
kini mereka telah sampai disebuah dermaga yang terbilang tersembunyi dan terkesan sepi, Zizi mengedarkan pandangannya kesegala sisi ia tak tau ini berada dimana Elion dan lainnya segera merangkak naik ke daratan, salah satu pasukan Damballa membantu Lotus untuk berdiri
satu buah bus berukuran kecil berwarna hitam tiba-tiba datang Zizi makin waspada tapi tidak dengan Elion ia terlihat tenang
" jangan cemas mereka orang-orang ku " ucap Elion dan Zizi diam saja " cepatlah naik, kita harus segera sampai disana " ucap Elion lagi
para pasukan Damballa segera memasuki mini bus tersebut begitu dengan Lotus, Zizi serta Elion, bus mini itu melaju dengan kecepatan sedang
dalam perjalanan Zizi terlihat diam seperti sedang mengamati wilayah sekitar sedangkan Lotus ia lebih memilih untuk memejamkan matanya
Elion dan Zizi sudah memutuskan untuk bertolak ke Prancis pada esok lusa, dan untuk Robbin tentu saja mereka sudah mengetahui rencana yang ROLADEX lakukan melalui alat penyadap di tubuh Robbin
hingga dua jam berlalu kini mereka telah sampai disebuah rumah kayu bertingkat dua terlihat ada sepasang paruh baya disana Elion memberi salam kepada mereka begitupun dengan Lotus dan Zizi bahkan para pasukan Damballa pun ikut memberi salam kepada sepasang paruh baya itu
" masuklah, dan beristirahat lah dilantai atas " seru wanita paruh baya itu
" terimakasih bibi Zou " ucap Elion tersenyum dan wanita paruh baya itu tersenyum kemudian
Elion mempersilahkan semuanya untuk beristirahat termasuk Zizi dan iapun mengangguk karena esok lusa mereka akan berangkat menuju Prancis
waktu menunjukkan pukul tujuh malam dimana mereka sedang melakukan acara makan malamnya Zizi merasa nyaman dengan situasi seperti ini sedangkan Lotus ia diam saja sedari tadi
setelah selesai Elion memutuskan untuk berkumpul diruang keluarga yang tidak terlalu luas, mereka saling bungkam dan diam menunggu pembicaraan selanjutnya
" siapa mereka Elion ? " tanya Zizi dengan datar
" ROLADEX " ucap singkat Elion sontak membuat Zizi terkejut ROLADEX dari mana mereka tau tempat singgah milik Elion
" bagaimana bisa ? " cicit Zizi lagi
" mudah ! kau ingat saat kita menurunkan Robbin, pada saat itu juga seseorang mengikuti kita tapi aku tak menyangka jika mereka secepat ini akan menyerang " santai Elion
" lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ? " raya Lotus membuka suara
" menunggu perintah dari nona ! " ucap Elion lagi dan Zizi mengangguk " lagipula kita sudah mendengar pembicaraan Robbin bersama dengan journey dan Edrall rencana mereka sungguh mudah ditebak " ucap Elion lagi " tapi mereka belum menyadari siapa king sesungguhnya " lanjut Elion lagi
" kau benar, tapi mereka berencana untuk membunuh tuan Remigio " ucap Zizi lagi dan Elion mengangguk pasti
" ya kau benar mereka berambisi untuk membunuh tuan Remigio karena masalah masalah masa lalu, tapi kau tenang saja ini wilayahnya kita pun hanya memantau pergerakan dari tuan Remigio, lalu aku dengar mansion Journey hancur tak tersisa " sahut Elion dan sontak Lotus serta Zizi terkejut
" apa ada kaitannya dengan tuan Remigio ? " tanya polos Lotus dan Elion mengangguk cepat
" baiklah aku mengerti, kita akan bergerak jika terdesak itulah yang dikatakan nona kepadaku, tapi jangan sampai tuan Remigio tahu identitas kita " ucap Zizi lagi dan keduanya mengangguk mantap
" waktu kita tak banyak, besok kita akan bergerak dengan perlahan dan memantau pergerakan dari Robbin dan Journey " jelas Elion lagi " untuk mu Lotus kau tidak bisa mengikuti misi kali ini karena kondisimu, aku akan pergi bersama dengan Zizi ! kau tak keberatan kan " tanya Elion lagi
'' baiklah aku mengerti good luck " sahut Lotus dan keduanya mengangguk mantap
****
kini Valera George dan Dave mendatangi kediaman milik Diandra yang berada di Prancis kedatangannya disambut hangat sang pemilik rumah bahkan Malvin dan George langsung berlari menuju lantai dua karena ada sebuah ruangan bermain
__ADS_1
Diandra mempersilahkan tamunya duduk dan ia segera ke dapur untuk membuat sesuatu untuk para tamunya
" silahkan diminum " lembut Diandra dan Valera tersenyum manis sedangkan Dave hanya diam saja tapi tatapan matanya tidak dingin dan datar Valera menyadari hal itu
