
jet pribadi milik Remigio sudah mendarat sempurna di bandara Prancis, wajah lelah Valera dan Remigio tampak terlihat bahkan George tampak tertidur pulas dipangkuan Asnee
Remigio tampak sangat perhatian bahkan selama dalam penerbangan Remigio rela menjadi tempat sandaran serta pembaringan Valera, walaupun disana tersedia kamar pribadi tapi itu digunakan George dan Valera saja sedangkan Remigio ia rela di luar demi kenyamanan orang yang disayang nya
para pengawal Remigio telah berkumpul disana hanya untuk menjemput dan memberikan pengawalan kepada tuannya dan calon nyonya nya
Remigio membelitkan tangannya di pinggang ramping Valera
dua buah mobil SUV berwarna hitam telah membelah jalanan kota dengan kecepatan diatas rata rata nya
" sweatheart, kau terlihat sangat lelah sekali " lembut remigio kepada Valera
" hmm.. tapi aku tidak apa-apa Remi, setelah ini aku akan beristirahat sebelum melakukan perjalanan ke Hongkong " ucap Valera yang memejamkan matanya
" tidak sweatheart, aku takut kau sakit ! jika kau ingin pergi aku sendiri yang akan memastikan bahwa kondisi mu baik baik saja " ucap remigio dengan penuh penegasan dan Valera diam saja
' Remi - " ucap Valera yang terpotong ucapannya
" tidak ! sekali tidak tetap tidak ! kau akan pergi jika kondisi mu baik baik saja " ucap Remigio yang tak mau dibantah membuat valera mendengus kesal
akhirnya mereka telah sampai di mansion keluarga harson George terlebih dahulu dibawa masuk oleh Asnee karena ia masih tertidur sedangkan Remigio dan Valera masih di dalam mobil
anak buah Remigio yang mengetahui situasi seperti ini dengan cepat ia menekan tombol bulat yang tepat berada di samping kanannya dan seketika muncul lah gorden pembatas untuk memberi waktu privasi kepada majikannya
" Remi kenapa di tutup ? " bingung Valera dan Remigio hanya diam saja
" mereka sangat mengerti jika tuannya butuh waktu privasi sweatheart " ucap remigio yang mengecup bibir Valera lalu detik kemudian ********** dengan lembut dan Valera menyambut ciuman Remigio dengan gaya sensual bahkan terdengar desahan tertahan disana kini Valera semakin pandai berciuman dengan Remigio
" masuklah dan istirahat lah " ujar Remigio mengusap lembut pucuk kepala Valera " aku tidak ingin kau sakit " ucap remigio lagi dan Valera pun menurut
kabar kepulangan Valera telah diketahui oleh Dave dan Thomas karena Pram memberitahunya bahkan Valera berpesan untuk menyiapkan segala kebutuhan nya untuk Valera terbang ke Hongkong dan kali ini Dave ikut serta dan Thomas yang memantau dan tetap memberikan laporan di markas utama
Valera pun sudah menghubungi anggota B.woman untuk ikut serta tapi Valera hanya meminta dua orang saja sisanya tetap tinggal dan melakukan yang semestinya ditambah Leo akan ikut karena permintaan Remigio
Thomas dan Dave telah berhasil mengumpulkan informasi tentang Everest bahkan mafia Jepang yang Dave selidiki sekalipun semuanya sudah rangkum, kematian Raymond tidak banyak yang tau hanya Para anak buah king saja tapi valera yakin kabar menghilangnya Raymond akan membuat sejuta pertanyaan dalam jajaran mafia Hongkong di bawah naungan Ben tanaphon
ingin mencoba meruntuhkan kekuasaan king berarti orang itu sudah siap akan nyawanya yang akan melayang !
