
Ornaf sudah menunggu kedatangan lelaki yang bernama Hans Maxwell itu dengan sabar begitupun dengan Valera, bahkan Valera terlihat acuh atas keterlambatan tamunya itu dan kini fikirannya menerawang sangat jauh.
hingga suara Thomas terdengar dan memberi tahu jika tamu dari ladynya sudah tiba, Valera segera mengutus Thomas untuk membawa lelaki itu kesebuah ruangan.
valera duduk dengan tenang dan mulai menyesap wine nya secara perlahan, Tak lama datang seorang lelaki asing membuat mata Ornaf melebar sangat besar. Paras dan kharisma nya benar-benar tinggi. Sejenak Ornaf memicingkan matanya sesaat.
" silahkan tuan " ramah Ornaf dan lelaki itu mengangguk kecil. Lalu mata nya melirik kearah beberapa helai rambut yang terbungkus dengan toples kaca diatas meja.
" itu rambut milik George, " singkat Valera dan lelaki itu hanya menatapnya sekilas. Lalu Ornaf mulai menjelaskan secara pendek mengenai tes DNA yang akan ia lakukan. Lalu Hans Maxwell mulai mengambil beberapa helai rambut miliknya dan memberikannya kepada Ornaf dan ia paham dengan cara kerja Ornaf walaupun Hans Maxwell tidak mengetahuinya.
valera hanya diam dan menatap sekilas saja. Ornaf mulai menjelaskan jika tes DNA akan keluar dalam waktu tiga jam, kenapa bisa begitu ? alat dan seluruh benda yang berada di bawah naungan king memiliki teknologi tertinggi itu sebabnya melakukan tes DNA yang mereka lakukan hanya membutuhkan waktu dalam beberapa jam saja.
" baiklah, aku memilih akan menunggunya " ucap lelaki itu dan Valera langsung menatap kearah Hans Maxwell. " apa kau tidak keberatan ? aku ingin mendengar cerita tentang George dari ia bayi hingga ia tumbuh saat ini " ucapnya dengan tatapan ramah dan Valera hanya mengangguk kecil, bagaimana pun Valera tak bisa berlaku egois lalu Valera mengajak Hans Maxwell menuju taman dibelakang untuk sekedar berbincang.
Hans Maxwell terlihat menatap dan meneliti bangunan megah yang mempunyai lahan dan taman yang luas dan terbentang sangat indah, sesaat Hans Maxwell terkagum-kagum.
" jadi apa yang ingin kau ketahui ? " ucap Valera lagi.
" semuanya. " tegas lelaki itu dan Valera hanya tersenyum tipis. Valera mengenang kejadian beberapa tahun silam saat ia dan para anggota B.woman menemukan seorang bayi tergelatak begitu saja ditengah hutan dengan seekor serigala putih didekatnya, awalnya Valera akan menembak mati serigala itu tapi entah mengapa hatinya tidak tega untuk membunuh hewan berbulu putih itu.
" George. Dia anak yang sangat manis dan penurut, dia pun anak yang pintar dan tentu saja keistimewaan yang kau ucapkan benar adanya George bisa berinteraksi dengan para hewan terutama hewan buas. " ucap Valera dengan menatap hamparan rerumputan hijau didepan sana senyum manis nya tiba-tiba terukir dari sudut bibir Valera membuat lelaki itu seketika terpana. " aku mengurusnya seperti anak ku sendiri hingga kini, esok maupun nanti. " ucap Valera lagi dan lelaki itu terdiam sejenak
" dia masih putramu " ucap lelaki itu tiba-tiba berkata begitu saja, Valera memicingkan matanya seketika.
" Dia memang putraku ! " tegas Valera dan lelaki itu hanya tersenyum demikian. " bukan aku saja yang ikut merawatnya, akan tetapi wanita dalam jajaran ku pun ikut membantu, merawat dan menjaga George. Sedari kecil George tumbuh dibawah pengawasan ku " ucap Valera lagi dan lelaki itu masih diam menyimak.
