
Matt salah satu anggota dari empat predator seketika sangat sibuk karena para mafia dibawah naungan king maupun luar king yang mempunyai akses ataupun mengenali sang lady tiba-tiba memesan senjata yang bernama Roz.
Tentu saja Valera senang bukan main bahkan ia menyuruh Matt untuk tetap waspada dan menaruh identitas para konsumen dengan saat epik dan Valera juga sangat mengetahui siapa-siapa saja yang memesan senjata di industri milik king.
pada saat Valera fokus pada layar laptopnya seketika ponsel mahal itu bergetar menandakan sebuah notifikasi, dan ternyata orang suruhan nya yang dititah sang lady untuk mencari identitas tuan Simon maupun Patricia.
senyum tipis terlihat di wajah cantiknya bahkan orang-orang tak akan mengetahui jika dibalik wajah cantik nan anggun nya tersimpan racun yang sangat mematikan.
pada saat itu juga Remigio tiba-tiba menghubunginya dan Remigio selalu saja memberi kabar jika dirinya sedang apa dan sedang berada di mana.
" hmm baiklah jika begitu, boleh aku menemui mu disana ? " tanya Valera dengan sangat lembut dan tentu saja Remigio pun menginjinkan nya dengan senang hati.
pucuk dicinta ulam pun tiba mungkin itulah yang sedang dirasakan Valera kini, tepat waktu dan kini Remigio sedang mengadakan pertemuan dengan para klien nya termasuk Patricia berada disana.
valera segera bersiap dan dia bahkan menggantikan pakaiannya dengan yang lebih anggun dan indah serta Valera mengubah sedikit rambutnya sedikit Curly.
dengan senyum manis yang terkembang diwajahnya Valera segera melajukan mobil sport kuningnya untuk mencapai tempat dimana Remigio sedang melakukan meeting .
tak butuh waktu lama Valera telah tiba disalah satu hotel berbintang bahkan para satpam yang mengenali wajahnya langsung menunduk sopan dengan wajah tersenyum.
valera memberikan informasi kepada Remigio bahwa ia sudah berada di gedung yang sama dan Remigio segera datang untuk menjemputnya.
valera menunggu di loby dan tak lama seorang pria berpakaian formal berwarna hitam metalik datang dengan senyum terkembang nya Valera menyambut pelukan hangat dari Remigio lalu mereka segera menuju ruang yang dimaksud.
Patricia yang melihat kepergian Remigio dengan buru-buru tampak menjadi penasaran bahkan gerak-gerik nya di perhatikan oleh Leo dan juga James. Bahkan tanpa Valera sadari jika disana terdapat Vyan sang Kakak yang menjadi bagian dari bisnis yang akan terjalin.
" maaf menganggu " ucap suara bariton seorang pria yang sudah tak asing ya itu adalah Remigio ia datang dengan menggenggam tangan istrinya. Semua orang tertuju padanya bahkan Valera terkejut akan kehadiran sang Kakak. Vyan tampak mengerutkan dahinya akan tetapi Valera terlihat mengedipkan sebelah matanya.
bahkan Patricia terlihat menahan kesal dalam hatinya karena melihat Remigio menggenggam erat tangan seorang wanita dan Patricia yakin jika itu adalah istrinya.
" ohh nona Valera senang bisa bertemu dengan anda kau terlihat makin cantik saja " ucap seorang lelaki paruh baya dan Valera hanya tersenyum manis bahkan Remigio hanya terkekeh dibuatnya. " ternyata tuan Remigio tipe lelaki yang begitu romantis kami kira ia pergi karena terjadi sesuatu, dan siapa sangka ia hanya menjemput istri tercintanya " ucapnya lagi dan Valera hanya tertawa pelan bahkan dirinya nampak anggun dan berwibawa.
" Anda terlalu memuji tuan Harlie " ucap Valera dengan ramah dan vyan sang kakak tampak tidak paham dengan yang Valera lakukan.
Patricia tampak memperhatikan sosok Valera yang tampak dikenali oleh orang-orang penting bahkan mereka terlihat menebar senyum ramah di hadapan Valera, harus Patricia akui jika Valera memang wanita berkelas yang mempunyai wajah perpaduan sangat cantik.
valera tampak melirik sekilas seorang wanita yang duduk disamping tuan Simon, Ya Valera sudah mengetahui wajah dari tuan Simon dan juga Patricia dan Valera hanya memberikan senyum tipis nya saja.
pembicaraan mengenai bisnis terus berlanjut bahkan Remigio ikut berpendapat begitupun dengan sang kakak, bahkan Valera hanya diam memperhatikan semuanya dengan berpura-pura bermain ponsel.
