
Beberapa hari telah berlalu, kini di mansion utama tengah mengadakan pesta besar-besaran untuk menyambut sang Anggota keluarga baru. Seluruh orang-orang yang berada mansion utama mendadak sibuk seketika.
para maid wanita dan pria sibuk menata ruangan dan memasak makanan lezat untuk hidangan orang-orang yang akan hadir. Nyonya sofhia, nyonya Rosalina dan nyonya Lauren yang memilih kan menu hidangan apa saja yang akan tersaji untuk acara ini.
keluarga besar Harson dan keluarga besar Adomson kini berada di lingkup yang sama, baik tuan Ramius dan tuan Arzetto saling berbincang hangat layaknya saudara.
setelah beberapa jam berlalu kini para tamu yang hadir sudah berada di mansion utama, Valera tidak mau jika pihak luar datang ke mansion utama, Valera mengkhawatirkan keselamatan bayinya.
halaman nan luas dan mewah yang berada di mansion utama kini disulap semewah mungkin dengan pernak-pernik khas putri kerajaan, warna putih dan nude seakan menjadi warna yang pas untuk menyambut kelahiran bayi perempuan itu.
valera turun bersama dengan Remigio dan bayinya, Ya Valera tampil cantik mengunakan gaun berwana merah muda dan Remigio tampak kalem memakai jas dan kemeja berwarna putih tulang.
George tersenyum kala melihat bayi cantik itu turun bersama dengan Valera, baru saja akan beranjak tetapi Malvin mencegahnya membuat George mengerutkan dahinya seketika.
" duduklah yang benar di kursi George, biarkan orang lain termasuk diriku yang melihat bayi cantik itu " ketus Malvin dan George terkekeh.
" kau ini kenapa ? hehee baiklah " ucap George mengalah.
semua orang menatap kearah Valera dan Remigio, mereka antusias untuk bisa melihat wajah cantik bayi sang lady. Nyonya sofhia datang membawakan box bayi agar cucunya merasa nyaman.
" Lady " ucap mereka serempak, dengan berdiri dan menunduk penuh hormat. Keluarga harson dan keluarga Adomson dan orang-orang lainnya, di buat terperangah akan apa yang baru saja dilihatnya, sosok wanita yang diagungkan itu benar-benar seperti ratu yang dihormati. Valera tersenyum tipis menanggapinya.
" duduklah, dan terimakasih atas kehadirannya " ucap Valera tegas dan berwajah datar tapi senyum tipisnya menjadi daya tarik tersendiri bagi seorang Valera.
Hans Maxwell dan Celia tentu saja hadir dalam acara itu, begitupun dengan Lavanya dan Diego serta, Diandra ibu dari Malvin. Para jajaran king duduk karena sudah diperintahkan oleh sang lady begitupun dengan Valera yang duduk di kursinya.
" terimakasih. Atas kehadiran kalian semua dalam menyambut bayi cantik ku. Aku ucapkan rasa terimakasih dan rasa syukurku kepada Tuhan karena aku telah di karunia seorang anak. " ucap Valera berwajah serius. " Dan terimakasih atas kerjasama nya untuk kalian semua yang bertugas mengambil alih pekerjaan ku. Aku paham ini semua tak akan mudah pasti beberapa dari kalian merasa frustasi karena memikul beban selama masa kehamilan ku bukan ? " ucap Valera terkekeh dan semua orang ikut terkekeh begitupun Remigio yang tersenyum tipis. " Ya tidak perlu menyangkal nya karena aku sangat tau, maaf jika aku merepotkan kalian semua " ucap tulus Valera dengan senyum manisnya menatap seluruh jajaran king yang hadir di acara.
" Tidak perlu berterimakasih Lady, itu semua sudah menjadi tanggung jawab bersama, kami merasa pantas dan patut diandalkan Lady. " ucap Hugo dan Valera hanya terkekeh menanggapinya.
