Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
duel


__ADS_3

Thomas terjatuh seketika membuat Valera dan Remigio terkejut melihatnya, mengapa Thomas bisa terjatuh ? Valera hanya diam melihat Thomas yang nampak gugup sekarang


" ada apa dengan dirimu Thomas " ucap Valera datar sontak Thomas tertegun kala melihat tubuh sang lady yang sangat indah dengan cepat ia menurunkan pandangannya menjadi menunduk Remigio yang paham kan itu dengan cepat ia mengambil jas dan memakai nya langsung pada tubuh kekasihnya


" maaf nona, aku hanya ingin memberi kabar bahwa ada pasukan dari Aldebaran yang sudah memasuki kawasan area markas " jelas Thomas sontak membuat Remigio panik tapi tidak dengan Valera ia terlihat santai


" aktifkan semuanya Thomas, habisi mereka dan sisakan Aldebaran untuk ku " ucap Valera dengan santai lalu Thomas segera menyiapkan seluruhnya begitupun dengan Dave


Remigio terlihat bingung kala melihat Valera yang begitu tenang, lalu Valera segera memakai pakaian khusus yang terdapat di ruangan itu


" sweatheart, apa kau akan melawan mereka " tanya Remigio yang tiba tiba saja polos


" menurutmu ?" ucap Valera acuh membuat Remigio diam saja


" aku akan membantu mu " ucap remigio dan Valera pun hanya mengangguk


" ayo kita ambil senjata, waktunya untuk bermain main " ucap Valera dengan semangatnya begitupun dengan Remigio bahkan dirinya lupa ingin memberi tahu kabar tentang pernikahan Romeo


Dave dan seluruh pasukan serta anak buah king yang lainnya sudah bersiap di tempat masing masing bahkan Thomas terus memantau pergerakan dari pihak musuh


satu hal yang Thomas bingung darimana pihak Aldebaran sampai Chaiton dan Raymond tahu soal letak dari markas utama king itu,


Thomas dengan jari jarinya yang lincah menekan beberapa tombol disana untuk menghadang pihak musuh untuk masuk lebih lanjut sebisa mungkin Thomas menahan mereka dan untuk bertempur sedikit menjauh dari markas


Valera dan Remigio telah bersiap dengan senjatanya begitupun dengan Dave bahkan pasukan Phoenix yang tersisa disana pun kita membantu sedangkan Daniel sudah diamankan oleh salah satu anak buah king


disisi lain amarah Aldebaran semakin memuncak kala semua anak anak nya harus berurusan dari lady dari king ditambah kabar Valera lolos dari Kematian yang sudah direncakan nya bersama dengan Everest gagal total. Mulai kedua putra kembarnya yang ditawan dan sekarang putrinya terlibat Masalah percintaan Aldebaran benar benar murka tanpa pikir panjang ia mengumpulkan pasukan nya yang terkuat untuk memporak-porandakan markas utama king tanpa Everest kakak tirinya,tentu saja hal itu disambut hangat oleh Valera.


hampir sedikit lagi mereka memasuki markas utamanya tapi pasukan Aldebaran sudah diberondong berbagai macam senjata tersembunyi milik king hal itu membuat pasukan Aldebaran tidak siap dan adanya korban jiwa dari itu, Aldebaran dengan sigap berlindung begitupun dengan yang lain bahkan Aldebaran menggerutu tidak jelas


Thomas yang melihat aksi itu tawanya langsung pecah kemana keberanian Aldebaran yang tadi berkobar kini menciut seketika, Valera yang mengetahui aksi Thomas hanya tersenyum tipis


Valera menyuruh sebagian anak buah king berserta dengan Dave untuk ikut dengan dirinya


" Its show time " desis Valera dan menyeringai mengerikan membuat para anak buah king menelan ludah nya kasar


Aldebaran meninjau dan memperhatikan keadaan sekitar dirasa aman mereka langsung menyerbu ke dalam markas king baru saja melangkah


suara deru helipad terdengar disana dan ternyata salah satu pasukan Phoenix yang mengemudikan nya


DODODODOR


helipad itu memberikan rentetan pelurunya ke dalam jajaran Aldebaran sontak membuat Aldebaran kelimpungan dan ia pun segera menembaki helipad itu dengan brutal tapi sayang keahlian jajaran king tidak bisa diremehkan


tak lama Valera datang bersama dengan Remi dan Dave Disana, Aldebaran langsung tersulut emosi dan hendak melayangkan pelurunya tapi belum juga peluru itu tepat sasaran suara ledakan terdengar mengerikan


DUARRRR


BLUMMMMN


salah satu jajaran Aldebaran menembak helipad itu dengan brutal hingga helipad milik Valera hancur berkeping keping membuat valera geram seketika


