Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
secret people


__ADS_3

BRUKKKK


DODODORDODOR


salah satu pengawal anak buah king menabrak mobil musuh dari arah belakang dan memberikan mereka rentetan peluru membuat mobil itu oleng tak terkendali, Asnee terus memepetkan mobilnya ke sebuah gundukan tanah agar ia bisa keluar dan melompat ke tempat yang lebih aman


Dave dan Thomas mengatasi salah satu mobil musuh yang lainnya


DODODODOR


para musuh masih bisa memberondong kan pelurunya ke arah mobil Asnee,


Tit Tit Tit Tit


hitungan terakhir di hitung dari angka lima membuat Asnee semakin gugup serta detak jantungnya berpacu lebih cepat tak terkendali


" George peluk paman dengan erat, kita akan keluar dan melompat dari mobil ini " ucap Asnee setenang mungkin walaupun dirinya sangat panik


3


2


BLUMM BLUMM


BRUKKKKKK


DUARRRR !!


DUARRRR !!


mobil Asnee meledak sangat hebat dan disertai meledaknya satu buah mobil yang tepat di belakang Asnee. Untung nya Asnee sudah keluar dan melompat sangat cepat dan tepat ia mendekap tubuh kecil George dalam dekapannya, pria kecil itu memegang sangat erat kepada Asnee dengan mata terpejam


" GO ! " ucap Dave yang berteriak saat melihat mobil musuh ingin menabrak Asnee dan George, seketika Asnee terkesiap dan merengkuh tubuh George serta berlindung dan berlari ke arah kanan Dimana mobil Thomas akan menyambutnya


BRAKKKKKK


bukannya menabrak target tapi mereka malah menabrak sebuah pohon yang cukup besar sampai mobil itu mengeluarkan asap yang cukup tebal dan seketika


DUARRRR !!!


naas mobil itu ikut meledak saat beberapa detik yang lalu menabrak sebuah pohon


ledakan itu sangat hebat hingga membuat Thomas terbelalak dan Dave menghindar beberapa meter dari mobil itu, hilang sudah niatan mereka ingin menangkap para penyerang itu untuk di interogasi


" apa kau tak apa apa ? " tanya Thomas yang melihat Asnee dengan nafas tersengal


" ohh god ! itu sangat mengerikan, siapa mereka ?" tanya Asnee yang masih tersengal bahkan George masih memeluk erat tubuh Asnee


" George " ucap Asnee yang mengelus punggung kecil George


" aku takut uncle, sangat takut " cicit George lirih ia meraih terus mencengkram erat pinggang serta baju Asnee


" kita sudah aman kau tenanglah " lembut Asnee kepada George, sedangkan Thomas masih melajukan mobilnya menuju mansion utama keluarga harson sedangkan Dave dan yang lain mengurus sisa nya


Dave memarkirkan mobilnya tak jauh dari ledakan itu ia dan anak buahnya mengecek dan memastikan bahwa para penyerang sudah tewas di tempat, mereka menyisir setiap tempat untuk melihat para musuh


Dave langsung meringis ketika melihat beberapa mayat yang terpanggang dan gosong di tempat, Bahkan mereka tidak bisa di kenali lagi

__ADS_1


" cari sesuatu yang bisa membuktikan mereka dan mengetahui identitas mereka " titah Dave dan mereka serempak mengangguk dan bergegas melaksanakan tugasnya


Dave melihat dan menelisik dengan mata tajam miliknya untuk melihat sesuatu yang masih utuh atau berharga di dalam sana.


Dave menggunakan sebuah kayu untuk mengorek barang hancur di dalam mobil itu, sampai ia menemukan sebuah lencana dari bahan tembaga yang masih sangat utuh dan masih tergantung tepat di atas kemudi


Dave mengambil benda itu lalu menyimpan di sapu tangan miliknya, sudah hampir sepuluh menit mereka mencari sesuatu bukti untuk mengungkap identitas mereka tapi nihil tidak ada lagi barang atau ponsel yang tertinggal semuanya sudah hangus terbakar hanya menyisakan sebuah lencana saja


" cepat tinggalkan tempat ini, sebelum ada yang mengetahui nya " pekik Dave dan seketika semua anak buah king membubarkan siurnya serta masuk ke dalam mobil untuk menuju ke markas


