
Mobil SUV yang dikendarai oleh Red kini mulai melaju kembali setelah satu hari satu malam mereka menginap dan beristirahat. Sebelum itu ternyata mereka telah melakukan panggilan Vidio dengan Valera untuk mengkonfirmasikan hal ini kepada sang Lady.
Weston, saat ini tujuan mereka adalah Weston, untuk mengambil aset-aset kepemilikan milik paman Yu yang asli, keempat lelaki yang ditemuinya tentu saja ikut andil dalam misi ini karena hanya mereka yang nengentahui dimana Weston berada.
" Tetap waspada dan perhatikan keadaan sekitar jangan mudah tertipu dengan kedamaian yang ada " ucap lelaki berbadan gempal yang memiliki panggilan one itu.
" Ya kami paham. " ucap white menanggapi. " tapi ngomong-ngomong dari mana kalian mendapatkan senjata dan lencana itu, maaf kemarin aku tak sengaja melihatnya " saut white santai dan one mengerutkan dahinya seketika, lalu ia menelisik wajah White dengan lekat-lekat.
" Kenapa ? apa kalian mengetahui senjata dan lencana milik ku ini " sambil memperlihatkan kearah white sontak Yellow membelalakkan matanya terkejut dan Bie ia diam saja karena tak paham. " Aku yakin kalian bertiga mengetahuinya bukan ? " ucap one terkekeh.
" Dari mana kau mendapatkan nya ? mencuri ? atau bagaimana " pekik yellow dengan mata yang menajam.
" mencuri ! ckckck analisa mu sungguh buruk " cibir Two ikut menanggapi.
" Lalu jika tidak mencuri dari mana kalian mendapatkannya ! " seru Yellow berwajah garang menatap lencana kepemilikan king. Ya lencana itu terbuat khusus dari sebuah logam mulia dan di ukir sedemikian rupa berlambang mahkota raja yang artinya king. White dan yellow saling pandang seketika. " apa mungkin kalian... " gumam white tergugu menatap tak percaya pada keempat lelaki yang ditemuinya ditempat milik paman Yu.
" Ya kami orang-orang Tuan Marcel pada saat ia masih hidup, tapi Kami berempat kini menjadi anak buah paman Yu dan ditugaskan untuk menjaga wilayah itu, tapi kami tetap saja akan menganggap tuan Marcell sebagai pemimpin kami yang sah " ucap one dengan tegas dan sontak white, Red, dan Yellow terkejut bukan main " kita satu server " cibir lelaki berbadan gempal lagi.
Bie hanya menjadi pendengar setia saja, sungguh saat ini tiba-tiba ia menguap begitu saja menandakan jika ia mengangguk, Weston ! entahlah berapa lama jarak yang harus ditempuhnya lagi.
white dan Yellow saling diam seperti sedang memikirkan sesuatu, sedangkan Red ia hanya fokus dengan kemudi setir nya dan GPS yang berada di samping kirinya untuk menunjukkan arah jalan.
Waktu terus berlalu tak terasa kini sore menyapa mereka, Red yang lelah karena mengemudi beberapa jam memutuskan untuk istirahat sejenak, begitupun yang lain. Weston tidak bisa ditempuh menggunakan kendaraan lain jika tidak memiliki wewenang seperti ladynya, mereka hanya bisa menggunakan kendaraan roda empat saja untuk tiba di daerah tersembunyi itu.
" Aku lelah, gantikan aku mengemudi " ucap Red dengan tegas tanpa mau menatap kearah orang-orang disekitarnya.
" biar aku saja " ucap lelaki yang disebut number Four itu, Red hanya bisa mengangguk setuju karena ia tak mempermasalahkan nya. Bie asyik memakan cemilan tersedia, ia justru senang karena selama perjalanan semuanya sudah terpenuhi, uang, senjata, dan kebutuhan lainnya yang digunakan dalam misi ini, tentu saja ia bersemangat dalam menjalankan tugasnya.
Mobil SUV itu kembali melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan indah yang ditumbuhi kebun-kebun seperti kebun teh disisi kanan dan kiri jalannya, pemandangan ini sungguh sejuk dan indah.
jalanan yang sedikit menanjak dan cukup terjal harus mereka lewati begitu saja, untung lelaki di panggil number four termasuk lihai dalam mengemudi. Jurang yang dalam di salah satu sisi nya menjadi nyali siapa saja yang melihatnya menciut seketika.
mereka heran siapa yang pertama kali menemukan tempat sejauh dan sedalam ini sungguh merepotkan dan melelahkan, bahkan Yellow tak berhenti menggerutu selama perjalanan karena mereka sudah menempuh perjalanan hampir berjam-jam lamanya tapi mereka belum juga tiba.
Mobil SUV itu masuk ke salah satu jalan yang sempit yang hanya bisa dilewati satu kendaraan saja, hutan ? ya ini persis seperti hutan hanya saja pepohonan tidak terlalu rimbun dan justru terdapat beberapa tanaman langka disana.
