
CLETAK
AGHHH
Valera merenggut paksa benda kecil yang terdapat dibelakang telinga Chaiden, lalu ia tersenyum samar sembari memperhatikan benda itu, Dave dan Thomas pun ikut melihat benda berwarna hitam yang berada di tangan nona nya
" alat pelacak mu baru saja aktif, setelah sekian lama kau ku tawan dan pada akhirnya kau mengaktifkan benda ini ?" ucap Valera kesal tapi detik kemudian Chaiden tersenyum simpul tanpa arti sembari menatap lekat lekat wajah Valera
" hmm bisa dibilang begitu " ucap Chaiden acuh dan Valera hanya menatap sinis Chaiden lalu ia keluar dari ruangan yang dihuni oleh Chaiden serta di ikuti oleh Dave dan Thomas
Valera berjalan menuju ruang kerja nya lalu ia merusak alat pelacak itu dengan mesin khusus dan seketika alat itu hancur lebur menjadi serbuk bubuk tak berfungsi, ia menyuruh Dave dan Thomas keruangan miliknya dan tidak lama mereka sudah berada di ruangan milik nona nya
" mereka sudah tahu bahwa dia disini kemungkinan mereka sedang merencanakan sesuatu tapi mereka tidak tahu jika seluruh bangunan ini mempunyai sistem keamanan yang sangat tinggi, mereka hanya mengantarkan nyawanya secara cuma cuma, menyebalkan " gerutu Valera tanpa henti Dave dan Thomas hanya mendengar saja " aku yakin George sudah mereka tandai, dimana Asnee aku ingin tugasnya ia lakukan mulai esok hari " tegas Valera
" aku akan memberi tahukan kabar ini kepada Asnee, " ucap Thomas dengan sopan lalu ia mengundurkan dirinya untuk menemui Asnee
sedangkan Dave masih setia berdiri dan mendengarkan titah dari nonanya
" lalu apa yang akan kita lakukan Nona, mengingat mereka sudah mengetahui letak ke baradaan tuan Chaiden markas kita " ucap Dave bersuara
" hanya orang bodoh yang ingin melakukan penyerangan di markas besar king, berarti mereka memilih mati " seringai Valera mengerikan tentu saja membuat Dave merinding seketika " biarkan mereka melakukan semestinya, itu akan memancing Aldebaran untuk turun tangan " ucap santai Valera dan dave hanya mengangguk pasrah
Tak lama Thomas dan Asnee sudah memasuki ruangan milik nona nya Valera dan Dave saling pandang tanpa arti.
Asnee yang kini luka nya sudah membaik siap menerima tugas selanjutnya
" Asnee apa kau mau menjaga anak ku, dalam segala kegiatan nya di luar sana " ucap Valera dengan tatapan datar
'' saya siap melaksanakan nya Nona, kapan saya akan mulai bekerja " ucap Asnee dengan antusias nya dan Valera hanya tersenyum samar
'' besok George sudah mulai bersekolah, dan hari ini kau ikut dengan ku ke rumah utama " ucap Valera lagi dan Asnee mengangguk pasti
keheningan melanda sesaat di antara mereka Valera masih sibuk dengan fikirannya dan rencana selanjutnya sedangkan Dave seperti sudah mempersiapkan diri untuk misi selanjutnya dan Thomas masih saja diam tanpa mengetahui apa yang terjadi dan tak lama ponsel milik Valera berbunyi dan sebuah pesan masuk dalam ponselnya raut wajah Valera jadi ceria seketika membuat Thomas yang memperhatikannya menatap bingung
" Aku akan makan siang bersama dengan Remigio, Asnee kau ikut dengan ku sekarang juga, dave kau tetap kerjakan pekerjaan mu dan jangan lupa aktifkan semua senjata otomatis yang mengelilingi markas ini dan kau Thomas awasi pergerakan yang mencurigakan disekitar markas sampai jarak 2 km " ucap Valera yang tegas dan mereka pun menunduk hormat dan patuh
Valera segera melangkahkan kaki nya keluar dan yang lainnya mengekor dibelakang.
Dave dan Thomas segera menjalankan perintah dari nona nya sedangkan Asnee mengikuti langkah Valera,
kini Asnee dapat merasakan sebuah mobil mewah dengan Valera, ia sangat terkagum kagum dengan berbagai macam koleksi mobil mewah milik nona nya mengingat saat Valera berkunjung ke markas sudah tiga kali ia berganti mobil.
