
L merintih dan mengerang karena paha kanannya tertembak peluru darah mulai merembes dari kakinya C dan A seketika menghampiri kawannya itu, mereka tak memperdulikan keadaan sekitar
" L " ucap A " bertahanlah " panik A lagi dan L hanya terkekeh
" sudahlah cepat kalian bereskan mereka, aku akan membantu kalian dari sini semampuku " ucap tenang L. A dan C mengangguk seketika
sepuluh pria berbadan tegap mulai mengitari tiga wanita itu dengan seringai iblisnya, A dan C terus fokus dengan keadaan sekitar bahkan mereka lupa jika disediakan sinyal darurat.
DODODORDODODOR ! DODODODOR !
Matt menembak lelaki yang mengeroyok tiga anggota black woman dengan sangat brutal bahkan suara senjata yang dikeluarkannya sangat memekikkan telinga
A bernafas lega setidaknya mereka tidak terlalu terdesak, begitupun dengan L dan C
" kalian tak apa-apa ? " tanya Matt dan langsung melirik ke arah L " kau terluka ? " ucap Matt lagi dan L hanya mengangguk, Matt menekan sesuatu dari jam tangannya seketika mereka hanya diam sambil menatap salah satu jajaran king itu
" tuan " ucap salah satu anak buah king dari arah belakang dengan persenjataan yang sangat lengkap
" kau bantu L dan bawa ia ketempat yang lebih aman, ia terluka " ucap Matt lagi A dan C tertegun seketika " untuk kalian berdua ikutlah dengan ku " ucap tegas Matt dan kedua wanita itu mengangguk patuh
****
sebagian anak buah Jill tewas dengan mengenaskan, para jajaran king sangat ahli dalam strategi penyerangan mereka dengan brutal membinasakan pihak musuh tanpa ampun. sedangkan Greta yang melihat aksi kawannya sungguh dibuat tegang bahkan jantungnya seakan berhenti berdetak
DODODODOR ! DODODODOR !!
BLUMM
DUARRRR
salah satu anak buah jill melempar kan bom kepada salah satu helipad milik king tapi untung saja bom itu tak mengenai burung besi itu, dirasa semuanya sudah cukup
Hugo kini melemparkan bom kepada rombongan anak buah Jill yang tadi dengan berani melemparkan bom nya itu dan seketika
DUARRRR
AGHHH !
teriakan pilu dan rintihan terdengar menyayat disana, Hugo tersenyum senang karena tergetnya mati tak berdaya
sedangkan zumba dan Edgar menyerang musuh secara bersamaan di lantai satu, kedua petinggi king yang haus akan darah menyerang anak buah Jill sepeti iblis mengerikan bahkan zumba sudah memegang sebuah pedang di tangan kanannya ia dengan lihai menggunakan dan membunuh anak buah Jill tanpa belas kasihan sedangkan Edgar ia menembakkan rentetan pelurunya secara terus menerus tanpa jeda
" wow lihatlah ini sungguh menggairahkan ! ' pekik Edgar saat melihat musuh-musuh nya mati dengan tragis
***
kini anak buah Jill Sudah mulai mengurang mereka yang tadinya sangat banyak satu demi satu tumbang ditangan anak buah king, mereka salah memilih kawan king sangat mematikan apalagi sang lady yang benar-benar iblis berwujud manusia cantik
Dave dan Thomas sedang berjalan santai untuk melihat setiap bangunan itu, mereka sudah menyelesaikan para musuh-musuh nya luka Dave sudah diikat dengan sebuah kain untuk memberhentikan darah yang mengalir terus-menerus.
walaupun mereka berjalan santai tetapi tingkat kewaspadaan nya tidak menurun bahkan mereka dengan sigap mengganti senjatanya yang diberikan saja satu anggota black woman
pasukan Phoenix membentuk dan mengelilingi luas nya mansion di luar sana, suara helipad milik king pun ikut serta mereka terlihat siap menunggu titah selanjutnya dari sang lady
para anak buah king masih ada yang terlibat baku tembak dan baku hantam
di lantai dua B dan K serta anak buah king yang lainnya sedang asyik memberantas anak buah Jill dengan sejata, belati, bahkan sebuah pedang berkilau emas tergenggam cantik ditangan B
KRASSSS
DODODODOR ! DODODORDODODOR !
AGHHH !!