Patricia tampak terganggu dengan kehadiran Valera yang menurutnya hanya orang luar yang tidak akan memahami mengenai bisnis apapun bahkan Patricia sesekali menangkap Valera yang sedang meliriknya.
__ADS_1
" ahh.. maaf tuan-tuan maaf jika saya lancang, seharusnya pembicaraan kita saat ini tidak dicampuri dan didengar oleh orang luar, seharusnya hanya kita-kita yang terlibat didalamnya apakah benar begitu tuan Vyan ? " tanya Patricia dengan suara yang lembut dan sedikit tegas bahkan kini semua orang terkuat diam satu sama lain dan Vyan akhirnya ia mengerti mengapa sang adik bisa datang ke acara seperti ini.
valera tampak memasukkan ponselnya kembali, dan kini ia menatap kearah Patricia dengan senyum manisnya, tuan Simon yang ingin melarang Patricia seketika tidak bisa berbicara karena ia melihat jelas wajah marah yang tersimpan rapi di balik senyum manis sosok Valera.
" siapa yang kau sebut dengan orang luar nona ? " ucap Valera masih terlihat santai dan ramah.
" tentu saja anda memahaminya,nona. Walaupun anda istri dari tuan Remigio tapi anda tidak terlibat disini nona " ucap Patricia frontal dan seketika semua orang kini menatap Patricia dengan tatapan heran, apakah Patricia tidak mengetahui siapa Valera ?
" nona Patricia, apa kau tak mengenal nona Valera ? " tanya salah satu klien dengan mengerutkan dahinya seketika.
bahkan Remigio kini terlihat geram dengan tingkah Patricia yang secara terang-terangan menabuh genderang perang kepada Valera dan Vyan ia tampak tersenyum sinis saat melihat adegan yang berada di hadapannya ini.
'' maaf jika saya lancang tuan, saya memang belum mengenal secara langsung nona yang berada di samping tuan Remigio tapi saya tau jika nona itu adalah istrinya " ucap Patricia dengan senyum ramahnya akan tetapi Valera menatap intens kepada Patricia sehingga membuat tuan Simon merasa tidak nyaman.
" Patricia hentikan, kau sungguh tak sopan ! " ucap tuan Simon dengan suara tertahan dan Patricia seketika terdiam mendengar ayahnya sudah berbicara akan tetapi bukan Patricia namanya jika ia tidak bisa mengeluarkan pendapatnya.
" bukan begitu ayah aku hanya sedang berpendapat saja " ucap Patricia dan tuan Simon menatap tajam kepada putrinya itu.
valera terus menatap tajam kearah Patricia seakan siap untuk mengulitinya, bahkan tuan Simon merasa tidak enak hati dan merasa tidak nyaman akan tatapan dari istri rekan nya itu.
Remigio mengelus lembut punggung istrinya dan menggenggam erat tangan Valera, bukan Remigio tidak ingin berbicara tapi ia merasa jika Valera harus memberi pelajaran terhadap parasit yang mulai tumbuh itu.
" maaf kan ucapan putriku nyonya Adomson, putriku tidak bermaksud seperti apa yang anda bayangkan, ia hanya belum mengenali anda secara baik nyonya " ucap tuan Simon ramah dan sopan alam tetapi Valera memberikan senyum tipisnya dan terkesan mengabaikan perkataan tuan Simon.
Patricia terdiam di tempatnya bahkan ia hanya menatap Valera dan Remigio secara bergantian dan Valera masih terus menyunggingkan senyuman nya itu.
" perihal kau mengatakan jika aku orang luar kau salah besar nona Patricia bahkan aku terlibat di dalam nya bukan begitu kakak " smirk Valera menatap Vyan tanpa berkedip dan Vyan hanya terkekeh dibuatnya.
" ahh kau benar adikku, maaf nona Patricia jika Valera memang terlibat dalam kerja sama yang kita jalin bahkan aku hanya menggantikan nya untuk hadir di sini tapi siapa kira jika iapun akan hadir tanpa sepengatahuan ku, " ucap Vyan dengan berwibawa bahkan kini semua orang hanya bisa diam tak mau bersuara.
Patricia memilih diam dan tak mau berbicara lain lagi baginya ia cukup dipermalukan dihadapan para orang-orang penting yang bergelut di dunia bisnis.
hingga dua jam berlalu pembicaraan itu sukses dan kini mereka terlibat kerja sama yang saling menguntungkan bahkan Valera beberapa kali mengutarakan pendapatanya dan itu diterima baik oleh semua orang tapi tidak dengan Patricia.
