Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Dia Kembali.


__ADS_3

hati Dave hancur saat dokter mengatakan jika kondisi Gloria dalam keadaan kritis, Valera yang beberapa menit tiba di rumah sakit merasa nafasnya tercekat seketika.


Vyan mengabarkan perihal kondisi Zizi yang lebih baik dari Gloria hanya saja Zizi belum sadarkan diri akibat pengaruh obat bius. Valera terduduk di kursi panjang dengan pandangan lurus, sedangkan Bruce dan Frank tak jauh berada di dekat sang lady.


" Maafkan aku nona, aku gagal menjaga nya " ucap Dave dengan sendu bahkan matanya berkaca-kaca ia tak berani memandang wajah sang Lady saat kini.


Valera bangkit dan memeluk Dave untuk memberinya kekuatan, Dave bukan hanya sekedar orang kepercayaannya tapi Valera sudah menganggap Dave layaknya seorang kakak.


" tenang lah Dave, aku yakin semuanya pasti akan berlalu. Gloria akan segera melewati masa kritisnya. Percaya padaku " ucap Valera menepuk pelan bahu Dave dan Dave hanya mengangguk kecil tanpa ia sadari air matanya menetes begitu saja.


" Aku merasa gagal dalam menjaganya " ucap Dave lagi.


" Kau tidak gagal Dave ! " tegas Valera dengan suara penuh penekanan " kau lelaki yang bertanggung jawab akan Gloria adikku. Kau sudah menyelamatkan nya itu artinya kau benar-benar layak untuk mendampingi Gloria " ucap Valera dan Dave menatap Valera dengan tatapan bingung nya.


" Tapi dia sedang kritis nona, Aku tak mau hal ini terjadi, hatiku hancur saat melihat wanita yang aku cintai sedang terbaring lemah disana " ucap Dave lagi dan Valera menatap Dave dengan tatapan sendu nya.


valera tahu Dave tidak pernah seperti ini sebelumnya, Dave sangat dingin dan tidak tersentuh sedikitpun oleh wanita luar kecuali jajaran nya dan sang Lady.


Valera melihat ada yang lain dalam diri Dave, ia merasakan jika nafas Dave sedikit tertahan seperti seseorang yang mempunyai penyakit saluran pernafasan.


'' Dave apa kau baik-baik saja, " Picing valera


" jangan khawatir nona, aku.. aku baik-baik saja " ucap Dave dengan suaranya yang bergetar.


tiba-tiba tubuh Dave seperti kehilangan keseimbangannya, dengan cepat Bruce menahan tubuh Dave dan Valera segera menyuruh Bruce untuk memapah dave, Frank segera memanggil perawat untuk memeriksa keadaan nya dan tak lama Dave di bawa ke sebuah ruangan lain.


Valera memilih untuk menunggu di luar ruang rawat Gloria, ia benar-benar tak menyangka jika Alfedro bertindak nekat dan di luar batasan nya. Valera memijat pelipisnya pelan,ini benar-benar memusingkan.


Amerika serikat, waktu setempat.


terlihat Remigio sedang berbincang dengan para sahabatnya mereka nampak berwajah serius dan tegang. Terlihat juga aura-aura kekuasaan pada diri mereka yang berkuasa.


Deniz menghisap rokoknya dengan perlahan begitupun dengan Dion, akayama dan Kenov. Sedangkan Romeo tampak sedang berfikir dan bergelut dengan dunianya sendiri.


" Gracelina " ucap Akayama tiba-tiba dan semua orang menatap akayama dengan seksama, " aku merasa di menyimpan sesuatu hal dari kita terutama dari mu Remigio. " ucap Akayama memulai pembicaraannya dengan serius. Remigio tertegun dengan penuturan Akayama, bagaimana bisa teman nya berfikir jika ia mencurigai Gracelina sang penasihat ORTAXS.


" apa yang membuat mu berfikir demikian " tanya Kenov menimpali perkataan Akayama.


