Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Shott 2


__ADS_3

pagi telah menyambut matahari sudah timbul dan bertengger ditempatnya, mata indah itu perlahan-lahan mulai membuka matanya dengan sangat pelan rasa pusing mulai terasa di kepalanya. Wanita itu bangun dan melihat sekelilingnya dengan seksama ingatan malam itu mulai terngiang kembali di memory nya.


" Elena '' pekik Syina saat melihat Elena tak sadarkan diri dengan beberapa luka di bagian tubuhnya karena Elena memakai tank top yang membaluti kulit putihnya.


Syina berjalan dengan tertatih dan perlahan untuk menuju tempat Elena. tubuh Elena tergelatak begitu saja dengan cepat Syina mencoba untuk membuat kawan nya itu sadar.


'' aghh Elena kau jangan membuat ku panik " cemas Syina dengan terus menekan dada Elena tak karuan hingga suara lenguhan mulai terdengar sayup-sayup


" ohh apa yang kau lakukan Syina " ucap Elena dengan terkejut dan Syina hanya menatap heran Elena. " dimana kita " ucapnya dengan serak dan Syina menggeleng tak tau. " uhh ini semua gara-gara para sialan itu sungguh merepotkan " kesal Elena mulai bangkit berdiri begitupun dengan Syina mereka mengamati keadaan sekitar yang ternyata mereka tidak jauh ditempat kejadian hanya saja posisi mereka berada di bawah dan cukup terhalang.


'' aku yakin pihak bantuan semalam pasti mencari kita, ahh sialan kenapa harus pingsan. Sialan " umpat Syina dan Elena hanya diam saja karena ia mulai merasakan ngilu di bagian tangan kiri nya


" kenapa aku lapar sekali " keluh Elena dan Syina hanya melirik sekilas kearah Elena " kenapa kau melihat ku seperti itu, tenggorokan sungguh haus dan juga perutku sangat lapar " gerutu Elena dan Syina hanya memijat pelipisnya pelan.


" kita harus segera keluar dari tempat ini. Aku takut pihak asing datang kembali untuk memastikan keadaan kita " ucap Syina dan Elena mengangguk setuju.


kedua wanita itu berjalan dengan langkah sedikit tergesa-gesa seakan melupakan apa yang sedang mereka rasakan, tidak ada ponsel atau pun apa yang menjadi alat penghubung hanya ada senjata yang terselip rapi di pinggang keduanya.


saat mereka baru hendak mendaki suara deru helikopter terdengar disana Syina dan Elena dengan cepat berlari untuk sekedar bersembunyi, nafas keduanya tersengal baik Elena dan Syina diam tak mau bersuara.


suara itu semakin dekat dan semakin rendah Syina dan Elena dengan cepat menyiagakan senjatanya, tapi saat Elena mengintip dibalik celah tempat persembunyiannya tiba-tiba senyum nya terkembang begitu saja.


Elena dengan cepat keluar dan melambai-lambai kan tangannya membuat Syina terkejut lalu Syina menarik kembali Elena


" apa kau gila Elena ! " pekik Syina


" itu Zizi " kesal Elena dan Syina tentu saja tersenyum lalu mereka berdua keluar dan melambai-lambai kan tangannya lalu berteriak dengan lantang.


helikopter itu mendekat dengan perlahan, akan tetapi helikopter itu tidak bisa lepas landas alhasil Zizi melemparkan dua tali kepada Syina dan Elena untuk segera memanjat. Elena dan Syina saling berpandagan satu sama lain.


Dan akhirnya kedua wanita itu mulai melakukan aksinya dengan sangat lihat Zizi melihat jika kedua wanita itu sudah mulai bergerak dengan cepat salah satu anak buah nya menarik tali itu agar lebih mudah.


" huhh.. " dengus Syina dan Elena langsung terduduk dan menyenderkan kepalanya ke samping.


" apa kalian tidak apa-apa ? " tanya Zizi dengan datar


" tidak, hanya beberapa luka kecil. Tak perlu khawatir. " saut Syina dan Zizi mengangguk mantap.


lalu helikopter itu mulai terbang dan meninggalkan lokasi kejadian dengan cepat, Zizi salah atau anggota yang sangat mumpuni kamampuan nya tak pernah diragukan oleh sang Lady walaupun Zizi bertindak layaknya psikopat sekalipun.


Elena dan Syina dengan cepat meneguk air mineral yang tersedia di sana dengan cepat, hingga membuat anak buah king yang Zizi bawa meringis sedikit karena perlakuan dua wanita cantik ini.


Elena tampak menatap sinis kepada salah satu lelaki itu dan dengan gugup. Lelaki itu menundukkan kepalanya dengan cepat karena ia tak mau mencari masalah dengan para wanita-wanita berbahaya itu.

