Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
permainan segera di mulai


__ADS_3

langit biru menyambut pagi yang indah, mentari telah berdiri kokoh di tempatnya. Pagi pagi seperti ini Valera telah bersiap diri memakai pakaian yang sangat rapi, rambutnya ia ikat satu kebelakang yang menampilkan lehernya yang mulus.


" Hallo Dave, persiapkan semuanya untuk malam ini, " ucap Valera dingin sembari mengambil salah satu coat nya dan keluar dari kamarnya


" (.......)


" bawa 200 orang dengan persenjataan yang lengkap, jangan lupa setelah jam makan siang ini kumpulkan semua para mafioso, kita akan menyergap terlebih dahulu tikus tikus itu.


" (.......)


" ohh ya jangan lupa Dave salah satu anak buahku sedang menjemput Thomas adik dari macky, setelah dia sampai ke markas tolong urusi segala kebutuhan nya, dia akan ku didik sampai kemampuan nya melebihi macky, aku yakin dia mampu ". ucap Valera dengan nada tak terbantah


" (......)


" baiklah jika ada hal yang penting segera kabari, aku akan pergi ke perusahaan Adomson Crop's


" (.......)


panggilan itupun terputus , dan langkah Valera pun terhenti di sebuah meja yang penuh dengan hidangan pagi, disana juga ibu ayah dan kakak nya sudah mulai menyantap sarapan


" pagi " sapa valera riang


" pagi " sapa mereka serempak dengan nada yang hangat, Valera memilih beberapa roti tawar yang diolesi selai keju untuk sarapannya kali ini, padahal di hadapannya ada semangkuk oetmeal bercampur buah buahan yang segar. nyonya sofhia yang melihat itupun heran


" sayang, kenapa kau lebih memilih roti tawar itu nak " ucao nyonya sofhia


" aku bosan mah, " saut Valera dan ibunya hanya mengangguk ngangguk kan kepalanya


lima belas menit berlalu mereka telah menyelesaikan sarapannya


" bi, tolong buatkan bekal sarapan yah, setelah itu simpan di box yah, ingat bi pakai menu lengkap " saut Valera sambil tersenyum dan bibi itu pun mengangguk patuh


" kau akan menemui Remigio Vale " ucap vyan


" hemmm, memang nya ada apa kak " tanya Valera menatap mata sang kakak


" tidak hanya bertanya, yasudah kau hati hati " ucap vyan pelan " aku akan berangkat ke kantor " lanjut vyan lagi. vyan pun tak lupa memberikan kecupan di pipi sang ibu, sang ayah yang melihat itu hanya terkekeh pelan melihat kelakuan anak lelaki nya


" nona ini, bekal nya sudah pakai menu lengkap termasuk dengan lelehan keju juga " ucao bibi dengan senang


" terimakasih bi " sambil mengambil kotak sarapan untuk remi " mah pah aku akan ke perusahaan Remigio untuk memberinya bekal ini " ucap Valera lagi


" baiklah kau hati hati " ucap tuan ramius dan Valera pun mengangguk lalu mencium pipi kedua orang tuanya


Valera pun segera melajukan mobilnya ke perusahaan sang kekasih, dia sangat merindukan Remi mengingat beberapa hari ini tidak bertemu membuat rindu menghampiri dirinya, apalagi Valera sibuk mengurus bisnisnya membuat waktu luang nya bersama Remi terhalang. Pagi ini ia sempatkan untuk bertemu.


mobil Valera telah sampai di pelataran Adomson Crop's bertepatan dengan Remi yang baru saja keluar dari mobilnya yang diikuti oleh James dan leo ..


ia buru buru memarkirkan mobilnya


" Remi " teriak Valera yang berjalan membawa kotak sarapan yang memanggil Remigio, membuat para karyawan yang baru saja tiba terkejut, dan langkah Remi pun terhenti


" sweatheart " saut Remi sambil tersenyum senang


" selamat pagi Remi, selamat pagi James Leo"


Valera memberi ucapan selamat pagi dengan anggunnya, mereka pun membalas ucapan selamat pagi untuk Valera


" sweatheart, aku merindukanmu " ucap Remi dengan mengecup singkat dahi Valera membuat yang melihatnya merona. Remi tak sungkan memamerkan kemesraan nya saat ini di depan umum


" Remi, orang orang melihat kita."


