Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
kasmaran


__ADS_3

akhir pekan yang ditunggu oleh dua orang yang sedang kasmaran itu tiba,Valera akan bertemu siang ini di sebuah restoran milik Remi,bagaikan seorang remaja yang sedang jatuh cinta itulah yang dirasakan oleh keduanya


Valera segera bersiap siap untuk bertemu dengan Remi ia pun mengenakan dres selutut berwarna merah muda dengan dipadukan heels ea berwarna senada,kesan wanita feminim melekat dalam dirinya ditambah ia membiarkan rambut nya tergerai indah,tidak ada wanita dingin atau wanita menyeramkan, yang ada dia seperti gadis pada umumnya cantik dan sangat manis


tak tak tak Valera menuruni anak tangga dalam rumah nya terlihat ibu dan ayahnya sedang duduk di sofa


" mah pah " sapa Valera


" kau mau kemana nak " tanya nyonya sofhia


" aku ada acara makan siang dengan temanku " kata Valera dengan senyum mengembangnya


" teman,atau teman kencanmu?" saut tuan ramius


" seperti nya begitu " santai Valera


" baiklah,kau hati hati " santai tuan ramius


" baiklah,aku pergi pah mah " sambil mengecup singkat pipi ayah dan ibunya


" kau akan membawa pengawal " tanya tuan ramius


" tidak " tolak Valera dengan cepat


" ya sudah,papah percaya padamu " saut tuan ramius lagi sambil tersenyum tipis


Valera menggunakan mobil Porsche nya



mobil mewah berwana silver ke abu abuan menjadi pilihannya hari ini,dengan ceria ia mengemudi kan dengan kecepatan sedang menuju restoran RA yang merupakan milik Remi


tidak terlalu jauh dari kediaman rumah utama keluarga harson karena restoran itu terletak di ibukota,mobil mewah itu melenggang membelah jalanan,


sesampainya di bangunan besar dan kokoh berlantai empat itu Valera memarkirkan mobilnya ditempat yang sudah tersedia


seperti biasa ia akan menjadi pusat perhatian karena selain cantik ia juga putri seorang konglomerat ternama bahkan adik dari billiorner muda yang,dengan langkah percaya diri Valera segera naik ke lantai paling atas , karena Remi sudah memesan atas namanya


setelah sampai didepan kursi yang Remi pesan, belum terlihat pria yang menarik hatinya dikursi itu, ia pun segera duduk yang telah tersedia


Valera pun memutuskan untuk menunggu namun setelah 15 menit Remi tak kunjung tiba,ia pun mulai kesal dan segera menghubungi Remi tapi ponselnya tidak bisa di hubungi


" apa dia lupa dengan janjinya,dasar pria yang tidak bisa menepati janji " gerutu Valera kesal


" siapa yang tidak bisa menepati janjinya ! " suara maskulin seorang pria mengejutkan Valera yang tengah menggerutu


" re-remi " gugup Valera


" kau sudah lama menunggu ? " tanya Remi dengan lembut


" tidak terlalu lama " ucap Valera pelan membuat Remigio gemas di buatnya


" kau terlihat sangat cantik,sweatheart " goda Remi membuat pipi Valera merona seperti kepiting rebus,


" kau pandai berkata kata remi " ucap valera dengan netral,untuk mengatasi debaran di dadanya ia sungguh malu jika sampai terdengar pria dihadapannya


" ckk,apakah suasana hari ini panas?? mengapa wajah mu memerah " goda Remigio lagi dan dia pun terkekeh melihat tingkah Valera yang menurutnya malu malu


" baiklah kita pesan makan siang terlebih dahulu,aku tidak mau wanitaku kelaparan " ucap remigio dengan santai dan ia pun segera memanggil pelayan dan memesan beberapa menu sehat untuk makan siang hari ini,Valera hanya diam mendengar perkataan Remigio " wanita ku " kata kata itu sukses membuat debaran di dada velera semakin tak beraturan


tak butuh lama pesanan pun sudah tiba,para pelayan itu menyajikan dengan sangat telaten


