
KLEKKK
DODODODOR !!
valera dengan cepat menembak orang itu tepat di wajahnya membuat pria itu tumbang seketika dan tak lama Valera mulai menembak kan pelurunya kepada yang lain dengan kilat, sedangkan para pasukan banyangan melakukan hal yang sama mereka mempersempit ruang gerak pihak lain,
DODODODOR
DODODORDODODOR !!
suara peluru sungguh membuat pihak lain menjerit tak karuan Valera menjadi geram karenanya,
BUGHHHHHH
valera menendang punggung salah satu dari mereka, dengan seringai iblis nya Valera menekan tubuh tersebut tanpa perasaan
keadaan lantai yang menjadi kamar hotel Valera benar-benar kacau bahkan darah terlihat dimana-mana Emil dan lainnya bergerak turun menuju lokasi Eden di tahan, akan tetapi mereka mulai terkepung dan Valera masih berada di lantai yang sama karena ia masih sibuk mencari sesuatu disana
saat valera berjalan dirinya tak sengaja menginjak telapak tangan sehingga membuat seseorang menjerit kesakitan
" ohh ternyata masih ada yang bernyawa " kekeh Valera lalu ia menatap orang itu dengan lekat-lekat
" membuat kekacauan disini, apa kalian di suruh seseorang ? " tanya Valera tajam dan orang itu hanya meringis kesakitan " jawab " pekik valera lagi dan orang itu mengangguk cepat " siapa ? " ucap orang itu
" tuan Max " seru orang itu langsung terkapar tak sadarkan diri membuat Valera mendesah kesal
" Max " lirih Valera " teka-teki lagi " gumam nya lagi lalu ia dan lainnya mulai meninggalkan lantai tersebut dan turun ke lantai Dimana Eden berada tapi saat hendak menuju tangga darurat Valera di kejutkan dengan beberapa orang yang menghalanginya jalannya
DODODODOR
valera dan pasukan banyangan lainnya segera menghindar dengan cepat, dan justru saat itu Valera sedang melihat keadaan ke sekitar dan mencoba untuk fokus
sialan siapa orang yang bermain bermain-main dengan ku, apa ini sebuah jebakan. batin Valera
DODODODOR
DODODODOR
Deon dengan cepat membidik pelurunya tepat mengenai pihak target, lalu Valera mulai berjalan dengan tergesa karena ia merasakan firasat yang buruk akan terjadi
" cepat, tinggalkan gedung ini dan cari Eden " tegas Valera dengan api amarah yang melingkupi dirinya
disisi lain Emil dan kawan nya bertarung menggunakan senjata dan aksi itu terus saja berlanjut suara kebisingan menimbulkan perhatian orang sekitar, tak lama suara sirine polisi mulai terdengar dan mereka keluar dengan membawa anggota bersenjata lengkap
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
Emil dengan cepat melumpuhkan pria bertubuh kecil akan tetapi pria itu tampak kuat membuat Emil menatap tak percaya
" cihh tak semudah itu " desis pria itu lagi akan tetapi Emil tak perduli ia terus melawan dan mencoba melumpuhkan musuh walaupun ia terkena beberapa pukulan telak
__ADS_1
DODODORDODODOR
tubuh pria kecil itu menggelepar dengan luka tembak disekujur tubuhnya, ternyata valera datang bersama dengan yang lainnya dan kini mereka berkumpul menjadi satu
" polisi sudah berada di bawah, kendalikan diri kalian dan berakting lah senatural mungkin jika di butuhkan " ucap valera tegas dan semuanya mengangguk " Eden kita harus menemukannya " ucapnya lagi dan kini mereka bergerak menuju lantai tiga para polisi belum saja masuk karena mereka masih mendengar suara solongsong senjata yang saling bersaut-sautan mereka penuh perhitungan ketika ingin memasuki gedung
pada saat Valera sudah sampai di titik lokasi Eden, mereka melihat Eden yang hampir tewas karena digantung dengan sengaja semua orang membelalakkan matanya seketika api amarah dalam diri Valera muncul dari mendadak mendidih siap menumpahkan segala amarahnya
" liat siapa yang datang seorang wanita cantik rupanya " ucap suara bariton seorang perempuan disana Valera diam saja dan bersikap tenang akan tetapi Eden ia kesulitan bernafas
" siapa kau ! " tanya Emil dan wanita itu terkekeh kemudian
" lepaskan dia " ucap Valera tanpa mau basa-basi lagi karena ia merasa waktu semakin terdesak saat ini
" jika aku tidak mau ! " kekeh nya lagi mencoba menantang membuat Valera ikut terkekeh kemudian, kini para pasukan bayangan dibuat bersiaga mereka sudah mengetahui sifat dan sikap sang lady
" kau ini siapa ? datang dan mengacau setelah itu kau menyandra orang ku lalu kini kau menantang ku " sinis Valera bersikap tenang seketika wanita itu tertawa terbahak-bahak membuat semua orang bergidik ngeri tapi tidak dengan Valera ia justru menatap sinis dan lekat-lekat wajah wanita itu
" begitukah ? apa kau sedang bernegoisasi dengan ku " Picing wanita itu menatap sinis Valera dengan balik dan Valera hanya tersenyum tipis menanggapinya sungguh wanita yang sedang berhadapan dengan nya saat ini lancang luar biasa
hingga jarak mereka berdekatan pun tak ada yang mengetahuinya, baik Valera maupun wanita itu tak menyadari kini api amarah yang sedang mengendalikan keduanya.
