
Remigio telah menceritakan keinginan nya untuk bertemu dengan para sahabat nya di Amerika untuk pertemuan penting, Valera mengangguk setuju tapi rasanya ia ingin ikut akan tetapi Remigio menolak karena alasan kehamilan Valera.
" Tapi aku juga ingin bertemu dengan mertuaku Remi " ucap Valera merengek dan Remigio hanya tersenyum lembut.
" aku berjanji tidak akan lama, hanya lima hari. Kau percaya dengan diriku " ucap Remigio dan Valera hanya mengangguk kecil saja. " hanya sebentar aku berjanji '' ucap Remigio lagi.
" Ya baiklah. '' ucap Valera akhirnya ia mematuhi perkataan Remigio yang menyuruhnya untuk tetap di mansion.
Keesokan harinya Remigio telah bersiap untuk bertolak menuju Amerika dengan pesawat pribadi milik nya sendiri, Valera terlihat menemani sang suami menuju bandara dengan ditemani Bruce dan Frank di belakangnya.
valera tampak tak ingin melepaskan genggaman tangannya pada tangan kekar Remigio membuat si mpunya merasa sangat senang.
valera memeluk erat tubuh Remigio saat pesawat itu sudah siap untuk mengudara, Valera mencium bibir Remigio dengan lembut begitupun dengan Remigio.
setelah beberapa saat akhirnya Remigio masuk kedalam pesawat dan tak lama pesawat itu mulai bergerak menjauh dan tak lama akhirnya mengudara dengan gagah.
valera akhirnya memutuskan untuk makan siang diluar, Bruce dan Frank hanya bisa mengangguk patuh pada perintah nyonya nya itu.
restoran X menjadi pilihan Valera kali ini karena disana menyediakan menu sayuran dan Valera tak ingin melewatkan menu makanan itu untuk buah hatinya.
Bruce dan Frank duduk di kursi yang tak jauh dengan sang nyonya mereka pun sama-sama melakukan makam siang bersama, Valera tampak lahap dengan hidangan yang tersaji di meja makannya.
" nona Valera '' ucap seorang wanita tiba-tiba dan Valera segera menatap kearah sumber suara.
" ohh Lavanya " ucap Valera ramah " kau berada di sini ? " Picing Valera dan Lavanya mengangguk lalu tersenyum.
lalu Valera mempersilahkan Lavanya untuk duduk ternyata Lavanya tidak sendiri ia membawa seorang balita bersama dengannya, Valera bisa menebak jika itu adalah anaknya bernama dengan Diego.
" Putramu ? " tanya Valera dan Lavanya mengangguk kecil. " tampan sekali '' ucap Valera dengan tersenyum kecil.
" waw.. ohh kau sedang mengandung ? selamat nona, " ucap Lavanya dengan senang dan Valera hanya terkekeh kecil.
kedua wanita itu asik berbincang ringan dengan celotehan si kecil yang asyik memegang kue biskuitnya. Bruce dan Frank hanya bisa menunggu sang nyonya saja sembari memainkan ponsel di tangannya.
*****
Dave dan Gloria sedang menikmati waktunya bersama setelah hampir satu Minggu mereka tak bertemu karena sama-sama sibuk. Dave sudah memutuskan untuk mendatangi orang tuan Gloria di Inggris.
" apa kau yakin ? '' tanya Gloria lagi.
" Ya. Tapi mengapa kau bertanya seperti itu ? apa kau tak benar-benar mencintaiku " Picing Dave dan Gloria tersenyum tipis.
" dulu aku memang tidak mencintaimu ! tapi sekarang aku justru terjerat akan pesona mu " ucap Gloria dengan nada sensual lalu mencium bibir Dave dengan penuh perasaan.
Dave membalasnya tak kalah lembut hingga suara decapan terdengar sangat kentara, Dave mengusap bibir Gloria yang basah akibat ulahnya dan Gloria mengelus pipi dan rahang Dave dengan lembut.
" jangan menggodaku, aku takut tak bisa menahan semuanya '' seru Dave dan Gloria hanya tersenyum. Lalu ia duduk kembali dengan tenang dan Dave hanya tersenyum melihat tingkah Gloria.
mobil Dave melaju menuju salah satu restoran untuk mengajak Gloria makan terlebih dahulu, karena sebelumya Gloria meminta ditemani untuk membeli baju dan ini adalah hal pertama untuk Dave.
" Kita kesini ? '' tanya Gloria ketika telah sampai di halaman restoran yang akan mereka kunjungi.
" Kita akan makan terlebih dahulu setelah itu aku akan menemani dirimu untuk bersenang-senang " ucap Dave dan Gloria hanya mengangguk saja.
satu jam mereka berada di restoran tersebut dan Gloria tampak tenang dalam menikmati hidangan nya begitu pun dengan Dave. Tapi ketenangan mereka tak bertahan lama karena tiba-tiba saja beberapa orang membuat keributan.
BRAKKKKKK
suara itu membuat semua pengunjung tersentak dan terkejut seketika, bahkan Gloria sampai menghentikkan gerakannya akan tetapi Dave masih saja bersikap tenang.