" Ya seperti yang Hugo katakan, tidak perlu berterimakasih pada kami karena itu semua sudah menjadi tugas kami kala Lady tak bisa mengambil alih, bukankah kita semua keluarga ? " saut Edgar dan lagi-lagi Valera hanya tersenyum tipis.
" Ya baiklah, tetap saja aku harus berterimakasih pada kalian, tanpa kalian mungkin king tidak akan berjalan dengan lancar, dan tentunya aku yang repot " tengil Valera dan semua orang hanya terdiam kala mendengar perkataan Valera. " Aku sudah memberikan masing-masing bonus pada kalian semua, silahkan cek rekening masing-masing. Anggaplah ini sebagai ungkapan terimakasih ku " ucap Valera dan lagi-lagi semua orang tercengang. Greta yang penasaran akhirnya membuka dan memeriksa saldo rekeningnya dengan cepat melalui ponsel milik nya.
" oh my God " pekik Greta saat melihat angka dan nominal yang tertera disana, semua orang kini menatap heran ke arah Greta.
" ada apa ? " tanya Zizi bingung. Greta merasa kikuk dan canggung saat ditatap banyak pasang mata. Greta hanya tersenyum samar dan akhirnya memasukkan kembali ponsel canggihnya kedalam tas.
" Oh tidak, tidak. Ya aku tidak apa-apa " ucap Greta yang masih terkejut karena melihat saldo rekeningnya bertambah di kali lipat. Sungguh Greta seperti mendapatkan sebuah jackpot besar, Valera yang melihat tingkah Greta hanya tersenyum geli salah satu jajaran nya itu memang cinta akan uang ketika ia mendapatkan kejutan besar Greta akan memekik girang tak karuan.
" Bagaimana dengan keadaan semuanya, setelah beberapa bulan aku tinggalkan. Apakah semuanya baik-baik saja ? '' tanya Valera dengan nada tegas seakan jiwa kepemimpinan nya kembali lagi setelah beberapa bulan vakum karena mengandung sang buah hati.
__ADS_1
" Semuanya baik-baik saja nona, aman dan terkendali. Aku sudah menyebarkan beberapa anak buah terlatih tingkat satu di semua titik yang para inti tinggalkan untuk beberapa hari kedepan. Bahkan kabarnya anak buah dari black road pun menyebar di wilayah king " ucap Dave dengan tegas dan Valera mengangguk mengerti bahkan dirinya merasa bangga mempunyai orang-orang yang cekatan dan sigap dalam segala hal.
Tuan Gil yang mendengar perkataan Dave hanya bisa mencibir dalam hatinya, pesuruh tetaplah pesuruh tidak akan pernah merubah apapun itulah yang dikatakan olehnya dalam hati.
" Baiklah terimakasih Dave atas informasinya. Mari kita mulai acara ini, acara menyambut kelahiran Anggota baru keluarga kami, anakku ku dengan suamiku Remigio Adomson, buah hati kami calon penerus untuk generasi selanjutnya " ucap tegas Valera dengan mengenggam box bayi berwana putih dengan senyum terkembang " ATHENA QUENIZIA ADOMSON " lantang Valera " itulah nama putriku kecil ku, " ucap Valera lagi, riuh suara tepuk tangan terdengar seirama bahkan keluarga Adomson merasa bangga karena marga namanya disematkan di cucu pertama mereka. Tuan Ramius dan nyonya sofhia tak mempermasalahkan akan sebuah nama bagi mereka Athena tetap cucu dari keluarga Harson bahkan di dalam darahnya mengalir dua keluarga bangsawan yang sangat terpandang.
Remigio menggendong bayi kecilnya yang tampak tertidur dengan pulas, bayi yang usianya baru beberapa hari itu sudah mencuri perhatian seluruh orang parasnya yang cantik benar-benar memikat dan sempurna, kulitnya yang putih bersinar, hidungnya yang mancung bahkan bibir dan dagunya tampak indah untuk dipandang ditambah bulu mata bayi Athena yang sangat lentik itu.