" hmm baiklah kedatangan ku kemari karena memenuhi undangan mu Diandra " ucap Valera dan Diandra mengangguk " apa kau ingin tahu mengenai nama Macky ? " tanya Valera dan Diandra mengangguk antusias bahkan jantungnya berdebar kencang sesaat Valera tersenyum tapi senyuman itu hilang dan raut wajah Valera menjadi sangat sendu
Valera menyodorkan sebuah photo seorang lelaki dan wanita Diandra menerima nya dan melihat photo itu seksama matanya membulat sempurna bahkan tangannya pun ikut bergetar dan lidahnya berubah menjadi kelu bahkan mata beningnya berembun dan siap menumpahkan isi nya, Valera diam saja dan menatap wajah Diandra seksama
" Macky " lirih Diandra dan airmatanya seketika jatuh dengan derasnya " apa hubungan kalian dengan nya " tanya Diandra lagi dengan suara tercekat , Valera mengembuskan nafasnya secara perlahan karena ia yakin Macky tidak pernah menceritakan tentang jati dirinya termasuk dengan dunia mafia nya, sesaat Valera bingung harus menjelaskan nya seperti apa
" apa yang kau ketahui tentang nya ? " tanya Valera datar
" dia seorang pria yang baik dan penuh akan tanggung jawab " ucap Diandra lagi lirih
" lalu kau meninggalkan nya ? " tanya Valera membuat tubuh Diandra bergetar seketika kilasan masa lalu teringat kembali,
" A..aku memang salah akan hal itu, tapi aku mempunyai alasan mengapa aku pergi meninggalkan dirinya " ucap Diandra lagi dengan suara bergetar bahkan Valera bisa melihat penyesalan dari sorot mata Diandra dan Dave tentu saja ia hanya diam dan mendengar seluruh kenyataan dimasa lalu " pertemukan aku dengan nya " ucap Diandra sembari menatap lekat-lekat wajah Valera " aku ingin bertemu dengan nya " pinta Diandra lagi dengan memohon
" tapi sayangnya Macky sudah tiada " ucap Valera langsung dan tatapannya beralih kearah lain ia tak sanggup melihat Diandra yang semakin terluka, dan benar saja Diandra langsung terdiam sesaat
" apa maksud mu " ucap Diandra bingung
" Macky tidak lagi berada di dunia ini " ucap Valera dengan suara tercekat bahkan airmatanya siap tumpah dan menyapu pipi mulusnya itu
" tidak.. itu tidak mungkin pasti kalian berbohong, bagaimana bisa ? aku yakin kalian berbohong " ucap Diandra yang tak percaya tapi Valera diam saja " bahkan Malvin belum sempat bertemu dengan ayahnya " Isak Diandra lagi semakin pilu
" tenanglah Diandra ! akan ku ceritakan kepadamu jika kau mau mendengarkanya " ucap Valera tenang
" sebelumya aku meminta maaf karena terlambat menyadari keberadaan kalian bahkan dengan keberadaan putramu... aku yakin Macky tidak pernah menceritakan tentang jati dirinya kepadamu bukan, begitupun sebaliknya Macky tidak pernah menceritakan seorang wanita kepada kami bahkan kau sekalipun ? " ucap Valera dan Diandra mengangguk saja " aku bisa memahami kesedihan mu Diandra dan akupun sama seperti mu akulah orang yang paling bersedih akan kehilangan sosok seperti dirinya.. Macky telah ku anggap sebagai sosok kakak, sahabat dalam hidupku bahkan ia orang yang paling setia dan selalu berada di sisi ku setiap saat " ucap Valera dengan tatapan nya beralih ke luar jendela dan Diandra diam sembari mencerna setiap ucapan Valera " ya Macky tewas tepatnya ia sengaja dibunuh " ucap Valera dan sontak Diandra terkejut bahkan menatap tak percaya " aku lalai saat itu, akupun tak tau jika pihak musuh berkamuflase bahkan ada beberapa orang yang berkhianat disana " terang Valera
" apa maksud mu aku tak mengerti " bingung Diandra
" dengan kan ini baik-baik ! aku bukan orang baik aku seorang mafia, begitupun dengan Macky dan Dave yang tepat berada di sampingku " ucap Valera tegas lagi-lagi Diandra terkejut bahkan jantungnya terasa berhenti berdetak, kenyataan apa lagi yang ia terima setelah kabar jika macky tewas dan kini ia dikejutkan lagi bahwa Macky seorang mafia
" mafia ? penjahat ? " lirih Diandra dan Valera hanya tersenyum tipis
" buang jauh-jauh fikiran burukmu tentang mafia ! kami tidak seperti yang kau fikirkan, kami memiliki kode etik dan peraturan tersendiri ! aku tak perduli jika kau berfikir lain tentang kami, aku hanya memberi tahumu " ucap Valera datar dan Diandra diam saja
" lalu ? " lanjut Diandra
" hal apa yang ingin kau dengar ? " tanya Valera menatap dingin kearah Diandra
" kematian Macky " lirih Diandra dan Valera tersenyum tipis
