
Prancis, markas utama king
waktu seakan cepat berlalu, rombongan Valera telah sampai, empat jam berlalu kini Valera sedang melakukan sebuah pembicaraan atau bisa dibilang dengan rapat bahkan keempat predator ikut dalam pembicaraan serius ini, para pasukan bayangan seakan mendapatkan tatapan tajam dari yang lainnya Vyan memilih duduk di sofa santai untuk merebahkan dirinya dan Leonel ia duduk disamping tuan nya, pandangan Vyan tak pernah luput dari Zizi yang memakai sebuah dress berwarna merah entah mengapa ia merasa Zizi lebih menggoda jika mengenakan pakaian yang berwarna yang menantang
" apa yang sedang kau lihat kak ? " ketus Valera dan vyan terlonjak kaget bahkan dia hanya tersenyum polos dan Valera hanya mendelik sinis sedangkan Zizi ia memilih diam dan tidak menatap kearah Vyan ia memilih fokus dengan pembicaraan selanjutnya
" silahkan lanjutkan adikku " goda Vyan dan Valera diam saja
" baiklah, huhh.. " ucap Valera mengembuskan nafas nya secara kasar, " hampir beberapa Minggu aku berada di Rusia sebelum ini aku mengunjungi Jepang " ucap Valera dengan serius dan semua orang kini mendengarkan nya secara serius dan seksama " aku begitu syok ketika mendengar jika kematian kakek ku ada campur tangan seseorang, tapi sekarang aku sudah berhasil membekuknya ya walaupun sedari awal cukup sulit tapi aku yakin jika aku bisa, Frazzes willyam adalah salah satu orang yang ku tandai atas dalang nya kematian kakekku, " ucap Valera lagi dan semua orang terlihat mengerutkan dahinya
" hmm maksud nona,, jadi ada beberapa orang yang di curigai dan kau tandai ? " timpal Dave dan Valera mengangguk pasti
" jadi itu semua sudah direncakan " ucap Hugo dengan wajah datar nya
" sepertinya begitu ! kita semua tau jika kematian tuan Marcell karena sebuah penyakit pada bagian jantungnya, jadi tenyata itu semua tidak benar " ucap Matt ikut menimpali kini Valera beralih menatap kepada sang kakak dan vyan hanya diam saja sembari menundukkan kepalanya
Vyan merasa bersalah karena harus menyembunyikan hal sebesar itu dari Valera, akan tetapi Vyan dan kedua orangtuanya mempunyai alasan yang kuat mengapa mereka tidak memberitahukan hal yang sebenarnya terutama sang ibu nyonya Sofhia ia merasa takut jika putri nya mengalami hal yang serupa dengan ayah mertuanya, terlebih dengan dunia hitam yang Valera jalani serta kedudukan nya yang tinggi sebagai seorang pemimpin dari king
" Vale, maaf untuk kejadian waktu itu. Sungguh aku serta orang tua kita mempunyai alasan yang kuat mengapa hal ini harus disembunyikan " ucap vyan dengan sungguh-sungguh lalu ia menatap Valera dengan sendu " dan maaf aku telah menampar mu kala itu " ucapnya lagi dengan rasa bersalah dan Valera diam saja begitupun dengan yang lainnya mereka memilih mendengarkan saja daripada harus ikut berbicara
" menampar ? " ucap dingin Remigio tiba-tiba " kau menampar wanitaku begitu ? " ucap dingin Remigio dan Valera dengan cepat menggenggam tangan Remigio dengan lembut
" sudah ku katakan jika aku tak sengaja " ucap Vyan tak kalah dingin
" tapi itu sama saja kau menyentuh wanitaku ! bahkan aku sendiri pun tidak pernah menyakitinya bahkan menamparnya, tapi kau sebagai kakaknya dengan lancang menyentuh wanita ku " tegas Remigio kini aura di ruangan itu berubah menjadi panas, Valera memijit pangkal hidungnya dengan pelan sedangkan Zizi hanya menatap datar Kedua pria yang sedang berselisih paham itu
" jangan lupakan jika dia adikku " ucap vyan ketus dan Remigio hanya terkekeh biasa
" dia wanitaku, dan sebentar lagi dia akan menjadi nyonya Adomson " ucap remigio tak kalah sengit
" Adomson ? marganya Harson bukan Adomson ! " tajam vyan kepada Remigio
BRAKKKKKK
valera menggebrak meja dengan berwajah kesal dan marah, awalnya ia akan membicarakan hal yang serius akan tetapi ia harus mendengar perdebatan konyol kedua pria yang sama-sama keras kepala itu
" berhenti berdebat ! " tegas Valera. vyan dan Remigio mengangguk patuh karena mereka merasa takut dengan amukan Valera " jika masih ingin berdebat silahkan keluar dari sini ku harap kalian tak lupa pintu keluarnya " sinis Valera dan semua orang yang mendengarnya hanya mengulum senyum tertahan
" maaf " ucap serempak vyan dan Remigio. valera hanya diam saja mengatur nafasnya kembali