" makanlah,kau tenang saja tidak ada kandungan kacang didalamnya " seru Remi sambil tersenyum lembut


" terimakasih, " ujar Valera menimpali dengan kikuk


Valera menikmati hidangan yang ada dihadapan nya dengan santai sambil sesekali melirik ke arah remi. Remigio pun sama jauh dalam hatinya ia sangat merasa senang karena wanita yang akan diperjuangkan oleh nya berasa di hapadan sekarang.


setalah 15 menit berlalu, mereka sudah menyelesaikan makan siang nya


" bagaimana, apa kau suka dengan makanan yang ku pesan tadi " tanya Remi sambil menatap lekat lekat wajah Valera .


" hemmm,ya aku suka " jawab seadanya


" Valera,apa disini kau bekerja " tanya Remi lagi,membuat pandangan Valera beralih menatap manik hitam pekat yang ada di hadapannya


" tidak mungkin aku bicara yang sebenarnya , bukan !" batin valera


" ahh ya, aku mengurus salah satu perusahaan ayahku " jawab Valera dengan tenang,

__ADS_1


" ohh benar,aku lupa kau putri seorang konglomerat,pasti kau akan mengurusi perusahaan milik tuan ramius," jawab Remi " aku juga menjalin kerja sama dengan kakak mu" timpal nya lagi,membuat Valera terpaku


" ka-kakak ku " jawab Valera dengan sedikit gugup


" iya,beberapa hari yang lalu, perusahaan ku menjalin kerja sama dengan perusahaan kakak mu,vyan Harson , bukankah itu kakak mu sweatheart ? " tanya Remi sambil tersenyum tipis


" iya kau benar remi " membalas dengan senyum manisnya,membuat Remigio gemas,ingin mencubitnya


Remigio terus menatap Valera lekat lekat dia seperti sedang memperhatikan setiap jengkal dari wajah cantik nya,Remigio sangat mengangumi ciptaan Tuhan yang satu ini.


Valera yang ditatap seperti itu mulai merasa tak nyaman karena manik gelap itu terus memperhatikannya ..


" kenapa kau menatap ku seperti itu " tanya Valera yang mulai risih


" aku sedang mengangumi " jawab Remi dengan suara menggoda nya,membuat Valera terkekeh dengan suara bariton pria dihapaannya itu " Valera aku mencintaimu !" ujar Remi tiba tiba sambil memegang tangan kanan Valera yang terasa hangat,kehangatan itu sampai menembus relung hatinya


" re-remi aku" jawab nya terbata,tapi sebelum Valera menyelesaikan bicara nya remigio telah memotong pembicaraannya terlebih dahulu


" kau tidak perlu menjawab nya sekarang sweatheart, cukup kau rasakan ketulusan ku padamu ! tanyakan pada hatimu,aku tau kau pun menyukaiku juga " ucap remigio dengan sangat lembut tanpa penekanan dan semakin mengeratkan genggaman tangan kekar nya pada tangan Valera , membuat hati Valera semakin berdebar tak karuan


" ckk,kau ini sungguh tidak romantis,kau mengungkapkan pernyataan cintamu di disini " dengus Valera yang mengacaukan suasana membuat Remigio tertawa kecil karena ulahnya


" baiklah baiklah nanti aku akan menyediakan tempat yang sangat romantis untukmu,sampai kau tak bisa menolak pernyataan cintaku " jawab nya dengan penuh percaya diri


" aku menantikan hari itu tuan Adomson "


" maka jika itu sudah terjadi kau harus menerima cintaku dan menjadi wanitaku nona Harson " jawab Remi dengan terkekeh


" huhh,dasar pemaksa " kesal Valera tapi diabaikan oleh Remi


waktu hampir saja sore tak terasa mereka menghabiskan waktunya ditempat ini sembari membicarakan pembicaraan yang menurut mereka asyik sampai kadang kadang tertawa lepas bersama


baik Remigio maupun Valera saling mengangumi satu sama lain,pertemuan awal dengan seorang Remi membuat Valera mengingatnya lalu tertawa terbahak bahak membuat Remi sangat gemas dibuatnya,pembicaraan mereka terganggu oleh dering ponsel milik Remi


" ya Hallo ada apa ?"


