
nafas Valera seketika naik turun dengan sorot mata yang sangat tajam ia menatap bagaimana markas yang roboh dan hancur hanya setengah bagian bangunan, semuanya menatap tak percaya ternyata berondongan satu buah misil yang diluncurkan wanita asing itu sukses membuat markas besar king rusak parah
" AGHHH... beraninya kau merusak markas ku " teriak Valera marah
DUAKKK
BRAKKKKKK
wanita itu terpental dengan punggung mengenai mobil yang meledak tadi, ia meringis kesakitan karena selain rasa panas ternyata tubuhnya sudah merasakan sakit karena tendangan sang lady
GREPPPPP
" ahh..le..paskan.. " ucap wanita itu dengan suara tercekat-cekat semua orang dalam jajaran king hanya bisa diam dan menyaksikan kekejaman sang lady kembali
" dasar para manusia sampah ! Aku tidak pernah mengusik kalian orang-orang asing tapi dengan beraninya kau datang kedalam wilayah ku dengan membuat kekacauan " ucap Valera marah dan lantang kini amarah sudah meliputi dirinya cekikan di leher wanita itu semakin saja kuat
DUAKKK
AGHHH
Valera merintih kala kaki wanita asing itu menerjang bagian perutnya, hingga ia terjengkang beberapa langkah kebelakang
" Kau gila ! " marah wanita asing itu dengan memegang area lehernya yang terasa kebas dan nyeri, Valera hanya menyeringai menakutkan para jajaran Valera tidak ada yang berani ikut campur
" Gila ? akan ku tunjukkan definisi dari kata gila yang sesungguhnya " ucap Valera dingin dan menyunggingkan senyumannya yang terlihat misterius " mari kita bermain " smirk Valera lagi wanita itu tentu saja sudah bersiap dengan ancang-ancang dan satu buah belati yang tersemat cantik di balik kakinya Valera tersenyum sinis, kini belati kembar siap menerkam mangsa baru
Valera menyerang terlebih dahulu dengan semangatnya, terlihat wanita itu terkejut dengan serangan tiba-tiba tapi ia bertahan dengan mengelak dan menangkis detail gerakan lincah sang lady
Valera tersenyum licik kala melihat sang lawan hanya menghindar dari gerakan dan serangannya, bosan karena serangannya terlihat biasa saja kini Valera melibatkan kaki cantiknya untuk ikut andil
wanita itu tak mau kalah ia pun melakukan hal yang sama dimana kini kaki serta tangan nya sama-sama ikut menerjang dengan tangkas
" akan ku buktikan kata gila yang telah kau lontarkan dari mulut busuk mu itu " desis Valera tajam
kini gerakan sang Lady telah berubah menjadi gerakan yang cukup rumit dimana wanita itu sungguh terkejut dan sedikit kesulitan dalam mengimbangi setiap gerakan aneh sang lady
para jajaran king dibuat sesak nafas akan pertarungan yang sudah berjalan sepuluh menit itu, Zizi diam dengan memasang wajah datarnya ia hanya mencermati setiap gerakan dari musuh sang lady
kaki Valera berhasil membelit pinggang wanita asing itu hingga ia kesulitan untuk bergerak Valera tersenyum manis kala itu
SRAKKKK
AGHHH
BRUKKKK
pandangan dan sorot mata Valera sungguh menggelap seketika, belati kembar miliknya berhasil melukai perut sang lawan ! wanita itu merintih dan mengerang kesakitan Valera datang dengan langkah anggunnya
GREPPP
__ADS_1
wanita itu merintih kala Valera menjambak nya tanpa perasaan dan ekspresi, kekuatan seorang wanita yang bergelar lady itu sungguh tak bisa diremehkan, mata wanita itu menatap nyalang kepada Valera tapi Valera diam dan bersikap datar
" AGHHH " teriak frustasi wanita itu kala Valera menyeretnya dengan kasar kedua tangan wanita itu mencengkram lengan sang lady agar terbebas dari cengkramannya tapi nihil Valera justru meningkatkan kekuatannya dan naik begitu saja hingga wanita itu benar-benar meringis wajahnya sudah memerah bahkan airmatanya hampir saja lolos
BRAKKKKKK
Valera mendorong tubuh wanita itu dengan kekuatan penuh emosinya seketika naik turun kala melihat bangunan yang menjadi markas besar nya rusak parah walaupun itu hanya sebagian tapi Valera tak rela jika ada seseorang yang berani menghancurkan markas dengan sengaja