sudah hampir memasuki jam makan malam tapi Valera masih betah dalam tidurnya nyonya Sofhia mencoba untuk membangunkannya tapi ketukan pintu itu tak membuat Valera bangun justru ia semakin lelap dari tidurnya
nyonya Sofhia akhirnya membiarkan Valera untuk beristirahat dengan lama karena ia berfikir jika putrinya sedang kelelahan
****
Di markas utama Greta sedang mencari orang yang telah berani menerobos sistem keamanan king walaupun insting Dave menuju kepada Everest karena saat ini hanya dia yang patut dicurigai ! tentang mafia Jepang yang harus di awasi lebih ketat sudah Dave lakukan dengan bantuan Para anak buahnya bahkan setiap CCTV di bandara Jepang sudah terhubung ke dalam dan tersambung dengan koneksi milik king
" dia merupakan hacker yang handal tapi sayang kemampuannya disalah gunakan oleh pihak musuh " gumam Greta dan Dave yang mendengar nya hanya mendengus kesal sudah pasti orang itu hacker dan pastinya ia disuruh " ohh coba kalian lihat dia berusaha membobol sistem kedua " ucap Greta, Dave dan Thomas segera mendekat ke arah Greta dan melihat layar pipih itu dengan seksama
" cari mati ! informasi apa yang mereka cari " ucap Dave lagi dan Greta hanya melirik sekilas Dave
" tentu saja infomasi kita ! kenapa kau menjadi bodoh seperti ini " gerutu Greta kesal dan Thomas hanya tertawa kecil
" sudahlah kau urus mereka, aku akan memberi informasi ini kepada nona Valera " ucap Dave yang melenggang pergi
__ADS_1
sedangkan Greta dan Thomas hanya saling berpandangan satu sama lain
disisi lain Daniel sedang berlatih dengan dua orang yang ahli dalam bidangnya sama seperti Thomas waktu lalu
Daniel pemuda yang cukup tanggap dan gesit bahkan dua orang pelatih dibuat kagum karena kepandaian dari Daniel
sudah banyak jurus serta tahapan yang dilalui Daniel semuanya berjalan dengan baik dan Daniel pun merasa bangga akan kemampuan dirinya yang sekarang
di sisi lain Orleans
Matt sedang dibuat pusing karena Damian mendesak ingin bertemu dengan lady nya jika tidak ia mengancam akan menghancurkan gudang persenjataan dan meratakan nya dengan tanah ! dari mana ia tahu letak gudang persenjataan king ?
Matt awalnya tak ambil pusing karena permasalahan Damian sudah berakhir beberapa bulan yang lalu tapi kini ia kembali dengan permasalahan yang serupa
" apa aku harus memberi tahu ini kepada nona " gumam Matt Hugo serta zumba hanya saling melirik satu sama lain
" kita harus menyelidiki Damian itu ! apa permasalahan nya jangan beri tau nona terlebih dahulu Matt , kita yang akan mencarinya sendiri " datar Hugo dan Matt mengangguk setuju
" baiklah kita mulai permainan nya sayang " smirk zumba menyeringai lalu ia mengambil sebuah laptop canggih yang diberikan Valera untuk keempat predator tentunya
Edgar melirik zumba yang terlibat mengetik sesuatu entah apa yang ia cari, sedangkan Hugo asyik memakan buah anggurnya bersama dengan Matt
" Damian ? bahkan banyak sekali nama Damian disini " gerutu zumba " eh.. bukannya Dave telah mencari informasi tentang pria ini itu berarti dia telah mendapatkan informasinya bukan ! " ucap zumba menatap ketiga temannya
" hmm.. kau benar tapi alangkah baiknya jika kita pun mencari jejak pria yang membuat ku susah itu, lalu kita cocokan hasilnya dengan laporan milik Dave " seru matt membuat ketiga temannya mengangguk cepat sebuah ide brilian ?
" apa kau pernah bertemu dengan pria itu ? " tanya Edgar dan maat menggeleng
" itu artinya kita harus bekerja lebih
keras lagi untuk mencari Manusia ini " seru Hugo dan Matt pun mengangguk santai
***
hari ini cuaca cukup bagus Valera bersiap untuk pergi ke markasnya setelah mengantar George ke sekolahnya bersama dengan Asnee
sedangkan vyan tidak pergi ke perusahaan nya karena ia sedang sedang ingin bersantai di mansion, alhasil Leonel yang menggantikannya
Valera sempat berpapasan dengan Leonel di mansion utama Valera hanya tersenyum manis dan Leonel hanya menunduk hormat pada nona mudanya
tuan ramius dan vyan berniat untuk membuat Valera bergabung dalam perusahaan nya mengingat perusahaan harson Crop's di level tertinggi saat ini pasti butuh orang orang pintar di dalamnya
hanya saja Valera belum memberikan jawaban yang pasti pada ayah serta kakak nya
mobil Valera sudah memasuki pelataran markas utama semua anak buah king menunduk penuh hormat dan Valera hanya mengangguk pelan
