
Anak buah king mendorong kasar tubuh ben sampai ia berlutut karena nya, Valera menatap sinis kondisi Ben saat ini sungguh tidak terurus dengan badan yang semakin kurus bahkan pria itu di buat menganga karena tuannya dengan kondisi cukup prihatin
" Raymond " gumam Ben menatap salah satu anak buah nya
" tuan Ben, " ucap Raymond lagi
Valera masih membiarkan mereka saling sapa hal yang tak penting, bahkan Dave dan Remigio pun ikut terdiam.
" dengan siapa kau bekerja sama " ucap Valera dengan penuh penekanan tatapan matanya sangat tajam
" apa maksud mu ! " ucap Raymond bingung
" jangan berkilah padaku ! dengan siapa kau bekerja sama aku yakin seseorang tepat berada di belakang mu ! " pekik Valera
" ckckck. ternyata kau sungguh pintar " sinis Raymond membuat Valera semakin menggeram
" katakan padaku atau kau tau akibatnya " ucap Valera mengancam tapi pria itu hanya tertawa mengejek membuat Valera mengerutkan dahinya
" kau pilih beri tahu aku atau keluarga mu akan menanggung semuanya. Kau sungguh tak tahu malu datang kesini dan merusak kekacauan di wilayah ku ! aku bisa mengirim pasukan ku serta memberondong semua keluarga mu dengan senjata senjata ku saat ini juga !" pekik Valera lantang dengan nafas yang menderu membuat emosi Raymond memuncak seketika
" diam kau wanita sialan " pekik Raymond
DORRR
AGHHH
Valera menembak kaki Raymond dengan enteng dan tanpa ekspresi senyum tersungging terbit di bibirnya bahkan Ben sampai memekik kaget karena perlakuan Valera
" jangan pernah kau bermain main dengan ku Raymond, Aku tidak pernah membuat musuhku bebas begitu saja " ucap Valera dengan sinis Raymond semakin merintih kesakitan remuk sudah seluruh tubuhnya Raymond menatap nyalang kepada Valera seakan akan ia tak takut akan apa yang dihadapinya di depan sana
Valera menatap Ben tatapan bengis nya Ben yang melihat itu seketika rasa ketakutan timbul selama dirinya hingga ia mengundurkan langkahnya sedikit demi sedikit
Valera menyeringai mengerikan tatapan wanita bergelar lady itu benar benar mampu membuat orang bergidik ngeri
" ada apa dengan mu, Ben ?" ucap Valera polos tapi Ben justru menggeleng lemah " kemana keberanian mu saat ini, apa sudah hilang begitu saja ? '' tanya Valera lagi " buat dia mengaku berkerja sama dengan siapa " ucap Valera dengan penuh penekanan saat ini amarah tengah meliputi dirinya apalagi saat mengetahui para musuhnya melibatkan George seorang anak kecil yang tidak tau apa apa
Valera menatap penuh kebencian kepada Ben pria paruh baya itu hanya menatap kosong ke arah Raymond.
Remigio dan Dave hanya menikmati suasana seperti sekarang ini
" katakan Raymond kau bekerja sama dengan siapa ?" ucap Ben pasrah saat ini sontak membuat Raymond menatap tak percaya karena tuannya dengan mudah menuruti perkataan Valera tuan yang selama ini ia kenal tegas berubah menjadi pria penurut yang menyedihkan
" tidak tuan, aku akan membebaskan mu dari neraka terkutuk ini " teriak Raymond lantang membuat Valera tertawa terbahak bahak sungguh saat sang lady sudah tertawa auranya menjadi lebih dominan mengerikan Dave hanya menelan ludah nya kasar sesekali melirik Remigio yang di sampingnya
" membebaskan ? buka matamu lebar lebar sedang berada dimana kau saat ini ! sungguh lucu sudah tertangkap tapi masih bisa berharap.. ckckck buang lah semua harapan mu itu tuan Raymond " ucap Valera penuh penekanan
'' diam kau wanita sialan '' teriak Raymond lantang
" jangan pernah kau mengatai wanita ku dengan mulut kotor mu itu ! " geram Remigio dan langsung memberikan pukulan telak diwajah Raymond
BUGHHHHHH
AGHHH !!!
__ADS_1
hancur sudah kini Raymond sudah babak belur Remigio memukulnya dengan sangat kuat Valera tersenyum miring melihat kekasihnya itu
" mengerikan ! benar benar pasangan yang mengerikan. batin Dave bergidik ngeri bukan hanya Dave tapi para pengawal Remigio pun di buat melongo oleh pasangan brutal ini
" jangan membuang waktu ku ! siapa yang membantu mu, aku yakin kau tidak bertindak sendiri ? pilih lah nyawamu atau kau mati saat ini juga " ucap Valera santai
" jawab Raymond " ucap Ben datar
" aku bekerja sama dengan salah satu mafia di Jepang " ucap Raymond sembari memegang wajahnya yang sudah bebak belur Valera langsung tertawa sarkas semua orang kini melihat sang lady.