hingga Valera dan wanita itu sama-sama berlari maju dan menyerang satu sama lain membuat para pasukan bayangan seketika menyerang yang lainnya untuk membebaskan Eden yang hampir tersengal bahkan kini tubuhnya sudah mulai melemas tak berdaya
nafas Valera menderu tat kala melihat sorot mata wanita itu yang menantangnya, saling menyerang dengan kepalan tangan, dan kilatan kaki panjang nan tegas saling beradu untuk menjatuhkan lawan tapi nihil seakan waktu mempermainkan keduanya
" kami sudah lama mengincar mu " kesal wanita itu dan Valera yang mendengarkan nya terkejut tapi dengan cepat menetralkan keterkejutannya kini ia hanya fokus pada satu titik untuk melumpuhkan wanita itu dengan segara
BUGHHHHHH
" lemah " desis wanita itu seketika Valera menatap tajam wanita yang sedang tersenyum mengejek penuh kepadanya, Valera bangkit dan langsung menyerang wanita itu tanpa aba-aba lagi-lagi wanita itu bisa menghindar dengan cepat Valera dibuat bingung dengan wanita yang berada di hadapannya
gerakan ini dari mana ia mempelajarinya ?. batin Valera bingung
BUGHHHHHH
wanita itu menyerang bagian perut Valera dan Valera hanya meringis tertahan lalu ia dengan cepat memutar tangan wanita itu ketika hampir ingin melukai wajahnya hingga gerakannya terkunci sempurna
BUGHHHHHH
KRAKKKK
AGHHH
valera langsung mematahkan tulang bahu wanita itu tanpa perasaan wanita itu menjerit kesakitan kala mendapatkan serangan mematikan sungguh ia salah memprediksi Valera
sialan dia berhasil mematahkan tanganku, tak akan ku biarkan. batin wanita itu lagi
valera menatap tajam kala wanita itu berusaha bangkit dan memancarkan aura yang begitu membunuh dan Valera diam saja akan hal itu justru ia menunggu wanita itu bergerak dan beralih menyerang nya dan benar saja wanita itu masih mampu untuk melawan Valera
" kau fikir aku lemah, bahkan di dalam tubuh kita mengalir darah yang sama " tajam wanita itu mengunci gerakan Valera dan membuat Valera terkejut luar biasa, darah yang sama ? apa artinya ini !