" Kau sudah selesai ? " tanya Dave dan Gloria hanya mengangguk tanpa sadar " baiklah, sebaiknya kita pergi dari sini " seru Dave dengan menggandeng tangan Gloria lembut.
Gloria menurut baru saja beberapa langkah mereka dihentikan begitu saja, membuat Gloria terkejut bukan main.
" Berani sekali kalian pergi dari tempat ini tanpa persetujuan kami " ucap salah satu lelaki dengan bengis.
" Berikan wanita ini pada kami atau kami akan bertindak kasar " ucap salah satu lagi membuat Dave mengkerutkan dahinya seketika.
__ADS_1
Gloria heran ada apa dengan semua ini tak mungkin jika mereka anak buah Alfedro, beberapa pengunjung tampak bisik-bisik dan merasa tak nyaman mereka mulai meninggalkan tempat itu dengan segera.
keanehan mulai terjadi saat beberapa pengunjung mulai meninggalkan tempat itu dan tak lama mereka semua telah keluar, Dave menyeringai seketika.
anak buah Alfedro. batin Dave menyeringai.
" Heii.. dasar lelaki tak tau diri memintaku untuk mengikuti kalian begitu ? dalam mimpi mu " pekik Gloria dengan marah
BYUURRR
Gloria menyiram air minum yang entah milik siapa pada salah satu dari mereka, Gloria lalu tertawa dan Dave hanya diam saja.
" sialan !! " pekik lelaki itu.
BUGHHHHHH
entah keberanian dari mana Gloria bisa-bisa nya menendang perut mereka dan pada saat bersamaan Dave mulai menyerang mereka dengan cepat.
Gloria memanfaatkan keadaan itu dengan sedikit menjauh tapi sebelum itu Gloria memukul salah satu pria dengan sekotak tisu
" dasar wanita sialan ! " ucap nya lagi saat kepalanya dilempar kotak tisu oleh Gloria, lelaki itu marah dan justru menangkap pergelangan tangan Gloria.
GREPPP
" lepaskan " pekik Gloria hingga seseorang menerjang punggung pria itu hingga membentur sisi meja tamu.
Dave menatap tak percaya karena tiba-tiba Zizi dan vyan datang di waktu yang tepat. Zizi segera menghampiri Gloria dan Vyan ia menyerang para lelaki asing bersama dengan Dave.
keributan di restoran itu benar-benar kacau dimana benda-benda yang berada di dalamnya hancur begitu saja, Gloria diminta untuk sedikit menjauh oleh Zizi.
" cihh.. beraninya hanya dengan wanita ! " geram Zizi dan ia segera menyerang lelaki itu dengan brutal. Bahkan lelaki itu kini melawan Zizi dengan seimbang.
Gloria berada di sudut ruangan untuk sedikit menghindar dan menyaksikan perkelahian itu dengan seksama, beberapa pria asing mulai jatuh karena perkelahian tak seimbang, Dave dan Vyan memang tak bisa di remehkan mereka bukan lawan sebanding untuk para orang-orang lemah.
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
BRAKKKKKK
suara itu sungguh mengilukan, Zizi dengan brutal menendang lelaki yang menjadi lawannya hingga punggung lelaki itu menabrak meja dan membuatnya merintih kesakitan.
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
Vyan dengan cepat menyelesaikan tugasnya dengan memukul telak para lelaki itu, Dave menatap orang-orang asing itu yang telah terkapar dan lemas tak berdaya.
GREPPP
" emhhppp " erang Gloria saat seseorang membekapnya dan menyeret nya menjauh dari area itu. Gloria berontak dan mencoba untuk melawan akan tetapi ia kalah dalam tenaga orang itu makin kasar menyeret Gloria hingga mereka mendekati area mobil yang siap melaju.
Zizi melihat jika Gloria dalam bahaya, dengan cepat ia keluar dan hendak menghentikan itu semua tapi ia kalah cepat, mobil itu sudah melaju
" Dave '' teriak Zizi lantang " mereka membawa Gloria " pekik Zizi lagi dan seketika Dave langsung berlari dan menuju mobilnya untuk menyusul Gloria, tapi siapa sangka jika Zizi akan ikut masuk kedalam mobil bersama dengan Dave.
Vyan yang hendak ikut mengurungkan niatnya sesaat karena ia akan mengurus hal ini terlebih para polisi sudah berada di tempat, mereka masuk dan melihat orang-orang yang sudah terkapar dengan wajah babak belur.
Vyan berjabat tangan dengan salah satu petinggi aparat itu, lalu ia menceritakan kejadian nya sedikit saja karena vyan tak terlalu mengetahui cerita awalnya.
" CCTV akan menjadi bukti. Kalian bisa mengunakan itu untuk melihat kejadian sesungguhnya '' tegas Vyan dan para polisi itu hanya mengangguk karena mereka tak mau berurusan dengan seorang Vyan terlebih mereka tak percaya jika sang miliarder itu yang membuat perkara terlebih dahulu.
disisi lain aksi kejar-kejaran masih terus berlanjut Dave terus memacu laju kecepatan dengan sangat tinggi, Zizi hanya bisa fokus pada target didepannya.
