
" kapan ia pergi ke Amerika " tanya Valera datar pada salah satu anak buah king yang mematai-matai Remigio dengan
satelit yang selalu on time di pusat besar milik king
" kemarin lusa lady " ucap anak buah king dengan sopan dan Valera hanya menatap datar ke arah layar monitor dimana ia sedang mengintai pergerakan para mafia Hongkong yang beberapa hari lalu sudah berada di Prancis rapi mereka belum bergerak atau melakukab tindakan yang mencurigakan tapi itu semua tak luput dari pantauan Valera dan lainnya, terutama Greta .
" baiklah, terimakasih informasinya " ucap datar Valera dan anak buah king menunduk sopan lalu ia pamit mengundurkan dirinya
pikiran Valera bercabang-cabang entah kemana ia masih sangat ingat perkataan nya sendiri kepada Remigio yang meminta bukti, Valera harus menguji cinta dari seorang Remigio
jari-jari indahnya berselancar indah di keyboard laptop milik nya ia menerima banyak Email dari Dave yang sedang berada di Hongkong bersama yang lainnya
Valera tersenyum sinis kala mendapat kabar jika mafioso dan jajaran Ben sedang kalang kabut karena kehilangan sosok kepemimpinan nya
tapi di satu sisi Valera pun harus waspada karena ia mendapat informasi jika Ben telah bergabung dengan salah satu mafioso China yang patut diperhitungkan, karena ia belum tau secara keseluruhan dan sepak terjang dari jajaran Ben yang berada di China sesuai dengan penyelidikan anak buah sang lady yang tersembunyi selama ini
Valera mendengus kesal karena Ben ternyata Banyak revisi dan mafioso nya sudah menjajal negeri China itu, berarti perjuangan nya dulu yang berambisi untuk mendapatkan ibunya benar-benar terwujud buktinya Ben hampir menyamai kedudukan sang ayah walaupun masih jauh di atas rata-rata tapi ada terselip rasa bangga kepada Ben tanaphon dan bagaimana pun juga Ben dengan kedua orang tuanya bersahabat sebelum cinta segitiga itu terjadi, tapi jika boleh ? Valera akan menyadarkan Ben agar ia bisa memahami keadaan serta kesalahan nya dimasa lalu mengingat Ben mempunyai putri tunggal uang harus ia jaga
" baiklah, aku akan pulang terlebih dahulu " gumam Valera lalu ia mulai beranjak dari kursinya
****
" apa kau yakin ? " tanya Diego kepada asisten kepercayaan nya itu
'' benar tuan, itulah informasi yang aku dapat " ucap Lucas lagi ya selama ini Diego masih menyuruh Lucas untuk mematai-matai king tapi tidak banyak yang ia dapat mengingat akses yang harus dilalui nya sangat sulit
" jadi begitu, aku pernah bertemu dengan pria asing berwajah Asia saat aku ikut sebuah pertemuan di China, apa pria itu salah satu jajarannya " ucap Diego bingung " aku pun tidak banyak mengetahui tentang pria tua itu " ucap Diego lagi
Ya kini Diego sudah tau kebusukan demi kebusukan yang dilakukan Ben selama ini dimana ia telah menghasut dan membawa pengaruh buruk pada ayahnya
Valera telah memberikan bukti yang ia simpan rapi selama ini, entah ia harus bersyukur atau tidak karena Valera ia mengetahui tentang ibunya tapi di satu sisi Diego masih marah karena Valera membunuh ayahnya dengan tragis
" baiklah, coba kau cari informasi tentang mereka, aku yakin kau masih bersih dan tak akan di curigai nanti " titah Diego dan Lucas mengangguk patuh lalu ia pamit mengundurkan dirinya
Diego masih harus mencari tahu tentang Ben tanaphon ia merasa marah kepada pria itu, tapi bagiamana pun Ben tanaphon lah yang sudah memberikan ia kehidupan yang layak setelah ayahnya tewas.
