
" kenapa kau memakai topeng seperti itu ? apa wajahmu buruk rupa ? " tanya polos Valera dengan gaya bak wanita lugu, wanita bertopeng itu diam saja lalu ia berjalan dan mulai memutari Valera
Valera yang melihat gerak-gerik itu tak membuat kesiagaan nya berkurang ia justru tersenyum maut, wanita bertopeng itu seperti sedang menatap Valera lekat-lekat seperti seorang mangsa yang siap terkam
BUGHHHHHH
AGHHH
" nona " teriak Dave dan Thomas seketika, Valera tersentak kala tendangan dari belakang yang mengenai punggung nya terjadi tiba-tiba wanita bertopeng itu tertawa puas Valera bangkit dan kini sorot matanya sangat tajam jiwa iblis nya bangkit seketika kala melihat sang lawan terlihat begitu agresif melawannya
Valera membalik kan tubuhnya dan tersenyum penuh arti lalu ia dengan santai merenggangkan seluruh otot-otot tubuhnya
DODODODOR !!!
Dave dan Thomas menyelesaikan para penyusup nya yang lain, wanita bertopeng itu terlihat sangat marah dan murka
" berani sekali kalian melakukannya ! " teriak wanita itu lagi Valera terdiam seketika kala mendengar teriakan melengking yang sangat dikenalnya
" ohh hahahaha ternyata itu kau ! wow ada apa kau tutupi wajah mu " tanya Valera lagi mengejek " apa kau sungguh buruk rupa " ejek Valera lagi semakin membuat wanita bertopeng itu geram
" DIAM KAU WANITA SIALAN " pekik nya lantang membuat api amarah Valera bangkit dan mulai membara
" KAU LAH WANITA SIALAN ITU BIANCA !! " ucap Valera lantang sontak perkataan Valera membuat wanita itu terkejut lalu detik kemudian ia tertawa lebar membuat Valera acuh seketika
" ternyata kau masih mengenal suara ku dengan baik " ucap Bianca mengejek dan Valera hanya diam saja menatap wanita yang berubah sembilan puluh derajat itu
Valera mulai menelisik setiap tubuh Bianca Valera bisa merasakan kini Bianca menjadi wanita tangguh, Valera tersenyum kemudian
Dave dan Thomas saling pandang satu sama lain
" hanya sampah ! " ucap Valera lagi
" dasar wanita sialan ! " pekik lantang Bianca Valera berjalan mendekat kearah Bianca kini aura Valera sudah mulai menghitam
" ada apa dengan mu ? kau berubah ? " tanya Valera lagi polos lalu dengan kasar Valera membuka topeng itu hingga Bianca tersentak
Valera tertawa puas kini ia bisa melihat wajah Bianca dengan jelas tanpa harus tertutup seperti tadi, Bianca tertegun seketika
" lancang " pekik Bianca kini ia mulai menyerang Valera dan Valera menyambut setiap gerakan baru bianca
amarah dan emosi kini sudah melingkupi dirinya Valera tahu jika Bianca tidak bisa mengendalikan amarahnya sendiri yang akan menjadi Boomerang dimasa depan
tak
tak
tak
suara hills milik Valera terdengar ngilu disana Dave dan Thomas hanya bisa melihat nonanya bertarung seperti itu, sedangkan anak buahnya yang lain mulai menyingkirkan para mayat yang tergelatak
BUGHHHHHH
AGHHH
'' terlalu lemah ! dan beraninya kau menantang ku " sinis Valera kala memberi pukulan pada tulang bahu milik Bianca
Bianca meringis dan menahan rasa ngilu di tubuhnya, matanya menyorot kebencian yang begitu mendalam
Bianca mulai menyerang lagi dengan begitu keras tapi perhitungan nya salah, wanita yang bergelar lady itu menguasai berbagai ilmu bela diri sia-sia jika Bianca ingin mengalahkan nya
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
" uhukkk " Bianca memuntahkan cairan kental berwana merah itu
__ADS_1
" dasar wanita sialan tak tau malu datang-datang kau membuat keributan dimarkas ku " teriak Valera lantang lalu dengan langkah cepat Valera menghampiri Bianca dan
GREPPP
" AGHHH lepaskan " erang Bianca kala rambutnya dijambak dan ditarik secara kasar oleh Valera, Bianca berusaha melepaskan cengkraman dari tangan Valera sembari menahan rasa sakit yang sedang dirasakan nya
" lepaskan ? apa kau sedang memohon padaku ! " pekik Valera geram kini dirinya menyeret kasar Bianca hingga tubuhnya pun ikut terseret, Bianca mengerang dan merintih
" lepaskan .. dasar wanita sialan ! aku bilang lepaskan " teriaknya lagi kini matanya sudah memerah dan wajahnya pun ikut memerah Valera yang melihat itu langsung tertawa seketika, sungguh suara tawa Valera bagaikan melodi kematian yang siap menunggu
