Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
kekejaman Remigio


__ADS_3

tiga hari berlalu Remigio sudah mengantongi identitas orang yang menembaki Ferdy setelah melakukan pencarian dengan dibantu oleh Stella, tentu saja Remigio akan memberikan hadiah yang menarik untuknya


" Stella suruh anak buah mu untuk menjemput pria itu dan bawa dia ke markas " ucap remigio dengan sangat dingin dan terdengar seperti sedang menahan amarah nya


" baik tuan " ucap Stella dan membungkuk hormat serta pamit mengundurkan dirinya untuk melaksanakan perintah dari tuannya


Remigio kini sedang berada di ruang kerja miliknya bukan hanya soal Ferdy tapi ia juga harus segera menyelesaikan masalah pada cabang perusahaan, kini masalah itu sudah mulai membaik dari sebelumnya


Kelima sahabat nya sudah mengetahui permasalahan yang sedang di alami oleh Remigio dan mereka hanya membantu dengan jarak jauh dengan kekuasaan nya karena kesibukan nya Masing masing. Deniz sedang berada di Turki karena urusan pekerjaan nya sekaligus mengunjugi orang tuanya, terlebih Romeo yang sedang sibuk mengurusi acara pernikahan nya bulan depan Remigio sangat memaklumi kelima sahabatnya itu ia tidak ingin memaksa atau menjadi egois untuk para sahabatnya. Sebelum acara pernikahan Romeo dan Audy di langsungkan mereka akan mengadakan rapat bersama di Amerika untuk masalah bisnis gelapnya.


Remigio mendapatkan pesan singkat dari Stella ia segera bergegas menuju markas nya karena mereka berhasil meringkus target


Mobil Buggati berwana hitam milik remigio melaju sangat kencang membelah jalanan negeri Paman Sam itu. Amerika menjadi wilayah kekuasaan penuh dari seorang Remigio Adomson


Hampir satu jam berkendara akhirnya remigio telah sampai di markasnya yang diberi nama Blackness yang artinya kegelapan, mereka langsung menunduk hormat kepada Remigio ketika ia telah tiba di markas


terlihat Stella sudah menunggu dan duduk di sebuah kursi dan tentunya seorang pria yang sudah diikat kedua tangan serta kakinya yang sudah menjadi tawanan saat ini


" tuan " ucap mereka yang melihat kehadiran tuannya dan Remigio pun mengangguk pelan Stella langsung berdiri dan membungkuk hormat


" ini dia orangnya tuan " ucap Stella dengan nada datar nya Remigio hanya tersenyum tipis melihat seorang lelaki yang sedang duduk meringkuk ketakutan


" buka ikatan tangan dan kakinya ! aku ingin bermain main dengan dia " ucap remigio dengan menyeringai sembari memainkan pistol di tangan kirinya


anak buah Stella sudah melepas kan ikatannya kini pria itu menatap tajam kepada Remigio


" mau apa kau hah ? cepat lepaskan aku dari sini " pekik pria itu dengan wajah yang sudah memerah serta bercampur dengan rasa ketakutan membuat Remigio hanya tersenyum ringan serta menatap lekat lekat wajah pria yang ada di hadapan nya


" melepaskan mu ? dalam mimpi mu !" ucap remigio dengan penuh penekanan, pria itu hanya menatap tajam secara terus menerus matanya terus menyapu ke sekeliling ruangan itu


" katakan kepadaku siapa yang menyuruh mu untuk menembak orang ku " ucap remigio dengan kilat mata yang sudah memerah tapi pria itu hanya menatap bingung ke arah remigio


" kau sudah menembak Ferdy lalu siapa yang menyuruhmu " bentak Stella kepada pria itu, tapi pria itu menggelengkan kepalanya membuat Remigio kesal lalu dia melempar sesuatu ke arah pria itu, detik kemudian pria itu sangat ketakutan terlihat dari sorot matanya.