__ADS_1
" AGHHH omong kosong " teriak Valera lantang dan langsung mendorong wanita itu dengan kuat hingga teriakan Valera mampu mengalihkan perhatian sekitar " jangan berucap omong kosong wanita sialan ! apa kau ingin mempermainkan aku ! tak semudah itu " ucap Valera dengan nafas yang menderu
wanita itu hanya tersenyum mengejek ketika melihat valera yang hampir mengamuk tak tertahan
JLEBBB
valera menyuntikkan sesuatu dengan cepat kepada leher wanita itu, dan seketika wanita itu linglung dan memegang tangannya di kepala tak lama wanita itu tak sadarkan diri
valera mengatur nafasnya dengan teratur lalu ia melihat sekitar dimana Emil dan lainnya telah berhasil menyelamatkan Eden walaupun ia terkulai lemas
" pergi dari gedung ini segera " ucap Valera dengan tegas dan semua nya mengangguk pasti, lalu mereka keluar tanpa sepengetahuan pihak berwajib
******
kabar mengejutkan Kembali mengguncang dunia dimana pemberitaan menayangkan aksi ******* di Rusia dan itu di tayang kan di seluruh stasiun Eropa sampai kabar itu terdengar oleh keluarga Harson, Remigio dan pihak king lainnya sungguh mereka terkejut dengan pemberitaan hangat tersebut mereka syok dan mencemaskan keberadaan sang lady
saat ini pihak dalam jajaran king dibuat cemas kala sinyal sang lady hilang dan terakhir berada di Jepang yang dilacak oleh Dave bahkan mereka tak tau jika Greta sempat berkomunikasi sebelumya
" Dave apa kau belum menemukan dimana keberadaannya ? " tanya Zizi yang ikut cemas dan Dave hanya menggeleng pelan " kenapa perasaanku mengatakan jika terjadi sesuatu " lirih Zizi yang memegang dadanya dan menatap pandangan lurus
" tenanglah nona pasti baik-baik saja aku yakin itu " tenang Thomas lagi pada saat mereka sedang berbincang pintu ruangan milik Dave dibuka paksa dan menampilkan wajah Vyan yang tegang bercampur marah membuat ketiga orang yang berada di dalamnya bingung
GREPPP
" apa yang kau lakukan Dave mencari tau keberadaan adikku saja kau tidak becus " pekik marah vyan mencengkram erat kerah baju yang digunakannya membuat Dave sontak terkejut begitupun dengan Zizi dan Thomas
" tuan tenanglah " ucap Thomas bersuara
" DIAM " pekik Vyan lagi membuat Thomas terdiam
" tenanglah tuan, nona pasti baik-baik saja percaya padaku " ucap Dave dengan tenang dan vyan ia menatap Dave dengan nafas menderu nya
BUGHHHHHH
Zizi yang kesal dan terpaksa langsung menendang punggung Vyan hingga ia membentur Dave membuat keduanya meringis kesakitan
" datang dan membuat keributan " bentak Zizi marah dan vyan segera bangkit lalu menatap tajam kepada Zizi
" jangan banyak bicara " kesal vyan lagi " kau tak tau apa-apa " tunjuk nya lagi
" tak tau apa-apa ? apa yang ingin kau katakan tuan Vyan ! kau begitu marah ketika Dave belum berhasil menemukan keberadaan nona, lalu kenapa tidak kau saja yang mencarinya dan menyuruh orang-orang terlatihmu dan membantumu ! lebih baik kau pergi dari sini " teriak Zizi lantang kepada vyan seketika membuat Dave dan Thomas membelalakkan matanya terkejut akan sikap Zizi yang berani berkata lantang dihadapan tuan Vyan
" berani sekali kau.. " geram Vyan tapi ucapannya tergantung karena Zizi menyelanya
" maaf jika aku bersikap tak sopan kepadamu tuan Vyan yang terhormat ! tapi apakah kau tak menyadari jerih payah kami kau fikir kami diam saja begitu maksud mu ! " ucap Zizi yang menggebu-gebu menatap tajam kearah Vyan " ini adalah rencana dari nona Valera sendiri dia yang menutupi akses dirinya agar kami tak mengetahui keberadaan dirinya itu artinya kau tau " terus Zizi menatap Vyan tanpa berkedip " itu artinya nona sedang menjalankan misi yang penting " lanjut Zizi lagi " jika kau datang hanya untuk mengacau lebih baik kau pergi dari sini " tegas Zizi
" kau mengusirku ! " pekik Vyan tajam dan Zizi menatap sinis kepada Vyan
" kau fikir aku tak berani ? hehehe kau salah besar tuan, ingat pemimpin ku hanya satu dan itu nona Valera jadi aku hanya patuh dengan setiap perintahnya " tegas Zizi dan langsung meninggalkan ruangan itu dengan wajah yang merah padam seketika Dave dan Thomas dibuat melongo dengan kelakuan dan perkataan Zizi terlebih Vyan ia merasa di tikam seribu jarum oleh perkataan Zizi lalu detik kemudian ia menatap kearah Dave
" Dave maafkan aku, " ucap vyan dan Dave hanya diam mematung kala mendengar permintaan maaf vyan " kau tau aku hanya merasa takut terjadi sesuatu terhadap adikku " ucap vyan lirih dan Dave tentu saja ia mengerti dengan perasaan vyan
__ADS_1
" tidak apa-apa tuan saya mengerti " ucap Dave lagi dengan sopan lalu vyan hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan tempat itu dengan langkah cepat
Thomas dan Dave hanya memandang kepergian vyan sampai tubuh kekar itu menghilang secara perlahan, di atas balkon bahkan Zizi melihat kepergian vyan dengan wajah gusar yang mengemudikan laju mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tak terlihat oleh pandangan mata, sedikit terlintas dari benaknya yang mengkhawatirkan keadaan vyan tapi dengan cepat ia tersadar jika dirinya bukan siapa-siapa dan terlebih perasaanya saat ini sedang kesal