*****
" apa yang sudah kau persiapkan untuk acara besar king Dave ? " tanya Zizi sembari menyeruput teh nya itu.
" tentu saja yang terbaik. Bahkan kini aku merasa berbeda, nona Valera melakukan ini secara besar-besaran dan tentu saja kau mengerti apa maksud ku " ucap Dave dengan datar dan Zizi tersenyum simpul " Lalu apa Elion dan Lotus akan datang ? " tanya Dave lagi
" tentu saja mereka akan datang bersama dengan para anggotanya, bahkan yang aku dengar jika orang-orang yang berada di Indonesia pun akan turut hadir walaupun hanya beberapa orang saja " ucap Zizi dan Dave hanya mengangguk saja
__ADS_1
" ku rasa king mulai semakin luas dan lebar bahkan aku merasa jika nona masih menyembunyikan beberapa orang jajaran nya " ucap Dave
" ya akupun merasa demikian Dave. Kita lihat saja nanti aku sudah tak sabar ingin melihat para penghianat dihukum " ucap Zizi dan Dave seketika tertawa lebar
" ya itu adalah salah satu adegan yang sangat menakjubkan bukan " kekeh Dave dan Zizi hanya tersenyum. " lalu bagaimana dengan Robbin Hallerand ? " ucap dave lagi
" itu akan menjadi urusan tuan Remigio Dave " ucap Zizi dan Dave hanya diam saja tapi fikirannya bercabang kemana-mana tentang Chaiden ataupun Chaiton bahkan Dave sudah mengetahui jika Ben akan dibebaskan dan diungsikan kesebuah pulau tak berpenghuni dengan pengawasan yang ketat dari anak buah king.
tak lama suara ribut-ribut terdengar ditelinga Zizi dan Dave mereka saling pandang seketika, tanpa banyak basa-basi mereka berdua keluar menuju sumber suara.
ternyata Thomas dan Daniel sedang terlibat perkelahian dan semuanya yang menonton hanya menyoraki masing-masing kubu, Zizi mengerutkan dahinya heran.
Thomas dan Daniel sama-sama saling serang dan saling tikung bahkan dari sifat mereka timbul tak ingin mengalah. Zizi tersenyum tipis dengan perubahan yang dialami oleh Daniel.
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
dua-duanya seakan mendapat serangan satu sama lain, dengan nafas yang begitu menderu mereka berusaha sama-sama menatap tajam.
" kau banyak perubahan Daniel, aku suka gaya mu " kekeh Thomas dan masih waspada akan gerakan Daniel.
" terimakasih atas pujian nya paman. Dan tak akan ku sia-sia kan apa yang selama ini aku dapat dari para mentor ku. " tegas Daniel dan Thomas hanya tersenyum simpul.
" mari kita lanjutkan " smirk Thomas dan Daniel mengangguk cepat.
Thomas dan Daniel sama-sama melangkah maju untuk menyerang dan berusaha menjatuhkan lawannya, akan tetapi itu sulit baik Thomas maupun Daniel dilatih oleh orang yang sama tentu saja untuk melumpuhkannya harus mempunyai inisiatif sendiri.
Dave terlihat menatap intens kepada Thomas dan Daniel dalam dirinya merasa bangga baik Thomas maupun Daniel melakukan kepesatan yang sangat tinggi bahkan Thomas bisa diandalkan dalam segala hal.
BUGHHHHHH
Thomas memukul telak punggung Daniel akan tetapi dengan cepat ia bangkit dan kini melakukan serangan balik. Ia menggunakan kakinya untuk mengecoh Thomas akan tetapi Thomas menampiknya dengan cepat
BUGHHHHHH
Daniel dapat menyentuh Thomas tepat dibagian wajahnya sehingga membuat Thomas sedikit mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.
" paman, kau tak apa ? " ucap Daniel yang berlari menuju Thomas yang sedang mengusap pelan darahnya yang keluar.
" tidak, kau tak usah khawatir Daniel. Kau anak pintar dan tangguh jangan sia-siakan apa yang telah kau dapat dan jangan pernah menyalahgunakan nya " pesan Thomas bijak dan Daniel tersenyum lalu mengangguk paham.
__ADS_1
Dave hanya tersenyum tipis melihat betapa jajaran king saling menyayangi dan perduli satu sama lain, bahkan mereka saling bahu membahu memikul beban secara bersamaan dan Valera sosok seorang pemimpin penuh tanggung jawab menjadi pemimpin sangat diagungkan oleh para jajaran dan seluruh anak buah king.