" katakan !" teriak Remigio lantang sedari tadi Remigio terus bermain dengan pistol kesayangan nya


" tidak akan " teriak pria itu lantang bahkan setengah berteriak


DORRR


AGHHH


Remigio menembak salah satu kaki pria itu hingga ia memekik kesakitan bahkan terlihat mengerang, pria itu semakin menatap tajam Remigio seolah olah sebuah tembakan tak mempan untuk mengatakan sebuah kebenaran nya


" aku sudah bilang tidak akan ! " ucap lagi pria itu sambil mengerang pelan dan memegang kakinya yang sudah berdarah karena di tembak oleh Remigio


" hahaha kau sungguh berani " ucap remigio dengan gaya tengilnya serta tertawa bagaikan seorang iblis Remigio melangkahkan kakinya serta mengambil sebuah pisau lalu


SRETTTT


AGHHH


Remigio menyayat dada pria itu dengan pisau yang berada ditangan nya darah bercucuran semakin deras bahkan si pria itu sudah sangat kesakitan bahkan sedikit memucat. Luka nya cukup dalam dan menganga lebar Para anak buah remigio yang menyaksikan aksi tuannya itu hanya menelan ludah nya secara kasar mereka sangat tertegun bahkan Remigio terbilang sangat kejam


" hen...hentikan " ucap pria itu dengan terbata dan suara lirihnya ia sudah seperti lelaki lemah tak berdaya


" kemana rasa keberanian ku tadi ? apakah menghilang saat kau mendapatkan rasa sakit ini," ucap remigio lalu menginjak luka dada si itu


" AGHHH hentikan...ku mohon baiklah a-aku akan mengatakan nya " ucap pria itu dengan nafas tersengal nya ia mengerang hebat karena Manahan sakit dari kaki serta dadanya matanya sudah mulai sayu


" katakan " ucap datar Remigio tanpa ekspresi


" tu-tuan Chaiden " ucap lemah pria itu, darah semakin merembes membasahi baju serta celana nya bahkan sudah berceceran di lantai wajahnya sudah memucat, Remigio menyeringai penuh arti


" ohh ternyata dia, " ucap Remi dengan tersenyum miring, lalu ia mendekat ke arah pria itu dan


SRETTTT


pria itu tewas seketika setelah pisau tajam Remigio menyayat leher nya dengan sangat dalam, semuanya tertegun melihat kekejaman Remigio mereka meringis melihat keadaan si pria yang tewas secara mengenaskan

__ADS_1


lalu Remigio mengelap pisau nya sampai bersih dari noda darah, lalu ia meletakan kembali ke tempat semula dan segera membersihkan darah yang mengenai tubuhnya


" Stella kau kirimkan kepala mayat ini kepada pria bajingan itu, apa tujuan nya mengusik kehidupan ku serta menembak Ferdy " geram Remigio dan Stella pun tertegun dengan ucapan tuannya " akan ku buat dia menyesali perbuatannya " lanjut Remigio lagi dengan kilat mata seakan akan menginginkan perang kepada lawannya


" baik tuan " ucap Stella dengan pasrah lalu mereka segera membersihkan tempat itu dan Remigio pun segera meninggalkan markas nya dengan raut wajah yang sangat dingin bahkan para pengawal hanya menunduk tidak berani menatap wajah tuan nya


Buggati hitam itu terus melaju sangat kencang menuju sebuah rumah di kawasan yang sangat elit,


Remigio membunyikan klakson mobilnya dengan sangat kencang membuat para penjaga berhamburan melihat siapa yang bertamu itu.


