
hari ini semua pasukan sudah mempersiapkan diri nya masing masing bahkan berbagai alat senjata pun sudah dikemas dengan rapi termasuk beberapa buah bom dengan kekuatan yang super mengerikan.
Dave Thomas dan valera sudah menggunakan pakaian khusus nya masing masing dengan berlogo king di bagian belakang nya, Remigio tidak bisa ikut dalam misi kali ini karena sesuatu hal terjadi dengan organisasinya di Amerika.
semua pasukan sudah bersiap untuk pergi ke kota piana
mereka segera menuju landasan pribadi yang tak jauh dari markas utama,
" apakah kalian sudah siap untuk menyerang mereka " tanya Valera dengan suara menggema nya tentu saja semua anak buah king yang berjumlah 200 dengan kemampuan yang sangat luar biasa dalam bidang pertempuran itu menjawab dengan serempak
" Yes Lady " ucap mereka serempak Valera tersenyum senang kepada anak buahnya itu.
" baiklah kita berangkat sekarang " ucap Valera dengan lantang dan mereka pun bersorak girang, Thomas menahan kegugupan nya sedari tadi dan itu tak luput dari pengamatan Valera.
iring iringan mobil berwana hitam membelah jalanan dengan jalur kekuasaan King. Valera beserta Dave dan Thomas di mobil yang sama
Valera terus memainkan pisau kecil nya yang hampir mirip seperti pedang, tapi bedanya ini lebih kecil dan bisa diselipkan di pinggang
Dave sibuk memegang revolver kesayangan macky sembari mengisi peluru didalamnya dan Thomas hanya melirik keduanya
" apa kau gugup Thomas " ucap Valera tiba tiba membuat Thomas menelan ludah nya kasar dan Dave langsung menatapnya seakan akan meminta penjelasan
" sedikit nona " ucap Thomas dengan jujur tapi Valera hanya tersenyum miring dan Dave hanya menatap kosong ke arah Thomas
" gunakan jiwa petarung mu Thomas, kau sudah banyak berlatih jadi jangan sia siakan hasil dari latihan mu selama ini Thomas " ucap Valera dengan penuh penekanan tanpa memandang Thomas
" maaf kan saya nona, saya tidak akan menyia-nyiakan hasil latihan keras saya selama ini, " ucap Thomas dengan mantap tanpa keraguan membuat valera dan Dave tersenyum samar
mereka sudah sampai di landasan, sudah ada tiga buah pesawat berukuran besar berlambang mahkota yang sudah menunggu kedatangan lady nya
Valera turun terlebih dahulu baru diikuti oleh yang lainnya, sudah ada beberapa orang disana yang membungkuk hormat kepada Valera, dan Valera hanya mengangguk pelan
Aura seorang Valera benar benar membuat orang disekitarnya mati kutu bagaimana mungkin wajah cantik dan anggun bisa menjadi mematikan seperti racun.
Valera membuka tabletnya dan muncul lah sebuah peta disana dengan titik titik berwana merah, Valera sudah menandai beberapa tempat disana
" piana, mereka berada di kawasan pinggiran pantai tempat itu menjadi salah satu objek wisata yang tersembunyi. Hmm jadi itu tempat persembunyian nya tidak buruk " ucap Valera dengan gaya santai nya semua orang menatap Valera dengan heran " berangkat " ucap Valera dengan lantang
tiga buah pesawat itu sudah siap untuk diterbangkan dengan jalur yang berbeda tapi tujuannya tetap sama Piana.
Dave menaiki pesawat kedua sedangkan Thomas menaiki pesawat yang ketiga sesuai instruksi dari lady nya.
akhirnya pesawat pesawat itupun lepas landas dan mulai mengudara di udara mereka terbang dengan gagahnya
dalam perjalanan Valera terus memantau keadaan dan tempat yang akan ia singgahi nanti melalui tablet nya dengan menikmati segelas wine di tangan kirinya.
hanya keheningan yang terasa disana, para anak buah king pun tak berani untuk membuka suaranya.
setelah berapa jam mengudara akhirnya mereka sampai di landasan yang sangat luas bahkan Dave dan Thomas sudah tiba terlebih dahulu disana ya landasan pribadi itu milik Greta karena ia mempunyai sebuah hunian di piana tanpa orang ketahui.