" biarkan saja sweatheart, hemmm ada apa pagi pagi ini kau sudah datang " tanya Remi lagi


" ohh ya ini " sambil menyodorkan kotak box ditangannya " aku membawakan mu sarapan, apa kau sudah sarapan ?" tanya Valera lagi yang menatap mata gelap milik remigio.


" kebetulan belum sweatheart, " Remi pun mengambil kotak itu dengan senyum mengembangnya " terimakasih, " lanjut Remi lagi dan Valera pun mengangguk


" tidak apa apa kan, jika aku ke kantor mu sepagi ini, aku ingin menemani mu " ucap valera dengan nada manjanya dan mata menggemaskan itu membuat Remi ingin sekali menciumnya disini


" tidak apa apa sweatheart ayo " ucap Remi lagi sambil melingkarkan tangan nya di pinggang Valera, dan mereka pun berjalan memasuki lift dan menaiki lantai paling teratas disana. Leo dan James pun seakan menutup mata dan telinga melihat bos nya yang berubah jadi kucing penurut


" duduklah, Leo James kalian pergilah atau pesanlah sarapan untuk kalian " ucap remigio datar


" ya tuhan, apa kalian belum sarapan ?? aku hanya menawarkan satu porsi, aku tidak tau kalau kalian belum sarapan " ucap Valera


" tidak apa apa nona, kami bisa sarapan di luar , kalau begitu kami permisi " ucap Leo sopan


remigio pun membuka kotak itu dan wow satu porsi sarapan yang menggiurkan dengan lelehan keju di atasnya, Remi pun segera melahap nya sampai habis tak tersisa.


" ini sangat lezat "


" hemmm " ucap Valera tersenyum tipis


" terimakasih sweatheart, kau yang terbaik " ucao Remi dengan senyum menggodanya dan Valera pun hanya tersenyum simpul


Remigio duduk di kursi kebesaran nya dan segera melakukan aktivitasnya sesekali melirik ke arah kekasihnya yang sedang membaca majalah fashion dengan brand brand ternama dan keluaran baru, setelah satu jam Remi mengerjakan sesuatu, dia melihat kekasihnya masih saja sama, yang masih menatap dan membaca majalah itu


" sweatheart, kemarilah " ucap remigio sembari menepuk paha nya dan valera pun berjalan menghampiri sang kekasih lalu duduk di pangkuannya, Remigio pun melingkarkan tangannya di pinggang sang kekasih


" ada apa hemmm " ucap Valera bertanya


" tidak, aku hanya ingin kau duduk disini saja "


" tapi kau sedang bekerja remi " ucap Valera polos


" sstttt. aku ingin seperti ini saja, aku sangat merindukanmu, akupun tak bisa menemui mu, karena pekerjaan ku, maafkan aku " ucap Remi yang semakin erat memeluk Valera

__ADS_1


" tidak apa apa Remi, aku mengerti yang terpenting aku sudah disini, menemani mu sampai jam makan siang, setelah itu aku akan kembali " ucap Valera lagi


saat mereka sedang asyik asyik nya sebuah ketukan membutakan mereka


" Remi lepas " ucap Valera yang panik karena posisinya sungguh tidak menyenangkan jika dilihat orang


" jangan bergerak sweatheart,


masuk " ucap Remi dengan tegasnya, dan pintu pun terbuka munculah salah satu asistennya, leo tergagap melihat Valera yang duduk di pangkuan bosnya


" hmm.. maaf bos di luar ada tuan Ben dan asistennya, untuk menemui anda " ucap Leo dengan wajah tertunduk, Valera yang mendengar nya sungguh sangat terkejut


" Ben " gumam Valera menggeram


" baiklah suruh mereka masuk " ucap Remi. Remigio yang melihat ekspresi sang kekasih sungguh sudah bisa di tebak


" Remi, bolehkan aku masuk ke dalam kamar pribadimu " cicit Valera


" memangnya kenapa sweatheart " ucap Remi lagi


" biarkan aku masuk, dan mendengar semua pembicaraan nya " ucap Valera lagi dingin