***


" Thomas, Asnee ada apa ini ? dan ada apa dengan tuan muda kecil " sahut Pram yang menyambut mereka dengan wajah bingung dan heran pasalnya George dalam dekapannya Asnee dengan pakaian kotor begitupun dengan Asnee yang terlihat acak acak kan


" nanti saja aku jelas padamu sekarang aku harus mengantar nya ke Prada untuk membantu George membersihkan diri " ucap Asnee dan Pram pun mengangguk


Thomas dan Pram memilih untuk duduk di gazebo halaman depan dekat dengan tempat peristirahatan para pengawal,


" apa yang terjadi ?" tanya Pram penasaran


" hufftt entahlah Pram Asnee di serang secara tiba tiba akupun tak tau apa penyebabnya apa mereka salah satu musuh king jadi mereka mengincar George untuk mengecoh kita " ucap Thomas menerka nerka dan Pram pun hanya mengerutkan dahinya


" tapi siapa yang tahu bahwa George anak angkat Nona Valera " ucap Pram heran


" entahlah " ucap Thomas singkat " baiklah Pram aku harus kembali ke markas karena ada sesuatu hal yang harus aku selesaikan " ucap Thomas dan Pram pun mengangguk


Thomas melajukan mobilnya kembali ke markas untuk bergabung bersama Dave dan yang lainnya ia mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang


jantung Thomas masih saja berdetak tak karuan ketika mengingat tentang kejadian tadi walupun itu sudah berlalu tapi entah mengapa ia selalu saja gugup setelah nya


" Thomas " panggil Hugo tiba tiba membuat langkah Thomas terhenti


" ada apa ?" tanya Thomas


" kau dari mana saja " gerutu Hugo membuat Thomas mengerutkan dahinya


" tentu saja mengantar kan Asnee dan tuan muda kecil untuk pulang ke mansion utama keluarga harson " saut Thomas santai dan Hugo hanya diam tak menjawab lalu Thomas pergi meninggalkan Hugo yang masih berdiri di belakang nya dan menatap punggung Thomas sampai tidak terlihat .


*****


Amerika waktu setempat Valera sedang menikmati musim dingin saat ini di balkon kamarnya, Remigio benar benar membuat tempat ini menjadi nyaman bahkan sangat nyaman. Valera menyeruput teh Jasmine hangat sesekali matanya tertuju pada pemandangan alam serta keindahan kota dari balkon teratas hotel milik remigio


drrttt drrttt


ponsel milik Valera begetar menadakan sebuah pesan masuk, Valera membuka dan ternyata itu sebuah pesan dari Dave tanpa fikir panjang Valera langsung membaca nya dengan seksama betapa ia terkejut saat mendengar kabar bahwa terjadi penyerangan pada Asnee dan George.


Valera tampak begitu marah karena para musuhnya justru mengincar George yang notabene nya tidak tahu apa apa lalu ia beranjak dan menghidupkan sebuah laptop agar tersambung kepada Dave


Valera sudah menampakan wajah datar dan dingin khasnya bahkan dari sorot matanya sangat tajam seperti sudah siap mengintimidasi .


KLIKK


connecting


Dave sudah terlihat di dalam luar sana ia menunduk hormat kepada Valera


" siapa yang berani menyerang anak ku Dave, katakan ?" seru Valera dingin

__ADS_1


" maaf nona aku belum mengetahui mereka siapa, tapi aku menemukan sebuah lencana dengan lambang dua samurai setelah mobil mereka meledak hebat " jelas Dave yang berusaha tenang walaupun ia sendiri gugup karena melihat ekspresi yang di tunjukan nona sekaligus lady nya


" dua samurai ? apa hanya itu saja ? siapa lagi mereka ini " gerutu valera kesal " lalu bagaimana keadaan George apa dia terluka ?" panik Valera yang mengingat keadaan putra angkatnya


" hanya itu saja nona aku sedang menyelidikinya. Dan untuk tuan muda kecil ia baik baik saja walaupun sempat shock tapi ia sudah berhasil di tenangkan " jelas Dave


" baiklah, esok hari aku akan pulang, dan aku minta minta semuanya berkumpul di markas kita harus segera bergerak dan jangan terlalu berleha leha terlebih Aldebaran " ucap Valera tegas dan Dave pun mengangguk, saat Valera mengakhiri panggilan itu seseorang masuk ke dalam ruangannya siapa lagi kalau bukan Remigio