George lagi-lagi jatuh hati pada bayi mungil itu, senyumnya terkembang dengan sempurna manik birunya tak lepas dari sosok si kecil Athena.
Dia akan menjadi milikku. Athena hanya milikku. batin George.
seorang photograper ternama mengabadikan momen tersebut dengan sangat epik dan indah, ya Remigio telah menyewa seseorang untuk mengabadikan momen tersebut untuk menjadi sebuah kenang-kenangan untuk si buah hati.
beberapa orang tampak tak sabar untuk mencicipi makanan lezat yang tersaji sangat rapi di meja dengan beberapa botol wine yang menjadi acara itu semakin meriah, beberapa hadiah mewah memenuhi satu meja berukuran besar di samping box bayi Athena. Beberapa brand kenamaan tampak terlihat disana.
hingga tiba sebuah hadiah istimewa dari dua keluarga untuk sang bayi cucu dari keluarga bangsawan itu, dimana tuan Ramius dan nyonya sofhia memberikan sebuah kalung berlian yang cukup menarik perhatian orang-orang, seakan tak mau kalah tuan Arzetto dan nyonya Rosalina memberikan sebuah gelang yang harganya sangat fantastis.
" terimakasih mah, pah " ucap Valera dan Remigio serempak dengan wajah berbinar, bayi Athena sudah bergelimang harta sejak dalam kandungan hidupnya akan terjamin dan dikelilingi barang-barang mewah.
" mamih aku ingin sekali menciuminya " saut George tiba-tiba dengan tangan yang ia masukan kedalam saku celana, gayanya sangat modis. valera tersenyum dan menyuruh George untuk mendekat.
George gemas dan akhirnya mencium pipi bayi mungil itu bertubi-tubi hingga George tersenyum puas kala melihat bayi Athena menggeliat dengan lucu.
" benarkah ? kau pun sangat wangi George. Hmm tapi tunggu ini bukan seperti parfum mu ? " Picing Valera dan George hanya tersenyum polos.
" ini parfum ku, hanya saja aku sedang mencoba aroma lain " saut George lagi dan Valera hanya mengangguk kecil dengan tersenyum geli.
beberapa jam berlalu, kini bayi mungil itu segera naik ke lantai atas untuk disusui karena sedari tadi bayi Athena sudah mulai rewel dan pada akhirnya Valera mengajaknya untuk naik kekamar pribadinya, Remigio yang tadinya ingin mengikuti Valera langsung ditahan oleh sang istri.
Remigio akhirnya menurut dan memilih bergabung dengan yang lainnya untuk berbincang ringan, Dave, Gloria, Zizi dan vyan sedang asyik berbincang bersama sedangkan jajaran yang lainya membentuk sebuah lingkaran untuk saling bersulang satu sama lain.
tak lama para leluhur terdahulu memasuki ruangan, kini semua mata menatap kearah lima paruh baya itu. Tuan Ramius menyipitkan matanya seketika saat ia mengenali salah atau sosok dari mereka.
" Tuan Jiro ? " gumam tuan Ramius.
" ohh tuan Ramius, lama tak berjumpa bukan ? " kekeh tuan Jiro dan tuan Ramius terlihat menatap intens wajah Jiro.
" Ahh ya lama tak berjumpa dengan anda tuan Jiro. " saut tuan Ramius lagi.
" maaf jika kedatangan kami sangat terlambat. Ohh dimana bayi itu aku sangat ingin melihatnya " ucap nyonya Mecca antusias.
__ADS_1
'' Valera membawanya naik ke lantai atas, karena bayi Athena rewel dan ingin menyusu pada ibunya " saut nyonya Sofhia ramah dan nyonya Mecca tersenyum menatap nyonya sofhia.