" Dilihat dari gerak-gerik nya ia seperti sedang menyembunyikan sesuatu, terutama dari mu Remigio kau ingat dulu ia menolak secara terang-terangan akan Valera istrimu. " tanya Akayama dan Remigio diam saja " Dari situ aku mulai mencurigainya ia mempunyai maksud lain. Dan aku mendapatkan kabar jika para mafia yang berada di Amerika bisa memasuki kawasan king di Paris. Apa Valera pernah membahas tentang ini padamu ? " tanya Akayama dan Remigio diam saja.


" pemberontakan ? apakah itu yang ingin kau katakan ? " Picing Remigio dan Akayama mengangguk pasti.


" dan tepatnya penghianatan " saut Akayama lagi.

__ADS_1


suasana mendadak sunyi dan hening saat mendengar penuturan Akayama itu, Remigio terlihat memikirkan sesuatu, Romeo memilih untuk memejamkan matanya sesaat.


" organisasi kita tampak banyak yang berkelot dan bermuka dua Remi, Kau terlalu sibuk sehingga tidak bisa mengatasi ini semua. " ucap Romeo yang membuka suara dan Remigio terlihat menatap datar temanya itu. " mereka bisa bertindak lebih jika kau tak tegas seperti dulu lagi Remi " ucap Romeo dengan serius.


" ingat kau seorang pemimpin, kami siap membantu jika kau membutuhkan nya Remi. Jangan sungkan '' ucap Dion dengan menatap kearah Remigio.


" Ya kalian benar, selama ini aku terlalu lunak pada mereka yang bertindak sesuka hati. Terlebih pada saat kematian Esme di tangan Valera " ucap Remigio dengan berwajah serius " sejak kematian nya menjadi gunjang-gunjang di kalangan mafia Amerika. Sebenarnya aku sudah lama menempatkan nama-nama sialan dengan daftar hitam. " ucap Remigio lagi.


" Ya lakukan dengan semestinya, Aku tak ingin kita kecolangan Remi. Terlebih produksi persenjataan kita mulai berkurang begitu saja, Aku merasa ada sesuatu yang janggal disini " ucap Kenov menanggapi.


" kita adakan pertemuan dengan mereka, " ucap Remigio tiba-tiba membuat para sahabat nya menatap Remigio dengan serempak. " kita akan memulainya dari sana, " ucap remigio lagi.


" hmm ide yang bagus " saut Romeo mengangguk setuju. '' Adakan pertemuan itu secepatnya, aku tak ingin berlama-lama meninggalkan istriku dalam keadaan hamil besar. " saut Romeo datar.


malam itu Dion dan akayama menyebarkan perihal ini kepada seluruh jajaran ORTAXS untuk hadir dalam pertemuan penting yang akan diadakan besok sore, pesan itu menyebar dengan cepat seperti virus.


para inti ORTAXS tersenyum penuh arti saat kabar itu melesat cepat. Remigio segera kembali kekediaman orangtuanya begitupun dengan yang lainya yang kembali menuju apartemen dan hotel tempat mereka menginap selama di Amerika.


Keesokan harinya, Markas besar ORTAXS


semua kalangan mafia yang berada di bawah naungan ORTAXS telah hadir dan memenuhi ruangan ballroom yang telah disusun sedemikian rupa, terlihat para wajah-wajah angkuh dan berkuasa disana.


Remigio duduk dengan tenang di kursi kebesarannya, sedangkan para sahabat nya berada di samping Remigio yang hanya menampilkan wajah datar dan dinginnya.


" ternyata kau masih ada waktu untuk datang kemari sebagai seorang pemimpin " cibir lelaki yang berambut cepak dan berkulit kuning Langsat, dilihat usianya hampir kepala tiga.


" Jelaskan pada kami Remigio, ada apa kau mengadakan pertemuan dadakan ini " ucap Gracelina menatap Remigio tanpa berkedip.


seringai tipis muncul di wajah Remigio belum saja ia bersuara tapi mereka-mereka yang berada di hadapan Remigio telah mengeluarkan suaranya terlebih dahulu dengan begitu lancang.


Remigio menatap seluruh mafia yang hadir hari ini tanpa terlewatkan, wajah angkuh serta sorot mata yang tajam seakan mengembalikan Remigio yang dulu. Kejam, bengis dan tanpa perasaan.