B dengan mudah membelah musuh-musuh nya dengan sebuah pedang ditangannya bahkan K sedang bermain cantik dengan pistol kesayangannya dan anak buah king yang lainnya tentu saja mereka sedang baku hantam dan baku tembak
__ADS_1
" aku tidak akan membiarkan kalian hidup " pekik B lantang ia mendatangai anak buah Jill yang hendak meluncurkan senjatanya kepada kawannya tanpa rasa takut, B bagaikan seorang algojo yang siap melaksanakan tugasnya dengan sempurna
SRAKKKK
KRASSSS
AGHHH
BRAKKKKKK
sorot mata B sangat tajam pedang miliknya berlumur darah segar dari anak buah Jill, B terlihat mengatur nafasnya yang tersengal begitupun dengan K
" done " ucap K lantang dan girang
****
BUGHHHHHH
Jill memukul perut Valera sangat kuat hingga si mpunya mengerang tertahan, Jill tertawa senang secepat mungkin ia mendatangi Valera tapi Valera yang merasakan gerakan Jill segera bangkit dan melakukan serangan balik dengan bertubi-tubi
BUGHHHHHH
AGHHH
Valera memukul telak wajah nya hingga ia mendongak ke atas serta darah mulai keluar dari lubang hidungnya, Jill meringis kesakitan Valera tersenyum sinis
" dasar wanita sialan ! " pekik Jill lagi
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
" tutup mulut kotor mu itu bajingan ! kau sama saja seperti putrimu itu " teriak Valera lantang dengan nafas yang menderu begitupun dengan Jill ia menatap Valera dengan sorot yang penuh kebencian " aku tidak akan pernah berbaik hati pada setiap musuhku akan kupastikan kau bernasib sama seperti putrimu akan ku kirim kau ke neraka ! " ucap Valera lagi dengan aura yang sangat mengerikan
" hahaha coba saja jika kau mampu ! " angkuh Jill kepada Valera
BRAKKKKKK
" George keluar lah dari sini " ucap valera panik dan George pun langsung menurut dan berlari menuju pintu
" mamih hati-hati " ucap George dan Valera haha tersenyum manis lalu George berlari tak tentu arah ia yakin akan bertemu dengan jajaran Valera disana
****
semua yang berada di bangunan itu berhamburan keluar untuk menyelamatkan dirinya bahkan Dave dan Thomas pun ikut berlari begitupun dengan anggota Black woman, George berlari dengan panik luasnya bangunan membuat ia kesulitan tapi otak cerdiknya cepat bertindak ia berlari tanpa menoleh ke belakang dengan feeling nya George menuruni setiap anak tangga ia menghiraukan setiap mayat yang bergelimpangan disana serta banyak nya darah di setiap sudut serta lantai marmer itu bau amis mulai menyeruak disana.
saat George hendak menuju lantai utama kakinya langsung dicengkeram erat oleh salah satu nama buah Jill yang sudah babak belur bahkan terdapat banyak luka tembak ditubuhnya George panik seketika ia menerjang sekuat tenaga
" lepas, lepaskan kaki ku " teriak George lantang tapi cengkraman itu semakin kuat saja, tangan kecilnya tak sengaja memegang sebuah belati tanpa fikir panjang George melukai tangan itu
SRAKKKK
AGHHH !
cengkraman itu terlepas dengan sendirinya, George berlari sangat kencang hingga ia berpapasan dengan K disana
" aunty " teriak George lantang sontak K langsung menoleh,
" George ? " ucap K senang lalu ia memeluk George dengan sangat erat " di mana mamih mu ? " tanya ke panik karena ia semakin merasakan jika bangunan milik Jill akan segera roboh karena mendapatkan beberapa ledakan selama mereka bertempur
" di lantai atas aunty ! mamih sedang bertengkar dengan seorang pria " ucap jujur George dan sontak mata K melebar seketika K langsung membawa George keluar mereka diluar yang panik langsung terkejut karena kehadiran George yang sempat dilupakan bahkan Dave merasa cemas akan kondisi nona nya
" kenapa kalian diam saja " teriak K lantang " bagiamana dengan Valera ? " panik K lagi,
Dave memencet sesuatu dibalik jam tangannya itu adalah sebuah sinyal yang akan terhubung dengan Valera dimana ia akan tau letak keberadaan sang nona, semuanya menjadi sangat panik bahkan bagian sisi bangunan sudah mulai ambruk sedikit demi sedikit semuanya memekik kaget
__ADS_1
" ratu " teriak salah satu pasukan Phoenix di atas helipad nya suaranya sungguh menggema dan menggelegar disana karena ia menggunakan pengeras suara, ia seakan tau keresahan yang dirasakan para kubu nya sendiri.
