Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
siapa pria itu


__ADS_3

siang ini Maya,aldo,dan valera akan menghabiskan waktunya untuk berbelanja di kota Bali tersebut


Valera memakai kaos berwarna putih serta celana jeans nya dan tak lupa sepatu sportif nya begitupun dengan Maya dan Aldo yang mengenakan kaos serta celana jeans dan sepatu sport keduanya


mobil melaju secara perlahan lahan dan santai hanya untuk melihat lihat kota yang dilalui oleh kendaraan roda empat itu


kendaraan di Bali memang tak sepadat ibukota yang hampir keseluruhannya sesak


di Bali masih terbilang jarang dengan ada nya kendaraan sampai mobil memasuki kawasan yang terlihat sunyi seketika


BRUKKKK


" Awhhhhh " jerit Maya Valera dan Aldo


" ada apa ini " panik Aldo,ya mobil yang Valera naikin di tabrak di bagian belakang oleh sebuah mobil asing


" mau apa mereka " geram Valera maya dan aldo sangat ketakutan karena ini sebuah pengalaman pertama bagi keduanya


sial mobil itu yang kemarin mengikutiku baiklah jika begitu. seringai Valera


valera menambah kecepatan laju mobilnya sebuah bangunan tua yang sangat sepi dan tak terlihat ada penduduk disana dia sengaja memancing para lawan agar mengikuti nya ketempat itu


CHITTT


suara rem mendadak Valera lakukan yang sontak membuat jantung Maya dan Aldo kembang kempis


" Valera , apa yang kau lakukan " tanya Maya panik,mobil yang mengikuti Valera telah berhenti tepat di hadapannya,terlihat empat pria bertubuh tegap dengan pakaian hitam salah satu dari mereka mengetuk kaca mobil


" buka pintunya " teriak orang itu,seketika nyali Maya menciut,Aldo hanya beringsut maju ke depan dengan gemetaran tapi tidak dengan Valera ia terlihat santai saking santai nya ia tersenyum tipis


" kalian diam lah di mobil,kunci pintunya dan jangan pernah keluar apapun yang terjadi " ucap Valera serius


" kau gila, kau mau keluar ? kau cari mati ? " ucap Maya dengan suara yang mulai meninggi


" tenanglah,itu tidak akan terjadi " ucap Valera pelan, pria itu terua menggedor gedor pintu mobil di Sampit Valera ketiga pria lainnya berdiri di hadapan mobil miliknya


" ingat Maya,jangan pernah keluar,jika terjadi apa apa hubungi saja polisi, kau mengerti " tekan Valera dan Maya pun tanpa sadar mengangguk pelan


Valera membuka pintunya dengan sangat keras sehingga si pria itu sangat kesakitan tanpa basa basi lagi Valera langsung memukul telak wajah si pria sampai terjengkang beberapa langkah ke belakang ketiga pria lainnya langsung menyerang Valera secara bersamaan tapi itu semua tidak membuat Valera takut


" siapa kalian huh " teriak Valera lantang


" cihh kau tidak perlu tau siapa kami " ujar si pria kedua " kami hanya perlu membawa salah satu diantara kalian kepada bos kami,terlebih jika kamu membawa mu nona " ujarnya dengan menyeringai


Valera tertawa lantang membuat keempat pria itu heran aura yang dikeluarkannya sangat berbeda seperti aura pembunuh raut wajahnya sudah berubah bagaikan iblis wanita


" kalian terlalu percaya diri " ujar Valera sinis


" jika begitu hadapi aku satu lawan satu jika kalian berani,dan jangan hanya main keroyokan saja " ejek Valera tertawa sinis dengan nada menantang


satu demi satu Valera melawan keempat pria itu dengan semangatnya tapi keempat pria itu tidak dapat melukai Valera sedikitpun justru mereka mendapat kan pukulan pukulan mematikan dari Valera


Maya dan Aldo sudah mengunci semua pintu mobilnya dengan ponsel yang terpegang standby di tangannya seperti peringatan dari valera,mereka berdua tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Valera kelas keempat pria itu


" kak apakah kak Valera mantan karate " tanya Aldo di tengah tengah ketakutannya


" tidak tahu " singkat Maya yang masih saja memperhatikan Valera

__ADS_1


*apa yang terjadi padamu Valera,mengapa kau tiba tiba berubah seperti wonder woman


dari kejadian di pesta pertunangan , acara makan siang dengan para pria tampan ,dan sekarang,ohh sungguh aku bisa gila,dan sejak kapan kau bisa bela diri.batin Maya bertanya tanya


BUGHHHHHH..


BUGHHHHHH.


BUGHHHHHH.


BUGHHHHHH.


keempat pria itu langsung terkapar dan merintih kesakitan wajah para pria itu sudah babak belur di buatnya*


tangan Valera langsung menarik salah satu dari mereka


" siapa yang menyuruh kalian " tanya Valera yang nafas nya masih memburu


" tuan Lucas " ucap pria itu lemah,velera langsung mengerutkan dahinya saat mendengar nama asing di telinganya


siapa Lucas,setau ku aku tidak mempunyai masalah dengan nama itu


" apa tujuannya " tanya Valera lagi yang semakin mengeluarkan aura membunuhnya


" ka..kamii haa..hanya disuruh saja untuk membawa salah satu dari kalian , ya itu saja selebihnya saya tidak tahu " ucap pria itu lagi dengan gugup "


" dimana aku bisa bertemu dengan Lucas sialan itu " tanya Valera semakin menggeram


pria itu hanya diam tak menjawab ia sangat takut dengan keadaannya sekarang bagaimana jika dia memberi tahu,dia pun akan terbunuh oleh tuannya itu,ketiga pria lainnya masih merintih kesakitan di harian wajah,tangan dan kakinya


