
The they king berjalan dengan sukses dan tentunya dengan sistem baru untuk memperkuat king dan itu semua tak luput dari para mafia yang ikut bergabung, bahkan mereka setuju dengan metode yang Valera lakukan.
Hari ini Gloria akan mengunjugi perusahaan harson untuk menemui Vyan dan menanyakan masalah pekerjaan yang akan ia arungi, walaupun awalnya Gloria enggan akan tetapi nasihat yang diberikan oleh nyonya sofhia mampu membuat Gloria patuh.
mobil mewah berwarna putih telah keluar dari pelataran Mansion mewah keluarga Harson dan melaju dengan kecepatan maksimal sesuai dengan standar.
Valera dan vyan sebelumya telah berkompromi prihal Gloria yang akan ikut bergabung dalam harson Crop's, dan vyan perlu mengetes kemampuan dari adik sepupunya itu dan Valera tak mempermasalahkan nya.
hingga mobil mewah itu telah tiba dan Gloria disambut baik disana, Gloria terkesan ramah dan mudah menebar senyum manisnya lalu ia dengan cepat menggunakan lift khusus dan naik ke lantai teratas.
" sepertinya aku akan menjadi wanita sibuk mulai detik ini, dan impian ku untuk membuka butik fashion wanita sepertinya harus tertunda " keluh Gloria dengan suara yang terdengar sedikit tak bersemangat.
suara dentingan lift membuat lamunan Gloria buyar dan dengan cepat Gloria segera keluar, sebelum itu ia menatap dua sekertaris wanita yang bertugas dan mereka menyambutnya dengan ramah.
" nona " sapa Leonel dan Gloria segera menoleh ke sumber suara. " tuan Vyan sudah menunggu anda di dalam " seru Leonel dan Gloria mengangguk paham lalu ia mengetuk pintu berwarna hitam dengan sopan bagaimana pun attitude harus diutamakan.
Gloria masuk setelah mendengar suara bariton seorang pria didalam dan dengan wajah cemberutnya Gloria masuk membuat Vyan memicingkan matanya sekilas.
" selamat pagi " lesuh Gloria lalu duduk di sofa yang tersedia.
" selamat pagi " ucap vyan ikut menimpali " ada apa ? " tanya vyan yang beranjak lalu duduk disamping Gloria.
" tidak ada kak, hanya mulai detik ini aku harus membiasakan diri mulai sekarang " ucap Gloria lagi.
" begitukah ? " tanya vyan dan Gloria mengangguk kecil, " baiklah, aku tidak tau kau mempunyai skill atau tidak tapi aku harap kau bekerja dengan baik Gloria, apa kau paham ? " ucap vyan dan Gloria diam menyimak.
skill bahkan Gloria harus berjajar banyak dari orang-orang yang sudah berpengalaman, fikirannya menerawang jauh saat kakak sepupunya membicarakan tentang skill.
" semoga saja " singkat Gloria dan vyan hanya tersenyum tipis. " tapi.."
" kenapa ? " ucap vyan lagi.
" jika aku tidak bisa ? " cicit Gloria " aku harap kakak tidak memarahiku " takut Gloria dan vyan seketika terkekeh akan ucapan Gloria
" kau akan banyak belajar dengan Leonel dia yang akan membantu mu " ucap vyan dan Gloria mengangguk patuh. Lalu Leonel masuk dan membawa beberapa berkas yang harus ditandatangi oleh Vyan.
Gloria menelan ludahnya kasar saat Leonel membawa setumpuk kertas yang entah apa isinya, semangatnya seketika lebur begitu saja dan kini ia harus berkutat dengan komputer dan kertas di atas meja.
Disisi lain Elena mendapatkan kunjungan tak terduga di apartemen mewahnya, sosok lelaki tinggi dengan wajah dingin dan datar akan tetapi sorot matanya sendu dan penuh kelembutan menatap Elena.
" Ed .. " lirih Elena dan Ed hanya tersenyum tipis.
" apa kau akan membiarkan ku berdiri seperti ini ? " tanya Ed dan Elena hanya diam saja.
__ADS_1
" untuk apa kau datang kemari ? " ketus Elena dan Ed hanya tersenyum menanggapinya " aku sedang tak menerima tamu " ucap Elena lalu melangkah ingin menutup pintu akan tetapi tangan kekar Ed menghadangnya dengan kuat. " apa yang aku lakukan ! " sentak Elena marah dan Ed tetap mendorong pintu itu hingga tubuh Elena sedikit membentur dinding.
" maaf.. kau tak apa ? " ucap Ed dengan lembut dan Elena menatap marah pada Ed. " Elena tidak bisakah kau berkata lembut padaku ? aku sangat mencintaimu walaupun sejak pertama kita bertemu kau sudah menipuku. " ucap Ed lagi dan Elena diam saja.
Ed seorang lelaki matang yang penuh akan pesona tersendiri yang kini luluh pada sosok wanita seperti Elena, seorang lelaki yang tak pernah tersentuh oleh seorang wanita manapun kini berjuang untuk mendapatkan cinta Elena.
