Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Pergerakan sang Lady.


__ADS_3

Thomas saat ini sedang duduk berhadapan dengan Asyur dan juga Aranna yang berada di samping kakaknya, mata tajam Asyur menatap tajam Thomas tanpa berkedip tapi itu semua tak membuat Thomas gugup atau takut sekalipun, sedangkan Aranna ia hanya menundukkan wajahnya karena merasa takut dengan jari-jari tangannya yang saling bertautan.


" Apa kau tau kenapa aku menghubungimu untuk bertemu dengan ku dan juga adikku. " tanya tajam Asyur.


" Tidak. Itulah kenapa aku datang dan menerima panggilan mu tuan Asyur. " ucap tenang Thomas dan Asyur hanya terkekeh mendengar ucapan Thomas serta sikapnya yang tenang tanpa mau terkecoh.


Thomas menatap Aranna yang hanya tertunduk tanpa mau menatap kearah nya maupun menatap kearah kakaknya, Lalu manik Thomas menatap kearah Asyur yang menyerahkan amplop berwarna coklat dengan logo sebuah ruang sakit ternama.


Thomas bisa menebak isinya apa, senyum tipis mengembang disudut bibirnya, Lalu tangannya mulai membuka amplop itu dan membaca sebuah selembar surat dengan teliti dan cermat.


Matanya menatap tajam saat melihat hasil dari surat tersebut, Dan Asyur ia sudah menatap Thomas dengan tatapan membunuhnya sedangkan Aranna ia gugup sekaligus takut akan akhirnya nanti.


" Aku akan bertanggung jawab tuan Asyur, bagaimana pun bayi itu tak bersalah biarkan aku melakukan tanggung jawab ku sebagai seorang pria yang sudah merusak kehormatan seorang wanita sekaligus sebagai seorang ayah " ucap Thomas dengan mantap dan tegas.


" Hahahaha '' tawa Asyur Dutton menggelegar seketika ia tergelitik dengan ucapan Thomas yang tanpa beban itu, tapi harus Asyur akui jika Thomas sungguh berani mengambil langkah ini tanpa mau memikirkan nya terlebih dahulu. " bicaralah Aranna " dingin Asyur dan Aranna kembali menatap Kakak nya.


Aranna mengumpulkan keberaniannya untuk berbicara dengan Thomas, ia menghela nafasnya secara perlahan dan mulai menatap Thomas.


'' maaf Thomas ini hasil perbuatan kita satu bulan yang lalu, benih mu tumbuh dalam rahimku. Aku tidak mau memaksa kehendak mu karena sedari awal akulah yang memaksa dirimu agar kau mau menolong ku waktu itu. Jika kau terpaksa menikahi ku karena sebuah kesalahan lebih baik jangan lakukan itu, aku tidak ingin membuatmu tertekan dan aku bisa membesarkan dan merawat bayi ini sampai ia lahir nanti. " ucap Aranna berkata dengan jelas dan lantang hingga membuat mata Thomas terbelalak lebar karena terkejut akan perkataan Aranna sedangkan Asyur ia menatap heran pada adik perempuannya itu.


" Aranna apa kau sudah gila ? atas dasar apa kau mengatakan hal itu padaku. Apa karena aku ini miskin ? kau takut aku tak bisa menghidupi mu dan anak kita, kau takut aku tak mampu menjadi seorang suami serta menjadi seorang ayah ? '' ucap Thomas tak habis fikir sedangkan Asyur menarik sudut bibirnya sesaat.


" bukan begitu maksud ku Thomas " sendu Aranna tapi Thomas mengangkat tangannya keatas tanda Aranna untuk berhenti berbicara.


" jangan konyol Aranna, aku pria yang teguh akan tanggung jawab. Aku akan menikahi mu dan menjadikan mu satu-satunya istri serta ibu dari anak-anak ku kelak. Tapi maaf jika nanti pesta pernikahan kita tak semewah yang kau bayangkan. Kau tau aku siapa bukan, aku bukan pria berkuasa seperti kakak mu tuan Asyur Dutton. Aku hanya aku diriku sendiri, bukan orang lain " ucap Thomas menatap lekat-lekat wajah Aranna.