Remigio sangat kesal karena para penjaga itu sangat lambat membukakan pintu gerbangnya alhasil remigio membunyikan klakson mobilnya terus menerus


Akhirnya gerbang itu pun terbuka sangat lebar bahkan mereka sangat terkejut siapa pemilik mobil mewah itu


" selamat datang tuan muda " ucap mereka design serempak


" hmm " Remigio hanya menjawab dengan berdehem saja tanpa ekspresi membuat para pengawal yang menyapanya bertanya tanya apa ada yang salah ?


seorang wanita paruh baya yang masih sangat terlihat cantik dengan rambut nya yang di gulung simple serta pakaian nya yang sangat modis dan tentunya riasan tipis menghiasi wajahnya itu tersenyum lebar kepada Remigio


" Remi, selamat datang nak " ucap nyonya Rosaline yang tak lain ibu Remigio " apa kabar mu " lanjut nyonya Rosaline dengan menegang lengan anak nya


" kabar ku baik ibu, dimana ayah " ucap remi dengan menduduk kan dirinya di sofa bersama sang ibu


" sedang dalam perjalanan menuju rumah, memang nya ada apa " ucap nyonya Rosaline kepada Remigio


" tidak ! hanya merindukan kalian berdua saja " ucap remigio lagi,


nyonya Rosaline merasakan ada sesuatu hal yang terjadi dengan Remigio anak lelakinya itu tapi apa entahlah ia tak mau mencampuri urusan anak anaknya terkecuali mereka mau bercerita dan saling terbuka tentu saja nyonya Rosaline dengan senang hati mendengarkan keluhan sang putra.


tak lama sang ayah Arzetto telah tiba dirumahnya dia sangat terkejut dengan kehadiran putra sulungnya nya mereka saling berpelukan serta berjabatan tangan layaknya seorang pria


" kapan kau tiba " ucap tuan Arzetto kepada Remigio dan ikut bergabung dengan istri serta anaknya


" beberapa hari yang lalu " ucap remigio singkat sontak nyonya Rosaline memukul lengan sang putra ia sangat kesal karena baru sekarang anaknya itu mengunjugi kediaman nya setelah beberapa hari tiba di negara ini


" maafkan aku, aku sedang mengurusi permasalahan dengan cabang perusahaan ku disini itu sebab nya aku baru datang mengunjungi kalian " jelas remigio panjang lebar ayahnya bisa memaklumi sang putra karena pekerjaan anaknya seorang pengusaha tentu saja sangat sulit mencari waktu yang senggang


" lalu bagaimana keadaan perusaahan itu akan sudah terselesaikan ?" tanya tuan Arzetto kepada Remigio


" sudah lebih membaik dari sebelumnya, jangan khawatir aku bisa mengatasi orang orang yang ingin bermain dengan ku " ucap remigio dengan dingin dan datar tuan Arzetto hanya mengangguk nganggukan kepalanya tanda mengerti, sedangkan nyonya Rosaline sedang menuju dapur membuat minuman untuk suami dan anak nya " aku akan memperkenalkan calon istriku kepada kalian " ucap remigio lagi dengan wajah serius


" kau sudah mempunyai calon istri " ucap nyonya Rosaline yang sudah membawakan minuman itu, dan Remigio hanya mengangguk lalu tersenyum bahagia sedangkan tuan Arzetto hanya diam tanpa ekspresi mereka berdua mempunyai kemiripan dalam hal ekspresi dan sikap.


" siapa calon mu nak " ucap nyonya Rosaline lagi


" namanya valera, Valera Harson " ucap remigio Dengan mantap dan ibunya hanya mengangguk saja sedangkan ayahnya terlihat terkejut dengan nama kekasih anaknya


" Harson? aku pernah mendengar nama itu tapi dimana " ucap tuan Arzetto sambil menekan dahinya dengan telunjuk lalu detik kemudian ia teringat akan nama itu " putri konglomerat kelas atas yang berasal dari Jerman ?" tanya tuan Arzetto dan remigio mengangguk " wow sungguh ? aku tidak meragukan pesona mu " canda tuan Arzetto lagi lalu detik kemudian mereka tertawa bersama sama sampai akhir nya suara seorang lelaki yang sedang berteriak memanggil ayah dan ibunya


ya itu adalah Romanio Adomson adik lelaki dari remigio Adomson yang usianya terpaut hanya dua tahun dia seorang dokter ternama di negeri Paman Sam


" waw kapan kau datang brother " ucap Roma dengan gaya tengilnya membuat Remigio menyipitkan matanya


" baru saja " ucap remigio singkat, mereka akhirnya bisa berkumpul kembali nyonya Rosaline sangat senang bisa seperti ini, terlebih kedatangan putra sulungnya.


