Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Amerika, ORTAXS


__ADS_3

satu Minggu kemudian setelah kejadian pertumpahan darah antara pihak king dan pihak Jill Edellyn kini semuanya telah kembali normal Valera semakin meningkatkan keamanan nya untuk orang-orang sekitarnya.


tentang mafia Jepang yang diselidiki oleh king kini Valera mengantongi indentitas mereka dengan bantuan jajaran nya yang tersembunyi sedangkan para mafia Hongkong kini belum ada pergerakan sama sekali tapi itu semua tak membiarkan Valera lengah sedikitpun


Jill Edellyn pada saat itu dibawa oleh pihak Remigio untuk ditawan di markas utama ORTAXS awalnya Valera keberatan kerena ia berambisi untuk mendapatkan kepalanya pada saat itu tapi Remigio meyakinkan dirinya untuk menyerahkan semuanya kepada Remigio atas masalah yang terjadi


Amerika, waktu setempat.


kini semua anggota ORTAXS hadir dan memenuhi ruangan ballroom yang sudah disusun rapi oleh seseorang untuk pertemuan penting itu, jamuan sudah disiapkan dengan pilihan yang terbaik beberapa wine pilihan tersedia dan tersusun cantik disana


bahkan kelima sahabat Remigio turut hadir disana, isu tentang kematian Esme sudah meluas serta peperangan antara mantan penguasa Amerika dengan king sudah dibicarakan oleh pihak ORTAXS sebagian dari mereka tak percaya jika harus berurusan oleh mafia seelit king


" apa benar Esme tewas ditangan wanita itu " ucap salah satu penasihat ORTAXS Gracelina dan Remigio hanya diam saja tetapi sorot matanya mengatakan iya " jadi benar dia yang membunuhnya ! " desis Gracelina geram


" Valera ! wanita ku mempunyai nama ingat itu baik-baik lagipula jika kalian tidak tau titik permasalahan nya apa lebih baik diam saja " tajam Remigio dengan sorot mata mengkilat marah


" apa maksud mu ? jadi kau berpihak pada mereka ? " selidik Gracelina dengan memicingkan mata nya


" aku tidak memihak siapapun, Esme terlalu percaya diri mencari masalah dengan wanitaku terakhir ia melakukan penyerangan ke wilayah kekuasaan king itu sama saja ia mengantarkan nyawanya sendiri, terlebih ia salah satu anggota ORTAXS " ucap Remigio tenang dengan menyesap wine mahalnya sedangkan para sahabatnya hanya diam sembari menatap wajah-wajah yang sulit diartikan


semuanya mendadak menjadi hening baik Remigio maupun yang lainnya memilih bungkam Memang benar Esme lah yang selalu mencari cara untuk menyingkirkan Valera dengan alasan cinta.


Cinta lah yang membutakan segalanya hingga Esme tak berfikir jernih hingga kebodohannya itu menular pada Jill Edellyn dengan menculik George sebagai rencananya untuk membalas dendam atas kematian putri bungsunya Esme


Jill Edellyn pun ikut dalam rapat serta jamuan itu dengan pengawalan yang ketat dari anak buah Remigio keadaan nya sudah cukup pulih dari luka sayatan, tembakan peluru yang mengenai tubuhnya,serta ia mengalami keretakan tulang pada kaki dan tangannya tapi itu semua tak membuat ia tewas justru Jill Edellyn semakin memancarkan aura kebencian nya yang sangat dominan


" lalu tentang penyerangan itu apakah benar " ucap salah satu anggota ORTAXS yang usianya masih sangat muda


" ya itu benar ! " ucap Jill dengan cepat dan sontak semuanya menatap tak percaya sungguh besar nyali seorang Jill Edellyn


" kau memperkeruh keadaan " sinis Dion dengan mendelik kan matanya


" apa maksud mu ? " ucap Jill dengan suara yang tertahan


" dengarlah baik-baik ini, putrimu yang membuat ulah justru sekarang ORTAXS lah yang ditandai oleh King ! jangan lupa Jill jika selama ini kita tak mempunyai masalah dengan mereka hanya karena sebuah cinta bodoh putrimu itu, kita semuanya terkena imbasnya " ucap Dion blak-blakan sontak perkataannya membuat bingung yang lainnya


" diam kau ! putriku tak bersalah, wanita sialan itulah yang bersalah aku pastikan ia akan mati ditangan ku " pekik geram Jill berapi-api dengan tangan yang terborgol karena perintah dari Remigio


PRANGGG

__ADS_1


Remigio membanting gelas kristalnya yang berharga fantastis itu semuanya menatap horor kepada Remigio bahkan Jill hanya mendengus kesal karena sikap Remigio yang menurutnya buta akan cinta


tatapan Remigio terkunci kepada Jill Edellyn semua orang hanya diam tak berani berkutik sebagian dari mereka ada yang tersenyum sinis