" sweatheart, kau sedang apa ?" tanya Remigio lembut dan mengecup dahi Valera singkat


" aku baru saja menghubungi Dave melalui panggilan vidio " ucap Valera


" apa terjadi sesuatu hmm " ujar Remigio menatap Valera dan Valera hanya mengangguk pelan " katakan apa yang terjadi " ucap remigio lagi kalau menarik Valera untuk duduk di pangkuannya sampai si mpunya memekik kaget


" Remi !! " kesal Valera dan Remigio hanya terkekeh " Asnee aku tugaskan untuk menjaga George dan aku mendapat kabar bahwa telah terjadi penyerangan disana " ucap Valera santai


" lalu, apa ada yang terluka ? " ucap remigio


" tidak, semuanya sudah baik baik saja. Bagaimana besok kita jadi pulang ?" tanya Valera yang mengusap dada Remigio membuat si mpunya memicingkan mata pada Valera


" sweatheart, jangan menggodaku " ucap remigio dengan suara seksi nya membuat Valera terkekeh


" aku tidak menggodamu ! aku hanya sedang menyentuh nya saja " ucap polos Valera membuat Remigio langsung mencium bibir Valera secara tiba tiba


" hmmmpptt " Remigio mencium dan menyapu seluruh rongga mulut Valera sedikit rakus bahkan ia menyesapnya kuat disana membuat Valera mengerang tertahan lidah mereka saling berpautan dan melakukan gerakan gencar dan cepat


Remigio semakin memperdalam ciumannya dengan menekan tengkuk Valera ia yang mengendalikan dalam permainan ini,


" emm..." Valera mengerang membuat Remigio semakin gencar dan semakin liar bahkan ia mengusap bibir bawah dan atas milik Valera


" ini akibatnya jika kau menggodaku " ucap remigio dengan menggigit gemas hidung Valera membuat si mpunya memekik kaget


lalu Valera mencubit pinggang Remigio


" besok kita akan pulang sweatheart, tapi hari ini mari kita habiskan waktu bersama bukannya kau sudah berjanji akan membelikan sesuatu untuk George " ucap remigio lembut dan Valera mengangguk " bersiaplah kita akan pergi sekarang juga " ucap remigio dan mencium pipi Valera


*****


" maaf tuan anak buah yang saya suruh untuk menculik anak kecil itu gagal total bahkan mereka semua dinyatakan tewas dalam ledakan mobil itu " ucap Will


" apa ! bagaimana bisa, hanya melawan satu orang saja kau tidak becus ! " bentak pria itu marah membuat Will hanya bisa menerima nya dengan pasrah


" maafkan saya tuan sepertinya orang itu meminta bantuan kepada teman teman nya yang lain, sehingga semua anak buah ku tewas sia sia " jelas Will lagi dengan tenang


PRANGGG


pria yang sebagai tuanya nya itu melemparkan sebuah gelas kristal dengan harga jutaan dollar hancur berkeping keping menjadi serpihan kecil tak berbentuk. Will hanya bisa diam dengan wajah menunduk dan tenang tuannya itu sungguh arogan dan bengis Will hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar


pria itu marah bahkan sangat marah rencana menculik anak lelaki yang belakangan ini selalu dilindungi oleh Valera dan king dengan sangat ketat gagal total untuk membawanya justru anak buah yang ditugaskan untuk menjalankan rencananya tewas seketika dengan sia sia


AGHHH !!


" wanita itu harus lenyap, ya dia harus lenyap " pekik pria itu marah bahkan nafaanya berat dan sangat memburu dirinya sudah di kuasai dengan amarah yang besar " pergi kau dari sini !" perintah pria itu tanpa menatap Will sedikit pun dan Will langsung berlalu pergi dengan menunduk sopan terlebih dahulu


pria arogan itu tidak tahu betapa hebat dan gila nya Valera sebagai lady dari king walaupun ia pernah mendengar rumor bahwa Valera tidak bisa di jatuhkan dengan mudah sama seperti jajaran king yang lainnya mereka sangat kuat dan berkuasa tidak mudah juga untuk menggulingkan kekuasaan king.


" AGHHH sial !! " teriak lantang pria itu sambil membanting semua barang yang bisa diraih olehnya,

__ADS_1


__ADS_2