
PRANGGG
Valera melemparkan sebuah pas bunga berukuran sedang yang menjadi hiasan diatas meja sebagai pemanis pelampiasan amarahnya, sontak kemarahan sang lady membuat jajaran king yang berada disana gugup sekaligus.
" ohh mata-mata rupanya. Mungkin caraku terlalu halus dan terkesan lembut. '' kekeh Valera dengan senyum jahat yang terbit disudut bibirnya kala ini, entah mengapa senyuman itu terlihat lagi setelah sekian lama tak terlihat " Minta red, Grey dan Yellow untuk menyeret paman Jiro dan bawa ia ke markas utama '' tegas Valera dengan sorot mata yang bengis menatap kearah White dan Blue. Kedua anggota black road itu mengangguk dengan cepat dan segera menghubungi rekannya itu. " Mehmet..hmmm tunggu saja kedatangan diriku dan akan ku buat kau berkumpul dengan ayah mu nanti '' smirk Valera lagi.
" Lalu bagaimana dengan mata-mata dikediaman nyonya Mecca ? apa kita akan melepaskan nya begitu saja ? '' tanya Ellara penasaran.
" tidak biarkan saja terlebih dahulu itu perkara yang mudah.. Jujur aku malas jika harus kembali ke Thailand sungguh membuatku seketika sesak terlebih para polisi itu sedang terus mencari identitas milik ku. Hufttt... bahkan mereka mengambil helikopter milikku pada saat kejadian di mansion Wilson kala itu '' ucap Valera lagi dan semua orang diam mendengarkan ocehan sang lady.
Keesokan harinya, pada sore hari menjelang malam.
Remigio benar-benar datang pada saat itu juga, Valera yang sedang beristirahat dibuat terkejut karena merasakan belaian tangan seseorang yang mengelus pipi, pangkal leher serta berakhir di perutnya yang masih rata, Valera terpekik kaget karena mendapati wajah Remigio yang sedang tersenyum penuh arti tepat dihadapannya.
" re..Remi " ucap Valera tercekat dan wajah Remigio seketika kesal dan melabuhkan kecupan lembut di dahi Valera.
" prince " ucap nya dengan dingin hingga Valera menelan ludahnya kasar karena ia tak tau jika Remigio adalah prince dengan sosok lain, Valera tersenyum kikuk dan dengan cepat mencium bibir Remigio dengan lembut.
" Aku merindukan mu, sangat " ucap Valera manja dan Remigio justru membelai lembut pucuk kepala Valera dengan penuh kasih sayang.
" bagaimana keadaan mu sayang ? apa dia baik-baik saja " ucap Remigio seraya mengelus dengan gerakan perlahan pada perut sang istri dimana benih nya sedang berkembang dan tumbuh di dalam sana.
" kabar ku baik, dan ia pun sangat baik " ucap Valera dan Remigio diam dengan wajah datar tapi sebuah senyuman tipis terbit di wajah kaku miliknya kini, ia senang jika Valera baik-baik saja Remigio segera mencium bibir Valera dengan perasaan menggebu-gebu.
KRINGGG KRINGGG
ponsel milik Valera berdering dan Valera menoleh lalu menatap kearah sang suami, Remigio mengangguk dan mempersilahkan Valera untuk mengangkat panggilan tersebut.
" Ya " ucap Valera datar.
" Lady maaf menganggu... Mehmet akan pergi hari ini juga ia sedang menuju bandara, keadaan mansion nya benar-benar sepi " ucap White memberi kabar kepada Valera.
" cegah dan tangkap dia, berani sekali ia kabur dariku " ucap Valera sedikit marah.
" Kami akan berusaha untuk mencegah nya karena aku mendapatkan kabar dari penjaga mansion nya jika ia baru saja pergi satu jam sebelum kami tiba di kediamannya. " ucap White lagi.
" Jika begitu tunggu apa lagi !! " pekik Valera lantang hingga membuat white terkejut bukan main, begitupun Remigio yang sedang merebahkan tubuhnya di ranjang empuk itu. Valera dengan cepat memutuskan panggilan nya secara sepihak, nafasnya memburu tat kala mendengar berita ini.
" sayang ada apa ? " tanya Remigio heran.
" Di kabur.. Kurang ajar, " geram Valera mengepalkan tangannya dengan erat hingga kuku-kuku nya memutih.