Valera berjalan dengan langkah anggunnya tapi tak membuat aura kepemimpinan hilang begitu saja, mereka sudah di jemput oleh sekumpulan pasukan khusus yang diletakan Greta di Piana.
" selamat datang lady " ucap mereka serempak dengan membungkuk hormat lalu Valera membalasnya dengan membungkuk tanpa ekspresi
" kita istirahat dulu, pastikan tenaga kalian tidak berkurang jika malam tiba " ucap Valera dengan nada yang terkesan mengejek
mereka menuju hunian Greta yang selalu tersembunyi, mansion ini bergaya Amerika modern dengan warna coklat dibagian depannya, halaman nya pun cukup luas bisa menampung beberapa puluh mobil disana.
Valera mengamati bangunan itu dengan seksama, ternyata tidak seperti mansion pada umumnya, bangunan ini melompong tanpa sekat dan terkesan seperti aula atau perjamuan untuk acara pertemuan penting.
hanya terdapat tiga buah kamar untuk beristirahat di lantai dua, Valera langsung menempati salah satu kamar yang sudah tersedia disana
" tempat apa yang kau siap kan untukku Greta " batin Valera
seluruh anak buah king sedang beristirahat dan berkumpul di lantai bawah bersama Dave dan juga Thomas.
__ADS_1
tak lama Valera datang dan ikut duduk di lantai yang beralaskan karpet bulu yang cukup tebal disana, semua orang menatap lady nya heran
" aku ingin berdiskusi kepada kalian, lihat ini ! " ucap Valera sambil menyodorkan sebuah tablet di hadapannya agar semua orang bisa melihat " tempat ini persembunyian mereka, termasuk menjadi tempat singgah para mafia Hongkong, kita bagi menjadi empat kelompok " ucap Valera dengan membagi beberapa orang untuk membentuk sebuah kelompok " kelompok 1 kalian menyerang di pintu bagian timur, kelompok 2 kalian menyerang disisi kanan bagian mansion ini disana terdapat sebuah pintu kaca, kelompok 3 kalian bagian belakang dan yang terakhir menyerang dibagian pintu utama, biar aku yang ambil alih para petinggi nya kalian cukup membereskan para pengikutnya ! kalian paham ucap Valera dengan tegas, dan mereka pun mengangguk paham
waktu semakin cepat berlalu, siang kini berganti malam Valera sudah bersiap diri untuk pergi menyerang begitupun dengan yang lainnya, suasana malam di kota Piana sangat damai bahkan tidak ada aktifitas masyarakat disini, terselip dalam hati Valera ingin menguasai tempat ini tapi ia juga tidak ingin gegabah.