" cinta segitiga apalagi, " kekeh Valera dan Diandra semakin bingung dengan sikap Valera '' apa kau tau siapa yang membunuhnya ? " ucap Valera dan Diandra menggeleng tidak tahu
" Chaiden ! dialah orang yang memberikan racun kedalaman minuman saat acara kakak ku berlangsung, tanpa sengaja Macky meminum minuman itu awalnya ayahku lah yang ingin ia bunuh tapi perhitungan nya melesat , dan saat Chaiden tau jika Macky yang menjadi korban itu ia semakin tertawa puas " ucap Valera dan Diandra seketika langsung syok kepalanya mendadak pusing seketika,
" Anda tidak apa-apa nona ? " tanya Dave dan Diandra diam saja sungguh pernyataan tentang macky membuat ia terkejut, apalagi ketika ia mendengar lelaki yang membuatnya seperti diberkas lalu harus bagaimana ia menceritakan tentang macky kepada Malvin ia sangat tau putranya sangat ingin bertemu dengan ayahnya tapi takdir tidak berpihak kepadanya bahkan Macky tidak tahu jika Diandra sedang mengandung kala itu
" mom " seru seorang pria kecil membuat Diandra terkejut dengan cepat ia menghapus air matanya, ternyata George pun turut berada disana
__ADS_1
" Malvin " seru Diandra mencoba untuk tersenyum dan Malvin segera menghampiri Diandra dan George ia duduk disamping Dave
" kau menangis ? " tanya Malvin menyelidik tapi Diandra dengan cepat menggeleng " apa yang membuat mu menangis ? " tanya Malvin lagi dan Diandra hanya diam sembari menatap wajah putranya itu dan Valera yang melihat itu hanya tersenyum karena Malvin begitu mirip dengan mendiang Macky ayah biologisnya
" tidak ada sayang " ucap Diandra tersenyum lalu ia melirik kearah Valera dan Valera hanya tersenyum tipis, Diandra begitu tak menyangka dengan kenyataan yang baru ia ketahui dimana lelaki yang dulu menolongnya hingga membuat Diandra jatuh cinta dan macky menerima Diandra tanpa syarat, karena cinta lah yang membuat mereka bersatu tapi tidak dengan takdir
*****
DODODORDODODOR !!!
Remigio dan para pasukannya menyerang dan mengepung mansion milik Kendrick, para anak buah yang berjaga dibuat kalang kabut karena serangan tiba-tiba pada malam hari, sebelum nya Kendrick sudah diberi ultimatum oleh para kawanan nya agar waspada karena Remigio berada di Amerika tapi ia tak menyangka jika akan diserang secepat ini
" Habisi mereka !! " ucap remigio berapi-api dan kini ia memegang senjata dikedua tangannya ia membidik para anak buah Kendrick dengan ganas
DODODODOR !!
para anak buah Kendrick melakukan perlawanan dari sisi kanan nya, Remigio tersenyum sinis kala melihat itu tapi ia tak perduli fikirannya saat ini adalah Kendrick ia harus segera menemuinya agar Kendrick tak lolos seperti Journey
DODODORDODODOR !!
anak buah Kendrick semakin gencar untuk melakukan serangan balik dan anak buah Remigio pun melakukan hal yang sama walaupun diantara nya ada yang gugur
" KENDRICK " teriak Remigio lantang bahkan urat-urat wajahnya menonjol seketika
DORRR
AGHHH
entah dari mana datangnya Kendrick sudah berada dibelakang Remigio dan ia menembak bahu Remigio, Remigio mengeryitkan dahinya seketika rasa sakit mulai menjalar di bahunya nafasnya memburu kala melihat siluet orang yang dicarinya
" satu kosong " smirk Kendrick
DORR
AGHHH
Remigio terkejut kala Kendrick ditembak oleh seorang wanita tepat dibagian punggungnya, Kendrick langsung tersungkur ke lantai dengan posisi tengkurap bahkan Remigio dibuat terkejut dengan kedatangan wanita asing tiba-tiba
suara letusan senjata masih saja terdengar syahdu ditelinga, para anak buah Kendrick dengan Remigio masih saling baku serang tapi anak buah Kendrick semakin terpojok dan mereka terlihat tak siap dengan gempuran yang tiba-tiba
wanita itu tersenyum tipis dan menatap Remigio tapi Remigio diam saja seolah tengah menerka-nerka wanita yang berpakaian hitam dengan rambut dikuncir satu keatas tak lama seorang lelaki menghampiri wanita itu dan membisik kan sesuatu tak lama mereka pergi meninggalkan Remigio tanpa sepatah kata pun
para anak buah Kendrick sudah tergelatak tak bernyawa kini mansion itu sudah berlumuran darah dan bau amis mulai menyengat
Remigio memerintahkan para anak buahnya untuk pergi ke luar mansion karena deru baling-baling helipad Sudah terdengar dan siap membumi hanguskan mansion milik Kendrick
DUARRRR
BLUMMM
DODODORDODODOR !
__ADS_1