" apa yang membuat mu mencintaiku Ed, aku musuh mu jelas kau tau itu, dan aku sudah menipumu dan juga tuan mu " sinis Elena akan tetapi Ed tak perduli ia memilih masuk tanpa meminta ijin dari sang pemilik lalu duduk di sofa minimalis. " heii ! sungguh tak sopan ! " pekik Elena dan Ed hanya menatap dingin pada Elena lalu ia menutup pintu dengan sangat kasar.
BRAKKKKKK
Elena dengan marah ia menatap nyalang pada lelaki yang sedang duduk memandang potret seorang wanita yang tengah tersenyum manis, Elena mendengus kesal lalu duduk di samping Ed.
" Elena aku mencintaimu ! " tegas Ed dan Elena seakan tak perduli. Lalu Ed menyentuh pundak Elena dengan lembut tapi Elena diam saja. hingga Elena dengan sengaja menginjak kaki Ed dengan sangat kencang hingga Ed hanya memicingkan matanya sesaat. " apa yang sedang kau lakukan ? " bingung Ed dan Elena hanya terdiam dan menatap Ed dengan tatapan penuh.
" tidak ! tadi.. hmm ada cicak disana " ucap asal Elena membuat Ed tertawa renyah seketika. Cicak ? apakah Elena sedang melawak, hingga Ed menatap kembali Elena dengan tatapan yang serius.
tangan kekar Ed menggenggam erat tangan Elena hingga membuat jantung Elena berdebar tak menentu, tatapan mata Ed mampu membius Elena.
" katakan padaku jika kau tidak mencintaiku " tegas Ed dan lagi-lagi Elena terdiam dan tak mampu menjawab nya, matanya hanya menatap kearah dinding seakan mengacuhkan keberadaan Ed di sampingnya.
" kau ini bicara apa Ed ? jangan membual ! " tajam Elena dan Ed masih diam bergeming.
" apa aku terlihat seperti membual, tatap aku Elena ! lihat dan rasakan semuanya " lirih Ed dengan menatap mata Elena dengan tatapan sendu.
Tapi kenyataan nya itu hanya topeng belaka karena tuntutan sebuah misi, awalnya Ed kecewa saat mengetahui jika Elena dan Syina penghianat bahkan memanfaatkan Mrs OTO.
Tapi karena cinta nya kepada Elena Ed sengaja diam dan tak mau ikut campur, hingga Mrs OTO menembak Elena tepat di depan matanya dari situ Ed yakin jika hatinya telah terpaut kepada Elena.
" baiklah, hari sudah malam kau beristirahat lah, aku akan kembali " ucap Ed dengan lembut dan mengelus kepala Elena dengan penuh kasih sayang.
Elena diam mematung dan melihat kepergian Ed sampai tubuh itu menghilang dengan sendirinya, hatinya tiba-tiba berdebar tak karuan Elena merasakan getaran lain saat Ed berada di dekatnya. Cinta ? mungkin Elena Memang mencintai Ed tapi entah mengapa ia seolah tak merasakan semuanya.
*****
sepasang anak manusia tengah asyik bergelut dengan kegiatan panas nya, hingga Valera mendesah berulang kali saat Remigio menggempurnya habis-habisan setelah beberapa hari berpuasa karena sang istri dalam masa pemulihan.
" hmm.. faster Remi ahhh " erang Valera saat remigio terus memompa tubuhnya tanpa ampun.
" ohh sweatheart, kau akan mendapatkan nya " serak Remigio lalu ia mengeluarkan terlebih dahulu benda keramatnya lalu dengan gerakan sensual Remigio menghentakkan miliknya dengan sangat keras hingga Valera menjerit nikmat.
keduanya saling berpacu kecepatan seakan tak pernah lelah dengan apa yang mereka lakukan, berbagai gaya telah Valera lakukan bahkan dirinya telah mencapai puncaknya dua kali tapi Remigio ia seakan tak lelah.
" ohh Remi.. " desah Valera dengan menggoda dan meremas rambut Remigio dengan gemas dan Remigio meremas balik pinggul Valera dengan kuat seakan mencari sensasi yang berbeda
__ADS_1
" sweathaert, ini sangat nikmat.. aku tak bisa berhenti untuk tidak menyentuh mu " desah Remigio menggila saat gerakan nya semakin cepat dan kuat.
erangan dan desahan keduanya seakan saling beradu, Valera mengakui jika kekuatan Remigio dalam urusan ranjang patut diacungi jempol terbukti sudah hampir dua jam tapi Remigio masih saja gagah walaupun keringat bercucuran di dahinya, Valera menatap Remigio dengan tatapan yang penuh gairah.
" ahhhhh.. " erang Remigio saat ia telah mencapai puncaknya bahkan mata nya ikut terpejam dan dahinya berkerut, Valera mengatur nafasnya yang tersengal begitupun dengan Remigio. " terimakasih sweatheart, kau selalu membuatku mabuk kepayang " ucapnya dengan tersengal dan Valera hanya tersenyum lalu menarik selimut dan menutupi tubuhnya itu. " aku akan menuju ke balkon untuk merokok, kau tidur lah " ucap remigio lembut lalu mengecup pipi Valera dan Valera hanya tersenyum saja dengan mata terpejam.