pintu ruangan kerja Diego dibuka oleh seseorang, senyum Diego mengembang seketika kala melihat siluet wanita yang dicintainya sedang tersenyum manis padanya Lavanya memeluk Diego seketika dan Diego tentu saja menyambut pelukan itu dengan hangat
Kehamilan lavanya untuk yang pertama kalinya membuat dirinya tak bisa jauh dari Diego
membuat Diego terkekeh seketika
" sayang " lembut lavanya dengan suara yang sangat sensual membuat Diego meremang seketika entah mengapa jari-jari lentik istrinya mulai nakal menggerayangi dada bidang Diego
" istri ku mulai nakal " ucap Diego dengan suara serak beratnya karena ia mulai tergoda akan sentuhan lembut lavanya
" sayang " panggil Lavanya lagi dengan suara yang semakin sensual tanpa basa-basi lagi Diego langsung melahap bibir manis Lavanya dengan sangat rakus dan Lavanya pun menyambutnya dengan senang
__ADS_1
kini Lavanya sudah mulai pandai dalam memuaskan suaminya, tangan-tangan indahnya mulai nakal dan meremas gemas rambut Diego membuat si mpunya mengerang tertahan
" aku menginginkan mu " ucap Diego dengan suara beratnya dan Lavanya mengangguk patuh, Diego segera melakukan aksinya ruangan itu menjadi saksi bisu untuk Diego dan lavanya yang sedang memadu kasih, suara erangan dan rintihan memenuhi ruangan itu Diego yang terus menggempur lavanya dengan hentakan yang kuat membuat lavanya mengerang nikmat dibawah kungkungan tubuh Diego
*****
DORR !
SHIT !
Valera mengumpat kasar entah milik siapa senjata api itu, Valera melihat ke arah kaca spion dan ternyata ada sebuah mobil SUV yang sedang mengikutinya
" siapa lagi mereka ! menyebalkan " desis Valera ia mulai menambah kecepatan laju mobilnya, senyum sinis terbit di sudut bibir Valera
DORR ! DORR !
peluru itu mengenai body mobil bagian kanan dan kiri. Valera tertawa sarkas kala melihat itu semua betapa bodohnya mereka hanya untuk bisa mengalahkan target mereka benar-benar membuang peluru nya
" tembak lah sesuka kalian " ucap Valera lagi lalu ia mulai mengambil senjata miliknya di dashboard mobil bagian depan tangannya yang lihai mulai mengkondisikan senjata serta kemudi setirnya
CHITTTT
Valera mendadak memberhentikan mobilnya hingga membuat mobil SUV itu mendadak berhenti segera spontan dan Valera mengambil keuntungan dari itu dengan cepat ia membuka kap mobil bagian atas
DORRR ! DORRRR ! DORRRRR
Valera menembakan pelurunya tepat dibagian ban serta sang supir, orang itu tewas dengan peluru yang bersarang di dahi nya, Valera tersenyum sinis
DORRR ! DORRRR !
" cihh. sudah ku beri kesempatan untuk kabur tapi kalian justru mengikuti ku lagi maka jangan salahkan aku jika kalian mati lebih cepat " desis Valera kesal sorot mata nya sangat tajam
KLEK !!
kali ini Valera mengunakan senjata dengan peluru besar seperti hantaman sebuah bom dalam satu kali tembakan
Valera terus bermain-main di jalanan hingga mobil SUV itu kewalahan untuk meladeni permainan sang lady di tambah ban mobil mereka yang mulai oleng seperti hilang keseimbangan
DOR !
" menyebalkan '' kesal Valera karena peluru itu hampir saja memecahkan kaca bagian belakang nya hingga Valera mengambil sesuatu di bawah jok kemudinya lalu ia membuka jendela bagian sampingnya dan melempar sesuatu ke arah belakang sana
DUARRRR
BLUMMMMN
DUARRRR
__ADS_1
ledakan hebat itu terjadi dalam hitungan detik membuat Valera tersenyum kecil dan tak lama suara itu mengundang pihak lainnya, Valera pergi tanpa mau menyelidiki orang-orang yang mengusiknya
dan Valera yakin orang-orang di dalam mobil itu tewas terpanggang api atau tewas karena ledakan itu, entahlah cara yang mana yang menewaskan mereka, dua-duanya sama saja mengenaskan
Valera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh lalu ia menghubungi seseorang untuk mengatasi dan mengambil rekaman CCTV di jalan X yang baru saja terjadi beberapa menit yang lalu
kini mobilnya sudah memasuki mansion keluarga harson ada beberapa pekerja yang merenovasi ulang kerusakan di kawasan luar yang di akibatkan peperangan beberapa hari yang lalu
Valera keluar dari mobil sport nya lalu ia melihat kondisi mobilnya terdapat retakan pada kaca belakang akibat peluru, Valera mengumpat orang itu dalam hati