" baiklah kembali ke pembicaraan awal, untuk beberapa hari kedepan mungkin aku akan pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikan satu urusan lagi " ucap Valera tenang dan sontak semua yang berada di sana menatap bingung kepada Valera " masih ada hal lain yang harus ku selesaikan dengan cepat, bertemu dengan para pendahulu dan jajaran dari mendiang kakekku. Aku harus bertemu dengan mereka semua " ucap Valera tegas
" seperti paman Jiro ? " ucap Vyan tiba-tiba
__ADS_1
" kau tau ? " ucap Valera
" Ya aku tau bahkan aku pernah beberapa kali bertemu dengan beliau saat kakek mengajak ku untuk berjalan-jalan tapi waktu itu kau tidak mau pergi dan memilih berada dalam kamar mu " ucap vyan dan Valera mengangguk saja itu memang benar adanya
" aku sudah bertemu dengan nya, dia berada di Jepang mansion Shizuka bersama dengan paman Yu " ucap Valera lagi dan sontak semua orang terdiam mendengarnya
Dave dan Thomas merasa jika ada hal besar yang akan dihadapi oleh nona nya, perasaan dan firasat mereka mengatakan jika ada sebuah batu besar yang akan siap jatuh menimpa sang nona
" lalu apa rencana mu sweatheart ? " ucap Remigio dan Valera diam saja
" belum tau " singkat Valera dan semua menjadi saling pandang satu sama lain, bagaimana bisa sang lady belum memiliki rencana nya ini seperti bukan Valera
valera yang tau akan isi pemikiran orang-orang disekitarnya hanya bisa tersenyum tipis, kali ini Valera tak ingin membicarakan rencananya bagi Valera ini masih terlalu misterius, wanita itu kabur ! bahkan seseorang yang belum diketahui keberadaanya dan pastinya organisasi yang di akuisisi orang lain bisa dibilang itu adalah perampasan
" apakah tidak ada rencana yang bisa di lakukan nona, agar kami ikut membantu mu " tanya Thomas dengan polos dan Valera menatap Thomas dengan seksama
" belum aku fikirkan Thomas ! sungguh, ini semua benar-benar pusing mungkin untuk saat ini kita hanya akan menghadapi wanita itu serta Margaretha willyam jika mereka datang dengan tiba-tiba dan kalian semua harus siap melawannya " ucap Valera lagi dan semuanya mengangguk pasti
" hmm maaf jika aku bertanya ? hmm kalian berdua siapa ? aku baru melihat wajah kalian " ucap Edgar yang menatap Deon dan Emil secara bergantian
Emil dan Deon hanya saling pandang begitupun Dengan Valera,
" mereka juga salah satu orang ku " ucap Valera dan Edgar mengerutkan dahinya seketika
*****
malam hari nya Valera masih berada di markas begitupun dengan Remigio pria itu belum saja pulang ke rumah atau perusahaan nya ia memilih menghabiskan waktunya bersama dengan Valera, sedangkan Vyan dan Leonel sudah kembali ke perusahan mungkin sekarang mereka sudah berada di ruang dan apartemennya
valera dan Zizi berada di ruang kendali karena beberapa jam yang lalu ada sebuah sinyal asing masuk ke wilayah king, dan Valera yakin jika itu adalah para anak buah Frazzes yang lainnya atau kemungkinan Margaretha willyam
valera akan menantikan nya dan menyambut mereka dengan sangat antusias
" apa ada alat sesuatu di tubuh Frazzes ? seperti alat pelacak lainnya ? " ucap Zizi tiba-tiba dan Valera hanya diam saja
" kemungkinan besar ! tapi biarlah terlebih dahulu sebelum aku benar-benar mencabut nyawanya ! aku yakin masih ada pihak lain yang berada di belakang dia Zizi " ucap Valera
" ya akupun merasa seperti itu nona " ucap Zizi mengangguk samar " hmm maaf nona jika aku berbicara lancang tapi ini hanya perkiraan ku saja entah mengapa aku merasa tidak percaya dengan paman Jiro " ucap Zizi membuat Valera tersentak kaget
" ada apa dengan dia ? " ucap Valera bingung dan ingin mengetahui alasan Zizi mencurigai paman Jiro
" entah lah, akupun belum tau pasti tapi hatiku berkata jangan percaya akan dirinya ! maaf jika aku mencurigai nya nona " ucap Zizi sopan dan Valera mengangguk kecil
" tidak apa-apa Zizi aku senang jika kau mempunyai tingkat kewaspadaan yang sangat baik, ya aku pernah berkata jangan pernah percaya dengan mudah pada orang yang baru kalian kenal begitupun dengan diriku. Tapi untuk masalah mendiang kakekku aku rasa cukup sulit karena ini sudah terlalu lama selagi mereka tidak mengusikku maka aku tak akan pernah mengusik mereka ! hanya saja aku akan tetap memberi mereka pelajaran dengan apa yang mereka perbuat dimasa lalu " ucap Valera dengan sorot mata yang sangat tajam
