Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
jangan mengujiku !


__ADS_3

Disuatu tempat seorang wanita sedang menatap sebuah photo bayi mungil nan cantik senyum liciknya seketika timbul dari sudut bibirnya. Ya bayi itu adalah Athena entah dari mana wanita itu mendapatkan photo bayi sang Lady dari King tersebut.


" apa rencana kita selanjutnya ? " ucap seorang wanita berkulit coklat dengan rambut yang lurus dan berpakaian seksi menatap kearah sang kakak perempuannya.


" untuk sekarang cukup sulit untuk merebut Lamora dari tangan wanita itu. Aku berubah fikiran, bagaimana jika kita culik bayi kecil ini " ucap Utera dengan seringai iblis nya dan sang adik hanya diam tanpa ingin menjawab keinginan nyeleneh sang kakak. Menculik bayi ? yang benar saja.


" menurutku akan sangat sulit untuk menculik bayi itu kak, terlebih pengawasan dan pengawalan yang begitu ketat mana mungkin kita bisa menyentuh bayi itu dengan mudah. " Jawan sang adik yang bernama Lokanne


" Pasti ada cara dan ada celah, Aku harus menculik bayi itu sebagai pertukaran yang begitu menggiurkan. " ucap Utera kekeh dengan keinginannya dan Lokanne hanya menghela nafasnya secara perlahan. " Kita akan mengintai mereka satu persatu. Kau tau Lokanne bahwa anak buah Valera sangat banyak, beruntung wanita yang bernama L itu mati di tangan ku " ucap Utera dengan senyum tipisnya dan Lokanne hanya mengangguk saja.


" baiklah, kita akan mengintai mereka. Aku akan mengirim beberapa anak buah ku untuk melakukan hal ini, jika memakai anak buah mu aku yakin pihak mereka akan curiga " tandas Lokanne dan Utera mengangguk setuju.


" Ya kau benar sekali, dan akupun menginginkan para wanita itu mati ditangan ku. " ucap Utera lagi dan Lokanne tersenyum penuh arti.


" Aku akan membantu kak " ucap Lokanne lalu berlalu pergi dan meninggalkan sang kakak seorang diri.


Utera menatap kearah kaca jendela diruangan miliknya, ingatannya mengingat pada kejadian beberapa tahun silam dimana pemimpin terdahulu Lamora memberikan tahta dan seluruh isi Lamora kepada Valera yang jelas-jelas tidak ada hubungannya terlebih hubungan darah.


seorang lelaki berparas tampan dan berwibawa yang merupakan raja dari Lamora adalah kakak tiri dari Utera dan juga Lokanne. Tapi mengapa kakak tirinya itu lebih percaya kepada orang lain ketimbang dirinya sendiri yang jelas-jelas adik tirinya.


Hadir kebencian dalam hati Utera kala melihat Valera yang saat itu diangkat sebagai ratu Lamora oleh kakak tirinya sendiri, dimana seluruh orang-orang Lamora menunduk hormat pada wanita yang bergelar lady tersebut.


Aku tak akan pernah melupakan hal itu. Lamora seharusnya menjadi milikku. Bukan milikmu. batin Utera berapi-api


******


" sayang " seru Ed memanggil Elena dengan lembut dan Elena langsung menatap kearah suaminya kini dan tersenyum manis.


" Ada apa Ed ? " tanya Elena dengan menatap manik milik suaminya dengan intens. Ed hanya tersenyum dan mengelus lembut pipi Elena hingga belaian itu turun ke leher jenjang milik Elena dan mengendus nya disana.


Bulu kuduk Elena meremang tat kala benda hangat tak bertulang itu menjilati leher nya seperti ice cream, Elena mencoba untuk mendorong pelan dada Ed yang tak mengenakan apapun tapi Ed hanya menggeram dan justru memberikan tanda kepemilikan nya disana.


" Ed " lirih Elena dan Ed hanya diam dan menikmati permainannya dan kini tangan kekar itu sudah mengelus punggung mulus Elena, Tangan kekar itu sedikit mencengkram nya dan sedikit merematnya hingga nafas Elena mulai tercekat. " Ed jangan menggodaku " ucap Elena dengan mata terpejam karena terbuai oleh perbuatan Ed.


jari-jari Ed membelai seluruh wajah Elena hingga ibu jari tangan milik Ed mengusap sensual bibir Elena yang terlihat seksi itu. Manik keduanya bertatapan dan menyiratkan sebuah tatapan penuh cinta satu sama lain.


tanpa Ed sadari kini tangan Elena mulai membelai dada Ed yang ditumbuhi sedikit bebuluan halus disana, Mata Ed menatap gerakan tangan Elena yang berada di dadanya, Elena menatap Ed dengan tatapan menggodanya dan mengigit lembut bibir bawahnya tiba-tiba.