Hati lelaki itu sangat bersyukur karena putranya ditemukan oleh orang-orang baik bahkan Hans merasa hidup George sangatlah terjamin ditambah cerita Lettan yang ia titah untuk mengawasi pergerakan dari putranya dan betapa terkejutnya saat ia mendapatkan kabar jika George mempunyai beberapa bodyguard yang menjaganya.
seulas senyum terbit di bibir nya bahkan ia hanya menatap sekilas Valera yang masih betah menatap hamparan rerumputan yang terbentang luas.
" Terimakasih, " ucapnya dengan tulus dan Valera melirik serta menatap mata lelaki yang bernama Hans Maxwell dengan seksama lalu senyum tipis terbit di bibir Valera.
" Tidak perlu berterimakasih. " singkat Valera lagi " jika aku boleh tau kau berasal dari mana ? " tanya Valera lagi.
" campuran ! ayahku berasal dari Indonesia dan ibuku berasal dari England " ucapnya lagi dan Valera hanya mengangguk-angguk kepalanya saja.
Waktu tak terasa tiga jam sudah berlalu sehingga mereka menghentikan perbincangan nya karena tiba-tiba Thomas datang dan memberi tahu jika hasil tes sudah keluar dan Ornaf sedang menunggu di ruangan nya.
valera dan Hans bangkit dari kursinya lalu melangkahkan kakinya menuju ruang pertama mereka bertemu, Ornaf menunduk penuh hormat saat sang Lady datang dengan tamunya.
" silahkan, duduk. Hasilnya sudah keluar. " ucap Ornaf kalau menyodorkan sebuah kertas satu lembar dan berlogo king dibawahnya.
valera hanya diam menatap ekspresi yang dikeluarkan oleh tamunya ini, sedangkan Hans jantungnya berdebar tak karuan ia membuka kertas itu secara perlahan lalu mengembuskan nafasnya dengan pelan.
Lagi-lagi kedua matanya berkaca-kaca saat membaca hasil tes tersebut dan bisa Valera pastikan jika hasil tes menuliskan kata cocok disana.
" dia putraku " lirih Hans dengan air mata yang keluar begitu saja tanpa permisi. Valera merasa kan jika hatinya tak menentu saat ini matanya tak menatap Hans sama sekali.
Ornaf dan juga Hans mengetahui apa yang terjadi pada perubahan hati Valera. Lalu Hans meletakkan kembali surat itu.
" jangan berfikir buruk tentang ku nona. Aku tak seburuk itu untuk mengambil George dari tangan yang sudah membesarkan nya. kau tenang saja aku tak akan memaksa. hmmm.. tapi aku tetap boleh bertemu dengannya bukan? " tandas Hans dan Valera diam saja.
__ADS_1
valera lalu menatap lelaki itu dengan sangat lekat, tak lama kemudian ia mengangguk dengan senyum tipis, Hans senang bukan main tak lama ia beranjak dari kursinya dan mohon pamit lalu Valera mempersilahkannya dengan Thomas yang mengantar sang tamu hingga pintu utama.
setelah kepergian nya Valera segera menghungi seseorang untuk mencari tahu Selak beluk keluarga George, termasuk identitas Hans Maxwell.
*****
Disisi lain dua orang wanita sedang berbincang serius, tampak dua salah satunya menjadi sangat gusar. Gloria dan Ivanita adalah teman mereka cukup dekat begitupun dengan Valera.
" jadi kau kemari hanya untuk menghindari lelaki itu ? " Picing Ivanita dan Gloria mengangguk kecil. " kenapa kau tidak meminta bantuan dengan Valera saja '' kesal Ivanita dan Gloria hanya diam saja.
