya.


Kini mereka telah menunggu kedatangan Remigio dan Valera, pasangan itu membuat orang lain menunggunya terlalu lama. Remigio datang dengan menggenggam tangan sang istri keduanya sama-sama dingin dan datar.


semua orang menatap dalam pasangan kejam itu, Valera duduk dengan menghilangkan satu kakinya dan terlihat sangat berwibawa serta anggun sedangkan Remigio ia duduk dengan tegap akan tetapi sorot matanya sangat tajam.


" Aku dengar Kalian ingin bertemu dengan ku. Cepat Katakan karena aku tak suka membuang waktuku " dingin Valera


" baiklah, pertama-tama aku ucapan terimakasih atas kesedian anda untuk datang kemari. " ucap salah satu paruh baya yang berkaca mata.


" Nyonya ! Panggil istriku dengan sebutan itu. " tajam Remigio dan semua orang terlihat menghela nafasnya perlahan dan akhirnya mereka mengangguk setuju. Valera diam saja saat suaminya komplen terhadap anggotanya hanya karena sebuah sebutan.


" Baiklah nyonya, ini masalah Gracelina. Mari kita pertimbangkan kembali tentang ini, dan bagaimana pun dia adalah penasihat organisasi kami. " ucap lelaki paruh baya berkacamata itu dengan sopan.


Valera hanya tersenyum miring, dugaannya tak pernah melesat mereka akan meminta Valera untuk melepaskan Gracelina, dengan cara halus.


" Biarkan kami yang memutuskan hukuman untuk nya. " ucap seorang wanita muda dan Valera hanya tersenyum singkat.


"Lalu ? apakah sekarang kalian semua sedang bernegoisasi dengan ku ? memintaku untuk melepaskan wanita tua itu. Hmm sepertinya memang begitu " ucap Valera sedikit mengejek.


" Ya. Syukurlah jika nyonya paham dengan maksud kami. " ucap seorang wanita muda itu lagi.

__ADS_1


" Apakah kau tau apa kesalahan nya ? apa kau tau apa yang sudah ia lakukan di wilayah ku. Masuk dan berkomplot dengan para sekumpulan penghianat lalu membuat onar di beberapa kota wilayah kekuasaan ku. " marah Valera dengan nafas menderu dan mata yang melotot.


semua orang tampak diam dan syok akan apa yang Valera katakan. Benar-benar senam jantung di buatnya. Remigio hanya tersenyum sinis menatap wajah-wajah para anggotanya.


" Aku sudah membiarkan semua ini begitu lama sebelum aku menikah. Tapi sepertinya dia mengabaikan konsekuensinya. Jadi sekarang aku tak menerima kesepakatan dengan kalian. Disini suamiku lah yang berkuasa bukan Kalian. " tajam Valera dan semua orang di buat bungkam, benar apa yang Valera katakan jika Remigio lah yang berkuasa. " aku rasa sudah cukup. Aku sudah tak ada urusan apapun dengan kalian. Ini sebagai bentuk peringatan jika Kalian semua ingin mengikuti jejak Gracelina maka aku dengan senang hati menyambutnya " ucap Valera kamu beranjak pergi meninggalkan Remigio dan memberi waktu privasi untuk berbicara dengan para anggotanya.


BRAKKKKKK


pintu luas dan megah itu di dibuka paksa dan terkesan seperti mendobraknya. Valera terkejut bukan main. Sosok lelaki matang muda sedang menatapnya dengan tatapan membunuh.


" Lepaskan ibuku sialan ! " marah nya dan sontak membuat semua orang terkejut bukan main bahkan Remigio pun.


" Jaga bicaramu Arion. Dia istriku " teriak lantang Remigio.


DORRR


AGHHH


" dasar pengganggu ! " ucap Frank tiba-tiba masuk dan Valera hanya diam saja begitupun dengan semuanya.


" Bagaimana bisa dia masuk ke ruangan ini " pekik Remigio tajam dan semua orang mendadak tegang dan gugup.


Arion yang mendapatkan luka tembak di lengannya segera bangkit, dan menatap tajam semua orang yang berada di ruangan itu. Terutama sosok Valera yang telah membawa ibunya pergi.


Valera berjalan mendekat kearah Arion dan itu semua tak luput dari pandangan semua orang, Remigio masih memegang senjatanya untuk berjaga-jaga begitupun dengan Frank.


ibu dan anak sama saja. batin Valera


DUAKKK


AGHHH


valera menendang dada Arion dengan mudah hingga ia mundur beberapa langkah ke belakang, raut wajahnya meringis menahan sakit tat kala tendangan dari Valera.


" Berani sekali kau menghalangi jalanku ! " tajam Valera.


" Kembalikan ibuku sialan ! kau membawanya aku tau itu " pekik Arion marah dan Valera hanya terkekeh.


" Remi lihatlah sepertinya dia memata-matai kita, " ucap Valera dengan merengek dan Remigio tersenyum lembut. " Aku menunggu di mobil, kau selesaikan saja urusanmu " ucap Valera dan Remigio lalu mengangguk. Valera keluar dan meninggalkan tempat itu dengan pandangan lurus tanpa ekspresi dengan Frank yang mengikuti langkahnya dari belakang.


suasana mendadak menjadi hening kembali, Remigio duduk di kursi kebesarannya, semua orang kini sedang menatapnya. Arion berjalan dan duduk di kursi yang tak jauh dari jangkauan nya, lengannya sungguh sakit.


" Apa kau tidak bisa melakukan sesuatu ? " tanya seorang wanita paruh baya dengan rambut yang kini setengahnya hampir memutih.


" Apa kau sedang menyuruhku ? " ucap Remigio tajam " Sudah aku peringatkan berulang-ulang jangan pernah mengusik singa yang tertidur tapi Gracelina mengabaikan peringatan itu. Ia sok kuat dan sok pintar hingga pada akhirnya ia di tangkap dan kini Kalian sibuk memintaku untuk membebaskan nya dari jeratan istriku. " tajam Remigio lagi.


" Kau tak berguna !! " pekik Arion lantang dengan mata memerah " Kau membiarkan ibuku di tangkap. Apa kau senang ? mungkin ini bagian dari rencana mu. " pekik Arion lagi


DORR !!


" Remi hentikan " ucap seorang lelaki muda.


" PRINCE. PANGGIL AKU PRINCE " teriak Remigio lantang dengan sorot mata yang tajam dan memerah menahan amarah, sungguh mereka semua susah di atur. " Hehehe kenapa terkejut. ? jangan berkilah. inilah caraku untuk membungkam orang yang lancang. ! " tekan Remigio dengan nada penuh intimidasi.


Gawat itulah yang dirasakan anggota para ORTAXS, sisi lain Remigio masih bersemayam dimana sosok ini sangat sulit dikendalikan bahkan membunuh pun tak segan dihadapan siapapun.

__ADS_1


para tetua hanya bisa menghela nafas nya karena membantah pun percuma apalagi berontak dan diketahui berkhianat, maka kematian yang akan menjadi jalan terakhir.


__ADS_2