" (........)


" baiklah,aku akan segera kesana


" (.......)


Remi langsung memutuskan sambungan telefon nya


" kenapa " tanya Valera


" hanya pekerjaan kantor saja " jawab Remigio santainya sambil meminum coffe latte nya


" jika begitu segeralah pergi,aku juga akan segera pulang " saut Valera kembali


" sebenarnya,aku masih ingin menikmati waktu bersama mu " kesal Remigio


" kita masih bisa bertemu tuan Remi " dengan senyum mengejek nya


" kau pulang sendiri ?" tanya Remigio sambil menatap mata Valera dengan hangat


" hemmm,aku bawa mobil "


" baiklah ayo kita segera pergi,dan kau cepat kembali kerumahmu,jangan menyimpang kemanapun " ucapnya dengan over,Valera pun hanya mengangguk


akhirnya mereka berdua keluar dari restoran itu secara bersamaan dimana tangan kekar Remigio menggenggam tangan cantik milik Valera


banyak orang yang menatap ke arah mereka terlebih para pelayan dan pekerja di restoran milik Remi


setelah mengantar Valera menuju mobilnya Remi langsung menangkap pipi Valera dengan lembut lalu mengecup nya kening nya dengan penuh perasaan hangat,jantung Valera kembali berdetak tidak normal saat remigio mengecupnya


" oh jantung,berhentilah kau seperti ini,jika sampai ia mendengar nya,aku malu " batin Valera


" segeralah pulang kerumah,nanti aku akan menghubungimu kembali sweatheart " yang masih menangkap pipi Valera dengan lembut seakan tidak mau melepaskannya mata mereka saling beradu pandang,menyusuri dan mencari sesuatu yang ada didalam sana


" baiklah, kau berhati hati " senyum Valera sangat manis


mobil valera melaju dan meninggalkan restoran RA. Remi masih menatap mobil itu sampai tak terlihat,kemudian ia segera bergegas pergi untuk menyelesaikan pekerjaan nya


mobil mewah berwarna hitam metalik milik Remigio membelah jalanan ibukota Prancis itu,ia segera melakukan mobilnya ke perusahaan miliknya karena James dan leo telah menunggu nya


sesampainya di perusahaan Adomson Crop's


ia langsung disambut oleh para pria rapi dengan pakaian jas hitam nya

__ADS_1


mereka menunduk hormat kepada Remigio


ia langsung memasuki lift untuk menuju lantai 39 ruangannya.


" bos didalam ada tuan Revan " ucap leo


" kenapa kau tidak mengusirnya leo " Remigio menatap Leo dengan tajam


" lalu dimana James "


" James berada di ruangan bos, " ucap leo lagi


" aku yakin dia merencanakan sesuatu " dengan mata tajam


sesampainya di ruangan miliknya ia langsung disambut dengan orang orang yang ada dihadapannya, terlihat Revan dengan tiga anak buahnya dan James berdiri disamping kiri


" bos " ucap James menunduk hormat


" wah wah ada angin apa tuan Revan datang ke kantor ku " ucap remigio senetral mungkin


" salahkah aku jika aku berkunjung,tuan Adomson " dengan nada datar


" jangan basa basi,cepat katakan maksud dan tujuan mu datang ke kantor ku " dengan nada yang tidak bersahabat


membuat Revan makin senang dengan ekspresi milik Remigio.