" sangat disayangkan sekali jika tidak sanggup maka jangan pernah bertindak, aku sudah tau kau berkerja sama dengan mafia Jepang sialan itu, dan sekarang kau menyeret dirimu sendiri ke lubang hitam ini " ucap Valera berjalan lalu mengambil sebuah pistol dari salah satu anak buahnya dan
DODODORDODODOR
Valera menembak tubuh Raymond dengan sangat brutal sampai ia meregang nyawa seketika semua orang tertegun dan menatap ngeri sang lady bahkan Ben memekik kaget karena salah satu orang kepercayaan nya tewas di depan matanya sendiri
" apa yang kau lakukan padanya " pekik Ben marah, ia mencoba berontak untuk menerjang Valera tapi cengkraman kuat para anak buah king membuat nya tak bisa berkutik apapun
" bersyukur lah aku tidak membunuh mu selama ini Ben, walaupun kau selalu berusaha untuk melenyapkan aku bahkan melenyapkan ayahku demi obsesi mu, dan jangan lupa seorang Valera tidak pernah melepaskan mangsa nya begitu saja dengan mudah dan untuk kau ! aku masih membutuhkan mu ! dan aku yakin para antek antek mu yang lain akan berdatangan selanjutnya setelah Raymond dari itu aku sangat menantikan nya " ucap Valera santai menatap Ben yang kini sedang emosi " hmm.. dan jangan lupa aku juga akan mendatangkan putrimu Yasmin " ucap Valera lagi
" apa yang kau lakukan terhadap putriku, dasar kau wanita iblis " pekik Ben lantang membuat Valera tersenyum miring
" maka iblis ini yang akan menghancurkan mu suatu saat nanti " ucap Valera lalu menyuruh anak buah nya untuk membawa Ben kembali ke dalam tahanan, Remigio segera mendapat ke arah kekasihnya itu yang terlihat sangat berantakan,
" bereskan semua ini, dan jangan lupa awetkan jasad nya aku berniat mengirimkan nya kepada seseorang " ucap Valera
" maksud nona " ucap Dave bingung
****
bangunan yang tak kalah megah dengan markas utama king dengan bergaya klasik yang dihuni dan dikendalikan oleh keempat pria yang berjuluk predator kini sedang aman dan tentram ya karena salah satu markas milik Valera di Orleans ini tidak ada yang mengetahuinya selain para petinggi king
entahlah apa maksud dan tujuan sang lady merahasiakan banyak tempat dari jajaran nya Valera memang orang yang sangat memperhitungkan segalanya bahkan ia mewanti wanti jika dalam jajarannya ada yang berkhianat pada dirinya
Edgar dan Matt sedang berlatih fisik untuk membuat tubuhnya tetap tegap dan atletis serta mengasah kemampuan beladiri nya, markas Valera yang diberi nama KING BLUE ini dilengkapi fasilitas lengkap di dalamnya
" ada apa dengan dirimu Hugo " tanya Zumba yang sedang memperhatikan wajah Hugo
" aku mendapat kabar bahwa nona Valera akan mengirimkan makanan lezat untuk para hewan kesayangan ku " ucap Hugo santai kini pandangannya beralih menatap Edgar dan Matt yang sedang bertarung sontak Zumba langsung menatap Hugo dengan tatapan menyelidik
" maksud mu ?" tanya Zumba lagi
" Entahlah aku pun tidak tahu pastinya, kau tahu sendiri nona Valera sedikit misterius " ucap Hugo dan zumba hanya menatap lurus ke depan perkataan Hugo yang menyebut Valera sedikit misterius di kalangan jajarannya memang benar sang lady nya sangat susah untuk di tebak
Edgar, Hugo, Matt, dan Zumba sudah sangat lama mengikuti Valera bahkan mereka di beri fasilitas yang memungkinkan oleh sang lady bahkan di beri kepercayaan untuk mengurus bisnis nya yang lain
saat mereka sedang berkumpul bersama salah satu pengawal yang menghampiri keempat predator itu
" maaf tuan, di depan ada utusan dari sang lady untuk tuan Hugo katanya " ucap pengawal itu dengan sopan dan Hugo segera beranjak dari kursinya sedangkan zumba hanya menatap kepergian Hugo dengan acuh
Hugo berjalan dengan gagah dari kejauhan ia sudah melihat ada sebuah mobil yang terparkir rapi disana dengan empat orang pria bertubuh besar disana
" tuan Hugo " ucap mereka serempak dan menunduk hormat