" Hallo semuanya, hmm baiklah sepertinya kalian tidak sabaran " desah Remigio dengan senyum tengilnya. " Apakah ada yang salah jika aku mengadakan pertemuan ini ? bukankah disini aku pemimpinnya ? " tanya Remigio santai.


terlihat semua orang saling pandang satu sama lain, Gracelina menghembuskan nafasnya kasar ia tak tau harus berbuat apa saat ini. Bisik-bisik mulai terdengar diruangan itu.


" pemimpin ? sepertinya kau sudah tak pantas menjadi seorang pemimpin. Kau menelantarkan kami begitu saja dan kau seperti lem yang selalu menempel pada istri cantikmu itu " sinis seorang lelaki berpakaian serba putih ia terlihat tersenyum mengejek kepada Remigio.


" begitukah ? " ucap Remigio masih dengan mode santainya, Dion yang bertugas untuk mengamati seluruh mafia yang hadir telah bersikap waspada sejak awal. " Jadi menurutmu aku tak pantas ? menurutmu aku menelantarkan kalian semua demi kepentingan pribadiku ? begitukah maksud anda tuan Joy ? " tanya Remigio lagi kini ia menatap Joy lekat-lekat.


'' cihh.. kau lebih mementingkan king dari pada ORTAXS Remi apakah kau sadar akan hal itu, bahkan kau diam saja saat Wanita itu membunuh Esme ! " geram Joy dan Remigio mengkerutkan dahinya seketika. " bahkan membunuh ayah nya sekaligus, pemimpin ORTAXS terdahulu. Kami semua dan khususnya aku merasa terhina akan sikap angkuh wanita yang menjadi istrimu itu " ucap Joy lagi dengan lantang.


Remigio masih diam dan menyimak pembicaraan itu dengan serius.Disini Remigio paham akan semuanya.

__ADS_1


" Hahahaha " tawa Remigio menggelegar " lalu kenapa kau tidak protes kepada istriku saja jika begitu ? katakan padanya jika kau keberatan atau yang lainnya " tantang Remigio kepada Joy dan seketika semua orang menjadi tegang.


" Kita semua tau masalah mengenai kematian Esme ! itu adalah salahnya mengusik Mereka. Jangan lupakan hal itu tuan Joy " ucap Kenov dengan dingin dan kini Joy menatap salah satu inti penting dari ORTAXS.


" Jangan bertingkah layaknya kalian yang paling benar dan jangan limpahkan kesalahan pada orang lain. " tajam Remigio lagi.


" Remigio apa maksud mu ! " ucap Gracelina seperti tak terima dengan perkataan Remigio yang terlihat ambigu.


para inti ORTAXS kini menatap Gracelina dengan seksama, membuat wanita paruh baya itu gugup seketika. Remigio menyunggingkan senyumannya penuh arti. Ternyata Gracelina menunjukkan sikap yang membuat orang-orang curiga termasuk Akayama.


" Ada apa dengan dirimu nyonya Gracelina ? " Picing Romeo.


" Remigio jelaskan apa yang sedang kau katakan. Jangan menganaktirikan jajaran mu sendiri Remigio !! " marah Gracelina membuat Remigio tersenyum penuh arti.


PRANGGG


Remigio membanting gelas kristalnya kehadapan Gracelina hingga membuat wanita paruh baya itu syok dan terkejut. Remigio memandang semua yang hadir dengan nafas menderu nya.


" JANGAN KIRA AKU TAK TAU APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN NYONYA GRACELINA !! " teriak Remigio dengan lantang dan suaranya terdengar sangat menggelegar. Remigio melempar beberapa berkas tepat kehadapan Gracelina. " kau orang yang paling tak terima atas kematian Esme. Dan kau pun menyetujui beberapa orang dalam jajaran kita untuk berotak dan bertindak di luar batas. Kau munafik dan seorang penghianat. Kau juga yang akan merencakan melengserkan ku dari kursi ku sendiri ! " pekik Remigio lagi dan semua orang terkejut akan perkataan Remigio begitupun para inti ORTAXS.