" tak akan ku biarkan kau menyentuh wanitaku sedikitpun jika sampai itu terjadi kau yang terlebih dulu mati ditanganku " geram Remigio dengan wajah memerah ia sungguh tak suka jika ada yang berani mengancam keselamatan Valera maupun mengancam jiwanya siapapun itu bisa dipastikan orang itu hanya tinggal nama saja


" kau dibutakan cinta oleh wanita sialan itu " sinis Jill tak suka namun detik kemudian Dion tertawa dengan terbahak-bahak membuat semua orang menoleh ka arahnya bahkan Gracelina sampai mengkerutkan dahinya seketika


" perkataan itu lebih cocok untuk putrimu yang tinggal nama itu, bukan kah ia buta akan cinta jelas-jelas sahabatku itu sudah memiliki belahan jiwa nya tapi ia dengan percaya dirinya ingin menguasai semuanya, sungguh lucu " ucap Dion terkekeh sontak Deniz dan akayama ikut tertawa sedangkan Romeo dan kenov masih duduk dengan tenang sebisa mungkin mereka membaca situasi yang kini sedang memanas wajah Jill Edellyn sangat memerah rahangnya mengeras urat-urat disekitar keningnya ikut menonjol, Remigio yang melihat itu hanya tersenyum tipis


BRAKKKKKK


PRANGGG


Jill menendang kaki meja yang dihadapanya itu dimana disana tersedia beberapa wine dan gelas kristalnya para anak buah Remigio langsung menodongkan senjatanya tepat kehadapan Jill Edellyn


semuanya menjadi sangat syok bahkan sampai ada yang berteriak karena kaget, Remigio masih duduk tenang di kursinya begitupun dengan kenov dan Romeo sedangkan Dion, akayama, dan Deniz hanya tersenyum mengejek sungguh ketiga orang itu membuat suasana semakin memanas


" seharusnya dulu aku bunuh saja dirimu Dion ! berani sekali kau berkata seperti itu pada putriku yang telah tiada ! aku akan membunuh mu " teriak Jill lantang dan langsung memeluk memberontak seakan ia tak takut sedang berada dimana saat kini


" DIAM KAU !! " teriak Remigio murka sungguh suaranya sangat menggema dan memekik diruangan itu para ORTAXS bahkan dibuat diam tak berbicara apapun


" kau lah yang diam ! seorang penguasa dibuat bertekuk lutut dibawah kaki seorang wanita, heii bukalah matamu lebar-lebar " geram Jill menatap tajam Remigio bahkan dirinya sampai berdecih


kini semuanya hanya diam dan saling memperhatikan antara penguasa dan mantan penguasa mereka sama-sama menatap tajam satu sama lain


keheningan terjadi beberapa saat disana atmosfer diruangan itu sudah sangat memanas dan siap meledak kapan saja


" kau seharusnya berterimakasih padaku karena aku yang membawa mu, jika kau berada di tangan wanitaku aku pastikan kau hanya tinggal nama serta kepala mu akan terpisah dari tubuhmu dan menyusul putrimu ke neraka " tajam Remigio membuat semua orang menelan ludahnya kasar benar-benar pasangan iblis yang sesungguhnya " bawa dan kurung dia ! " titah Remigio tegas dan seketika anak buah Remigio membawa paksa Jill yang selalu memberontak tak karuan


" lepaskan aku ! aku pastikan kalian semua mati " teriak Jill bagaikan orang gila tapi cengkraman erat tangan lelaki kekar yang tak lain anak buah ORTAXS tak bisa membuat ia berkutik sedikitpun


Remigio mendelik sinis lalu ia menuangkan kembali wine ke dalam gelas kristalnya dan mulai meneguk kasar minuman itu hingga tandas tak tersisa Remigio mulai mengatur nafasnya secara perlahan agar kembali rileks


semua orang hanya diam sembari menatap wajah Remigio yang baru saja mengeluarkan tanduk jantan nya


*****


" dimana tinggalnya wanita yang menolongmu '' ucap Valera kepada Asnee kini dirinya duduk diantara Dave dan Thomas

__ADS_1


" aku tidak tau nona, tapi salah satu anak buah ku yang mengantar wanita itu serta anaknya " jawab Asnee lagi dan Valera hanya mengangguk saja


" huhh.. aku selalu saja mendengar kala George ingin bermain dengan anak yang bernama Malvin itu " ucap Valera " buatkan jadwal untukku agar bisa menemui wanita itu, aku akan mengucapakan terimakasih padanya dan aku akan membawa George ikut serta " jelas Valera