" Alfedro !! sialan kau !! " pekik Dave marah dengan mata yang memerah, Zizi diam saja saat melihat itu.
" kau tau siapa yang melakukannya ? " Picing Zizi dan Dave hanya diam saja lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
" siapa lagi jika bukan dia, hampir dua bulan aku tidak bisa mencari keberadaanya dan sekarang dia datang Kembali untuk membawa wanitaku, hehh..tak akan kubiarkan " desis Dave tajam.
mobil yang membawa Gloria terus melaju seakan tak tau dengan arah tujuan, begitupun dengan Dave yang terus mengejar mobil itu dengan kecepatan yang tak kalah tinggi.
Tapi mobil itu melaju semakin jauh dan hampir keluar dari batas kota, Zizi dan Dave merasa kesal bukan main. Lalu Zizi menyiagakan senjatanya dan membuka kap bagian atas mobil Dave.
DODODORDODODOR !!
DODODORDODODOR !!
Zizi menembak kedua ban belakang dari mobil itu, tapi tidak ada reaksi apapun. Dave semakin memepet mobilnya ke samping hingga mobil mereka berdempetan satu sama lain.
BRAKKKKKK
mobil itu sengaja menabrak kan body nya pada mobil Dave agar dave menyingkir dan berhenti untuk mengikuti, sedangkan Dave bisa melihat jelas Gloria yang terus menggedor-gedor kaca mobil dengan keras.
" sial, kita dibuat susah bergerak Dave. Aku takut wanita mu yang terluka. " geram Zizi lagi saat ia dengan ragu untuk membidik pelurunya.
Hingga mobil mereka telah sampai dan akan siap Melawati jembatan yang kedua sisi kiri dan kanannya adalah lautan lepas yang membentang luas.
BRAKKKKKK
Dave yang sudah geram segera menghantamkan mobil bagian depannya tepat di mobil yang menjadi targetnya. Zizi tersentak dan kepalanya terbentur dashboard mobil.
" ohh " erang Zizi saat ia merasakan sakit pada bagian dahinya, Dave yang mendengar itu hanya bisa meringis dan meminta maaf. " sialan kau Dave. " rintih Zizi dan Dave hanya bisa diam dan fokus pada laju mobilnya. " kemana mereka akan pergi, sial sekali. " gerutu Zizi dengan nafas yang mulai tersengal.
DODODORDODODOR !!!
DODODORDODODOR !!!
" shitt " pekik Dave saat melihat jika ada sebuah mobil di belakangnya, hingga kini posisinya menjadi dibagian tengah.
Zizi menatap marah pada mobil yang berada di belakangnya. Tanpa basa-basi Zizi mengambil satu buah bom untuk meledakan mobil tersebut.
" let's play. and good bye " smrik Zizi dan
BLAMMM
DUARRRR
" yuhuuuu " teriak Zizi girang saat lemparan nya tepat sasaran dan mobil itu meledak dan menghancurkan segala isinya termasuk beberapa orang yang berada di dalamnya.
Dave diam saja saat melihat aksi Zizi yang sangat memuaskan hingga ketegangan terjadi dimana mobil yang membawa pergi Gloria mulai oleng dan melaju tak seimbang.
Dave panik begitupun dengan Zizi, mobil itu bergerak cepat dan meliuk-liuk ke kiri dan kanan untuk mempertahankan keseimbangannya.
tak jauh lagi tikungan tajam akan mereka lewati jantung Dave berpacu lebih cepat begitupun dengan Zizi.
" bagaimana menghentikkan mobil itu, sial " pekik Dave marah.
BRAKKKKKK
BLAMMM
BYUURRR
" GLORIA " teriak Dave lantang saat melihat mobil yang membawa Gloria menabrak pembatas jalan lalu masuk ke dalam air laut dimana ombak sangat-sangat mengerikan dibawah sana.
Zizi melebarkan matanya seketika, saat melihat kejadian itu, Dave menghentikkan mobilnya dengan tajam dan langsung berlari keluar dan melihat kearah bawah.
" GLORIA " teriak Dave lantang dengan otot-otot wajah dan leher yang menonjol keluar dengan mata yang memerah dan seketika lututnya melemas tak karuan.
Zizi seketika terdiam dan merasa jantungnya berhenti berdetak, tak lama kesadaran Zizi Kembali ia menyusul Dave dan melihat kearah bawah.
terlihat jelas jika mobil itu masih terlihat sedikit, Zizi segera memberi tahu jika kemungkinan Gloria selamat, dan Dave tanpa basa-basi ikut menyebutkan dirinya begitu saja.
BYUURRR
__ADS_1
" DAVE " pekik Zizi saat ia melihat tubuh Dave terjun begitu saja dan terhempas dan menyatu dengan air laut yang bergerak tak beraturan.