" Kita hampir sampai " ucap number four " semoga kita tak disambut dengan meriah " keluh nya lagi.
mobil terus melaju semakin dalam hingga mereka melihat jalan yang bercabang dengan tanda bahaya di papan yang ditancapkan di tengah-tengah jalan setapak itu.
" kau yakin ini jalannya " ucap Red membuka mata dari tidurnya.
__ADS_1
" Ya " saut number four.
" jangan khawatir bukan kah tempat ini menyenangkan ? " ucap number three.
" menyenangkan ? kau gila bokong ku terasa panas dan rasanya hendak meledak karena duduk di sini selama beberapa jam lamanya, dan kau bilang ini menyenangkan ? ckckck kau sakit jiwa. Ohh tuhan kenapa tuan Yu memiliki tempat sejauh ini " keluh Bie dan para lelaki itu hanya diam saat mendengar suara Bie yang berisik itu.
" tempat ini bukan milik tuan Yu, melainkan milik tuan Marcell " tegas number Two hingga ketiga anggota black road tersentak dengan perkataan number two.
" milik tuan Marcell ? " gumam Red lagi.
" Yes. Tempat ini miliknya. Aset yang sengaja disembunyikan dari siapapun termasuk dunia dan keluarga nya, aku yakin pemimpin King saat ini tak tau tentang hal ini bukan ! " ucap number one dengan terkekeh
" sepertinya kalian telah lama mengabdi dengan mendiang tuan Marcell " celetuk Yellow dan keempat lelaki asing itu hanya tersenyum tipis. " dan satu hal lagi pemimpin king saat ini tentu saja keturunan langsung tuan Marcell, kehebatan dalam kepemimpinannya tak diragukan lagi bahkan kini king semakin berjaya dan melambung tinggi " saut yellow dengan ketus.
" ya ucapan mu benar, semakin king berjaya akan kekuasaan semakin banyak musuh yang nampak " celetuk number three, dan semua orang terdiam dengan penuh kebisuan, benar apa yang dikatakan lelaki itu semakin king berjaya semakin banyak orang yang ingin menjatuhkan nya. Tiba-tiba, mobil yang mereka gunakan berhenti dan susah untuk melaju number four terus menekan pedal gas tapi nihil mobil mereka berhenti tanpa dimengerti dengan apa yang terjadi.
" sial, pasti ban mobil ini melindas sesuatu, " kesal number four.
" jebakan ? perangkap maksud mu ? " pekik Bie dan number four mengangguk tanpa ragu. " lalu bagaimana ini " kesal Bie lagi.
" kita tak punya pilihan lain selain jalan kaki " ucap number one dan semua orang hanya diam seperti tak terkejut dengan pilihan terakhir ini. " ayo kita semua harus bergegas hari mulai malam, kemasi barang-barang berharga dan lainnya jangan tinggalkan benda apapun disini " tegas one lagi.
Pada akhirnya mereka melakukan jalan kaki sebagai langkah terakhir untuk tiba disebuah bangunan tersembunyi itu, matahari mulai tenggelam dan sebuah bangunan megah mulai terlihat dengan lampu yang sangat mencolok yaitu berwarna biru tua.
terdengar suara siulan yang mencurigakan dan tak lama mereka dilempari sebuah jala layaknya seekor ikan, ketiga anggota black road terkejut begitupun dengan yang lain, mereka memberontak berusaha untuk melepaskan jalan yang membelenggu tubuhnya itu.
CEKLEK
suara selongsong senjata yang siap melepaskan peluru sialan itu terdengar di telinga mereka suasana seketika mendadak tegang dan hening bahkan Bie hanya bisa diam tak bersuara maupun bergerak, karena ia tau jika dibelakangnya terdapat beberapa orang yang mendekat.
" Angkat tangan. " tegas seorang lelaki yang tiba-tiba berada di hadapan mereka, dan sontak para orang yang terperangkap mengangkat kedua tangan nya tinggi-tinggi dengan wajah kesal. " siapa kalian ? dan bagaimana bisa kalian tiba di tempat ini " ucapnya dengan wajah datar dan nada yang penuh intimidasi.
" Slow man, ITS me. Number One " ucap one dengan penuh hati-hati karena keadaan yang malam tak mudah untuk mengenali wajah mereka.
" One ? " Picing lelaki bertubuh tegap dan bahkan wajahnya tak terlihat sedikitpun.
" yes, i'm one " ucap one lagi dan tiba-tiba lelaki itu menyalakan senter yang bisa menyorot dengan terang. Bie memejamkan matanya perlahan karena tak dapat menahan Kilauan cahaya lampu itu.
" wow ada apa kau kemari? lalu mereka " picing nya lagi menatap penuh selidik pada Bie, White, Red, dan yellow
" Akan ku jelaskan nanti " ucap number one dan lelaki itu mengangguk lalu mulai memotong jala yang membelenggu tubuh mereka satu persatu.