" baiklah , " ucap remigio pasrah


saat Valera sudah memasuki ruangan pribadi milik remigio seketika pintu terbuka dengan lebar yang menampilkan dua sosok lelaki yang beda usia mereka berjalan dengan langkah tegasnya,


Remigio hanya menatap tajam kedua pria itu


ketika mereka sudah berada sangat dekat dengan Remigio lelaki paruh baya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan


" selamat pagi menjelang siang tuan Adomson " ucap Ben dengan ramahnya dan di balas jabatan tangan oleh remigio


" ya selamat pagi tuan Ben " ucap remigio pula " silahkan duduk tuan " lanjut Remi lagi. Remi menelpon seseorang untuk membawa minuman untuk tamunya itu ..


Ben masih menatap lekat lekat Remigio entah apa yang ia fikirkan tapi tak lama muncul lah seringai di wajahnya, dan tak lama seorang wanita mengantar tiga gelas kopi hangat


" tuan Adomson terimakasih karena kau sudah bersedia mau menerima perusahaan ku untuk bekerja sama di cabang Hongkong " ucap Ben


" ya karena proposal tuan sangat bagus dan menguntungkan " ucap Remi dengan senyum tipisnya " lalu apa alasan tuan Ben ingin bekerja sama dengan perusahaan ku, bukankah Harson crop's juga membangun hotel di negara itu, kenapa tuan malah memilih ku untuk bekerja sama " ucap Remi memancing Ben. Ben tertawa pelan dan Jose hanya diam mendengarkan keduanya


" menurutku hanya hotel dari tuan Adomson yang pantas berdiri di negara ku Hongkong, jadi jika aku bergabung dengan perusahaan mu maka, perusahaan Harson crop's tidak dapat berkembang disana " ucap Ben menyeringai dan secara terang terangan Ben menjatuhkan Harson crop's


" ohh jadi ini yang dia inginkan " batin Remigio


Valera yang menempelkan telinganya rapat rapat di bagian pintu itu hanya menahan amarahnya ketika mendengar pembicaraan Ben


" berterus terang lah, jangan bertele-tele tuan apa yang kau inginkan dari kerja sama ini " ucap remigio menatap Ben dengan tajam


" pemikiran mu sangat tajam tuan Adomson, aku sudah melihat data mu bahwa perusahaan mu tidak pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan itu. Mari kita bekerja sama untuk menjatuhkan dan menggulingkan perusahan itu " ucap Ben dengan lantang, Remigio hanya tersenyum sinis melihatnya


" karena aku yakin kau akan membantu ku, jadi dengan begitu pembangunan hotel milik Harson crop's di Hongkong tidak akan berjalan dengan mulus tanpa adanya pendukung " ucap Ben percaya diri


" jika aku membatalkan kerja sama ini bagaimana " ucap Remi lantang membuat Ben dan Jose terkejut, tapi Ben masih bersikap tenang


" apa kau tahu selain pengusaha aku juga seorang mafia di Hongkong tuan, bagaimana jika aku juga menghancurkan perusahaan mu " ucap Ben dengan rasa percaya diri yang kuat , Ben sangat gegabah tidak tau siapa Remigio sebenarnya


" hahahaha " Remigio tertawa renyah bahkan seperti nya ia menikmati situasi seperti ini


Ben dan Jose hanya menatap Remigio lekat lekat, kenapa ia tertawa ?? itulah yang difikirkan oleh Ben dan Jose


" jadi kau ingin menghancurkan perusahaan itu dengan bantuan ku ? begitu tuan Ben


" hemmm seperti itulah " ucap Ben datar


" mengapa kau ingin menghancurkan mereka, apa kau tidak tau siapa mereka ?" ucap Remi lagi memancing agar Ben berbicara lebih lanjut


" karena ini dendam masa lalu " ucap Ben berapi api membuat Remigio tertohok dengan jawaban Ben dan Jose pun meruntuki tuannya itu dengan membicarakan masalah ini kepada kliennya


Valera semakin tidak bisa diam dengan perkataan Ben itu, wajahnya sudah seperti iblis, memerah menahan amarahnya tapi ia tidak bisa keluar begitu saja .