" relaks " ucap Remigio lembut dan Valera langsung melirik kearah suaminya kini.
******
Mehmet baru saja tiba di bandara, karena ia harus pergi kesuatu tempat terlebih dahulu. penampilannya benar-benar berubah rambutnya ia cat berwarna coklat coffea hanya untuk menyamar.
__ADS_1
tak lama kemudian White tiba di bandara bersama keempat predator, zumba yang sebagai pengemudi mengendalikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, sontak mereka bergegas dan mencari keberadaan Mehmet.
" ingat baik-baik wajahnya, ada kemungkinan ia menyamar " tegas white menatap keempat predator tajam.
" ya baiklah " saut Matt lagi.
para jajaran king itu berpencar satu sama lain, mereka pun menyamar sedemikian rupa hanya untuk menutupi wajah asli mereka. Sedangkan Mehmet sedang menunggu penerbangannya satu jam lagi.
Mehmet sekali lagi menghubungi Jiro sang ayah untuk memberi tahukan tentang kepergiannya saat ini, tak lama sambungan itu terhubung.
" apa lagi ? " ucap Jiro diseberang sana dengan nada tidak sukanya.
" Aku akan pergi dari turki " ucap Mehmet dengan nada pekannya.
" kemana ? " ucap Jiro terkejut dan penasaran.
" Indonesia " ucap Mehmet dengan ragu.
" kau gila !! bahkan Indonesia pun masih dalam kekuasaan Valera, Glenn. Kau menggali lubang kubur mu sendiri. " keluh Jiro dengan nada sendunya.
" sudahlah... Aku akan memikirkannya nanti. '' saut Mehmet kesal karena mendengar perkataan sang ayah yang menyesalinya. Jiro hanya bisa diam tak ingin mengatakan lebih lanjut lagi ia pun tak tau bagaimana nasib nya nanti jika pemimpin dari king itu mengetahui semuanya. '' jika begitu aku tutup dulu, ingat kau jangan mengatakan hal ini pada siapapun ayah, aku butuh bantuan mu jika sewaktu-waktu terdesak '' ucap Mehmet lagi.
" aku tak janji " ucap paman Jiro yang memutuskan panggilannya begitu saja hingga membuat Mehmet kesal bukan main.
CEKREK
suara itu mengejutkan Mehmet begitu saja, sebuah benda menekan sempurna dibalik punggung bagian bawahnya, Mehmet termenung dan terdiam seketika.
Mehmet lagi-lagi mengangguk dan tak ingin bertindak gegabah jika ia salah langkah maka senjata itu akan benar-benar melubanginya, white menyeringai dalam diam lalu ia berhadapan dengan Mehmet manik keduanya saling menatap tajam satu sama lain, tak lama keempat anggota predator datang karena mereka menggunakan MH yang saling terhubung satu sama lain.
" Hmm ingin kabur ? " sinis Hugo menatap manik Mehmet dengan tajam
" siapa kalian ? " ucap Mehmet dengan hati-hati.
" aku akan menjawab pertanyaan mu nanti, sekarang kau sebaiknya ikuti kami dan jangan berani-berani nya melakukan tindakan lain " ancam Hugo lagi.
akhirnya Mehmet digiring oleh white dan keempat anggota predator lainnya, Mehmet tak bisa berkutik ia mengumpat dalam hati, penyamarannya sia-sia karena ia akhirnya diketahui dengan mudah.
sedangkan disisi lain, Valera sudah menunggu kedatangan white dan lainnya ia ingin sekali menghajar Mehmet karena berani kabur dan hendak melarikan diri.
" sayang vitamin mu " ucap Remigio yang datang menawarkan segelas air putih beserta vitamin yang diberikan oleh Ornaf, Valera menghela nafasnya secara perlahan dan menatap obat itu dengan malas. " jangan menolak sayang, ini demi kebaikan bersama " ucap Remigio lagi dan akhirnya Valera mengangguk patuh walaupun enggan.
Remigio tampak tersenyum dan mengelus lembut pucuk kepala Valera hingga mengelus perut Valera yang kini tempat berkembangnya janin hasil kerja keras nya.
" aku tak menyangka jika putri kita akan mempunyai adik secepat ini sayang.. Hmm aku sangat merindukan bayi mungil itu '' ucap Remigio terkekeh begitupun dengan Valera.