" AGHHH... lihatlah ulah mu wanita keparat ! gara-gara kau bangunan milik ku hancur " teriak Valera menggelegar matanya sudah nemerah
wanita itu langsung tertawa puas kala melihat emosi Valera yang sudah menjadi, ia mencoba bangkit walaupun rasa sakit di sekujur tubuhnya sangat terasa sakit
DUAKKK
Uhukk
Valera menendang kembali perut wanita itu sampai ia mengeluarkan darah segar dari mulutnya seketika jiwa iblis Valera bangkit tak terkendali
DUAKKK
BRUKKKK
uhukkk
" dasar tak tau malu " pekik Valera lantang menatap lawan sudah lemah tak berdaya wanita itu terbaring lemah dengan darah yang keluar dari mulutnya berulang-ulang nafas semua orang tiba-tiba tercekat kala melihat sang lady bagaikan Dewi kematian yang siap mencabut nyawa siapa saja yang mengusiknya " katakan salam terakhir mu sebelum kau bertemu dengan raja neraka " sinis dan dingin Valera wanita itu tak menanggapi perkataan valera sedikitpun matanya kian sayu menatap Valera yang sedang diliputi api amarah
" tidak ! kau salah, aku paling tidak suka orang yang mengusik kehidupan ku maupun orang-orang ku termasuk kau yang melakukan nya kau tau jika aku tak akan berbaik hati pada musuh yang mengantarkan nyawanya dengan mudah dan aku dengan senang hati mencabut nyawa kalian dengan kematian yang sungguh tragis " tajam Valera auranya kini kian pekat sorot mata tajam itu seketika berubah menggelap menakutkan
wanita itu merasakan aura yang berada dari Valera seketika bulu kuduknya meremang tetapi sesaat wanita itu menyadari jika Valera sangat mirip dengan seseorang yang dikenalnya
" tuan Marcell " lirih wanita itu dan Valera yang mendengar nama Marcell seketika mengerutkan dahinya menatap intens wanita yang kini lemah tak berdaya bahkan luka didalam tubuhnya terbilang parah " mata itu ya mata itu mirip dengan tuan Marcell " ucap wanita itu yang berusaha bangkit lalu menatap wajah Valera dengan seksama
" Marcell siapa yang kau maksud ? " ucap Valera bingung dan kini interaksi keduanya membuat orang bernafas lega karena mereka semua seakan merasakan slow motion dalam kejadian tragis sesungguhnya nanti
" siapa kau sebenarnya ? mengapa mata mu sangat mirip dengan tuan Marcell " ucap wanita itu mendesak membuat Valera jengah ketika
" katakan yang benar ! Marcell mana yang kau maksud itu ! " ketus Valera dengan berlaga tengil
" Marcell Harson " lirih wanita itu lagi dan seketika Valera terkejut bahkan dirinya mematung kala nama sang kakek disebut lancang oleh wanita asing ini
" berani sekali kau menyebut nama kakekku dengan mulut kotor mu itu " teriak Valera marah dan sontak wanita itu ikut terkejut kala Valera memanggil nama Marcell harson adalah kekek nya
" jadi kau cucu tuan Marcell ? " ucap wanita itu dengan tatapan sendu " aku tak menyangka bisa bertemu dengan mu saat ini " ucap wanita itu lagi
" apa yang sedang kau bicarakan ! omong kosong " dingin Valera dengan sorot mata yang sangat tajam
sesaat valera terdiam dengan wanita yang mengenal sosok mendiang kakeknya dan otak pintarnya seketika berjalan dan membelah cabang dengan setumpuk pertanyaan
wanita itu menatap sendu wajah Valera dengan air mata yang siap meluncur bebas ke pipinya Valera menjadi bingung seketika
__ADS_1
" jelaskan padaku apa yang ingin kau jelaskan, aku tidak menerima penolakan " ujar Valera dan wanita itu mengangguk antusias
Valera menatap bangunan markas yang sebagiannya hancur dan rubuh lalu ia menghembuskan nafasnya kasar dan melirik ke semua jajaran ya dengan tatapan yang sulit diartikan Zizi mendekat ke arah sang lady
" apa yang anda butuhkan nona ? " tanya Zizi sopan
" bersiaplah kita akan menuju Gold mansion untuk sementara waktu bangunan ini akan direnovasi ulang " ucap Valera datar dan Zizi mengangguk antusias
wanita itu kini dibopong oleh jajaran king, sang lady tiba-tiba memutuskan untuk tidak membunuhnya karena Valera penasaran akan ucapan wanita asing yang mengenal sosok dari mendiang kakeknya