" memang nya tuan dendam kepada siapa ?" tanya Remi lagi


" memang nya kenapa tuan Adomson ingin tahu mengenai hal ini " kini Jose berbicara ,Remigio hanya tersenyum samar


" bukankah kita akan bekerja sama, tentunya aku harus faham dengan jalan yang akan kita lalui, bukan begitu tuan Ben " ucap Remi dengan ramahnya tapi Ben hanya menatap Remi sekilas dan I pun kembali menatap Jose ..


" tidak ada hal yang serius tuan Adomson, ini hanya dendam masa lalu terlebih kepada ramius Harson " ucap Ben menetralkan nadanya


" ramius Harson? seorang konglomerat Prancis mempunyai seorang istri yang sangat cantik dan mempunyai dua orang anak, " gumam Remigio mengekpresikan wajahnya senatural mungkin


Ben dan Jose hanya diam terpaku begitupun dengan Remigio mereka bertiga sibuk berkelana dengan fikirannya masing masing


" dendam apa yang dia maksud ini, aku harus mencari tahu, batin Remigio


" bagaimana apa kau mau membatalkan kerja sama yang telah kau tanda tangani " ucap Ben langsung


" biarkan saya berfikir dulu tuan Ben, jika saya sudah menyetujui keseluruhannya nanti asisten saya akan mengabari anda lagi tuan " ucap remigio sambil memijit mijit pelipis nya


" aku harap kau tidak akan berubah fikiran tuan Adomson, jika sampai itu terjadi akan ku pastikan perusahaan mu juga kena imbasnya " ucap Ben dingin


" kau mengancam ku " pekik Remi matanya sudah tidak lagi bersahabat


" tidak , hanya memperingatkan mu " ucap Ben lalu pergi dari ruangan itu diikuti oleh Jose dibelakangnya


" memang nya siapa dia yang bisa mengancam ku, kita lihat saja nanti. batin Remigio


CEKLEK

__ADS_1


Valera membuka pintu itu dengan wajah yang sudah tidak bersahabat, Remigio hanya menatap sekilas sang kekasih lalu Valera menghampiri Remigio


" jadi kau akan terus melanjutkan kerja sama ini " ucao Valera dingin


" tentu saja " ucap Remi dengan wajah serius nya membuat Valera tidak percaya akan hal itu


" jadi kau bersedia membantu pria itu, untuk menggulingkan perusahan ayahku " pekik Valera, ia sungguh tidak bisa lagi mengontrol emosinya setelah mendengar pembicaraan tadi, Remigio yang melihat kekasihnya marah hanya tersenyum tipis


" tapi aku sudah menandatanganinya , "


" kau gegabah Remi, sudah ku bilang Ben itu seorang pria yang licik, dia adalah musuh dari masa laluku, dan sekarang kau bekerja sama dengannya maka dari itu kau juga musuhku mulai saat ini " teriak Valera marah dan langsung membalikan tubuhnya untuk pergi, emosinya sudah tak terbendung lagi. Tapi sebelum itu tangan Valera di cengkram oleh Remi, karena emosinya sudah memuncak Valera menghempaskan tangan Remi dengan kasar membuat si mpunya kaget akan respon itu


" sweatheart, " ucap Remi pelan


" jangan memanggilku dengan sebutan itu " mata valera sudah sangat beringas


" sweatheart aku hanya bercanda saja " ucap Remi yang menenangkan kekasihnya tapi Valera seperti tidak mau tenang


" kau mempermainkan ku begitu " pekik Valera


" tidak sweatheart, tenang lah aku tidak akan seperti itu " ucap Remi yang memeluk Valera erat , nafas Valera masih tersengal detak jantung nya semakin tak beraturan, Remi menuntun Valera untuk duduk di sofa tapi Valera hanya diam, tangan kekar Remigio menangkup kedua pipi Valera


" lihat aku. " ucap Remi lembut dan Valera pun menatap tajam kepada remigio " aku tidak akan menjadi musuhmu sweatheart, kau adalah cintaku bagaimana mungkin aku akan seperti itu " ucap Remi bersungguh sungguh


" apa kau bisa memegang kata kata mu Remi " kini nada Valera mulai melemah. Remi mengangguk pasti dan langsung memeluk Valera dengan sangat erat . baru saja Valera merasakan hangatnya pelukan dari kekasihnya tiba tiba ponselnya bergetar mau tidak mau Valera melepaskan pelukan remigio


" sebentar, " ucap Valera dan Remigio pun mempersilahkan Valera untuk mengangkat ponselnya


" Hallo " saut Valera


" (......)