" apa dia baik-baik saja ? '' tanya Valera menatap manik hitam itu tapa berkedip Remigio mengangguk pasti tentunya, Athena baik-baik saja dan ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti putri kesayangannya. " aku pun merindukan nya.. ini misi ku terakhir. Setelah ini aku ingin menghabiskan waktu ku bersama dengan putri kita dan juga dirimu '' ucap Valera dan Remigio mengangguk serta tersenyum manis.
__ADS_1
" Mari kita hidup bahagia sayang '' ucap lirih Remigio dengan memeluk tubuh Valera dari samping.
Pasangan suami istri itu tak mempedulikan keadaan sekitar dimana Ellara,Ornaf, Dave, Blue dan juga Elion berada di sana mereka bagaikan patung tak bernyawa.
Kelima jajaran king itu hanya bisa menundukkan pandangannya karena malu, ingin pergi dari sana pun tak bisa, alhasil mereka seakan menutup telinga saat mendengar kata-kata romantis dari dua penguasa itu.
" ohh maaf lady '' kejut seseorang saat melihat Valera dan Remigio berciuman ringan hingga membuat pasangan suami istri itu menoleh langsung kearah sumber suara. Edgar ? Valera melihat kearah Lelaki itu '' sungguh aku telah lancang. Maafkan aku lady dan maafkan aku tuan Remigio '' kikuk Edgar.
" kalian sudah datang ? bawa masuk lelaki itu '' ucap Valera tegas dan Edgar mengangguk patuh, Valera berusaha menetralkan detak jantungnya saat ini, ia meruntuki kebodohannya karena bermesraan di hadapan para orang-orang nya, Remigio tersenyum tipis saat melihat raut wajah tak biasa dari istrinya.
Tak lama white membawa masuk seorang lelaki yang telah terborgol bersama dengan keempat predator, Valera menatap tajam pada lelaki berwajah oriental itu.
Lelaki itu dipaksa duduk dengan berlutut di lantai marmer yang dingin, tentu saja perkataan white membuat Mehmet menolak seketika.
BUGHHHHHH
AGHHH
Mehmet tersungkur saat tendangan maut White mengenai punggungnya hingga lelaki itu merintih kesakitan, Valera terkekeh melihat nya.
" kita berjumpa lagi bung '' sapa Valera tepat berada dihadapan Mehmet yang kini sedang menatapnya tajam, " lupa dengan ku ? kita bertemu beberapa malam yang lalu di golden bar " jelas Valera dan Mehmet diam saja, tentu saja ia ingat dan sangat jelas mengingatnya. '' aku rasa kau tak lupa bukan ? '' ucap Valera lagi.
" apa mau mu ! '' ucap Mehmet tajam.
" mau ku ? tentu saja mengadili dirimu '' ucap valera polos.
" apa maksud mu !! " sentak Mehmet merasa tak terima.
DUAKKK
AGHHH
" jangan sekali-kali kau menaikkan suaramu dihadapan istriku !! dasar manusia sampah " ucap Remigio dengan penuh penekanan walaupun ia bersikap santai melakukannya.
Mehmet lagi-lagi harus menerima pukulan telak dari Remigio yang menghantam wajah nya, sepatu pentopel dari kulit buaya dengan edisi terbatas mendarat mulus di wajahnya, hingga wajah Mehmet memerah dan sedikit lecet.
" sialan kalian semua !! " teriak Mehmet lagi dengan lantang.
Valera tersenyum sinis melihat itu semua, ini kali pertama Mehmet berhadapan langsung dengan dua penguasa dunia, dirinya tak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti ini.
Valera menyuruh White untuk memasukkan Mehmet ke sebuah ruangan dengan pengawasan ketat, White mengangguk patuh, Mehmet telah berhasil ditemukan itu artinya sang lady akan kembali ke Prancis secepatnya.
Tapi sebelum Valera dan lainnya kembali, ia memutuskan untuk pergi berlibur satu hari lagi sembari untuk membeli oleh-oleh atau buah tangan untuk orang-orang disayang nya termasuk para jajarannya yang berada disini.
*******
*abaikan tipo-tipo yang bertebaran di mana-mana ๐, maklum owe bukan manusia yang sempurna ๐.
__ADS_1
Mendekati episode-episode terakhir yah readers ๐ owee sedih deh karena novel ini akan tamat.
owee akan lanjut di season kedua yahh readers ku, jangan lupa dukung owe terus yahh โค๏ธโค๏ธ*