" mamih " panggil seorang anak kecil yang berlari dan langsung memeluk berhamburan kepada Valera
" haii George " sapa ramah Valera dan tersenyum manis dan George pun membalas senyuman itu
" aku merindukan mu " ucap George lagi dan Valera terkekeh, baru saja semalam ia bertemu bahkan Valera tidur di kamar milik George
" mamih pun merindukan pria kecil yang sangat tampan ini " ucap Valera dengan suara lembutnya dan George langsung tertawa kecil lalu mereka berjalan memasuki mansion di pintu utama mereka disambut dengan sebuah hormatan kecil anak buah king dan Asnee mengekor dibelakang nya
" Asnee kau beristirahat lah, biar George bersama dengan ku " ucap Valera dan Asnee mengangguk hormat lalu ia pamit undur diri dan menuju mansion khusus di belakang yang sudah disediakan Valera
George duduk di meja makan begitupun dengan Valera, nyonya sofhia dan tuan ramius tidak terlihat di sana karena mereka sedang beristirahat di kamar pribadinya
" kau ingin memakan sesuatu ? " ucap Valera kepada George
" aku ingin meminum segelas susu saja " ucap George dan Valera langsung menyuruh salah satu maid untuk membuat kan susu untuk George, Valera lalu mengambil cemilan yang tersedia di sana dan mulai memakan nya dan George ia hanya diam sembari menunggu susu pesanannya
tak lama maid pun datang dan membawa segelas susu untuk George, tanpa basa-basi George langsung meminumnya dan Valera hanya tersenyum melihat nya
****
" Wow mengagumkan, wanita mu sungguh menakjubkan " ucap asal Dion dan sontak Remigio, akayama, Deniz, kenov serta Romeo menatap tajam kepada Dion '' ada apa ? bukankah itu hal yang bagus " ucap Dion polos dan sontak akayama melemparinya dengan puntung rokok yang masih menyala " Heii.. apa-apaan kau ini " kesal Dion lagi
" diam lah " seru Deniz yang pusing karena mendengar suara Dion seperti seorang wanita
yang sedang mengomel
" aku tidak menyangka jika nasib Esme berakhir di tangan Valera " ucap kenov dengan wajah serius nya dan semua orang kembali berwajah serius dan Dion ia hanya diam saja
" apakah seluruh ORTAXS sudah mengetahuinya ? " saut Romeo lagi
" tidak ! tapi aku yakin mereka akan mengetahui nya dengan cepat " ucap remigio
" Esme wanita itu selalu bertindak semaunya dan apa kau tau bahwa ia begitu terobsesi pada Remigio, hufft ... tapi lebih mengangumkan lagi jika ia tewas di tangan seorang Valera dibalik wajah manis nya di adalah iblis sesungguhnya " ucap akayama santai dan sontak Remigio menatap tajam pada akayama, ucapannya tidak salah Valera seorang wanita yang sangat manis tapi mempunyai sifat keji dan kejam dibaliknya ia bagaikan iblis wanita yang siap mencabut nyawa musuhnya tanpa ampun
' kau akan mendapatkan masalah yang besar remi, Valera adalah wanita mu dan kau sendiri yang mengumumkan jika ia calon istrimu dan sekarang masalah tak terduga timbul ya aku akui ini adalah kesalahan Esme yang telah berani mengusik singa yang sedang tertidur, lalu bagaimana tanggapan para ORTAXS dan Jill Edellyn mereka pasti tidak sependapat dengan kita terlebih Jill ! mereka lebih mementingkan nafsu daripada otak terutama penasehat tua itu " ucap Romeo panjang lebar dan kelima lelaki itu hanya diam serta memikirkan rencana selanjutnya
" aku akan tetap melindungi calon istriku aku tidak peduli dengan mereka karena akulah pemimpinnya, jika mereka berani menyentuh wanitaku berarti secara tidak langsung mereka mengusik ku juga dan aku sendiri yang akan menghabisi nya " desis Remigio tajam dan kenov menatap datar wajah Remigio banyak sekali pertanyaan yang muncul di otak cemerlangnya,
__ADS_1
Dion lebih memilih menuangkan wine ke dalam gelas kristalnya, dan sedikit mengacuhkan pada sahabatnya tapi hatinya begitu senang karena Esme gugur dengan cepat ya Dion sudah jengah dengan tingkah laku Esme di acara pernikahan Remigio yang secara terang-terangan menantang sang penguasa king itu artinya ia dengan sengaja membangun benteng permusuhan hanya karena seorang lelaki ! sangat konyol ?
sebagai sesama ORTAXS mereka sangat marah dengan sikap Esme secara tidak langsung nama ORTAXS pun ikut terseret begitupun dengan jajarannya dan terbukti sekarang Valera telah memindai beberapa orang yang patut ia curigai selain Esme