__ADS_1
" bawa barang itu masuk kedalam, dan kau tunjukan di mana kandang hewan kesayangan ku " ucap Hugo dengan menunduk salah satu pria disana dan mereka segera mengangkat beberapa kantong yang berisi mayat untuk santapan para buaya milik Hugo
Hugo sudah tahu dengan apa isinya ia tak heran lagi dengan nona nya jika ada musuh yang tewas pasti mayat mayat nya berakhir di kandang predator mematikan itu
Edgar dan Matt baru saja menyelesaikan latihannya m mereka berjalan untuk menghampiri Hugo dengan diikuti zumba di belakang nya mereka penasaran apa yang dikirimkan sang lady untuk Hugo
Hugo berjalan menuju markas bagian belang dengnn diikuti ketiga pria temanya, Matt mengerutkan dahinya seketika karena mereka melangkah kan kakinya ke sebuah kandang peliharaan Hugo
CEKLEK
Hugo membuka sebuah teralis disana untuk membuka pintu hewan kesayangan nya
" buka bungkusannya " ucap Hugo dan mereka dengan sigap membuka ikatan tali yang membelit di sebuah kantong yang berukuran besar seketika mata Matt Edgar dan zumba terbelalak
" mayat " gumam mereka bersama dan Hugo hanya berdecak sebal melihat reaksi ketiga temannya
tanpa basa basi lagi Hugo langsung melempar semua mayat mayat itu ke dalam kandang dan seketika para buaya itu dengan rakus mengoyak menggigit bahkan menelan bulat bulat tubuh manusia yang sudah tak bernyawa itu
Matt bergidik ngeri dibuatnya sedangkan Hugo terlihat santai
" apa terjadi sesuatu di sana ? mengapa nona Valera mengirim kan mayat mayat ini " ucap Edgar polos
" aku rasa sepertinya iya, bagaimana jika akhir pekan kita ke markas utama " ucap zumba
dan seketika mereka mengangguk setuju
*****
" terimakasih karena kalian sudah membantu ku untuk tetap memantau markas ku disini " ucap Valera menatap ke empat pria yang sangat asing diantara mereka
" sudah menjadi tugas kami ratu " ucap mereka serempak sontak membuat Dave dan semua orang menatap bingung tapi tidak dengan Remigio karena ia sudah tahu
" panggil aku nona, tidak usah memakai embel embel ratu ini bukan di Lamora " ucap Valera dengan terkekeh " mereka adalah pasukan Phoenix dari Lamora salah satu tempat dan wilayah kekuasaan ku " ucap Valera mejelaskan Dave dan Thomas saling memandang satu sama lain
" Lamora " ucap Dave megeryitkan dahinya
" sudahlah, jangan kau fikirkan terlalu rumit Dave mereka semua orang orang ku, " ucap Valera santai " dan untuk mu Dave kau akan ku kirim ke Jepang bersama dengan mereka untuk menyelidiki salah atau mafia kelas atas disana yang berkerja sama dengan Raymond kirim kepada email ku sekecil apapun informasi yang kau dapat kan disana " ucap Valera tegas dan Dave seketika mengangguk
" mungkin waktu dekat ini aku akan bertolak ke Hongkong untuk menyelidiki sendiri tentang Ben disana " ucap Valera lagi sontak membuat Remigio menatap tajam kekasihnya
" jangan ! itu terlalu berbahaya " ucap remigio yang menolak keras usul Valera
" Remi aku harus segera menuntaskan satu demi satu parasit yang akan menganggu ku di masa depan sebelum mereka berkembang biak menjadi banyak " ucap lembut Valera dengan menggenggam tangan kekar sang kekasih
" aku menghawatirkan mu " ucap remigio dengan nada cemas nya
" aku akan membawa Edgar dan Hugo bersama ku " ucap Valera lagi
" aku akan ikut " kekeh Remigio membuat Valera tersenyum simpul
" kirimkan saja salah satu anak buahmu untuk ikut bersama ku jika kau tidak percaya padaku Remi, aku sangat yakin pekerjaan mu sangat menumpuk disini " ucap valera, ya Remigio bukan orang yang lenggang akan waktu setiap waktunya selalu saja berharga akhirnya remigio memutuskan Leo untuk ikut dalam misi bersama dengan kekasihnya itu dan Valera pun tak keberatan
rasa cemas dan khawatir melingkupi dirinya walaupun Remigio tahu bahwa Valera bisa menjaga dirinya sendiri tapi entah mengapa remigio menjadi melankolis untuk kekasihnya
__ADS_1