Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
* Kabar yang membuat dilema.


__ADS_3

Thailand, waktu setempat.


Sudah dua hari jajaran king berada di Thailand dikediaman nyonya Mecca, sang Lady masih juga belum sadarkan diri setelah pertarungan nya dengan Lorenza dan Elion memutuskan untuk menyuntikkan sebuah cairan berwarna biru kedalam tubuh sang lady agar pemimpin nya itu beristirahat dengan cukup dan kembali pulih saat sadar nanti.


" Elion kenapa Lady belum juga sadar ? apa yang kau suntikkan waktu itu " keluh zumba dan Elion hanya memijat kepalanya pelan karena zumba sedari tadi terus mengoceh dan menanyakan perihal kesadaran sang Lady.


" kau tenang saja, aku tidak menyuntikkan hal-hal yang berbahaya untuk lady, itu sebuah serum yang baik untuk tubuh, cairan itu mengandung vitamin agar kestabilan tubuh dapat terjaga. Apa kau tak lihat jika tubuh sang lady hampir saja drop setelah beberapa kali bertarung dengan orang-orang yang berbeda ? itu sebabnya ia kelelahan " jelas Elion lagi tapi semua orang hanya diam menyimak.


sejak kapan ladynya itu kelelahan setelah bertarung ? Lady yang mereka kenal tak pernah mengenal arti lelah apalagi sampai mengalami pingsan setelah pertarungan ? Dave mengerutkan dahinya pelan, apa kemungkinan ladynya itu hamil ?


" apa lady sedang mengandung ? " celetuk Dave dan sontak membuat orang lain menatap Dave secara bersamaan.


" mengandung ? " ucap tiba-tiba nyonya Mecca yang berdiri di ambang pintu dengan membawa nampan berisi minuman dan juga beberapa cemilan. " benarkah itu ? " ucap nyonya Mecca lagi menatap jajaran king dengan tatapan menyelidik.


" ahh nyonya Mecca, ini hanya prediksi ku saja. " ucap Dave asal dan nyonya Mecca hanya diam saja, tiba-tiba Ornaf pergi meninggalkan orang-orang yang sedang asyik berbincang.


" kau mau kemana ? " ucap Ellara menahan lengan Ornaf, lelaki berwajah manis itu hanya tersenyum menatap Ellara.


" aku akan ke kamar lady untuk memastikan apakah ia sedang hamil atau tidak " ucap Ornaf dan Ellara mengangguk lalu dengan cepat ia ikut menuju dimana sang lady sedang terbaring lemah saat ini.


nyonya Mecca sungguh cemas jika Valera benar-benar sedang mengandung, terlebih misinya belum usai dan kini Valera menjadi incaran pihak berwajib di Thailand.


Dave mendapatkan panggilan dari sang istri ia segera pamit kepada rekan-rekan nya untuk mengangkat panggilan tersebut dan orang-orang mempersilahkannya.


kini, Elion dan keempat anggota predator serta nyonya Mecca saling diam dan bungkam satu sama lain, Elion sedang bertukar pesan dengan Zizi untuk melaporkan apa yang terjadi disini, setidaknya Elion harus mempunyai persiapan ketika terjadi sesuatu dengan sang Lady, seperti hal nya ini.


keesokan harinya, Valera baru tersadar manik hazel itu perlahan-lahan terbuka dan mengedarkan pandangannya ke segala tempat, kepalanya berdenyut nyeri serta tubuhnya yang terasa sakit dan ngilu.


" ohh.. kepalaku " rintih Valera kala rasa berdenyut itu menyerangnya secara perlahan.


CEKLEK


Ellara datang untuk melihat kondisi Valera, ia terkejut karena Valera sudah sadar dan sontak Ellara segera mengambil air minum yang tersedia disana.


" Ellara dimana kita ? " ucap Valera lirih.


" Thailand. " ucap Ellara singkat seraya memberikan segelas air putih untuk Valera.


sesaat Valera terdiam kala mendengar kata Thailand, lalu manik itu sekali lagi melihat sekelilingnya. Benar ini kediaman nyonya Mecca bagaimana bisa ia berada di Thailand.