" Thomas " ucap Aranna karena ia tak menyangka jika lelaki asing yang tidur dengannya dulu Berani berkata tegas tanpa ada keraguan di hatinya sedikitpun.


" Apa kau mau menikah dengan ku ? " tanya Thomas melembut menatap Aranna dan Aranna matanya justru berkaca-kaca. Thomas adalah lelaki kedua yang dekat dengannya dan begitu perduli seperti kakak nya sendiri.


" Kakak apa kakak merestui pernikahan ku dengan Thomas jika aku menerima pernikahan ini dapat menerima Thomas menjadi suamiku serta bagian dari keluarga kita. ? '' tanya Aranna menatap kearah Kakaknya.


" tentu saja Ara, aku tak akan membiarkan anakmu lahir tanpa seorang ayah nantinya. " ucap Asyur dan Aranna tersenyum manis lalu memeluk kakaknya dengan perasaan senang. " Lalu kapan pernikahan itu berlangsung ? " ucap Asyur lagi.


" Aku akan berusaha secepat mungkin tuan, Dan aku akan membicarakan hal ini pada Lady ku terlebih dahulu aku yakin ia setuju hanya saja aku tak ingin membebaninya " ucap Thomas hingga membuat Asyur penasaran bukan main.


" apa yang terjadi ? " ucap Asyur sedikit cemas.


" Maaf tuan Asyur aku tak bisa mengatakan hal jelas dan detailnya karena kau bukan bagian dari king, " ucap Thomas sopan dan Asyur hanya mengangguk paham.

__ADS_1


" baiklah, aku harap masalah yang sedang kalian alami cepat selesai dan kau bisa menikahi adikku setelan misi mu selesai Thomas " ucap Asyur pengertian dan Thomas mengangguk mantap.


akhirnya Aranna senang bukan main, walaupun tak ada cinta diantara mereka akan tetapi Aranna yakin jika Thomas akan mencintainya suatu saat nanti, dan Aranna tak menutup kemungkinan jika ia tak cinta mengingat Thomas pria bertanggung jawab ditambah parasnya yang cukup tampan membuat Aranna tersenyum dalam diam ketika ia mengingat malam percintaan panas itu, dimana Thomas dengan gagah mengungkung tubuh Aranna yang mungil dalam kendalinya.


******


Hari ini adalah keberangkatan Brandon bersama dengan K dan juga dua orang anggota black road yang menawarkan diri untuk ikut dalam misi, Valera memberikan ijin untuk mereka menjemput Alland dan dibekali beberapa senjata yang memadai, Valera juga mewanti-wanti agar para orang-orangnya tetap berhati-hati karena India bukan wilayah kekuasaannya.


" Berhati-hati lah kalian, pulanglah dengan selamat dan bawa Alland kembali. Tetap waspada dan hati-hati daerah sana adalah daerah primitif. Kalian semua orang asing jadi sebisa mungkin saling membantu jika sesuatu hal terjadi. " ucap tegas Valera dan keempat orang itu mengangguk mantap. " Brandon tetap aktifkan GPS milikmu agar aku bisa mengetahui jika kalian semua baik-baik saja " ucap Valera lagi.


" jangan khawatir lady, aku akan mengingat pesan mu. " ucap Brandon dan Valera mengangguk mantap.


siang ini kepergian Brandon dan lainnya di antar oleh pasukan Black road menuju bandara pribadi milik sang Lady, mereka akan menggunakan pesawat khusus untuk para jajaran king menjalankan misi-misinya.


Dave tentu saja sudah memasukkan sinyal milik Brandon maupun K ke dalam laptop milik nya untuk berjaga-jaga agar kejadian yang tak diinginkan bisa ia tangani dengan cepat, bahkan Dave pun sudah mengirim pasukan bantuan yang akan membantu mereka dalam bertugas.