" aghh kenapa aku jadi takut seperti ini " gerutu Gloria dan Ivanita hanya tertawa renyah melihat teman yang bar-bar menjadi menciut hanya karena seorang lelaki saja. Entah apa yang membuat Gloria takut akan lelaki yang bernama Alfedro bahkan Ivanita sangat penasaran.
Ivanita bukannya tidak ingin membantu hanya saja iapun tak tau apa masalah Gloria dengan lelaki berbahaya itu, Gloria tampak menatap Ivanita dengan wajah memelas nya membuat Ivanita mendengus sebal.
" kau tak ingin menjadi model lagi Gloria. bukankah itu adalah bidangmu ? " tanya Ivanita lagi dan Gloria hanya mengangguk kecil " lalu ? " Picing Ivanita
" dia.. aghh dia adalah seorang produser Ivanita. aku takut bertemu dengan nya lagi " kesal Gloria dan Ivanita hanya tertawa kecil
kedua wanita itu menghabiskan waktunya bersama dengan dengan berbincang ringan hingga tak terasa mereka menghabiskan waktu dua jam lamanya, dan ponsel Gloria berdering dengan sendirinya.
Gloria enggan mengangkat ponsel nya itu karena yang menghubunginya adalah vyan ia pasti akan marah karena Gloria meninggalkan pekerjaan nya begitu saja.
Gloria benar-benar frustasi bahkan ia mengacak-ngacak rambutnya sendiri dengan kasar, Ivanita hanya menggeleng kepalanya pelan. Sampai Gloria benar-benar sudah tak tahan karena ponselnya terus berdering tak karuan dan ia pun takut akan kemarahan kakak sepupunya itu.
Akhirnya Gloria pamit pulang terlebih dahulu dan Ivanita mengangguk mantap karena ia pun harus kembali ke apartemen miliknya, mereka keluar dari restoran itu dan menaiki mobil yang berbeda dengan jalur yang berbeda.
sedangkan di markas Zizi dan lainnya bergabung dan membentuk sebuah lingkaran besar tanpa Valera diantara mereka. Bahkan Lotus dan juga Elion ikut serta didalamnya.
" tidak buruk semuanya aman terkendali Zizi, tidak ada pergerakan musuh dari mana pun mungkin mereka tidak punya nyali " angkuh Elion dan Zizi hanya tersenyum tipis menanggapinya. " lalu bagaimana dengan kau ? " tanya Elion lagi dan Zizi hanya diam saja.
" entahlah. Tapi untuk saat ini aku akan berada di markas utama " ucap Zizi membuat semua orang menatap dirinya dengan seksama
" apa maksud dari ucapan mu ? " tanya Dave memicingkan matanya seketika karena menurut dirinya jawaban Zizi seolah-olah ia akan pergi jauh.
" tidak ada, aku hanya menjawab pertanyaan Elion saja " tenang Zizi dan Dave langsung melirik kearah Elion dan Elion hanya mengedikkan bahunya tanda tak mengerti.
semua orang mendadak menjadi diam tak bersuara dan sibuk dengan pemikiran nya masing-masing dan Zizi justru asyik meminum segelas wine miliknya.
Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari, para anak buah king kini bertukar waktu untuk menjaga keamanan markas king dari serangan musuh.
baru saja menikmati waktu bebasnya kini suara senjata api terdengar dari radius jauh, membuat sistem pada alat komputer canggih milik king berkedip tak menentu menandakan jika ada sebuah bahaya yang akan terjadi.
pada saat itu para jajaran king sedang berkumpul ria termasuk Hugo dan Zumba sedangkan dua kawanan lainnya sedang berada di kota Lyon.
" shitt.. " pekik Thomas saat melihat lampu-lampu darurat berkedip seketika, semua orang beranjak dari tempatnya dan mulai berpencar satu sama lain.
Hugo dan Zumba menaiki lantai tiga bangunan markas betugas untuk melihat serta menghalau pergerakan asing di luar sana, sedangkan Zizi dan Dave menuju pintu utama karena akan melawan mereka yang berani memasuki kawasan terlarang ini dan Thomas ia segera berlari menuju ruang kendali untuk melihat kondisi sekitar.