" Asnee kau bisa mengemudi ? '' tanya Valera kepada Asnee dan Asnee mengangguk cepat
" tolong kau kemudikan mobilnya " titah Valera dan Asnee segera mengambil kunci mobil yang Valera sodorkan
" nona benar benar kaya raya, interior didalam mobil nya saja sudah sangat mewah bagaimana dengan mansion nya. batin Asnee
__ADS_1
valera yang melihat Asnee terkagum hanya tersenyum tipis, kini mobil mewah itu sudah melaju membelah jalanan indah Prancis, Asnee mengemudikan dengan sangat hati hati dan terkesan santai
Valera memberikan sebuah arah jalan dari layar tablet yang keluar dari sisi dasboard mobilnya, untuk menuju ke restoran x tentu saja Asnee menurut dan segera melajukan mobilnya dengan menaikan pedal gas nya
sekitar 40 menit mengemudi kini mereka telah sampai di restoran ternama dan terkenal sangat mewah, Asnee sampai menelan ludahnya melihat betapa mewahnya restoran yang akan dikunjungi oleh nona nya
" Asnee ikut aku " titah Valera dan Asnee dengan cepat mengikuti perintah nona nya restoran itu sangat ramai akan pengunjung mengingat ini jam maka siang tentu saja banyak orang yang akan datang kemari hanya untuk sekedar makan siang dengan harga yang tinggi dalam satu menu nya
Valera segera mencari keberadaan Remigio disana, karena Remigio sudah menunggu kedatangannya bersama dua orang asinten pribadinya
seseorang lelaki dengan tidak sebagus menabrak Valera sampai ia terjatuh dengan cepat Asnee menolong nonanya
" nona kau tidak apa apa?" tanya Asnee khawatirkan ia langsung menatap tajam sang penabrak " anda sungguh tidak melihat keberadaan nona kami tuan,sehingga kau menabraknya " ucap Asnee membantu Valera berdiri
" maafkan saya nona, saya tidak sengaja " ucap pria itu dengan sungguh sungguh dan betapa ia terkejut saat melihat siapa wanita yang ia tabrak tanpa sengaja " nona Valera ?" ucap pria itu terkejut dan seketika Valera menatap wajah pria yang memanggil namanya
wajah pria tampan khas timur tengah sedang berdiri dan tersenyum menatapnya sesaat Valera terkesima akan ketampanan pria ini, tapi sesaat ia sadar akan lamunannya
" maaf, ohh tuan Asyur " ucap Valera yang teringat pria dihadapannya ini yang pada waktu lalu berdansa di acara tahunan keluarga harson
" maafkan saya nona, saya tidak sengaja " ucap Asyur sembari memegang bahu Valera, sontak membuat Valera terkejut
" ahh iya tidak apa apa " ucap Valera yang kikuk akan sentuhan tangan Asyur
" sweatheart " ucap suara bariton pria yang sangat Valera kenal, sontak Valera melihat kearah Remigio yang kini wajahnya sudah memerah menahan api cemburu ntah sejak kapan Remigio berada disana Asyur yang kaget langsung menurunkan tangannya di bahu Valera sedangkan Asnee hanya diam saja
" maaf Remi tadi dia tidak sengaja menabrak ku, jadi aku terlambat menemui mu " jelas Valera dengan tenang dan Asyur hanya tersenyum simpul penuh arti membuat Remigio menyipitkan matanya dan menatap tajam lelaki berwajah timur tengah dihadapan nya ini
" tidak apa apa sweatheart, sebaiknya ayo kita segera makan siang, maaf tuan kami permisi " ucap remigio dengan nada yang sangat tegas membuat Valera hanya diam tanpa bersuara lalu pergi meninggalkan Asyur yang sedang tersenyum manis padanya.