mereka sudah sampai di sebuah bangunan tua dengan dihiasi lampu berwana kuning rumah itu bertolak belakang dengan lautan, tidak ada penjagaan disana terlihat sangat sepi tanpa ada kehidupan, Valera dan seluruh anak buahnya Sudah memakai MH dan earphone nya masing masing
" Dave tidak ada pergerakan disini apa kemungkinan mereka tidak ada disini " ucap Valera menduga duga dan Dave pun tampak mengamati keadaan sekitar begitupun dengan Thomas, tak jauh dari tempat ni ada sebuah rumah yang tampak terang dari pada yang lainnya membuat Dave curiga
" nona, apa kemungkinan disana " tunjuk Dave dengan ragu nya Valera dan Dave pun melirik langsung, para anak buah king masih bersembunyi di tempatnya masing masing, lalu Valera mengamati nya dengan seksama
tak lama ada seorang pria yang muncul dari rumah itu Valera dan yang lainnya langsung bersembunyi
Valera terus mengamati pria itu wajah nya tidak terlihat begitu jelas tapi perawakan nya cukup tegap. pria itu terus berjalan ke sebuah pantai seorang diri
" untuk apa orang itu kesana. batin Valera
saat Valera dan yang lainnya bersembunyi terdengar suara pintu terbuka dan muncul lah sesosok pria yang masih sangat muda disana, Valera mengkondisikan earphone nya
" Now " ucap Valera lagi dan tak lama kemudian Thomas mengacungkan senjatanya tepat pada pria itu. dia sangat terkejut dan terlihat memundurkan langkahnya dengan sangat grogi,
" si-siapa kau " ucap pria itu terbata tapi Thomas hanya tersenyum miring
" siapa pemimpin mu " ucap Thomas pelan tapi terkesan dingin
" tu-tuan Asnee " ucap pria itu dengan cepat, Valera yang mendengar perkataan pria itu hanya diam saja " lalu dimana dia " ucap Thomas lagi yang masih mengacungkan senjatanya dan pria itu semakin tak berkutik
" mereka ada disana " ucap pria itu dengan menunjuk sebuah rumah dengan lampu yang paling terang sontak Valera dan yang lainnya bergerak, pria itu terkejut karena banyak orang asing dengan persenjataan lengkap di depan matanya
Thomas segera mengikat pria itu dan menyumpal mulutnya dengan sapu tangan yang selalu ada di saku celana nya, pria itu terus berontak bahkan terkesan melawan tapi Thomas semakin bersemangat meladeninya, tanpa basa basi Thomas memukul telak tengkuk nya sampai si pria jatuh pingsan.
" kepung mereka menjadi empat titik, now " ucap Valera dengan lantangnya dan bergerak sembari memegang senjata kembarnya dan
DORRR DORRR DORRR
DORRR DORRRR
anak buah king menembak kaki musuh masing masing satu tembakan alhasil mereka ambruk dan mengerang kesakitan, Dave pun sudah melakukan aksinya ia melawan anak buah Ben yang berusaha menyerang nya dengan tangan kosong begitupun dengan Thomas.
Valera terus menyusuri dan mencari keberadaan Asnee karena itu menjadi bagian nya,
DORRR DORRRR
SRETTTT
AGHHH
Valera menembaki serta menyayat orang orang yang menghalanginya tanpa ekspresi apapun sampai suara seorang pria asing mengejutkannya
" selamat datang " ucap pria itu dengan angkuhnya sembari merentangkan kedua tangan nya, Valera menatap tajam pria asing berkulit putih itu dan ternyata itu Asnee " sungguh berani sekali kau datang ke tempat musuh mu " ucap Asnee dengan tenang membuat Valera menajamkan matanya
" wow Asnee " ucap valera dengsn terkekeh sontak pria itu terkejut bagaimana Valera bisa tahu namanya
" bagaimana bisa kau tahu dengan nama ku " ucap Asnee dengan terkejut tapi Valera hanya memberikan senyum mengejek nya
" ckk. ternyata jiwa mafia mu masih sangat kurang bahkan kau tak pantas disebut sebagai seorang mafia jika hal begini saja kau tak tahu " cibir Valera semakin mengejek membuat wajah Asnee memerah menahan amarahnya, suara senjata Laras panjang itu terdengar saling bersautan para anak buah king sedang melawan anak buah Ben