__ADS_1
tak lama mata mereka berdua menangkap pergerakan sebuah mobil SUV datang dan berhenti karena anak buah king yang menahannya, terlihat seorang wanita keluar dan sedikit berbincang. Valera dan Zizi hanya saling pandang satu sama lain
" Zizi pindai, aku ingin lihat wajahnya lebih dekat " seru Valera dan Zizi segera melakukan tugasnya, tak lama ada panggilan terhubung dari anak buah yang berjaga di depan pintu gerbang dan Valera mengangkatnya dengan cepat
orang itu meminta izin untuk bertemu dengan Valera, dan Valera memberi kan izinnya dan membiarkan wanita itu masuk dengan pengawasan ketat
valera beranjak dari kursinya dan turun ke lantai bawah dimana ada sebuah ruangan untuk para tamu yang datang berkunjung, Zizi memilih melihat semuanya dari ruang kendali sedangkan Dave dan Thomas sedang berada di ruang latihan
*****
kini seorang wanita berperawakan tinggi dengan wajah dingin dan sorot mata yang tajam sedang menatap Valera dengan menyelidiki dan Valera hanya acuh saja dengan sikapnya yang seakan siap mengulitinya, ternyata wanita itu tidak sendirian ia bersama dengan salah satu asistennya
" siapa kau ? dan apa maksud tujuanmu datang kemari " ucap Valera datar tanpa ekspresi
" Margaretha willyam ! jangan berpura-pura tidak tahu nona kau pasti sudah tau aku bukan " ucap wanita itu tak kalah datar dan Valera menatap tajam kepada Margaretha sang asisten Margaretha yang seorang lelaki hanya bisa diam dan memperhatikan keduanya, bohong jika ia tak merasa gugup dengan aura yang dikeluarkan oleh Valera
" lalu ? " ucap Valera singkat
" kembalikan kakek ku, Frazzes willyam, kau menyekap nya bukan jangan berbohong " ucap Margaretha secara langsung
'' jadi kau sedang memerintah ku begitu ? " ucap Valera terlihat memicingkan matanya dan wanita itu hanya menatap datar kearah Valera
" maaf nona, maksud kedatangan kami kesini secara baik-baik, kami tau jika tuan Frazzes berada di sini. Dan maksud nona ku datang jauh-jauh kemari hanya untuk meminta tuan Frazzes secara baik-baik " ucap asisten Margaretha dan Valera terlihat tertawa kecil, sungguh lucu ! bahkan sangat lucu baru pertama kalinya Valera mendapatkan sebuah penawaran tentang tawanan nya
Margaretha dan sang asisten terlihat saling pandang, bohong jika mereka tak gugup dihadapan wanita yang aura nya sangat kuat dan pekat seorang wanita penguasa bak ratu yang diagungkan oleh rakyatnya
" jangan bertele-tele waktu ku tidak banyak " ucap Margaretha dengan nada angkuh
" jika aku tidak mau ! " ucap Valera dingin
" maka tidak ada cara lain selain dengan cara kekerasan ! " ucap Margaretha dengan percaya diri sang sistem sungguh meruntuki kebodohan nona nya, cara kekerasan sungguh sudah menjadi hal biasa bagi king terutama sang lady
" cihh jangan mengancam ku jika kau tak punya nyali untuk melawanku " sinis Valera
" kau .. ! " tunjuk Margaretha marah dan sah asisten menahan agar sang nona tidak terpancing emosi
" pergi lah, sebelum aku berubah fikiran dan menyuruh anak buah ku untuk menutup semua pintu agar kalian tak bisa keluar dan bisa di katakan kalian akan menjadi tawanan baru " kekeh Valera dengan tawa menggelikannya
" beraninya kau bersikap seperti itu terhadapku ! aku datang baik-baik untuk meminta kakek ku tapi kau menolaknya secara mentah-mentah dan sekarang kau mengancam ku " marah Margaretha dan Valera menatap intens lawan bicaranya
" jaga bicaramu nona, sadar diri lah kau sedang berada di mana ! dan kami tidak mungkin menyerahkan seorang tawanan dengan kesalahan yang telah ia perbuat termasuk kakek mu nona " tajam Dave tiba-tiba ikut bergabung dengan mereka, dan ia tak sengaja melihat nonanya sedang kedatangan tamu dan alangkah terkejutnya saat seorang wanita bersikap dan berbicara lantang kepada nonanya
Margaretha menatap Dave tanpa berkedip,manik abu Dave mampu menghipnotis Margaretha sungguh ia terpesona akan kharisma dari salah atau petinggi king ini, sang asisten sungguh merasa gugup saat harus bertemu dengan Dave, walaupun ia sudah terbiasa dengan kehidupan mafia yang dijalani Frazzes willyam akan tetapi berhadapan dengan king sungguh hanya mengantarkan nyawanya secara suka rela
__ADS_1