*******


Valera dan George sedang menikmati makan siangnya di salah satu restoran terdekat dengan perusahaan milik Harson crop's George tampak sangat senang bisa menikmati kota Prancis bersama Valera


" mami aku sudah lama tidak melihat papi " tanya polos George kepada Valera


" papi sedang bekerja George, memangnya kenapa " tanya valera dengan sangat lembut


" tidak ada mami, aku hanya bertanya saja ' ucap George di sela sela makanya membuat Valera gemas


" baiklah, habiskan makanan mu kita akan berkunjung ke perusahaan uncle vyan " jelas Valera dan George pun mengangguk dan segera makan dengan lahapnya


setelah tiga puluh menit berlalu akhirnya George dan Valera tiba di perusahaan Harson Crop's seperti biasa valera selalu tampil cantik dan ramah akan senyuman nya dan para karyawan pun menyapanya dengan ramah kembali terlebih mereka bertanya tanya dengan seorang anak kecil yang dibawa oleh nona muda nya ketampanan George seakan membius semua orang.

__ADS_1


" mami mengapa mereka melihat kita seperti itu ? " tanya George lagi yang menautkan jarinya di tangan Valera


" itu karena kau tampan " ucap Valera lalu tertawa kecil kemudian


mereka pun telah sampai di ruangan milik vyan, sang sekretaris yang sudah mengetahui akan nona mudanya segera mempersilahkan nya masuk


CEKLEK


Valera membuka kan pintu ruangan kakak nya lalu tersenyum manis saat melihat wajah tampan sang kakak. Vyan hanya memandang Valera dan George dengan tatapan lembut nya


" maaf aku kesini tanpa memberi tahumu " ucap Valera dengan senyum manis nya lalu menuntun George untuk duduk di sebuah sofa mahal milik kakak nya


" hmm tidak masalah, apa kau sedang tidak ada pekerjaan di tempat mu Vale " ucap vyan yang masih saja berkutat pada layar laptopnya


" untuk saat ini tidak ada kak, jika pun ada pasti Dave dan Thomas sudah melakukan nya terlebih dahulu " ucap Valera santai dan vyan hanya terkekeh dengan jawaban enteng adiknya


" George apa kau suka dengan ruangan uncle ini " tanya vyan kepada George


" suka uncle, ruangan ini sangat bagus dan terlihat sangat nyaman " celoteh George yang mengutarakan pemikirannya, walaupun masih berusia lima tahun tapi George cukup mengerti.


tok tok tok


'' masuk ''


terlihat wajah tampan Leonel sang asisten dari vyan muncul di balik pintu, Leonel yang terkejut akan kehadiran adik dari tuannya itu kini gugup setengah mati,


" maaf tuan, di luar ada nona Angela ingin bertemu " ucap Leonel memberi tahu, kini raut wajah vyan berubah sangat masam


" mau apa dia kesini, mengganggu saja " kesal vyan dengan suara tegasnya membuat Valera menatap heran kakaknya dan Leonel pun hanya diam saja


" Vale, tolong bantu aku lepas dari wanita itu, ini sangat menjijikan " ucap vyan yang memelas kepada adiknya dan Valera semakin bingung


" apa kah dia wanita mu " ucap valera dengan tatapan menyelidik raih vyan malah mendengus kesal


" bukan, dia wanita tak tahu malu yang selalu mengejar ngejar diriku dan aku tidak nyaman akan kehadiran nya " jelas vyan dan Valera pun menyetujui permintaan kakak nya untuk membantu mengatasi perempuan itu, Valera meminta Leonel untuk mengajak George jalan jalan di perusahaan milik kakaknya dan George pun menurut perkataan maminya


" baiklah kita mulai drama nya " ucap Valera dengan senyum tipisnya lalu ia mendekat ke arah kakaknya dan duduk di meja kerja milik kakaknya tak lama pintu terbuka