kini semua orang dalam jajaran king mengamankan barang-barang yang dirasa kurang aman, pengamanan semakin di perketat kini Valera berniat untuk memindahkan markas besar ke tempat yang lebih luas dan besar
*****
permasalahan Remigio dengan para ROLADEX sudah hampir selesai hanya saja Remigio membiarkan Journey dan Edrall berkeliaran sesuka hati
pihak Remigio sudah menggempur habis-habisan kediaman milik anggota ROLADEX dan wilayah yang dikuasai oleh ROLADEX terus di desak dan semakin di persempit
hampir dua bulan sudah Remigio berada di Amerika untuk meruntuhkan para musuh-musuh nya dan membangun strategi baru untuk menyusun rencana kepada jajarannya yang selalu ingin memberontak
malam ini Remigio akan terbang menuju Prancis karena ia merasa permasalahan sudah semakin menurun dan rindu yang menggebu dalam hatinya semakin bertumpuk ruah
Leo dan James selalu mengirimkan sebuah email mengenai perusahan nya kepada Remigio selama di Amerika
Remigio sudah mempercayai kepada dua asisten itu dan sudah menganggapnya seperti saudara
malam itu pesawat pribadi milik Remigio sudah mulai lepas landas dan mengudara dengan gagah membelah pencakar langit yang gelap gulita itu, Remigio ditemani oleh empat pengawal nya
selama didalam pesawat pribadi miliknya Remigio memilih untuk memejamkan matanya selama sebulan ini pola makan dan tidurnya menjadi tidak teratur fikirannya berat memikirkan bagaimana dengan kehidupan yang menantinya dikemudian hari
****
saat ini Valera sedang berada di sebuah ruangan yang luas ia duduk dengan tenang sembari menatap wanita itu dengan seksama banyak sekali pertanyaan yang muncul dibenaknya
wanita asing itu sudah ditangani oleh dokter khusus dalam jajaran king dan wanita asing itu memaksa untuk bertemu dengan sang lady walaupun kondisinya belum pulih seratus persen
kini di ruangan itu hanya Valera dan wanita berambut sebahu Kemila ya namanya adalah Kemila
" jawab pertanyaan ku untuk apa kau meminta Daniel padaku " ucap Valera dengan datar Kemila hanya diam dan menunduk ia tak tau harus menjawab apa karena ini adalah perintah dari tuannya, melihat Kemila yang menunduk seperti itu Valera memicingkan matanya seketika " aku sedang bertanya dan aku harap pendengaran mu masih berfungsi dengan baik " ketus Valera tapi dalam nada bicaranya terkesan sangat dingin
" ini adalah perintah dari tuan ku mrs OTO, aku hanya ditugaskan untuk membawa Daniel ikut bersama ku " ucap mantap Kemila tapi Valera merasa tidak puas dalam jawaban Kemila
" jangan menyembunyikan apapun dariku aku tidak suka orang yang berbohong ketahuilah saat ini kau sedang berada di mana jika kau membuat kesalahan dengan menutupi setiap pertanyaan yang aku lontarkan padamu maka nyawamu yang akan menjadi taruhannya " tajam Valera menatap lekat-lekat wajah Kemila " apa tuan mu itu terlihat dalam pembunuhan orang tua Daniel beberapa tahun silam " tanya Valera tanpa basi-basi seketika jantung Kemila berdebar kencang lalu tak lama ia mengangguk samar dengan ragu-ragu Valera tersenyum sinis
" kau benar Mrs OTO terlibat dalam pembunuhan orang tua Daniel " ucap Kemila lagi
" alasannya ? " ujar Valera dengan sikap tenang Kemila menatap ragu-ragu kearah Valera " jujur saja jika nyawamu ingin aman " ucap tegas Valera
" orang tua Daniel terutama ibunya adalah anak bangsawan yang sengaja di culik saat ia masih remaja hingga ia menikah dengan kekasih hatinya dan lahirlah Daniel beserta kakak perempuannya " ucap Kemila dengan tenang dan Valera hanya diam saja mendengarkan " kekayaan kakek Daniel sungguh sangat membuat mata silap Mrs OTO dahulunya adalah salah satu tangan kanan dari tuan Affonso karena harta yang membuat Mrs OTO tega melakukan hal keji seperti itu " jelas Kemila dan Valera masih diam mencerna setiap kata-kata yang ia lontarkan itu antara percaya atau tidak tapi Valera akan menyelidiki nya sendiri dan membuat perhitungan kepada Mrs OTO itu karena telah berani mengibarkan bendera perang terhadap lady dari king sang penguasa
__ADS_1