" mencoba untuk menggodaku ? " kekeh Ed dan Elena mengecup bibir Ed dengan lembut dan penuh perasaan, Ed diam terpaku tat kala benda kenyal itu berada tepat di atas bibirnya,


" eghh " erang Ed saat Elena tak sengaja menyentuh benda keramat itu. " kau sengaja " Picing Ed dan Elena tersenyum sinis.


ranjang itu berdecit karena ulah Ed yang menyentuh Elena dengan sangat buas dan kasar, tapi Elena suka dan dia tak henti-hentinya nya terus mengerang dan merintih karena perbuatan Ed yang terbilang perkasa saat diatas ranjang.

__ADS_1


dua jam berlalu mereka baru menyudahi aktifitas panas nya, Elena dibuat lelah luar biasa, aset berharga miliknya dihajar habis-habisan oleh Ed tanpa henti, Ed terkekeh saat melihat wajah lelah Elena dengan posisi tubuh yang terlentang polos tanpa apapun.


" aku mencintaimu " bisik Ed lalu mengigit kecil telinga Elena hingga mata Elena membuka sempurna.


" Ed aku lelah " lirih Elena dan Ed mengecup bibir itu dengan kilas.


" tidurlah sayang " ucap Ed lagi dan Elena mengangguk malas. Ed memilih untuk mencari informasi keberadaan putra Mrs OTO dari beberapa orang kepercayaannya, tapi untuk mencari lelaki itu Ed memerlukan orang yang berpengaruh juga. Lalu Ed menoleh kearah Elena yang sudah terlelap dalam tidurnya Ed memikirkan cara bagaimana agar Elena tak terlibat terlalu jauh dalam hal ini.


******


" katakan padaku Dave apa rencana mu setelah ini, aku lihat paman Gil benar-benar kekeh pada pendiriannya terlebih lelaki itu, sepertinya aku pernah melihat wajahnya dalam acara lelang beberapa bulan yang lalu." tandas Valera.


Dave mengeryitkan dahinya pelan dan kembali mengingat setiap perkataan yang tuan Gil lontarkan, sebuah penghinaan ? ini sudah diluar batas kesabaran Dave, tapi jika ia memberikan pelajaran terhadap tuan Gil Dave khawatir Gloria akan terluka karena ulah dan sikap kasarnya terhadap sang ayah.


" Aku tau apa yang sedang kau fikirkan Dave. ! jangan dimasukkan ke dalam hati kata-kata dari nya, kau jauh lebih baik ketimbang paman Gil Dave asal kau tau itu. Kau sudah mempunyai segalanya uang, rumah, mobil, dan beberapa bisnis legal mu. Bukankah kau sudah dikatakan mampu " ucap Valera dan Dave hanya diam sembari melihat sepatu mahalnya itu. Valera pun ikut memandang kearah yang sama.


" Ya kau benar lady, Aku tidak perlu merasa minder kali ini, akan aku buktikan jika seorang Dave tak bisa ditindas lagi dan lagi. Aku akan menikahi Gloria Minggu ini, tanpa restu dari tuan Gil lady. " ucap Valera tegas dan Valera terlihat diam saja. " tapi apakah itu tak akan menjadi masalah ? " ucap Dave lagi.


" Aku akan membicarakan hal ini pada bibi ku Dave. Jika paman Gil tetap tak mau aku akan menyuruh ayahku untuk mendampingi Gloria di altar pernikahan kalian nanti '' ucap Valera dan Dave hanya diam saja.


" terimakasih nona, kau membantu hidupku terlalu banyak, aku tak akan mungkin bisa membalas semua jasa-jasa mu " ucap Dave lagi dan Valera hanya terkekeh mendengarnya.


" sudahlah, kau pikirkan saja wanita mu itu. Aku dengar dari kakak ku jika ada seorang klien yang selalu menatap Gloria dengan intens. Hmm sepertinya mereka saling mengenal hanya saja mereka memilih bungkam " goda Valera dan Dave terkejut bukan main, benarkah perkataan sang lady itu ? Gloria apakah ia mengenal lelaki yang menjadi rekan bisnis dari kerajaan Harson ?