Gracelina memucat kala Remigio berkata demikian, lidahnya tiba-tiba kelu. Kini semua orang menatap tajam pada dirinya. Sosok Remigio yang dulu seakan terasa kembali lagi.


" Kau tau aku tak akan segan untuk melenyapkan seorang penghianat dengan cepat. Jangan lupakan hal itu para saudara mafia ku. Kalian terlalu diatas angin dan apa kalian fikir selama ini aku diam saja ? Hahahaha sungguh bodoh. " teriak Remigio lantang dengan sorot mata yang memerah.


para sahabat Remigio bahkan tidak mengerti dengan ucapakan kawan nya itu, bagaimana bisa dalam satu malam ia mendapatkan bukti-bukti itu, Romeo mengerutkan dahinya seketika. Tidak salah lagi sosok Remigio yang dulu benar-benar telah kembali.


" Jangan bicara sembarangan Remigio. Aku seorang penasihat ! mana mungkin aku berani berbuat seperti itu. " ucap Gracelina tak kalah lantang. Hingga suasana di ruangan itu semakin riuh kala sang pemimpin bersitegang dengan sang penasihat.


Prokk Prokk Prokk


Remigio bertepuk tangan seperti memberikan apresiasi kepada Gracelina, tawanya terdengar sumbang dan dingin. Lalu detik kemudian ia terkekeh layaknya mendengar perkataan yang konyol. Gila ? tidak ! inilah sifat asli Remigio yang sesungguhnya.


" Robbin Hallerand ! masih ingat kau dengannya ? " tanya Remigio hingga membuat semua orang yang mendengarnya terkejut bukan main. Hanya sebagian orang yang tidak mengetahui hal itu. " Kau ! kau lah yang memberikan akses pertama pada nya bukan ? hingga ia bisa memasuki pelabuhan Prancis dengan mudah dan kau pun bekerja sama dengan para penghianat king " ucap tajam Remigio dan semua orang diam seketika begitupun dengan Gracelina. " Dan untuk semua orang yang hadir disini, aku memiliki kartu kalian. Data ! formalitas bahkan dengan siapa kalian bekerja sama aku mengetahui seluruhnya " sinis Remigio lagi.


" King !! kenapa kau harus menyangkut pautkan masalah ini dengan mereka remigio ! " ucap Gracelina marah " Kau lebih membela mereka dari pada kami, bahkan kau menuduhku begitu saja " kilah Gracelina dan Remigio semakin menatap tajam kepada lawan bicaranya.


BRAKKKKKK


Remigio menggebrak meja miliknya dengan nafas menderu, kuku-kuku tangan nya memutih kilat amarah tercetak jelas dari sorot matanya.


" Kode etik ! Apa kau buta dengan itu semua, apa kalian buta. Kita tidak bisa mengusik mereka termasuk aku dan kau Gracelina. Dengan lancang membuat kesepakatan dengan para penghianat entah apa tujuan mu. Jika sampai mereka mengusik balik dan menyerang kalian secara terang-terangan jangan salahkan aku maupun meminta bantuan dariku maupun inti dari ORTAXS . Urus masalah kalian sendiri dan nikmati hasil terakhir nya. " bentak Remigio dengan nafas menderu nya. " Sudah cukup aku melindungi kesalahan kalian dari istriku. Dan sekarang good luck " ucap remigio dengan seringai di sudut bibirnya.


mendadak wajah para mafia sebagian memucat, Remigio tau jika mereka pun terlibat dalam hal itu begitupun Gracelina. Mereka yang menginginkan Remigio menikahi Esme, justru wanita tangguh milik ORTAXS itu mati di tangan pemimpin King, maksud hati untuk lebih memperkuat justru keadaan semakin memperkeruh.

__ADS_1


Gracelina terus menatap tajam Remigio, melawan pun percuma sungguh mata-mata Remigio berada di mana-mana. Amerika kekuasan penuh dirinya. Para pemberontak seakan tercekik akan hal ini dan kemungkinan besar akan mengubah rencana ke lain lagi.


__ADS_2