Remigio memakai celana dan serta kaos mahalnya di dalam genggamannya sebuah kotak rokok berada disana lalu ia mulai melakukan kegiatan nya itu dengan mata yang menatap lurus ke depan.
bohong jika Remigio tidak mempunyai beban seperti istrinya, bahkan Remigio mendapatkan kabar dari orang-orang kepercayaannya jika organisasi yang ia pimpin banyak perseteruan layaknya musuh.
Remigio diminta untuk segera bertolak menuju Amerika untuk mencari tahu apa yang telah terjadi, sebenarnya Remigio sangat malas jika harus berurusan dengan para sampah yang tak berguna, tapi sebagai pemimpin ia tidak bisa lepas tanggung jawab seperti yang ia mau.
nafas nya terhembus begitu kasar, selama ia menjadi pemimpin Remigio sadar jika dirinya terlalu lunak terhadap para anggotanya, bahkan untuk sekedar marah pun Remigio enggan untuk melakukan nya baginya hanya orang bodoh yang melakukan hal seperti itu, tapi kini ia tak akan segan lagi kepada para anggotanya yang berani melawan ataupun semacamnya.
hingga satu jam berlalu Remigio memilih untuk masuk karena udara semakin malam semakin dingin, ia tersenyum saat melihat Valera yang terlelap dalam tidurnya lalu tak lama Remigio pun menyusul sang istri untuk mengarungi lautan mimpi.
*****
keesokan paginya di kamar mewah bernuansa violet seorang wanita tampak sedang cemas berulang kali ia membaca pesan yang masuk dalam ponselnya.
Gloria bukan tanpa alasan ia meninggalkan negaranya dan tinggal di Paris bersama dengan keluarga dari ibunya. Gloria tampak sedang menghindari seseorang.
" Ya tuhan apa yang harus aku lakukan, pria itu nekad sekali ! bahkan ia telah mengetahui posisiku saat ini dan aku tidak mungkin membahayakan nyawa paman dan bibi " gumam Gloria dengan raut wajah cemas " aghh brengsek ! aku muak.. pria itu benar2 seperti hantu " gerutu Gloria lagi
Gloria benar-benar merasa frustasi saat ini, Alfedro Ya nama pria itu adalah Alfedro seorang produser papan atas yang sangat sukses awal nya pertemuan Gloria tak disengaja karena ia menghadiri gala premier ternama di Inggris, tapi siapa sangka ia justru bertemu dengan lelaki berbahaya itu.
Dan benar saja saat malam itu Alfedro mencari tau identitas dari Gloria tapi sayang tidak dapat diketahui dengan pasti membuat ia semakin tertarik untuk mengikuti Gloria kemana pun ia pergi.
Gloria sangat tau jika Alfedro pun seorang mafia kejam, dan itu yang membuat Gloria enggan karena ia tak suka pria kejam dan kasar, bahkan Alfedro pernah menampar Gloria saat dirinya menolak untuk dinner bersama.
Dan sejak saat itu Gloria memutuskan untuk pergi dan bertolak ke Paris karena ingin menghindari pria gila itu tapi siapa sangka ternyata pria itu justru mengetahui posisi Gloria saat ini.
" Ya tuhan.. " gumam Gloria lagi lalu ia segera pergi menuju Harson Crop's karena Leonel pasti sudah menunggunya saat ini, dan Gloria tidak mau dianggap tidak profesional dalam bekerja dan belajar.
Akhirnya ia telah sampai di gedung bertingkat mewah itu, dengan cepat Gloria masuk ke dalam langsung menemui Leonel dan benar saja Gloria harus melihat wajah dingin kakak sepupu lelakinya, siapa lagi jika bukan Vyan yang sedang duduk menatapnya dengan tatapan datar dan dingin.
" maaf .. aku terlambat " cicit Gloria ia melihat jam yang melingkar di tangan kirinya hanya lima belas menit ia terlambat " kakak.. ini hanya lima belas menit ayolah kau jangan menatap ku seperti itu " rengek Gloria dan vyan diam saja lalu ia menyesap kopi yang sudah ada dihadapannya saat ini.
" apa yang membuat mu terlambat Gloria ? bahkan tadi kau tak ikut sarapan, " tandas vyan dan Gloria hanya tersenyum lebar lalu duduk di kursi dan menatap Vyan dengan tatapan jenakanya. Gloria adalah tipe wanita yang sulit dikendalikan akan tetapi ia masih terlihat anggun dan berwibawa saat dirinya diposisi formal.
" baiklah, maafkan aku.. jangan marah lagi mari kita mulai..emm Leonel kau sudah siap untuk mengajariku ? " tanya Gloria dan Leonel mengangguk mantap. " baiklah kak, sekarang aku keruangan ku terlebih dahulu " ucap Gloria dan vyan hanya mengangguk kecil.
vyan memandangi kepergian adik sepupunya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan, entah apa yang di fikirkan nya Gloria sedari kecil memang tidak pernah berubah sedikit pun.
__ADS_1