" Athena ? nama yang sangat cantik '' gumam nyonya Mecca dan nyonya sofhia tersenyum dengan sopan.
saat suasana sedang asyik-asyiknya tiba-tiba suara pecahan gelas terdengar mengejutkan semua orang, Gil selaku ayah dari Gloria sengaja menyenggol gelas hingga membasahi jas yang Dave kenakan.
" ayah ! " pekik Gloria lantang dengan mata melotot menahan amarah. Dengan cepat Gloria mengambil tisu untuk mengelap jas Dave yang terkena noda wine.
" Berani sekali kau membentak ayahmu Gloria ! " ucap Gil marah dengan nada tak suka, Dave acuh saja saat calon ayah mertuanya selalu mencari gara-gara yang persis seperti anak remaja saja.
" Gil apa yang kau lakukan ? " ucap nyonya Lauren menatap suaminya tajam.
'' Aku, memangnya apa yang aku lakukan. " ucap Gil santai. Hingga semua orang menatap tajam pada Gil mereka tak akan menyangka jika terjadi hal seperti ini sungguh memalukan jika dilakukan oleh keluarga terhormat seperti tuan Gil.
Dave tersenyum lembut menatap Gloria akan tetapi Gloria merasa tak enak hati akan sikap ayahnya yang terlalu kekanak-kanakan. Gloria menatap sendu wajah sang ayah dan ibunya.
" apa yang kau lakukan ayah ? kenapa kau melakukan hal seperti ini disini. Tidak kah ayah melihat jika banyak pasang mata yang hadir di sini " ucap Gloria menurunkan nada intonasinya
" hehh. jangan memohon pada ayahmu ini Gloria. " ucap tegas tuan Gil. " sudah ku katakan aku tak akan merestui hubungan mu dengan pria rendahan sepertinya. " tajam tuan Gil sontak perkataan nya membuat semua orang geram bukan main.
" Hentikan Gil. Jangan banyak berulah perhatikan lagi sikap dan cara mu itu. " tegas tuan Ramius menatap tajam sang adik ipar. Nyonya Lauren segera menyeret suaminya akan tetapi taun Gil enggan.
'' jangan membela putrimu itu Lauren. Dia harus paham jika lelaki itu tak sepadan dengan kita " ucap Gil marah dengan mata melotot menata istrinya.
CEKREK
tiba-tiba suara itu mengejutkan semuanya, para jajaran king kini menodongkan senjatanya masing-masing kearah tuan Gil. Sontak jantung semua orang berdegup kencang termasuk Gloria disamping Dave.
tuan Gil menatap sekekilingnya, bohong jika saat ini ia merasa tak takut akan ancaman sebuah senjata yang ditodongkan beberapa banyak orang kearah dirinya.
prok prok prok
tiba-tiba suara itu mengalihkan semua pandangan, dimana sosok sang lady turun dengan langkah tegas dan wajah dinginnya. seketika seluruh jajaran king yang menodongkan senjatanya menurunkan kembali dan menunduk hormat pada sang lady.
" Apa yang kau lakukan paman ? kau ingin merusak pesta putriku ? begitu ? tidak bisakah kau menahan diri dan tidak membuat onar disini. " tajam Valera dengan nada bicara yang tegas dan dingin langkahnya perlahan-lahan menuju sang paman. " Kau tidak pernah berubah paman ! kau berusaha untuk mempermalukan Dave disini bukan begitu ? " ucap Valera lagi dengan senyum seringainya.
" Apa yang sedang kau ucapkan Valera ! aku hanya sedang melindungi putriku dari lelaki sepertinya " tajam tuan Gil dan Valera tersenyum tipis.
" kecilkan nada bicara mu paman. " ucap Valera dengan nada penuh penekanan " Dave ganti lah pakaian mu di lantai tiga, minta pram untuk menemani mu " ucap Valera dan Dave mengangguk patuh.
" cihh. pesuruh tetap lah pesuruh " tajam tuan Gil.
__ADS_1
PRANGGG