" kau ! kau berani sekali meremehkan ku " ucap Asnee dengan garang nya seakan jiwa petarung nya membara
" meremehkan ? seharusnya kau sadar dengan ucapan mu " ucap valera lagi dengan sedikit berteriak, Asnee yang sudah memasang ancang ancang nya ingin menyerang Valera tanpa menggunakan senjata membuat Valera membuang begitu saja senjatanya. Kini keduanya sama sama tidak bersenjata
" mari kita berduel " ucap Asnee dengan lantang nya dan Valera pun hanya tersenyum tipis, keduanya sudah siap untuk saling menerjang satu sama lain
DUAKKK
__ADS_1
AGHHH
Valera yang memukul wajah Asnee begitupun dengan Asnee yang memukul wajah Valera keduanya sama sama meringis menahan sakit, Valera semakin menyeringai mengerikan ketika ia mendapat sebuah pukulan. Valera langsung berlari dan memukul tepat di bagian bawah dagu Asnee sampai ia mengeluarkan darah dari mulutnya Asnee langsung tersungkur dengan pukulan yang sangat keras. Valera tertawa senang membuat Asnee menatap tajam kearahnya tapi tentu saja Valera menatap tajam kembali
saat mereka saling memandang tajam datang lah Dave dan Thomas dengan dengan nafas tersengal nya,
" maaf nona semuanya sudah kami bereskan " ucap Dave dengan bangga nya tentu saja itu membuat Valera tersenyum senang, Asnee yang tidak mengetahui maksud pembicaraan Dave hanya mengerutkan dahi nya
" semua kawan kawan mu sudah ditaklukan oleh orang orang ku, lalu bagaimana dengan kau ?" ucap Valera dengan terkekeh nya
" apa kau ingin membunuh ku ,?" ucap Asnee menantang lalu detik kemudian Valera tertawa kencang seperti sedang terbahak bahak
" membunuh mu ?? benarkah, apakah kau ingin merasakan nya ? " tanya valera menawar terlihat Asnee manatap geram ke arah Valera
" apa maumu ? dan dimana kau menyekap tuan kami " tanya Asnee lagi, lalu Valera melemparkan sebuah benda berukuran kecil tepat di kaki Asnee sampai ia terlonjak kaget
" dengarkan lah " ucap Valera dengan tegasnya lalu ia menarik dan menduduki sebuah kursi yang tak jauh dari arahnya , Asnee meraih dan memutarkan rekaman itu ia mendengarnya dengan seksama, sampai raut wajahnya berubah seperti seseorang yang sedang menahan amarah ia mengepalkan tangan kirinya serta sorot matanya menaburkan kebencian
" Ben ! AGHHH " Asnee berteriak seperti seseorang yang sedang frustasi, " dimana dia beri tahu aku ! aku akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri ! " pekik Asnee berapi api ia menendang barang barang disekitarnya Valera hanya diam saja menikmati kemarahan Asnee
" pemimpin seperti itu yang selalu kau lindungi Asnee? bahkan ia memanfaatkan mu serta membunuh kekasihmu karena Ben tak mau kau berhubungan dengan seorang gadis egois sekali " ucap Valera dengan tersenyum miring Asnee menatap Valera dengan sendu benar Asnee selalu menjalankan setiap perintah dan tugas yang selalu Ben berikan selama ini pekerjaan sangat baik tidak pernah mengecewakan Ben tapi apa balasan nya
" mengapa dia membunuh kekasihku " ucap Asnee lirih seperti seseorang yang tidak berdaya
" bangun lah Asnee ini bukan dirimu, kau masih muda masa depan mu masih panjang " ucap Valera lagi dengan menatap ke arah Asnee " kau lelaki kuat Asnee jangan pernah mau diperalat dan dimanfaatkan oleh Ben, dia bukan orang seperti yang kau kira bahkan ia tak perduli jika anak buahnya mati atau terluka " ucap Valera dengan dingin Dave dan Thomas masih setia berisitirahat di samping kanan dan kirinya