" baiklah, jika begitu aku harus segera pulang, Athena pasti sedang menungguku. " ucap Valera dan Dave langsung mengangguk dan mengantar sang Lady hingga pintu utama markas.


setelah itu Dave melajukan mobilnya menuju perusahaan Harson Crop's untuk bertemu dengan Gloria dan memastikan kebenarannya, sepanjang perjalanan Dave memikirkan perkataan sang lady nya itu.


kali ini Dave akan bertindak tegas dan tak lagi sungkan terhadap tuan Gil. Dave harus secepatnya menikahi Gloria agar tak ada kuman yang tumbuh disekitar Gloria maupun dirinya.


Baru saja setengah perjalanan tiba-tiba mobil Dave dihadang oleh beberapa orang pemotor trail di jalanan, Dave mengumpat kasar dalam hati untuk apa mereka menghadang jalanan, sungguh tak ada gunanya.


BREMMMM


suara itu memekikkan telinga, sebagian dari pengguna jalanan memilih untuk menghindari hal itu karena mereka tak ingin terlibat dengan para preman.


TIT... TIT...


beberapa para pemotor membunyikan klakson nya sehingga membuat Dave memilih untuk melakukan kecepatan laju mobilnya menjadi lebih tinggi.


DOK..DOK..


entah apa yang mereka lakukan pada mobil Dave hingga suara itu seperti sedang membentur body mobil bagian belakangnya, Dave menggeram marah karena mereka berusaha untuk merusak mobil kesayangannya.

__ADS_1


" sialan !! awas saja kalian " umpat Dave marah lalu ia mengambil pistolnya untuk memperingati mereka tapi belum saja Dave bertidak, suara tembakan terdengar dari arah belakang.


DODODODOR !!


" siapa mereka ? " gumam Dave yang masih fokus pada laju kemudinya agar tak membahayakan pengguna lainnya. waktu menunjukkan hampir makan siang tapi para pengganggu itu sudah menampilkan taringnya.


DODODORDODODOR !!


PRANGGG


kaca spion mobil milik Dave pecah dan hancur berserakan begitu saja, Dave membulatkan matanya seketika kala melihat itu.


" mereka tak bisa dibiarkan !! " geram Dave lalu ia memilih jalan alternatif yang tak banyak di lalui para pengguna lainnya, Dave akan menyelesaikan semua itu ketika kondisi memungkinkan.


para pemotor itu terus mengikuti Dave kemanapun, mereka seperti ingin menghentikkan laju kendaraan mobil milik Dave tapi Dave memilih acuh dan fokus pada setir kemudinya.


CKITTTT


BRAKKKKKK


DORR !!


Dave mengentikan mobilnya tiba-tiba dengan membuka pintu mobil bagian samping kirinya hingga mengenai salah satu pemotor di sana, lalu Dave mengarahkan senjatanya tepat di tubuh lelaki itu.


" jangan bermain-main dengan ku " tegas Dave saat ia memilih keluar dari mobil mewahnya dan menghadapi sekitar lima orang lelaki asing disana.


mata Dave menajam saat seseorang tiba-tiba menyerat pedang dan menimbulkan suara yang nyaring disana, Dave menyeringai penuh arti, rupanya mereka ingin bermain-main dengan seorang Dave.


" hehh dasar sialan !! " ucap lelaki yang membawa pedang dan mengacungkan nya pada Dave seperti sedang menggertak seorang Dave.


lelaki itu maju dan langsung menyerang Dave dan disusul oleh kawanan nya yang lain, Dave dikeroyok begitu saja tanpa tau alasannya. Dave berusaha menghindar saat pedang itu ingin melukai tubuh nya.


BUGHHHHHH


Dave menendang salah satu tulang punggung lelaki itu hingga ia merintih kesakitan, perkelahian tak terhindarkan mereka benar-benar menguji seorang Dave.


ckckck siapa yang menyuruh mereka. batin Dave


DORR !!


DORR !!


Dave menembak dua lelaki sekaligus hingga mereka ambruk dan tersungkur ke tanah, si lelaki yang memegang pedang menatap Dave tajam dan langsung mengarahkan pedang itu untuk menebas kepalanya. Tapi lagi-lagi Dave menghindar dan langsung menendang pinggang lelaki itu hingga jatuh.

__ADS_1


KRASSSS !!


__ADS_2