" baiklah, kau urus dia Dave, aku akan kesana setelah jam makan siang, kita bertemu di acara rapat itu Dave " ucap Valera datar


" (......)


" saat rapat diadakan nyalakan semua senjata otomatis serta yang lainnya, jangan sampai meraka meloloskan diri " lagi lagi nada Valera terlihat begitu kesal


panggilan itu pun terputus , Remigio yang mendengar pembicaraan Valera hanya mengerutkan keningnya , kecurigaanya nya semakin kuat, ketika mendengar kata senjata.


Valera pun kembali duduk di samping Remigio yang masih terlihat seperti sedang melamun kan sesuatu.


" Remi " ucap Valera sambil menepuk bahu Remigio.


" iya sweatheart "


" kau sedang melamun kan apa hemmm " ucap Valera lagi


" tidak ! tidak ada " ucap Remi tersenyum dan mengecup dahi valera lembut " apa kau lapar " tanya Remigio dan Valera pun mengangguk


kau mau makan dimana " tanya Remi lagi


" makan disini saja, tidak apa apa kan "


" baiklah, tunggu sebentar aku akan memesan kan sesuatu untuk kita makan " mata kelam milik remigio seketika menghangat saat menatap mata hazel milik Valera


Remigio pun menelfon seseorang untuk membawa beberapa menu makan siang yang sesuai dengan selera nya Valera tidak mengandung kacang tentunya


dan Valera pun membaringkan kepalanya di paha Remigio, Remigio mengulas senyum tipis bibirnya sembari membelai lembut rambut rambut yang memiliki aroma memabuk kan itu.


pesanan pun sudah datang Remigio dan Valera segera menyantap hidangan makan siang mereka dengan saling melempar senyum manisnya masing masing


Valera begitu lahap sedangkan Remigio menyantapnya dengan santai,


" ini sangat lezat Remi aku sungguh menyukai nya " ucap Valera di tengah tengah mulutnya yang masih sibuk mengunyah


" pelan pelan sweatheart, " ucap Remi menegurnya pelan Valera hanya tersenyum lebar


drrttt drrrrr


ponsel Valera bergetar tanda sebuah pesan masuk, dia pun segera membuka nya ternyata dari Dave


" maaf nona semuanya sudah berada di ruang rapat " Dave


Valera hanya tersenyum tipis setelah membaca itu, ia benar benar merasa puas dengan maka siang nya bersama Remi


" Remi terimakasih makan siang nya " ucap Valera manis


" jangan seperti itu sweatheart, " Remigio membelai nya dengan lembut


" baiklah, sesuai perkataan ku aku hanya bisa menemani saat selesai makan siang, aku harus segera kembali , ada sesuatu yang harus ku selesai kan " ucap Valera dengan tatapan teduhnya


" tidak apa apa sweatheart, nanti kita bertemu lagi "


" baiklah jika begitu aku pergi dulu Remi " sambil memberikan kecupan basah di bibir Remi membuat Remi tersenyum penuh arti


" hati hati sweatheart, jika terjadi apa apa cepat hubungi aku " sembari memperingati kecil dan mencubit gemas hidung Valera


" pasti "


Valera pun melangkahkan kakinya keluar ruangan milik remigio, seperti biasa saat berpapasan dengan karyawan sang kekasih mereka selai bersikap ramah dan sopan


Valera terus berjalan dengan elegan sosok wanita sempurna melekat pada dirinya, saat dia akan keluar ia berpapasan dengan James dan Leo, Valera memberikan senyum tipis nya ke arah mereka, Leo dan James pun membalas senyuman nya itu


Valera melajukan mobil sport my dengan kecepatan di atas rata rata


" kau berniat memanfaatkan kekasihku, untuk memperlancar rencana mu, cihh sungguh sungguh licik kau Ben, permainan akan segera di mulai. batin Valera menyeringai

__ADS_1


__ADS_2