__ADS_1


" kau tak sadarkan diri selama dua hari " celetuk Ellara hingga lagi-lagi membuat Valera terkejut, dua hari selama itu ? ada apa dengan dirinya.


" benarkah ? " ucap Valera polos dan Ellara hanya mengangguk saja. " dua hari ? " ulang Valera merasa tak percaya dengan perkataan Ellara beberapa detik yang lalu.


" sudahlah jangan terlalu difikirkan. Aku membawa kabar baik untuk mu " ucap Ellara lagi " selamat..kau sedang mengandung " ucap Ellara lagi hingga mata Valera terbelalak lebar sempurna.


" mengandung ? " gumam Valera lagi hingga ia memejamkan matanya sesaat, entah ia harus bahagia atau bersedih, mengandung dalam keadaan misi belum terselesaikan sungguh membuat dirinya dilema.


Ellara seakan tau apa yang sedang di fikirkan oleh Valera hanya mengusap lengan sang lady pelan, Valera sontak menoleh kearah Ellara yang sedang menatapnya dengan senyum manis.


" kau tak senang ? " ucap Valera.


" kau gila tentu saja aku senang, hanya saja.. " ucap Valera terhenti karena kedatangan seseorang disana. Nyonya Mecca datang dengan senyum manis diwajahnya yang sudah keriput itu tapi tetap saja masih terlihat sangat cantik.


" kau sudah sadar, syukurlah " ucap nyonya Mecca senang " aku sungguh cemas saat kau belum juga sadarkan diri selama dua hari setelah kedatangan mu kemarin lalu " keluh nyonya Mecca lagi.


Valera diam saja dengan pandangan tertunduk dirinya saat ini benar-benar dilema dengan keadaan dan situasi, tak lama Ornaf datang membawa peralatan medis serta beberapa obat-obatan di tangannya.


" Kau sudah sadar lady, syukurlah " ucap Ornaf ramah dan Valera hanya mengangguk kecil, Valera melirik alat medis milik Ornaf serta beserta obat-obatan nya. " sebaiknya anda makan terlebih dahulu setelah itu minum obat, ini.. hmm bisa dikatakan sebuah vitamin untuk mu lady, aku yakin kau sudah tau perihal kehamilan mu bukan, jadi kau harus lebih menjaganya terlebih kini Lady dalam sebuah misi yang menurutku sungguh rumit '' keluh Ornaf dan Valera terdiam menyimak perkataan Ornaf.


" Ya apa boleh buat jika begitu '' ucap Valera lagi dan Ornaf serta Ellara saling pandang satu sama lain.


" ada apa kau memandangiku seperti itu ? '' ucap nyonya Mecca lagi.


" tidak... hanya saja aku ingin tau apa reaksi mu saat kau mengetahui jika orang yang kau kenal selama ini adalah otak dari masalah yang terjadi '' ucap Valera datar hingga nyonya Mecca mengeryitkan dahinya pelan.


" apa maksud dari perkataan mu ? '' heran nyonya Mecca dan Valera tersebut tipis menanggapi.


" tidak ada.. jawab saja '' ucap Valera lagi.


" tentu saja aku kecewa dan tak menyangka jika seandainya itu terjadi '' ucap kesal nyonya Mecca.


aku rasa kau akan lebih kecewa saat mengetahui orang itu. batin Valera.


*****


Tiga hari telah berlalu kondisi kesehatan sang lady telah berangsur baik dan pulih dengan Ornaf yang selalu memantau kesehatan pemimpinya itu ditambah kabar kehamilan Valera yang masih dirahasiakan.


Valera telah memberikan pesan singkat kepada salah satu anggota black road untuk membawakan beberapa senjata yang lebih banyak lagi dan juga White serta Blue yang akan ikut misi selanjutnya.

__ADS_1


White dan Blue akan tiba dalam dua hari kedepan dan Valera sangat menantikan kedatangan mereka dengan cepat. Malam harinya di kediaman nyonya Mecca Valera melakukan meeting dadakan di ruangan yang menjadi kamar tidur sang lady, termasuk nyonya Mecca disana.