Revan adalah saingan bisnis nya dalam usaha legal nya, ia selalu kalah saing dalam memenangkan tender, maka dari itu seribu cara Revan untuk menjatuhkan Remigio,tapi itu tidak pernah terjadi,Revan tidak tau siapa sesungguhnya pria yang ada dihadapannya saat ini


Revan memberikan amplop berwarna merah Remigio pun mengambil dan melihat isinya.


seketika wajahnya tampak menahan amarahnya,rahang nya yang sudah mengeras,tatapan nya pun menjadi setajam elang,ya isinya adalah fhoto fhoto Valera saat makan siang dengan nya


" REVANNN " teriak Remi lantang,membuat orang terlonjak kaget di buatnya bahkan Leo dan James mendekat ke arah bos nya itu " apa yang kau mau !" ucap nya dengan lantang


" calm dawn,wanita itu sungguh cantik bagaimana jika aku menyentuhnya,dia sungguh mempesona " ucap Revan dengan santai nya tapi tidak dengan Remi dia sangat marah


" berani kau menyentuh wanita ku ! kau akan ku kirim ke neraka Revan " dengan amarah yang sudah tidak tertahankan


" tapi kali ini ku akui,dia sungguh menawan aku jadi tertarik dengannya " dengan senyum mengejek


" kauuu!" dengan emosi yang sudah tak terhankan ia langsung menarik jas Revan dan melayangkan pukulan tepat di wajahnya,


BUGHHHHHHH


Revan kemudian tersungkur ke lantai,anak buah Revan dengan siap ingin menyerang balik Remigio tapi dengan sigap Leo dan James menodongkan senjata kepada mereka,membuat mereka tak berkutik karena takut peluru itu menembus tubuh mereka


" kau sudah berani,mengagumi wanitaku secara terang terangan dihadapanku Revan,aku akan melenyapkan mu " teriak lantang Remigio dan langsung melayang kan pukulan kedua tepat di bagian perutnya


BUGHHHHHH


Revan meringis kesakitan akibat pukulan dari Remigio,tapi ia terkekeh dengan entengnya dia masih tersenyum mengejek


" rupanya kelemahan mu seorang wanita," ucap Revan yang masih meringis kesakitan


" apa maumu ! " ucap remigio tanpa basa basi


" aku ingin kau membatalkan kerja sama dengan perusahaan Harson crop's " dengan senyum tipis nya membuat Remigio tertawa terbahak bahak


" jadi karena itu kau susahh payah datang ke kantor ku ? cihh,menjijikan " senyum mengejek Remigio membuat Revan emosi


" kau sudah merebut klien ku brengsek !" teriak Revan menggema


" jika aku tidak mau,kau mau apa " ucap remigio menantang


" kau akan menyesal,aku akan melakukan apa saja, termasuk dengan wanita itu !" ucap Revan dengan tegas seakan memancing amarah dari seorang Remigio


" coba saja kalau kau berani " dengan mode santainya" sekarang keluar kau dari kantorku pintu keluar terbuka lebar untukmu " usir Remigio dengan menunjuk pintu keluar


" kita lihat saja nanti " ucap Revan yang malah semakin menantang dan ia pun langsung pergi meninggalkan perusahaan milik Remi dengan tatapan semakin bencis,


tapi Remigio tidak terpengaruh mengingat Valera yang bisa bela diri membuat ia tak terlalu mengkhawatirkan keadaan nya


yang ia fikirkan sekarang adalah bagaimana membuat Revan tidak menganggu kehidupan nya lagi serta tidak melibatkan Valera dalam masalah ini


" james,ka awasi pergerakan si ******** itu " ucap remigio dengan nafas terengah-engah


" baik bos " ucap James


" bos,lalu apa yang kita lakukan setelah ini,mengingat tadi ia sedikit mengancam tentang Nona Valera " sela leo

__ADS_1


" kau tenang saja, apa kau lupa wanitaku bisa bela diri,aku yakin tak terjadi apa apa dengannya, melihat bela dirinya terlalu mumpuni untuk seorang wanita " ucap nya dengan tersenyum tipis


" kau sudah melewati batasan mu Revan,jika kau bertindak dan melibatkan wanitaku,aku sendiri yang akan mengahabisimu " batin Remigio


__ADS_2