" tuan kami yang bernama Lucas itu tinggal di Prancis nona " seketika valera langsung melotot tajam pada lelaki itu,ia sangat kaget mendengar negara asalnya terlontar dari mulut pria itu


" kau bilang Prancis " tanya Valera lagi dan pria itupun mengangguk cepat


siapa Lucas ini,.batin Valera bingung


" jika Lucas berada di Prancis,lalu apa kau dikirim olehnya secara langsung " Valera semakin mengintimidasi orang itu


" iaa nona " jawab pria itu,akhirnya Valera melepaskan cengkeramannya pada pria itu


" kau katakan padanya bahwa misi mu gagal,jangan coba coba kau memberi tahukan yang sebenarnya jika tidak kau akan ku cari saat itu juga " ancam Valera


" baik nona " jawab pria itu patuh


akhirnya Valera kembali masuk ke dalam mobil nya Maya dan Aldo bernafas lega karena tidak terjadi hal hal yang diinginkan


" wahh kak Valera kau tadi sangat keren," ujar Aldo girang Valera pun hanya tersenyum menanggapinya,tapi tidak dengan Maya ia terlihat masih terkejut dengan apa yang dilihatnya


" Maya "


" Valera,bagaimana kau bisa menghabisi mereka yang bertubuh besar itu " selidik Maya


" apa kau tidak lihat,aku tadi memukulnya,menendangnya " santainya tapi itu bukan jawaban yang diinginkan Maya dia tau Valera melakukan itu


" apa kakak bisa bela diri " saut Aldo tiba tiba


" iya " jawab Valera singkat

__ADS_1


mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke villa rencana nya untuk bersenang senang sirna sudah karena para tikus kecil


Valera langsung membersihkan tubuhnya karena kotor dan berkeringat akibat perkelahian tadi


maya dan Aldo duduk di sebuah ruangan karena menunggu valer keluar dari kamarnya


" jantungku hampir copot karena kejadian tadi " ucap Maya memecah keheningan


" akupun sama seperti mu kak,bahkan aku gemetaran " timbal Aldo


" huhh kau itu seorang lelaki,apa kau tidak bisa berkelahi ?" ejek Maya kepada adiknya


" aishh kau ini,aku tidak pernah berkelahi , tapi nanti aku akan belajar berkelahi " jawab nya dengan enteng


" apa kau ingin jadi seorang berandalan " kesal Maya


" kau yang bilang aku tidak pandai berkelahi,maka dari itu aku akan berlajar bela diri " bela aldo


" hei hei apa yang kalian bicarakan " ucap Valera tiba tiba


" valera mereka itu siapa , dan mengapa mereka menyerang mu " tanya Maya dengan penuh kecurigaan


" bukan siapa siapa,orang yang ingin merampok saja " kata Valera untuk menutupi kenyataan nya


" benarkah mereka perampok kak " kini Aldo yang bersuara


" iaa " saut Valera


" perampok? apakah ada perampok memakai mobil bagus,pakaian mereka pun serba hitam seperti seorang pengawal " Mayan kini bingung ia merasa yakin jika Valera menyembunyikan sesuatu darinya tapi apa ia tidak ingin ambil pusing yang penting kini mereka selamat.


setelah Valera kembali ke ruangannya


Valera terus berfikir dengan ucapan pria tadi


Lucas ? Prancis ? aku bahkan tidak mengenal lucas,jika Prancis berarti dia salah satu musuhku? aku harus mencari tahu tentang dia.batin Lucas


setelah kejadian itu akhirnya mereka memutuskan untuk kembali lebah cepat karena takut terjadi Hal hal yang tak diinginkan lagi dan Maya pun setuju dengan usul Valera,


dalam perjalanan Valera terus saja memikirkan nama lucas,sepanjang jalan ia hanya diam sambil memainkan ponselnya sesekali ia menanggapi celotehan Maya dan Aldo yang seperti anak kecil itu


setelah sampai di tempat tujuan Valera dan Maya berpisah di bandara untuk kerumahnya masing masing


*****


Remigio tampak kesal karena sedari tadi menghubungi Valera tidak bisa , ponselnya mati,bahkan ia tidak tau kabarnya saat ini


bekerja pun ia marah marah jika karyawannya melakukan kesalahan sedikit ia akan sangat murka seolah olah melakukan kesalahan yang fatal.hubungan keduanya semakin dekat walaupun jarak mereka berjauhan tapi menggunakan ponsel mereka selalu bertukar kabar,membicarakan hal tak penting,sekedar menyapa satu sama lain,itulah yang dilakukan keduanya,Remigio sudah jatuh cinta pada pandangan pertama saat sejak itu disebuah caffe,tapi ia tidak tahu bagaimana dengan perasaan valera ia tidak mau berburu buru yang kesannya memaksa terhadap Valera ia akan mengikuti saja alur nya


" Akhhh,kenapa ponselmu mati Valera " sambil mengacak ngacak rambutnya seakan akan orang yang frustasi


Disisi lain Valera baru saja tiba dirumahnya lelah melanda dirinya saat ini yang ia butuhkan adalah berendam dengan air hangat dengan menggunakan aroma terapi untuk merelaksasikan tubuhnya dan fikirannya


ia pun bergegas menuju kamar mandi yang cukup luas,setelah dirasa cukup lama berendam Valera pun keluar dan memakai baju santainya.


Diraihnya ponsel yang ia matikan tadi lalu dia menghidupkan kembali ponselnya terdapat panggilan masuk dari Remigio


banyak sekali panggilan tak terjawab dari dia.batin Valera

__ADS_1


__ADS_2