Asnee segera mengekor dibelakang nonanya kini mereka sudah menuju sebuah meja yang terdapat dia orang pria yang sedang menunggu disana, Remigio langsung menarik kursi untuk kekasihnya tetapi raut wajahnya memerah membuat Leo dan James heran
Remigio segera memesan beberapa menu ajakan untuk makan siang nya siang ini, wajah yang tadinya ceria seketika menjadi wajah sedingin es tanpa berbicara membuat Valera merasa aneh dan heran
" Remi " ucap Valera yang memanggil lembut remigio, dan Remigio seketika menoleh ke arah Valera dengan sorot mata yang tajam " kau kenapa ?" ucap Valera dengan suara pelannya
" aku tidak apa apa " ucap remigio dengan datar dan dingin membuat orang orang disampingnya bingung
" kau jangan salah paham tentang apa yang kau lihat ...'' ucapan Valera terpotong karena Remigio langsung menjawab nya tanpa mendengar penjelasan yang lebih dari nya
" aku tidak akan salah paham " ucap remigio yang memotong perkataan Valera membuat Valera mengerutkan dahinya " kau hanya diam saat pria itu menyentuh mu seperti tadi " ucap dingin Remigio
" hanya karena itu ? bahkan aku pun sangat terkejut saat dia menyentuh bahu ku seperti tadi, " jelas Valera lagi yang terus menatap Remigio yang masih diam dengan tatapan tajam nya
" kau kenapa kau tidak menepis nya " ucap remigio lagi
" remi ini tempat umum aku tidak mungkin melakukan hal gila dengan apa yang kau maksud " jelas Valera yang mulai terpancing emosi nya karena sikap Remigio yang menurutnya berlebihan
__ADS_1
James Leo dan Asnee yang mendengar perdebatan dingin itu hanya diam menunduk tanpa mau berbicara mereka sangat paham akan sifat dan sikap majikan nya, tak lama beberapa pelayan menyajikan hidangan yang sudah Remigio pesan
" makan lah Asnee jangan sungkan " ucap remigio dengan nada bersahabatnya membuat Asnee menunduk hormat, Valera yang hanya diam saja tanpa mau berkata lain lagi lalu dia dengan asal mengambil hidangan yang tersedia didepan matanya lalu dia melahap makanan nya secara kasar membuat James dan Leo menjadi sedikit takut karena kekasih dari tuannya Sudah mulai menunjukan taring nya dan Remigio hanya berfokus pada hidangan dan memakan nya secara elegan
Asnee pun segera memakan makanan nya dengan rapi karena perutnya pun sudah memulai keroncongan ia lebih baik makan dengan dengan baik walaupun atmosfer disekitar nya berubah menjadi dingin
valera masih saja memakan makanan nya dengan kasar dan meneguk air putih beberapa kali secara cepat tapi saat Valera akan memakan nya lagi rasa gatal dan sesak mulai menjalar di tubuhnya bahkan kini ia mulai terasa pusing lalu ia melihat piring miliknya dan berapa terkejutnya saat dia melihat butiran kacang yang bercampur dengan minyak wijen seketika ia menghempaskan sendok nya begitu saja membuat keempat pria itu terlonjak kaget
" kau ingin membunuh ku " ucap dingin Valera yang menatap Remigio, serketika Remigio panik melihat kulit kekasihnya yang sudah memerah seperti ruam lalu ia mencoba menyentuh nya tapi dengan kasar Valera menepis tangan remigio
" sweatheart, ada apa dengan kulit mu " ucap remigio yang panik tapi Valera hanya tersenyum sinis menanggapi ketidak tahuan Remigio
" jangan berpura pura lupa Remi, kau sengaja memesan makanan yang mengandung kacang seperti ini kau ingin membunuhku " ucap Valera dengan suara penuh penekanan dan sesak mulai sangat terasa, Remigio seketika terkejut ia sungguh lupa akan makanan yang saat dihindari kekasihnya Valera mencoba mengatur nafasnya agar lebih normal lalu meneguk sampai tandas minuman miliknya
" sweatheart , sungguh aku lupa aku minta maaf ayo kita ke dokter " ucap remigio yang tak kalah panik ketika melihat ruam merah semakin menjadi di kulit kekasihnya, ketiga pria lain menatap penuh kecemasan kepada Valera bahkan Asnee sampai memberi minuman miliknya kepada valera dan untungnya Valera tidak menolak bahkan dia meminum nya sampai tandas