__ADS_1


tak butuh waktu lama helikopter itu sudah memasuki kawasan dan wilayah markas utama Zizi dengan lihai mengendalikan helikopter yang ia bawa agar terbang dan melaju lebih cepat lagi karena sang Lady sedang menunggunya.


mereka kini sudah berada di dalam markas, Zizi menyuruh Elena dan juga Syina untuk membersihkan diri nya terlebih dahulu dan mengobati beberapa luka gores yang mereka dapati, keduanya mengangguk patuh dan dengan cepat mereka melakukan segalanya.


di ruang kerja Valera tampak sedang duduk dan berdiri berbincang dengan Dave, Thomas dan juga Zizi berada di dalamnya, Valera mulai meneguk sedikit demi sedikit wine miliknya.


" untunglah mereka berdua selamat " ucap Valera dengan santai " aku bahkan berfikir buruk tentang mereka " kekeh Valera lagi


" benar nona, aku pun merasa lega " saut Dave dan Valera mengangguk kecil.


" dua hari lagi hari itu akan dimulai, semuanya sudah dilaksanakan dengan baik.. Ohh kenapa kali ini aku merasa gugup seketika " ucap Valera dengan pelan.


" nona, pesawat dari Indonesia akan tiba malam nanti " ucap Zizi


" ohh aku hampir melupakan mereka, baiklah Dave tolong kau jemput mereka dan Pastikan semuanya aman " titah Valera dan Dave mengangguk mantap


tak lama pintu ruangan itu diketuk dan Valera segera menekan tombol otomatis dan seketika dua wanita yang tadinya kotor kini sudah lebih segar kembali, bahkan Elena hanya memakai piyama panjangnya saja dan Valera hanya tersenyum tipis melihatnya.


" nona " ucap kedua nya dengan sopan dan sedikit menunduk.


" duduk lah " seru Valera dan dua wanita itu mengangguk patuh.


" maafkan atas kelalaian kami berdua nona yang sudah membuat nona dan semuanya khawatir " ucap Syina dengan sopan.


" entahlah nona, aku tak mengenali wajah-wajah nya sungguh " ucap Elena lagi.


" apa ada yang kalian curigai ? " tanya Valera lagi dan dua wanita itu hanya saling pandang lalu menatap bingung.


" aku tak yakin, " cicit Syina " anak buah Mrs OTO " lanjut Syina lagi dan Valera hanya menghembuskan nafasnya kasar. Ternyata prediksi mereka pun terarah kepada Mrs OTO baiklah valera akan sedikit membantu jajarannya ini walaupun Valera sangat tau jika mereka sangatlah mampu.


baru saja valera akan berbicara lagi-lagi ponselnya berdering dengan nyaring dengan gerakan cepat Valera segera melihat siapa yang menghunginya dan ternyata nomor tanpa nama membuat valera seketika mengerutkan dahinya


valera lalu mengabaikan panggilan itu dan meletakkan kembali ponselnya di atas meja akan tetapi ponselnya kembali berdering dan membuat Valera kesal seketika.


" Maaf saya berbicara dengan siapa ? " tanya Valera dengan tegas akan tetapi ia langsung disuguhkan dengan suara Isak tangis seorang wanita disana dengan berbicara yang sangat terbata-bata Valera memijat pelipisnya dengan pelan dan mata terpejam.


" Gloria kau dimana sekarang ? " ucap Valera yang sontak membuat Dave yang mendengarnya menajamkan telinganya seketika. Gloria berbicara panjang lebar melalui ponselnya nya dan Valera mendengarkan nya dengan seksama. " baiklah kau tunggu disana dan jangan kemana-mana " ucap Valera lagi dengan tegas lalu menutup kembali sambungan yang terhubung.


valera mengembuskan nafas nya dengan kasar lagi-lagi waktu santainya seakan-akan terenggut dengan paksa begitu saja, lalu Valera membicarakan hal ini pada Dave karena tubuhnya merasa sangat lelah dan sontak Dave terkejut dan langsung bersedia untuk menuju bandara.


Zizi dan lainnya menangkap satu reaksi yang tak pernah ditunjukkan oleh seorang Dave bahkan Valera hanya diam dan membiarkan semuanya mengalir apa adanya.


valera rasa Gloria akan mendapatkan cinta dan lelaki yang akan bertanggung jawab walaupun ia berasal dari dunia hitam sekalipun dan Valera rasa Dave pantas untuk adik sepupunya itu.

__ADS_1


*****


Di bandara internasional itu baru saja terjadi pencurian pada seorang gadis, tepatnya Gloria yang menjadi korbannya. Karena Gloria terus ingin mempertahankan tas yang akan dirampas nya alhasil ia melawan dengan cara menendang pria itu tapi siapa sangka jika pria itu melakukan aksi balas sehingga ia menampar Gloria begitu saja hingga gadis cantik itu tersungkur.


Orang-orang yang melihatnya tentu saja banyak tapi mereka pun takut jika terjadi apa-apa terbukti pria itu langsung mengeluarkan senjata tajam dan mengacungkannya pada Gloria maupun yang lainnya.