DUAKKK
AGHHH
Valera menghantamkan kepala Bianca ke pijakan bumi hingga ia merintih kesakitan, Dave dan Thomas yang melihat itu langsung tertegun dan merinding seketika sungguh nona nya bagaikan malaikat maut jika seperti itu
" aku prihatin pada wanita itu " ucap Thomas tanpa sadar membuat Dave mengalihkan pandangannya kepada adik dari Macky itu
" prihatin ? " ulang Dave lagi dan Thomas hanya mengangguk tanpa sadar
BUGHHHHHH
Bianca menarik kaki Valera hingga ia terjatuh dan terjerambab ke bawah, Bianca mulai bangkit walau rasa sakit ia rasakan saat ini kepalanya berdenyut hebat serta pelipisnya mulai mengeluarkan darah akibat benturan kuat dari Valera
Bianca berdiri dan mendekat kearah Valera tapi dengan sigap Valera menerjang hingga Bianca terjatuh lagi
" menyusahkan ! " gerutu valera lagi, " kau salah memilih lawan Bianca ! kau akan merasakan apa yang namanya penderitaan " lantang Valera membaut Bianca tertegun seketika
DORR
AGHHH
" nona " pekik Dave dan Thomas, Bianca menembak dan itu mengenai paha kanan valera
" hahaha jangan terlalu mimpi aku tak selemah itu " ucap bianca lemah Valera meringis menahan nyeri dibagian pangkal pahanya darah segar mulai mengalir deras hingga mata kakinya Dave segera menghampiri nonanya
DUAKKK
BRAKKKKKK
" AGHHH " erang Bianca lagi ia semakin merasakan kesakitan yang luar biasa teryata tendangan dari wanita yang bergelar lady itu tak main-main
Valera lagi-lagi menambak dengan sangat keras hingga urat-urat tangannya timbul seketika, Bianca terlihat memejamkan matanya karena kesakitan
" katakan padaku apa yang membuat mu datang kemari " tanya Valera garang, Bianca masih bungkam kepalanya sungguh berdenyut hebat " katakan " teriak Valera lagi
PLAKKK
Valera menampar pipi Bianca hingga wajah itu terhuyung kesamping mata Bianca terlihat mulai menyayu, ia tak mengira jika akan merasakan sakit yang luar biasa
saat ia dilatih untuk menjadi wanita tangguh ia tak pernah mengalami tindakan seperti ini,
" kau menawan ayah dan kedua kakak ku " ucap Bianca lagi membuat Valera tersenyum
" lalu ? apa kau ingin menjadi tawanan ku berikutnya ? " dingin Valera lagi dan
cuihhh
Bianca meludah tepat kehadapan Valera, lagi-lagi seluruh anak buah king terkejut dengan sikap berani Bianca kepada sang lady, kini amarah Valera tak terbendung lagi sedari tadi ia cukup Manahan ego nya untuk tidak menembak mati Bianca tapi lihat kini ia semakin tak tau malu
KRAKKKK
AGHHH
Bianca teriak histeris kala satu kakinya dipatahkan secara sengaja oleh Valera, bianca meraung kesakitan hingga air matanya jatuh
__ADS_1
" Sudah cukup aku berbaik hati padamu ! tapi kau " teriak Valera menggelegar " kau sungguh lancang " pekik Valera lagi " katakan kepadaku kematian seperti apa yang kau inginkan, dengan senang hati aku akan mengabulkan nya " dingin Valera dengan nada seperti seorang psikopat bahkan nada dan intonasinya persis seperti wanita tak waras Bianca yang melihat perubahan drastis Valera seketika ketakutan dan gemetaran
Bianca mencoba bangkit dan menahan semua rasa sakit dalam tubuhnya, Valera yang melihat raut ketakutan Bianca seketika tertawa menakutkan
" hoo... apa kalian lihat wajahnya ? sungguh lucu ! " ucap Valera terkekeh '' lalu kemana keberanian mu tadi, kau dengan lancang mendatangi markas ku dengan para sampah yang kau bawa " geram Valera tajam Bianca hanya diam dan menatap dalam diri Valera
banyak sekali yang Bianca fikirkan tentang sosok Valera ini, wajah cantiknya seakan menjadi kedok kekejaman nya. Seorang wanita yang bergelar lady ini benar-benar menyeramkan jika jiwa iblis nya dipancing sedemikian rupa
" nona tenanglah biar aku yang mengurus wanita ini, kaki mu terluka dan harus segera diobati " ucap Dave tenang dan berhati-hati karena ia tahu Valera sedang tidak baik-baik saja
" aku sendiri yang akan menebas kepalanya ! '' ucap Valera dan lagi-lagi membuat semua orang tertegun bahkan Bianca terlihat gemetaran
kepala ? kenapa sosok lady ini sangat suka menebas kepala musuhnya ? seakan itu menjadi rutinitas dari setiap pertempuran nya