__ADS_1
akhirnya mereka terlepas dari jeratan yang mirip untuk menjerat ikan, Bie menatap sinis lelaki yang memegang senjata di tangan kirinya, lalu mereka mulai mengikuti langkah di lelaki itu.
" wow ini menakjubkan " gumam Bie saat ia melihat bangunan dihadapannya yang bertuliskan Weston dengan seni ukir yang sangat indah dan unik.
" letakkan barang-barang kalian disana " perintah lelaki itu menatap ketiga anggota black road dan Bie dengan selidik.
" kenapa ? " ucap Red datar dan dingin.
" turuti atau kalian tak bisa masuk ke dalam " ucap nya dan akhirnya mereka pasrah setelah number one mengangguk samar tanda untuk mematuhinya.
bangunan megah dan indah benar-benar mirip seperti negeri dongeng, sekali lagi mereka yang belum pernah ke tempat ini dibuat kagum dan takjub. Lelaki itu membawa para tamunya kesebuah ruangan yang terdapat sofa dan api unggun unik didalam nya, mereka duduk tanpa sungkan.
" jelaskan kedatangan kalian ketempat ini, dan kalian " ucap lelaki menunjuk one, two, three dan four secara serempak " sudah lama kalian tak datang kemari dan sekarang kalian justru datang secara tiba-tiba ke tempat ini, " seru lelaki itu dengan wajah datar dan dingin.
" kedatangan kami hanya ingin mengambil aset-aset asli milik tuan Yu. " ucap Red to the points. Hingga lelaki asing itu menatap tajam kearah Red.
" siapa kau berani sekali memintanya " sinis nya lagi.
" ahhh maaf menyela,mereka adalah utusan lady dari king, dan ini " tunjuk one kepada Bie " dia orang kepercayaan tuan Yu, dan kedatangan mereka memang bermaksud dengan hal itu " ucap santai Yu.
" Aku tidak percaya begitu saja " ketus nya lagi hingga Red menggebrak meja dengan keras.
BRAKKKKKK
" kau fikir kau siapa hahh ? kami datang jauh-jauh ke tempat ini hanya ingin mengambil aset yang aslinya setelah itu kami akan pergi. Ini perintah mutlak kepemimpinan kami. " tajam red dan lelaki itu menatap balas dengan tajam, white kesal dan pada akhirnya ia melakukan panggilan video kepada Valera.
sesaat panggilan mereka belum terhubung tapi white terus menghubungi sang lady hingga pada akhirnya sambungan tersebut terhubung dan menampilkan wajah sang lady yang datar.
" apa kalian tak ingat jika negara kita memiliki perbedaan waktu !! kalian menganggu waktu istirahatku. Cepat katakan jika tidak penting sebaiknya akhiri saja. " tegas sang lady hingga red, white, dan yellow menelan ludahnya kasar.
" maaf kan kami lady. Hanya saja kami telah tiba di Weston, dan orang-orang ini mempersulit kami untuk membawa aset-aset milik tuan Yu " ucap Red menejelaskan.
" tunjukkan mereka padaku. " tegas sang Lady.
kini lelaki asing yang disebut Licon itu berhadapan langsung dengan wajah sang lady, sorot mata keduanya sama-sama tajam Valera sesaat menatap lelaki itu dengan intens begitupun dengan lelaki itu.
suasana mendadak hening kala sang lady masih menatap tajam lelaki yang duduk dengan angkuh dan kini menatapnya dengan sinis, Valera tersenyum tipis.
" Aku tak tau kau siapa ! tapi mereka orang-orang ku. Mereka utusan ku, dan kau pun pasti tau kedatangan mereka kesana bukan? tak perlu aku jelaskan karena pasti kau sudah tau, beri aset-aset asli itu pada utusan ku. Ini perintah ku atas persetujuan para tetua king " ucap Valera datar dan dingin, hingga lelaki itu seakan tak peduli dengan ucapan sang Lady.
" Jika aku tak mau ! " ucapnya dengan sinis.
__ADS_1
" gampang ! pilihannya adalah mati " ucap Valera enteng hingga lelaki itu tertawa renyah mendengar perkataan Valera yang tiada artinya " ada apa ? apa ucapan ku lucu ? hehehe jangan tertawa seperti itu tuan. Siapa kau aku tak peduli yang terpenting beri saja yang mereka mau. Jika tidak kau angkat kaki dari tempat milik kakek ku " ucap Valera hingga membuat semua orang terkejut bukan main, darimana sang lady tau.
" Kau.. " geram Licon menatap Valera dan Valera hanya tersenyum lalu memutuskan panggilan Vidio tersebut secara sepihak. Semua orang mendadak diam dan bungkam setelah mendengar perkataan Valera yang diluar dugaan, bahkan one ia terkejut karena ia fikir jika Valera tak tau menahu tentang Weston sedikit pun.