Gloria akhirnya memilih merelakan tas itu dan hanya menangis lalu pria itu kabur setelah ia mendengar suara sirine khas polisi, seorang wanita paruh datang dan menenangkan Gloria lalu Gloria meminjam ponsel nya untuk menghubungi seseorang dan akhirnya wanita itu meminjamkannya dengan suka rela.


Dave datang dengan beberapa anak buahnya ia berjalan dengan cepat dan sedikit berlari di sekitar pintu kedatangan, begitupun dengan anak buahnya mereka tak luput memacari sosok adik dari sang Lady.


" tuan " ucap salah satu nya dengan menunjuk kearah seorang gadis yang sedang menangis dan duduk ditemani seseorang, Dave segera melangkahkan kakinya menuju Gloria.


" nona " seru Dave dengan sopan dan Gloria langsung menatap pada sumber suara, alangkah terkejutnya saat Dave melihat bekas tamparan di pipi kanan wanita itu.


" kau siapa ? " ucap Gloria lagi.


" saya Dave orang yang akan menjemput anda karena nona Valera sedang sibuk " ucap Dave ramah dan Gloria hanya mengangguk-anggukan kepalanya dengan pelan " mari " ucap Dave lagi dan Gloria akhirnya berterimakasih pada wanita yang berada di sampingnya ini lalu berjalan dengan diiringi Dave dan lainnya.


sesampainya di mobil Gloria tampak diam dan mata yang masih memerah menahan cairan itu agar tak tumpah tapi apa daya air mata sialan itu akhirnya terjun bebas.


" hikss.. ponselku, uangku, bahkan semua kartu-kartu Ku berada di tas itu " Isak Gloria lagi dan Dave yang berada di sampingnya ingin sekali mengusap air mata yang jatuh di pipi Gloria, tapi ia tak bisa karena tak mau dianggap lancang. Mobil itu terus bergerak menuju markas utama sesuai arahan dari Dave hanya butuh waktu satu jam mobil itu telah memasuki pelataran luas markas utama.


Gloria keluar dan berlari lalu berteriak memanggil nama Valera, membuat semua anak buah king hanya bisa membiarkan itu semua terjadi, tenyata Valera sedang duduk di ruang keluarga agar Gloria lebih mudah untuk menemukannya. Zizi, Elena,dan juga Syina tak luput memandangi Gloria yang menangis itu.


" kakak.. " rengek nya lalu memeluk erat Valera dan Valera membalasnya dengan mengelus lembut punggung Gloria. Dave datang lalu duduk dan bergabung bersama mereka. " uangku, ponselku, bahkan kartu-kartu berharga ku ada di tas itu. " adu Gloria lagi dengan air mata yang mengalir begitu deras membuat Valera sedikit tersenyum Ya inilah sifat Gloria yang terkadang menangis jika barang-barang berharganya hilang atau semacamnya.


" pipi mu kenapa ? " tanya Valera memicingkan matanya


" ini gara-gara pria sialan itu yang telah menamparku saat aku berusaha mempertahankan tas milikku " ucapnya dengan kesal dan amarah yang berapi-api membuat Valera dan lainnya hanya menatap heran kearah Gloria.


" kau tenang saja, aku akan menyuruh orang-orang ku untuk menemukan tas milikmu " ucap Valera dan seketika Gloria tersenyum dengan mata yang berbinar lalu ia mengusap kasar air mata yang keluar.


" terimakasih kak, kau yang terbaik " ucap Gloria dan Valera hanya tersenyum kecil " baiklah, kak aku yakin jika bibi dan paman sudah membicarakan perihal kedatangan ku kemari bukan ? " ucap Gloria dan Valera hanya mengangguk tipis " hmm syukurlah jika begitu, aku akan menginap di mansion utama setelah itu aku akan membeli apartemen untuk ku sendiri " ucap Gloria lagi


" apartemen? untuk apa Gloria " ucap Valera dengan penuh penekanan dan semua orang yang berada di ruangan itu hanya menjadi pendengar setia. Mata Valera menatap tajam kepada Gloria hingga membuat si mpunya sedikit gugup seketika.


" apartemen tentu saja untuk ku tinggal kak " kesal Valera


" apa mansion utama tidak cukup untuk mu Gloria ? bukan kah disana terdapat beberapa kamar yang kosong bahkan luas dan sesuai dengan selera mu jika kau mau " sinis Valera.


Gloria hanya diam saja dan menatap pada dinding sebagai peralihan, Valera masih menunggu jawaban dari adik sepupunya itu untuk apa Gloria membeli apartemen ? menghambur-hambur kan uang saja.


" Ya baiklah aku akan tinggal disana " ucap Gloria dengan tersenyum manis dan Valera hanya mengangguk kecil.

__ADS_1


__ADS_2