" Asnee ayo kita pulang " ucap Valera datar dan langsung beranjak dari kursinya tapi Remigio menahan tangannya dan memohon maaf kepada kekasihnya tapi Valera yang keras kepala masih tetap dengan pendiriannya ia menghempaskan lagi tangan Remigio secara kasar lalu pergi begitu saja dan Asnee pun berpamitan dengan tergesa gesa lalu mengikuti langkah nonanya yang sangat kasar tidak perduli dengan tatapan aneh dari pengunjung lainnya
sedangkan Remigio begitu tampak frustasi bahkan ia lupa akan hal sekecil ini, leo dan James hanya saling memandang satu sama lain,
" kenapa aku harus lupa " ucap remigio frustasi " ini semua gara gara pria sialan itu " geram Remigio dengan suara tertahan. leo cepat kau bayar aku akan mengikuti mobil Valera dan kalian segeralah ke perusahan
Leo segera membayar bil yang sudah tersedia dan remigio lalu menyusul Valera dengan sangat cepat
Remigio terus membututi kemana mobil Valera berhenti dan akhirnya Valera berhenti di sebuah rumah sakit ternama dengan cepat Remigio menyusul Valera, Asnee yang terkejut akan kehadiran Remigio hanya Manatap bingung tapi tidak dengan Valera ia sudah mengetahui jika remigio mengikutinya
" sweatheart, maafkan aku ! sungguh aku lupa aku tidak bermaksud seperti itu " ucap remigio yang tak henti hentinya meminta maaf pada Valera
" Remi bisakah kau diam, aku akan masuk dan memeriksa kan kondisiku kau tunggu lah disini dengan Asnee " ucap Valera dan akhirnya remigio mengalah dan menuruti perkataan Valera
setelah tiga puluh menit berlalu akhirnya Valera keluar dari ruangan itu, Remigio segera menghampiri Valera dan memeluk tubuh nya dengan erat lalu mengecup singkat pucuk kepala
" maafkan aku " bisik Remigio lirih dan Valera pun tersenyum manis menanggapiya, lalu Remigio mengecup singkat bibir Valera hanya sebuah kecupan tanpa ada gairah didalamya
Asnee yang melihat adegan mesra itu cepat cepat memalingkan wajahnya ke arah lain,
Remigio mengantar Valera pulang bersama dengan mobil miliknya sedangkan Asnee mengikuti nya dari belakang
Remigio langsung menggenggam tangan Valera sampai mereka menuju mobil, Remigio mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang karena ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama sang kekasih Valera hanya tersenyum samar melihat tingkah Remigio yang menurutnya sangat berlebihan
" kau tahu aku sangat mencintaimu, tidak akan kubiarkan pria manapun merebut mu dari ku, kau hanya milikku " ucap remigio yang terus menggenggam tangan Valera dan menciumnya disana " sweatheart, beberapa Minggu lagi pernikahan Romeo dan Audy akan dilaksanakan kau harus datang bersama ku, tapi sebelum itu kita akan menuju Amerika untuk menemui kedua orang tua ku, ini adalah bukti keseriusan ku pada mu " ucap remigio bersungguh sungguh, jantung Valera berdebar sangat hebat itu artinya Remigio akan segera melamarnya
" baiklah, " ucap Valera tanpa ragu dan remigio membalasnya dengan tersenyum pada akhirnya mereka telah sampai dikediaman utama keluarga harson, tapi Remigio tidak membiarkan Valera turun begitu saja ia langsung mencium bibir Valera dengan sangat rakus hingga Valera memekik karena terkejut Remigio semakin memperdalam ciumannya yang penuh gairah dengan lidah yang saling membelit satu sama lain, tanpa sadar Valera mendesah pelan membuat Remigio semakin menerobos masuk dengan lidah hangat nya Mengabsen setiap rongga mulut Valera dengan lidahnya yang begitu lihai Valera pun menyambut ciumannya gairah itu sampai akhirnya mereka melepaskan ciumannya untuk mengambil pemasokan udara karena nafas keduanya yang tersengal, lalu Remigio mencium kembali Valera tapi kali ini ciumannya sangat lembut membuat Valera terlena tanpa sadar Valera melenguh membuat Remigio semakin menggila dan tangannya mulai berani menggerayangi dua buah gunung kembar yang tegak sempurna sedari tadi, remigio memijatnya bahkan meremasnya dengan gemas dan lagi lagi Valera melenguh nikmat
" remi, jangan disini " ucap Valera yang mengehentikan kegiatan nya, lalu Remigio tersenyum dan merapikan kembali pakaian kekasihnya lalu mengecup singkat dahi Valera
" aku akan menunggu waktu itu Valera " ucap remigio dengan suara sensualnya dan Valera mengangguk lalu pamit keluar dan masuk kedalam rumahnya bersama dengan Asnee yang sedari tadi menunggu nona nya
__ADS_1