" nona sebaiknya kita cari orang yang berada dibelakang dia, aku yakin wanita itu berubah karena pengaruh seseorang ditambah wanita itu tau letak markas kita Nona " ucap Dave lagi dengan tenang seketika Valera menatap Dave dengan seksama Dave yang ditatap seperti itu seketika gugup dan jantungnya ikut berdebar dengan cepat
" baiklah kali ini aku melepaskan mangsa ku dengan mudah, tapi tidak lain kali Dave dan tapi jika dia berulah maka jangan halangi aku untuk memiliki kepalanya " tegas Valera dan Dave mengangguk pasti
Valera menatap tajam kearah Bianca yang sedari tadi diam tak berkutik bahkan darah yang keluar dari mulutnya sudah mulai mengering
" pergilah sekarang juga atau tidak sama sekali " ucap Valera dingin " bereskan semua nya, dan kau Dave kau tau apa yang harus kau lakukan " tanya Valera tanpa menatap kearah Dave
" saya paham nona " ucap tegas Dave dan Valera mengangguk samar lalu Valera melenggang pergi meninggalkan semua nya
****
" apa bagaimana bisa " pekik seorang lelaki kepada salah satu anak buahnya
" itu semua benar tuan, nona Bianca pergi pada pagi buta dengan membawa beberapa orang untuk menuju markas king tuan " ucap nya sopan dan seketika lelaki yang dipanggil tuan menggeram dan teramat marah karena sikap gegabah yang Bianca ambil
dasar wanita tak tau diatur kau menyusahkan ! untuk apa kau datang ke markas king kau seperti mengantarkan nyawamu secara suka rela . batin lelaki itu
BRUKKKK
dua orang pria yang sedang berada di sebuah ruangan terlonjak keget kala mendengar suara yang keras dengan cepat mereka keluar dan melihat apa yang terjadi
seketika mata mereka terbelalak lebar kala melihat kondisi Bianca yang cukup mengenaskan dengan rambut yang berantakan serta pakaian yang kotor dan darah yang mulai mengering, dan tunggu Bianca menyeret satu kakinya dengan susah payah
" apa yang terjadi ? " ucapnya datar tapi Bianca langsung duduk terkulai
" A..aku akan membunuhnya.. su...atu saat nan..ti " ucap Bianca dengan suara tercekat-cekat membuat lelaki yang menolongnya bingung seketika
" siapa yang kau maksud ? " dingin pria itu
" tentu saja wanita sialan itu " ucap lirih Bianca
PRANGGG
lelaki itu menendang guci yang terpajang di sudut ruangan yang mewah disana bahkan Bianca terlonjak kaget dibuatnya nafas lelaki itu terdengar menderu tak karuan
" tak akan kubiarkan kau menyentuhnya ! " pekik lelaki itu lagi membuat Bianca terkekeh seketika
" tapi sayang aku telah membuat satu peluru ku bersarang di kakinya " smirk Bianca membuat lelaki itu marah dan menggelap " AGHHH .. le..paskan Asyur " erang Bianca kesakitan karena kepalanya sudah menjadi bagian dari keganasan Valera dan sekarang lelaki itu mencengkram dan menjambak ditempat yang sama
" Sudah aku peringatkan untuk tidak menyentuh wanita ku ! tapi sepertinya ancaman ku tak membuat mu takut " geram pria itu, yang pria itu adalah Asyur seorang lelaki berwajah timur tengah seorang lelaki yang penuh dengan misteri
" sadarlah Asyur dia iblis yang kejam tidakkah kau lihat kondisi ku saat ini ! ini semua ulah wanita sialan itu dia yang membuat diriku seperti ini bahkan ia mematahkan kaki ku dengan mudah ! kau tidak pantas mencintai wanita sialan sepertinya " pekik Bianca marah
PLAKKK
Asyur menampar pipi Bianca hingga ia pingsan seketika, bahkan anak buah Asyur yang melihat itu hanya bisa diam tak berani membantu
nafas Asyur memburu seketika kala mendengar jika Bianca menembak Valera dengan sengaja betapa ia marah dan murka
" bawa ia dan panggil dokter aku tak ingin dia mati di mansion ku " tegas Asyur lalu memanggang pergi menuju kamar pribadinya
__ADS_1
Bianca dibopong oleh salah satu anak buah Asyur dan seseorang memanggil dokter seperti yang tuannya katakan, Asyur menatap lekat Poto Valera yang terpampang dan terpanjang indah di ruangan pribadinya jangan tanya dari mana ia dapat itu semua, karena bagi Asyur itu hal yang mudah mengingat pria berwajah timur tengah itu adalah pria berkuasa yang kekuasaannya masih sangat tertutup dan samgat misterius