saat semuanya sedang dirundung kepanikan beberapa iring-iringan helipad berwarna hitam pekat terlihat sangat gagah terlihat dengan jarak dekat disana, semuanya terlihat bersiaga dan memperhatikan siapakah tamu tak diundang itu sampai pandangan Dave mengenali sosok pria gagah disana
" tuan Remigio " gumam Dave
****
" kau akan mati ditangan ku ! " pekik Valera lantang sungguh kini dirinya tak bisa mengontrol emosi yang kian memuncak dalam dirinya sedangkan Jill ia terlihat diam sambil menatap tajam Valera
Valera maju dan mulai menyerang Jill tanpa ampun tapi serangan Valera mampu ditangkisnya dan ditahannya walaupun kondisi fisik Jill mulai menurun karena pertarungan tadi cukup menguras energinya
Valera menerjang wajah Jill dengan kaki kanannya tapi Jill dengan mudah menghindar membuat Valera geram seketika, Valera terus menyerang ke titik-titik tertentu pada tubuh Jill tapi lagi-lagi Jill menghindar dan terkesan tak melawan
ohh baiklah kau selalu menghindar dari setiap serangan ku, baiklah ! . batin Valera
saat Jill ingin menyerang Valera lagi-lagi bangunan itu bergetar dengan hebat sontak membuat Jill dan Valera terkejut, Valera berlari menuju layar monitor untuk melihat apa yang terjadi sedangkan Jill masih diam dan mematung di tempat bahkan ia tak perduli dengan apa yang Valera lakukan
valera sungguh terkejut jika para jajarannya sudah berkumpul diluar sana bahkan ia melihat sosok Remigio disana, hingga matanya semakin melebar saya bangunan yang ia pijak akan roboh dalam beberapa menit kedepan
BRAKKKKKK
AGHHH !
Jill menghantamkan kursi kepunggung Valera dengan sangat kuat hingga Valera meringis dan merasakan sakit disekitar punggungnya
BUGHHHHHH
lagi-lagi Jill menghantamkan tubuh Valera dengan kaki nya, Valera terlihat memejamkan matanya menahan sakit dibeberapa bagi tubuh
Jill Edellyn tersenyum senang, Valera mencoba untuk bangkit dan melupakan rasa sakit di sekujur tubuhnya ia tak punya waktu lama Valera harus segera menyelesaikan nya dengan cepat lalu ia melihat jam tangan terlihat sebuah sinyal disana tak ada waktu lama Valera harus segera keluar atau dirinya akan mati sia-sia
saat Jill akan menyerang Valera dengan cepat mengeluarkan belati kesayangannya
hingga
SRAKKKK
AGHHH !!
SRAKKKK
Valera dengan brutal menyayat tubuh Jill dengan sekuat tenaganya Jill merintih kesakitan darah semakin mengucur dari tubuhnya Valera tersenyum sinis saat melihat wajah seorang Jill Edellyn telah memucat ia tersungkur dan ambruk dilantai marmer matanya masih menyorot kebencian luar biasa pada diri seorang Valera
****
" dimana Valera " tanya Remigio saat ia sudah keluar dari helipad miliknya di belakang Remigio terdapat dua orang wanita asing serta beberapa lelaki bertubuh tegap disana para jajaran king menatap tajam pada tamu tak diundang itu bahkan keempat predator menatap penuh selidik kepada dia wanita dibelakang Remigio " ada akan kenapa kalian diam dan berkumpul disini ? " tanya bingung Remigio ia mulai mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya Emily dan Eliza menatap nanar pada bangunan milik ayahnya itu
hingga suara dentuman sangat besar terdengar disana
BUMMMM
BRAKKKKKK
BLUARRR
bangunan milik Jill Edellyn roboh seketika semua orang memekik keget bahkan kubu Valera menatap tak percaya, Dave terlihat membeku di tempatnya begitupun dengan Thomas beberapa helipad milik king yang mengelilingi bangunan itu terlihat menghindari dan menjauh dari sana para anggota black woman saling pandang satu sama lain mereka tak menyangkan jika bangunan kokoh itu akan ambruk dengan sangat cepat bahkan mereka belum mengetahui tentang nonanya
" mamih " jerit George menangis dan meraung kala melihat bangunan itu ambruk seketika bahkan suaranya pun sangat dahsyat puing-puing besar dan kokoh hanya dalam hitungan detik amblas dan runtuh
Remigio yang belum mengetahui apa-apa menjadi bingung kala melihat George menangis dan meraung serta meronta di dekapan salah satu anggota black woman
semuanya menjadi diam dan mendadak sunyi bahkan hanya ada suara jatuh nya puing-puing
bangunan milik Jill, jantung semua orang berdegup kencang kala melihat apa yang terjadi di hadapannya itu
__ADS_1
" mamih " lirih George