Disisi lain pun Dave merasa lega karena Gloria Sudah mau bekerja di perusahaan Harson Crop's bersama dengan Vyan sang kakak sepupu nya, Jadi Dave masih bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan juga kekasih.


Valera berencana untuk mengunjugi Lamora bersama dengan beberapa jajarannya, Dave memilih untuk ikut bersama dengan sang Lady begitupun dengan Edgar dan Hugo. Sedangkan sisanya tetap diam di tempat dan melakukan persiagaan serta tetap waspada.


Kini Valera sedang berdiskusi dengan tiga orang petinggi king, Mereka terlihat pembicaraan yang sangat serius. Wajah Valera benar-benar datar tanpa ekspresi.


" kemungkinan malam ini Edgar, " ucap Valera dengan sedikit ragu " Wanita itu pasti tetap mengincar Lamora. Tidak akan ku biarkan " desis Valera lagi.


" sebenarnya siapa wanita yang kau maksud itu nona ? " tanya Dave penasaran karena semenjak Gold mansion di serang tiba-tiba ia merasa bingung dengan wanita yang bernama Utera.


" dia hanya musuh masa lalu Dave. " ucap Valera singkat dan datar. " wanita itu bukan berasal dari sini, akupun tak tau pastinya ia berasal dari mana jika dilihat dari cara berpakaian nya,hmmm ia terlihat seperti mirip ratu Cleopatra pada jaman dulu. " kekeh Valera terlihat mengingat jika Utera berdandan ala kuno pada jaman Mesir dulu.


" apakah ia berasal dari pendalaman ? " celetuk Edgar.


" kemungkinan besar nya ya tapi aku tak bisa memastikan lebih jauh lagi, wanita itu cukup pandai menyembunyikan identitas dirinya. " lanjut Valera lagi dan ketiga lelaki itu hanya menyimak dalam pembicaraan. " kalian tau berat rasanya harus meninggalkan bayiku untuk sebuah tugas seperti ini yang harus cepat aku selesaikan. " ucap Valera sedikit mengeluh, fikirannya sekarang menuju pada si bayi Athena.


" Jika begitu bagaimana jika kami yang menjalankan nya ? " tanya Dave.


'' tidak bisa Dave. " ucap Valera menggeleng dengan cepat " kalian tidak bisa pergi ke Lamora tanpa aku. Dan aku pun tak mau terjadi sesuatu hal kepada kalian. " ucap tegas Valera.


" Lalu L bagaimana bisa ia bertemu dengan wanita itu lady ? " ucap Hugo merasa penasaran.


" Itulah yang membuatku penasaran hingga saat ini, L ia berada di Lamora tapi bagaimana bisa dia bertemu dengan Utera " ucap Valera terlihat memicingkan matanya karena bingung. " apa jangan-jangan Utera mengunjugi Lamora tanpa sepengatahuan ku ? " ucap Valera lagi bergumam " Lalu bagaimana dengan sistem yang berada di sana? " ucap Valera bingung.

__ADS_1


" Apakah ada sesuatu hal yang terlewatkan ? " ucap Dave lagi dan Valera terlihat berfikir lebih dalam dan lebih jauh mengenai kematian L yang mengenaskan itu.


Valera tak bisa berfikir jernih karena Masalah ini cukup rumit, Utera lawan yang licik dan lincah dan Valera yang sebagai seorang Lady mengakui jika Utera lawan yang cukup sulit.


*****


Malam harinya Valera telah bersiap untuk pergi menuju Lamora, awal nya Remigio tak menginjinkan dan memilih untuk ikut tapi Valera mengatakan tidak. Athena sendiri dan hanya dijaga oleh nenek dan kakeknya walaupun Valera telah menempatkan beberapa orang-orang handal tapi tetap saja Valera merasa tak nyaman meninggalkan Athena begitu saja.