" baik nona, " ucap Asnee lagi sopan


" ohh ya apakah kalian sudah mengetahui siapa penghianat itu " tanya valera lagi


" sudah nona, dia seorang wanita dan ternyata salah satu jajaran kita ada yang berteman baik dengan Esme maupun ORTAXS " ucap Dave dengan hati-hati dan seketika Valera mengkerutkan dahinya, Thomas dan Asnee hanya diam dan saling pandang satu sama lain sepertinya akan ada sebuah pertunjukan menarik


" baiklah, terus cari bukti tentang dirinya aku tak mau dituduh menghukum orang tanpa alasan '' tegas Valera dan Dave langsung mengangguk patuh


" sesuai keinginan mu nona " ucap Dave dan Valera tersenyum tipis,


" Carikan salah satu sekolah terbaik untuk Daniel, aku rasa dia butuh untuk bersekolah dan usianya masih sangat muda sangat disayangkan jika ia putus sekolah " ujar Valera


" baik nona " ujar mereka serempak dan Valera segera menghabiskan wine serta beberapa cemilan yang tersedia disana setelah itu ia beranjak dan kembali ke parusahaan Harson sedangkan Asnee kembali menjalankan tugasnya untuk menjaga tuan muda kecilnya


Dave dan Thomas kembali memutuskan untuk ke ruangan pribadi nya masing-masing dan Dave akan melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda serta mencari bukti-bukti penghianatan salah satu jajaran king yang sudah memberikan informasi penting kepada Esme kala itu


****


Amerika, waktu setempat


rapat yamg diadakan oleh ORTAXS sudah selesai, banyak sekali terjadi perselisihan disana Remigio selalu memberi penjelasan dengan sikap tenang pada jajarannya dan terkadang mereka juga menyalahkan hubungan antara Remigio dan valera yang mana membuat Remigio naik darah seketika ia tak suka jika hubungannya serta wanitanya menjadi bahan perbincangan oleh jajaran ORTAXS yang tidak tau apa-apa, mereka hanya mendapat kabar secara instan tanpa tau apa akar permasalahannya


kini Remigio kembali ke mansion milik nya dengan kelima sahabatnya yang sudah lama ditinggal di Amerika


" aku yakin akan ada badai selanjutnya " ucap tenang Romeo sambil menyalakan rokok mahalnya dan membuang asapnya secara elegan


" ya aku pun merasa seperti itu, banyak sekali jajaran ORTAXS yang menaruh hati tak suka kepada Valera karena kasus Esme " timpal Akayama dengan kaki yang diangkat dan ditumpu di kaki satunya


" aku takut musuh dalam selimut, yang akan kau hadapi begitupun dengan Valera " ujar kenov dengan raut wajah yang cemas dan Remigio hanya diam sembari menatap layar laptopnya dimana ada beberapa email dari James disana


" cih. Mereka hanya membuang-buang tenaga untuk berbicara, jelas-jelas mereka sudah tau siapa yang bersalah dan mereka juga yang merasa terganggu kau tau Remigio jajaran kita itu penuh dengan kebohongan " ujar Dion dengan gaya tengilnya membuat Remigio langsung menatap Dion tajam


" apa maksud mu ? " ucap remigio dengan penuh selidik


" hmm.. kau terlalu sibuk mengurus bisnis mu di Prancis tanpa kau tau bagaimana dengan ORTAXS dan aku yakin banyak sekali orang yang ingin menjatuhkan kekuasaan mu, sebagai seorang sahabat aku hanya memperingatkan mu " ujar Dion kini ia berbicara dengan bijak dan Romeo mengangguk setuju

__ADS_1


" aku setuju dengan ucapannya " tukas Romeo menatap dengan senyum tipisnya " kita harus pandai mencari bangkai yang tersembunyi disini, apalagi setelah kematian Esme ditangan Valera akan ada banyak pro di dalam jajaran kita, dan kau sebagai pemimpin akan diuji sampai batas ambang kesabaranmu begitupun dengan Valera setelah Jill membuat masalah dengan menculik George dan menyebabkan Valera menyerang dan meluluh lantahkan kediamannya di California menjadikan ORTAXS di tandai oleh king " jelas Romeo lagi dan Remigio hanya diam


" aku bisa mengatasinya tanpa harus mempertaruhkan cintaku untuk Valera, dan bagi mereka yang ingin menentangku aku sendiri yang turun tangan " desis Remigio tajam dan semuanya mengangguk pasti baik akayama, Dion, Deniz, kenov dan Romeo mereka sangat mendukung setiap keputusan yang akan Remigio ambil.


__ADS_2