" bolehkan aku mengikutiku, " ucap Asnee tiba tiba membuat Valera dan lainnya mengerutkan dahinya, detik kemudian Valera menghembuskan nafas kasarnya
" beri aku alasan nya " lanjut Valera yang masih menatap Asnee yang sedang terduduk
" karena aku yakin kau bukan orang seperti Ben, kau tidak akan memanfaatkan aku ? dan aku sudah banyak mendengar tentang kepemimpinan mu " ucap Asnee apa adanya dengan wajah penuh harap, Valera masih memikirkan banyak hal lainnya sambil menatap lekat lekat ke arah Asnee
" apa kau bisa bela diri ?" tanya Valera lagi dan Asnee pun mengangguk mantap " lalu kenapa kau tidak berusaha menyerang ku ketika aku memukul mu ? bahkan kau hanya sekali memukulku " gerutu Valera lagi, ya Asnee memang bisa beladiri dan Valera pun tahu itu karena Valera mencari informasi tentang Asnee sebelumnya
" Entahlah aku pun tak tahu " ujar Asnee lagi membuat Valera terkekeh dengan jawaban konyol Asnee
" baiklah, kau boleh ikut dengan ku " ucap Valera tegas dan Asnee pun senang atas jawaban Valera Dave dan Thomas hanya saling pandang dan tak bersuara
para anak buah king langsung meledakan tempat itu
BOMMMM BOMMMM
DUARRRR
suara ledakan itu sangat memekik kan telinga bahkan sampai menggetarkan lokasi setempat Asnee menatap bangunan itu yang sudah runtuh tak terbentuk bahkan sebagian bangunan nya hancur lebur tak tersisa, Valera hanya acuh dengan apa yang anak buahnya lakukan begitupun dengan Dave seolah olah mereka pun sudah terbiasa tapi tidak dengan Thomas bahkan ia sangat syok melihat runtuhnya bangunan itu.
setelah hampir satu jam berkendara akhirnya mereka telah sampai, Asnee mengamati kawasan sekitar dia pernah melihat tempat ini tapi dimana, entahlah ia lupa
mereka pun segera memasuki gedung itu, para pengawal yang menjaga rumah itu menunduk penuh hormat dan Valera pun hanya tersenyum tipis.
" Aku akan pergi dan membersihkan tubuhku terlebih dahulu, kalian juga dan kau dave bawalah Asnee untuk membersihkan diri setelah itu kita berkumpul disini " ucap valera dengan datar nya dan mereka mengangguk
tak lama para anak buah king sudah sampai di kediaman Greta mereka berhamburan untuk membersihkan diri,
satu jam berlalu hari semakin larut dan mereka kini sedang berkumpul di satu ruangan yang sangat luas
" kita akan kembali besok pagi, urusan kita disini sudah selesai " ucap Valera dengan tegasnya nya tapi detik kemudian Asnee membuka suara
" maaf aku menyela, masih ada anak buah Ben yang berada di kota ini tapi berbeda tempat " ucap Asnee lugu dan valera pun hanya mengerutkan dahinya
" dimana mereka Asnee " saut Dave
" aku tidak tahu pasti tempatnya tapi aku pernah mendengar bahwa mereka tersebar dibeberapa tempat " ucap Asnee lagi jujur, berarti Ben menempat kan anak buahnya di beberapa titik kota piana, kota ini tidak begitu besar jika harus mencari mereka , tapi Valera masih membiarkan nya selagi mereka tidak mengusik dan belum bertindak.
Valera telah sepakat bahwa seluruh anak buah king akan tinggal di kediaman Greta untuk mencari lokasi anak buah Ben yang masih tersebar di kota Piana, tentu saja mereka mengangguk mantap tanpa membantah
__ADS_1
keesokan harinya Valera sudah meninggalkan Piana beserta Dave Thomas dan Asnee anggota baru. Asnee tampak terpukau dengan mewahnya pesawat milik pemimpin barunya bahkan ia tak berhenti mengaguminya selama Ben yang menjadi tuannya ia tak pernah satu pesawat dengan Ben bahkan ia di tempatkan di pesawat lainnya. Valera tengah menikmati segelas wine di tangannya begitupun dengan dave, Thomas dan Asnee. Mereka tampak menikmati perjalanan nya kali ini