" White dan Blue akan ikut misi selanjutnya di Turki " ucap Valera tiba-tiba.


" Anggota black road ? " tanya Ellara dan Valera mengangguk mantap " ya lebih baik begitu, terlebih kau sedang mengandung aku jadi cemas memikirkannya " ucap Ellara lagi dan Valera terkekeh kecil.


Valera menatap lurus kedepan, sungguh kehamilannya yang kedua ini tak disangka-sangka oleh dirinya, menolak pun tak mungkin jadi Valera hanya bisa menerimanya dengan senang hati.


Remigio bahkan belum mengetahui perihal kehamilan Valera yang kedua ini, entah apa yang terjadi saat suaminya itu tau jika sang istri kini sedang mengandung kembali.


" Elion coba kau cek ulang ini '' ucap Valera seraya memberikan tablet miliknya kearah Elion.


sebuah peta kota yang berada di turki ? apa mereka akan pergi ke kota itu, entahlah Elion yakin jika sang lady mengetahui sesuatu.


" itu adalah lokasi Mehmet berada, walaupun aku tak yakin seratus persen tapi aku sudah melakukan penelusuran '' ucap sang lady sedikit tegas, Elion hanya mengangguk saja tapi jari-jari nya beroperasi lancar di layar tablet, dirinya tau apa yang harus dilakukannya.


setelah satu jam berlalu Elion mengamati dengan cermat hingga profil seseorang tampil begitu saja.


" apakah ini lelaki yang bernama Mehmet ? '' ucap Elion penasaran, semua orang sibuk melihat wajah dari lelaki yang diyakini oleh Mehmet hingga manik nyonya Mecca terbelalak sempurna saat mengenali sosok itu.


Valera yang melihat ekspresi dari nyonya Mecca hanya terdiam dengan wajah datar tanpa ekspresi.


" Glen " ucap nyonya Mecca " Glen ? Mehmet '' ucapnya dengan dahi berkerut menatap Valera seperti tatapan yang tak yakin dan tak menyangka.


" ada apa nyonya, kau mengenali lelaki ini ? ucap Elion begitu penasaran.


" apa itu Mehmet yang dimaksud oleh Wilson kala itu ? tanya nyonya Mecca lagi seakan ingin memastikan sesuatu. Elion hanya diam dengan mata yang berkedip saja.


" Ya " singkat Valera lagi dengan begitu tegas dan yakin " Glen adalah Mehmet, tolong jelaskan padaku siapa dia nyonya Mecca '' tanya Valera dengan mata yang menatap tajam pada wanita lanjut usia itu.


nyonya Mecca mendadak syok dan terduduk lansung dipinggiran ranjang, matanya menyorot kelantai marmer yang dingin, Glen ? Apakah selama ini ia dibodohi dan di bohongi oleh sahabat nya yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri.


" Dia putra sulung Jiro dari istri pertamanya yang sudah lama meninggal '' ucap nyonya Mecca dan semua orang terkejut bukan main, tapi Valera hanya tersenyum sinis menanggapi. " apa Jiro mengetahui semuanya ? dan menutupi masalah ini ? apakah ia pun terlibat dengan para penghianat di luar sana '' ucap nyonya Mecca lagi tak habis fikir dengan teman satu perjuangan nya itu.


Valera diam saja menatap lurus tanpa ekspresi, prediksi Zizi kala itu benar jika paman Jiro terlihat mencurigakan walaupun Valera sebenarnya tak mau ambil pusing dengan apa yang dikatakan Zizi pada saat itu, tapi kini sebuah petunjuk tak terduga justru menyeret paman Jiro didalamnya.


Valera meminta kepada nyonya Mecca untuk bersikap biasa-biasa saja terhadap paman Jiro dan nyonya Mecca hanya mengangguk saja walaupun sebarnya ia kesal dan kecewa bukan main.


Terlebih Valera pun belum tau motif dibalik itu semua, kepingan puzzle itu belum tersusun dengan sempurna, membuat Valera harus sabar melengkapi kepingan demi kepingan yang belum terpecahkan hingga kini.

__ADS_1


__ADS_2