" siapa mereka ? " gumam Thomas saat melihat orang-orang dengan jumlah banyak mulai memasuki pelataran markas dan anak buah king yang bertugas segera memposisikan senjatanya.
DODODODOR !!
__ADS_1
suara itu seakan menjadi sambutan untuk kedua belah pihak, Elion dan Lotus ikut melawan mereka yang memiliki jumlah lumayan.
jantung Thomas berdegup kencang karena markas mulai dikepung dari segala titik, untung saja seluruh bangunan markas memiliki senjata otomatis dan Thomas segera mengaktifkannya dengan cepat.
DODODODOR !!!
DODODORDODODOR !!
alat itu berkerja dengan baik, dan Thomas memilih untuk membidik musuh yang berasal dari samping bangunan dimana Hugo dan Zumba berada di atasnya.
Zizi yang geram segera berlari menuju pintu gerbang utama begitu pun dengan Dave. Saat Zizi hendak membuka pintu suara Thomas tiba-tiba mengejutkan mereka.
" Zizi menyingkir !! mereka akan meluncurkan senjatanya " pekik Thomas dengan suara yang menggema di seluruh ruangan karena Thomas berada di ruang kendali dan tentu saja alat-alat yang bekerja otomatis seketika bekerja dengan baik.
Zizi dan Dave membelalakan matanya seketika, tanpa aba-aba Dave menarik Zizi ke samping kanan dan benar saja gerbang itu seketika meledak hebat dan serpihan nya bertebaran kemana-mana bahkan beberapa orang ikut terluka begitupun dengan Zizi dan Dave.
BLUMMM
DUARRRR
DUARRRR
" sial, mereka menghancurkan nya " geram Dave langsung beranjak dari tempatnya begitupun dengan Zizi.
DODODORDODODOR !!
jantung Zizi berdebar tak karuan saat suara itu sangat dekat dengan dirinya, ternyata Lotus menembak orang-orang yang berhasil menghindar dari serangan tadi, dan hendak menembak Zizi alhasil Lotus turun dan melancarkan aksinya.
BRAKKKKKK
suara itu membuat fokus Hugo dan Zumba terpecah dan ternyata para tikus-tikus liar itu mencoba untuk meruntuhkan dinding bangunan, entah apa tujuannya.
SHOT
JLEBBB
DODODODOR !!
AGHHH
Thomas yang melihatnya segera melumpuhkan mereka dengan satu kali tembakan beruntun yang dilakukan oleh alat canggih itu. Kini orang- orang asing itu mulai terdesak dengan cepat bahkan orang-orang mereka mulai jatuh dan gugur.
Zizi dan Dave tak memberi ampun mereka berlari dan melawan saat melihat targetnya di depan mata bahkan kini langit-langit malam seakan mencekam dengan suara senjata api yang saling bersaut-sautan layaknya peperangan.
Hugo dan Zumba memilih turun karena situasi mulai sedikit membaik, walaupun masih ada sisa para tikus-tikus yang membandel ingin menyerang markas king pada malam hari ini, mereka berdua percaya semua ini ada Thomas.
Zizi memicingkan matanya seketika saat melihat sosok yang ia kenali, lelaki itu menatap marah pada Zizi dan lainnya saat melihat anak buah yang mereka bawa berserakan dengan bebas tanpa nyawa.
Dave yang melihat Zizi diam terpaku membuat ia penasaran tak lama Hugo dan Zumba ikut bergabung walaupun suara senjata api masih terdengar riuh di luar sana, gerbang utama sudah jebol dan hancur akan tetapi anak buah king yang lainnya mampu menghalangi para musuh untuk masuk lebih jauh.
" menyingkir !! " pekik suara seolah pria dengan lantang dan tiba-tiba.
__ADS_1
DUARRRR