" kau akan mati " teriak Valera lantang yang menembaki seluruh anak buah aldebaran begitu pun dengan Remigio dan Dave mereka melawan musuh yang berdatangan


DODODORDODODOR


AGHHH


DODODODOR

__ADS_1


kubu Valera dan kubu Aldebaran saling aksi tembak menembak dengan cepat Valera berlindung begitupun dengan Aldebaran


" Dave lakukan " teriak Valera lantang hingga


DUARRRR


BLUMMMMN


Dave melempar bom kepada pasukan musuh yang terus berdatangan hingga Aldebaran memekik kaget


" kau mencari mati dengan ku Aldebaran " marah Valera kepada Aldebaran yang bersembunyi tak jauh dari tempat Valera sekarang


" aku menginginkan mu mati wanita sialan " sengit Aldebaran lalu ia menembak ke arah valera


DODODORDODODOR


Valera bergulung gulung dengan lihai untuk menghindari peluru dari Aldebaran, pasukan anak buah king terus saja memberikan perlawanan hingga musuh Aldebaran mati mengenaskan


nafas Valera menderu hebat kala melihat Aldebaran yang mencoba untuk melukai Dave dengan sigap


BRUKKKK


AGHHH


Valera menghantam punggung Aldebaran sampai ia jatuh tersungkur bahkan senjatanya ikut terlepas, mata Valera bagaikan setajam silet sekarang ia melihat Aldebaran bagaikan makanan yang sangat lezat


BUGHHHHHH


AGHHH


Aldebaran melakukan perlawanan dengan menendang bagian perut Valera sampai si mpunya meringis tertahan, Aldebaran menyeringai lebar kala melihat Valera merintih tak berdaya hanya dengan sekali tendangan dibagian perutnya


GREPPP


Aldebaran mencengkram dan menjambak rambut Valera dengan kasar dan


BUGHHHHHH


AGHHH


Valera menghantam rahang Aldebaran dengan sangat kuat sehingga darah segar mulai mengalir keluar dari mulut serta hidungnya


pasukan Aldebaran sudah kalah telak karena persiapan yang tidak matang dari Aldebaran sehingga membuat dirinya harus menerima kekalahan


" aku akan membunuhmu ! " teriak Aldebaran yang mengeluarkan pisau dibalik pinggangnya Valera hanya tersenyum sinis menanggapinya sedangkan Dave dan Remigio mencoba mengatur nafasnya yang tersengal saat ini, hingga mereka tak menyadari jika Valera sedang berhadapan dengan seorang Aldebaran yang mempunyai riwayat psikopat akut sama seperti Chaiden


entah dapat kekuatan dari mana Aldebaran tampak lebih bersemangat ketika dirinya mengeluarkan darah Aldebaran tertawa kemudian membuat Valera bingung tapi ia tak menurunkan kewaspadaannya justru Valera semakin bergairah ketika melihat Aldebaran yang sudah dikuasi dengan api amarah


" aku menantikan dirimu setelah sekian lama, tenyata kau dalang dibalik jajaran ku yang mencoba berkhianat padaku bahkan Peter sekalipun " ucap Valera tajam membuat Aldebaran tertawa geli


" hahahahaa .. kau sungguh pintar ! kau memang keturunan Marcell " racau Aldebaran " tapi untung ia sudah mati terlebih dahulu jika belum aku sendiri yang akan membunuhnya saat ini juga " desis Aldebaran tajam


" berani sekali kau berkata seperti itu, hmmm tapi aku tenang saja Aldebaran sekarang, akulah yang akan mengirim mu ke neraka " ucap Valera yang memberikan serangan bertubi tubi pada tubuh Aldebaran sehingga membuat Aldebaran menahan dan menangkis dari berbagai macam serangan Valera


SRETTTT


AGHHH


Valera menyayat dada Aldebaran dengan hebat entah bagaimana Valera bisa merebut pisau yang berada digenggaman Aldebaran dan kini pisau itu melukai tuannya sendiri dengan kata istilah senjata makan tuan

__ADS_1


Aldebaran menjerit hebat kala darah mengucur semakin jelas bahkan kini dirinya berteriak marah tak karuan sumpah serapah ia layangkan kepada Valera


sedangkan Remigio dan Dave sibuk memperhatikan Valera dari kejauhan bersama dengan anak buah king lainnya dan Thomas masih memantau jika ada pergerakan lagi dari radius jauh markas.


sedangkan seorang pria sedang merintih kesakitan ya itu adalah salah satu pasukan Phoenix P7 yang nekat melompat saat helipad miliknya diberondong peluru tipe E3


P7 segera merangkak dengan perlahan menuju Dave dan yang lainnya dengan langkah tertatih tatih