valera duduk di sofa beludru nya sambil membuka laptopnya meliknya ada sebuah email yang masuk dari Dave tentang penyelidikan Everest serta seorang hacker yang berbau membobol sistem keamanan ketiga king, Valera hanya tersenyum miring kala mendengar itu
" kakak " seru seorang pria remaja
" ahh Daniel kemarilah " seru Valera ramah dan Daniel segera mendekat dan duduk di samping Valera
" bagaimana dengan latihan mu, ? tanya Valera yang menutup laptopnya kini pandangannya beralih pada Daniel
__ADS_1
" baik aku menyukainya dan aku sangat senang terimakasih " seru Daniel dan Valera hanya mengangguk
saat Valera akan menjawab ponsel Valera berdering sangat nyaring
" Hallo ? " tanya Valera santai lalu detik kemudian wajahnya menegang bahkan memerah membuat Daniel bingung melihatnya, setelah mendengar laporan dari seseorang Valera segera mematikan ponselnya
" Dave " teriak Valera menggema bahkan Daniel terlonjak kaget dan para pengawal yang berjaga pun tak kalah terkejut
Dave serta Thomas dan Greta segera mendekat ke arah suara itu
" nona ada apa ? " tanya Dave lalu pandangan Valera menuju ke arah Greta
" Greta lacak keberadaan ibuku sekarang " ucap Valera penuh penekanan sontak membuat semua nya bingung melacak keberadaan nyonya besar ? tanpa basa basi Greta mengambil laptop miliknya
" tunggu ? bagaimana bisa aku lacak ? melalui apa ? ponsel atau GPS ? " tanya Greta yang ikut panik
" GPS ! aku yakin ponsel milik ibuku tidak bisa di hubungi " ucap Valera yakin GPS ? ya karena nyonya sofhia selalu memakai anting pemberian Valera yang sudah di modifikasi alat pelacak yang sangat kecil mengingat ibunya selalu berbelanja kebutuhan rumah bersama dengan kepala pelayan maupun beberapa pengawal
Greta dengan cepat melacak GPS nyonya sofhia seperti yang Valera katakan
hanya butuh waktu lima menit Greta menemukannya
" mereka akan meninggalkan Prancis Valera " ucap Greta lagi " aku menemukan sinyal helipad di sini .. oh tidak bukankah itu orang yang kalian selidiki " pekik Greta dan Valera segera mendekat serta melihat
" Everest ! " teriak lantang Valera dengan nafas menderu " Dave siapakan semuanya dan kau Greta atur dan pantau sinyal mereka
ponsel Valera berdering kembali kali ini vyan yang menghubunginya, Valera mengangkat dan segera memberitahukan jika ibunya akan meninggalkan Prancis dalam waktu lima menit
vyan panik seketika lalu ia menyuruh seseorang untuk memblokir jalan helipad itu
Valera mengatakan akan menyusul begitupun dengan vyan dan tuan ramius tentu saja ia cemas.
" Dave siapkan senjata kita masuk jadi satu dan letak kan di dalam ransel berwana hitam, Thomas suruh 20 puluh orang anak buah king untuk menyusul ku serta pasukan bantuan ! aku meminta pasukan Phoenix diikut sertakan, kakak ku akan menyusul " ucap Valera tegas Dave dan Thomas segera melakukan tugasnya
sepuluh menit berlalu Dave sudah siap dengan berbagai senjata lengkap dengan peluru,bom, granat serta gas racun didalamnya dan beberapa butir pil buatan yang akan menyerang syaraf dan otak para lawannya jika digunakan
sedangkan Thomas sudah bersiap dengan anak buah king yang bersenjata lengkap dengan yang lainnya
" oh mereka akan menuju Australia " pekik Greta dan Valera hanya tersenyum sinis
" sudah ku duga, baiklah kalian yang memulai maka aku akan menjadi malaikat pencabut nyawa kalian semua terutama kau Everest " desis Valera
Valera segera menyiapkan diri beserta dengan Dave dan Thomas kali ini mereka akan menggunakan helipad yang sama dengan beberapa anak buah king yang mengekor dibelakangnya
sedangkan Greta tetap di markas utama untuk melakukan pengawasan dibekali MH oleh Valera
disisi lain vyan dan Leonel sudah bersiap meninggalkan Prancis,pemblokiran terhadap Everest terlambat lima menit saja nyatanya mereka sudah terbang dan mulai menjauh
tuan ramius tetap berada di rumah beserta Pram karena kesehatan nya mulai menurun dan vyan melarang ayahnya untuk ikut andil dalam penyelamatan ibunya
nyonya Sofhia disergap oleh beberapa orang tak dikenal saat nyonya sofhia baru saja pulang dari acara nya saat sedang dalam perjalanan menuju mansion utama, tentu saja para pengawal nyonya Sofhia diberondong rentetan peluru yang tiba tiba dan akhirnya mereka ambruk dan mereka berhasil membawa nyonya Sofia entah kemana
salah satu pengawal ada yang selamat alhasil ia memberitahukan kejadian itu pada tuan besarnya
__ADS_1