" Baiklah, sepertinya aku harus banyak mengalah dengan mu sweatheart, Jaga dirimu dan pulanglah dengan selamat. Aku menunggu kepulangan mu " ucap Remigio dengan memeluk erat tubuh Valera dan valera membalasnya tak kalah erat.


" aku tau. Ini hanya sebentar Remi, aku harus mematikan sesuatu disana " ucap Valera dan Remigio mengangguk paham.


mobil berjenis turbo telah menunggu kedatangan sang Lady, Dave Hugo dan Edgar telah menunggu sang lady di luar mansion. Beberapa menit kemudian sang Lady akhirnya datang dengan membawa sebuah tas ransel berukuran sedang yang entah apa isinya.


Remigio terlihat mengecup dahi Valera dengan lembut, untuk melepaskan kepergian wanitanya sekaligus ibu dari anak nya itu.


" Aku pergi Remi " ucap Valera dan Remigio mengangguk patuh.


" Hati-hati " ucap remigio lagi dan Valera memberikan senyuman manisnya.


Mobil berjenis turbo berwarna hitam itu telah siap pergi membawa para penumpangnya untuk tiba disebuah tujuan. Dave bertugas yang mengemudikan mobil tersebut sedangkan Vera fokus pada layar tabletnya.


perjalanan terasa sunyi dan sepi karena Lamora melewati hutan yang rimbun dan jauh dari jangkauan penduduk. Edgar dan Hugo yang baru saja melewati jalanan ini sungguh terasa asing, di peta wilayah kekuasaan king kawasan dan jalanan menuju Lamora sangat terlarang bahkan dilingkari titik merah sebagai zona yang sangat berbahaya.


Edgar dan Hugo sama-sama menajamkan matanya seketika sedangkan Dave ia tampak tenang tak begitu perduli dengan jalanan yang mereka lalui.


hampir empat jam mereka melakukan perjalan dan Dave sudah cukup cepat mengemudikan laju mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Hingga jalan setapak pun mereka lewati dengan baik.


pada saat mobil turbo itu hendak berbelok ke arah kanan, Dave di kejutkan oleh beberapa pria berseragam dan bersenjata lengkap yang menodongkan semacam senjata meriam kearah mobil turbo itu.


Valera mendengus kesal karena ia lupa tak memberi tahu kedatangan nya terlebih dahulu dan sistem pemindaian sang ratu tak terdeteksi sedikit pun. Valera membuka kaca mobil nya dengan cepat dan seketika orang-orang itu menurunkan senjatanya dan menunduk hormat penuh rasa bersalah karena telah berani mengacungkan senjata di hadapan sang ratu.


" minggir " pekik Valera lantang dan seketika orang-orang itu membuka jalan dengan cepat bahkan gerbang otomatis terbuka dengan sendirinya.


Dave segera melajukan mobil nya dan masuk kedalam secara otomatis pintu gerbang hitam itu tertutup dengan sendirinya, Valera melihat pergerakan orang-orang tadi melalui kaca spion disisi nya.


perlu waktu sekitar beberapa menit untuk sampai mansion Lamora, Tak butuh lama sebuah mansion yang berbetuk layaknya kastil megah dan mewah nampak terlihat dipandangan mata, suasana malam terasa indah saat melihat lampu-lampu yang menerangi mansion Lamora.


Edgar dan Hugo sama-sama terpukau dengan mansion yang layaknya sebuah istana modern, beberapa orang-orang disana berhamburan tak tentu arah untuk menyambut kedatangan tamunya.

__ADS_1


saat Valera turun dari mobil yang menampilkan wajah datar dan dinginnya seketika para pasukan Phoenix tingkat satu hingga tingkat tiga menunduk penuh rasa hormat. Dan seorang pria gagah yang usia nya tak muda lagi berlari dan menyambut kedatangan ratunya yang di agungkan itu.


__ADS_2