BRUKKKK


P7 jatuh terkulai dengan luka yang cukup serius dan pergerakan P7 terlihat oleh salah satu anak buah king dengan cepat ia segera menolong dan membawanya ke dalam markas untuk di tangani


Valera tersenyum menyeringai kali ini dan Aldebaran semakin menggila lalu ia bangkit dan melupakan rasa sakit yang dideritanya


kini mereka saling berhadapan satu sama lain dengan nafas yang memburu diantara keduanya hawa membunuh pun terpancar dari Aldebaran dan Valera


" dasar kau wanita sialan, lawan aku dengan tangan kosong " desis Aldebaran yang berani menantang Valera untuk berduel sungguh itu adalah kesalahan yang fatal, Valera lalu membuang pisau yang berada dalam genggamannya Sembarang arah lalu mereka memasang kuda kuda tersendiri


Aldebaran menyerang Valera menuju titik titik kelemahan seorang wanita dan Valera mengetahui hal itu dengan baik Valera hanya mengulur waktu sedikit demi sedikit agar Aldebaran merasakan dirinya di atas angin


" lawan aku ! " bentak dan teriak Aldebaran dengan lantang membuat Valera acuh seketika, Valera dengan gerakan yang sangat anggun menahan dan menangkis setiap serangan yang diluncurkan Aldebaran


BUGHHHHHH


Valera memukul telak tulang ekor Aldebaran dan itu sukses membuat Aldebaran merintih dan menjerit histeris, Valera yang lihai dan ahli justru membalikan badannya disaat Aldebaran ingin mengajar dada nya dan alhasil Valera memukul nya dengan telak


" upsss.. pasti itu sakit ? " tanya Valera dengan polos yang sontak membuat aldebaran melotot seketika " apakah ada kata terakhir yang akan kau sampaikan disini, ?" tanya Valera dengan santai membuat semua orang yang melihat aksinya hanya diam seketika " kau tau aku tidak akan melepaskan Para musuh yang membuat onar seperti dirimu Aldebaran kau hanya sampah yang tidak ada gunanya untukku, bahkan dengan melawanku saja kau harus meminta bantuan kepada orang lain, berkaca lah terlebih dahulu Aldebaran jika kau tidak mampu maka kau diam saja jangan berfikir terlalu jauh untuk mendapat semua keinginan mu, " ejek Valera yang membutuhkan Aldebaran semakin marah, kini ia tidak bisa berdiri karena merasa kan sakit yang luar biasa pada tubuhnya yang fatal itu,


" dasar wanita iblis ! kau wanita iblis !!! kau selalu menghancurkan setiap rencana ku, aku menyesal tidak membantu Ben Tanaphon untuk tidak melenyapkan mu semasa kau masih dalam kandungan sofhia " ucap aldebaran berapi api justru itu membuat Valera terkejut jadi Aldebaran dan Ben tanaphon saling mengenal satu sama lain


Valera semakin berdebar seketika bahkan ia berfikir kedua orang tuannya menyembunyikan sesuatu yang tidak ia ketahui, Aldebaran terlihat puas ketika melihat raut wajah


" hahaha lihat lah wajahmu itu sungguh menggemaskan, hahahaha bahkan kau telah merebut cinta dari orang yang putri ku cintai kau wanita perusak " tekan Aldebaran bahkan Valera melebarkan matanya seketika " wanita perusak " apa maksudnya dengan perkataan seperti itu


Remigio yang mendengar perkataan seperti itu kepada kekasihnya menjadi sangat marah dengan cepat ia memeluk wajah Aldebaran berkali kali hingga babak belur


BUGHHHHHH BUGHHHHHH BUGHHHHHH


AGHHH


" hentikan sialan " teriak Aldebaran yang sudah merima pukulan bertubi tubi dari Remigio


" tutup mulut kotor mu itu tuan, wanita ku tidak seperti itu justru putrimu lah yang menjadi wanita penggoda " tekan Remigio marah dan itu membuat Aldebaran selain marah


" putriku sangat mencintaimu tapi kau tidak melihat ke arahnya justru kau memilih wanita sialan itu " pekik Aldebaran lantang


DORRR


AGHHH


Dave menarik pelatuk miliknya tepat di kaki kiri Aldebaran Remigio yang berada di samping nya sangat terkejut bahkan jantungnya berpacu lebih cepat dan Valera hanya diam saja tanpa ekspresi


" AGHHH akan ku bunuh kalian semua " teriak Aldebaran yang menahan kesakitan nya itu


" jangan pernah kau berani menghina nona dan lady kami jika kau berani maka aku yang akan menembak mu seperti yang ku lakukan saat ini " dingin Dave tapa ekspresi bahkan kini hampir mirip seperti sang lady dingin dan datar


" cihh lady kalian itu buruk " celetuk Aldebaran semakin memacu amarah Dave


DORRRR

__ADS_1


__ADS_2