CEKLEK


seorang wanita berpakaian dengan sangat terbuka memasuki ruangan milik vyan ia saat terkejut akan kehadiran seorang wanita diruangan pria yang menjadi incarannya wajahnya sangat memerah


" Angela ada apa kau kesini " ucap vyan datar tanpa ekspresi dan Valera pun ikut menatap ke arah Angela terlihat Angela menatap Valera dengan tatapan yang sangat tajam


" siapa dia " ucap Angela yang tak tahu malunya, Valera hanya diam dan terlihat sangat santai


" apa hak mu mengetahui urusan pribadiku " ucap vyan dengan nada ketus nya, lalu tangan vyan sengaja membelit pinggang Valera, dan Valera pun memainkan akting nya sebaik mungkin, hawa panas meliputi hati Angela


" siapa dia " ucap Valera bertanya dengan sangat lembut kepada vyan


" dia Angela " ucap vyan lagi, dan Angela semakin memanas melihat adegan mesra kedua nya


" vyan ! " ucap Angela dengan sedikit berteriak karena menahan kekesalannya dan meruntuki Valera dalam hatinya sungguh ia tak terima jika ada wanita yang berdekatan dengan vyan selain diri nya


Angela seperti sedang menggali kuburnya sendiri, apa ia tak mengenali Valera ? apa ia tak tahu jika wanita yang berada di samping vyan adalah adiknya, ? buktinya Angela tidak tahu justru malah seperti seseorang yang sedang cemburu


" berhentilah bersikap seperti ini Angela, dan kau jangan menggangguku lagi " ucap vyan dengan nada yang penuh penekanan membuat Angela semakin menahan amarahnya


" vyan aku mencintaimu " ucap Angela berteriak seperti tak tahu malu


" sudah aku bilang, aku tidak mencintaimu Angela jangan memaksa ku " ucap vyan lagi dan Valera hanya menyimak keduanya " pergilah dari sini " usir vyan lagi tapi Angela terlihat enggan pergi lalu dengan langkah cepat menghampiri Valera dan ingin menamparnya tapi dengan sigap vyan sudah menahan dan mencengkram tangan Angela


" jangan pernah tangan mu menyentuh kesayangan ku " ucap vyan Dengan wajah yang sudah memerah ia tunjukkan kepada Angela


" kenapa kau kasar sekali padaku " ucap Angela dengan suara pelan nya kini air matanya telah tumpah merembes begitu deras Valera yang melihat itu jadi serba salah antara ingin melanjut kan atau tidak sandiwaranya,


" pergilah dan jangan pernah menganggu ku kembali Angela aku muak dengan semua tingkah mu " ucap vyan dengan menghempaskan tangan Angela kasar, kini Angela semakin murka dan ingin sekali menghajar Valera yang sudah merebut perhatian lelaki yang dicintainya, Valera hanya diam saja dan kini tatapan nya seolah olah tidak mengakui keberadaan Angela di rasa situasinya lengah Angela mencekik Valera dengan sangat erat sampai Valera mencengkram tangan Angela mencoba untuk melepaskan nya. Vyan yang kaget akhirnya manarik kasar Angela dan mendorongnya dengan sangat keras


" dasar wanita gila, sudah ku bilang jangan pernah kau menyentuh kesayangan ku, tapi ternyata ucapan ku kau abaikan " pekik vyan ia langsung menyeret Angela untuk keluar dari ruangannya, Valera masih menatap adegan keduanya sembari mengelus ngelus lembut leher nya, ia sangat kesal dengan tingkah kakak nya serta wanita itu lalu ia menghempaskan dirinya ke sofa secara kasar sedangkan diluar masih terdengar perdebatan keduanya kini suara lantang vyan dan teriakan Angela menggema di luar ruangan milik vyan. Untungnya berada di lantai teratas jadi tidak akan menjadi tontonan gratis para karyawan lainnya

__ADS_1


__ADS_2