Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Gold mansion


__ADS_3

hari ini adalah keberangkatan Remigio menuju Amerika, tanah kelahirannya serta tanah kekuasaan nya kepergian yang mendadak serta musuh yang terlanjur dan bergerak tergesa-gesa membuat Remigio mau tak mau harus kembali ke Amerika dan menyelesaikan semuanya sampai ke dalam akarnya


Valera ikut menemani kepergian Remigio ia pun dikawal ketat bahkan penampilannya jauh berbeda dengan topi dan masker serta rambut yang digulung sempurna untuk menutupi identitas dirinya begitupun dengan Remigio mereka sepakat agar kepergian Remigio tertutup rapat


kali ini mereka menuju landasan pribadi milik Remigio, di dalam mobil Remigio tampak mengenggam erat tangan Valera seakan tak rela untuk melepaskannya


" aku pasti sangat merindukan mu " seru Remigio yang mencium punggung tangan Valera aroma tubuh Valera yang menenangkan itu mampu membuat hati Remigio menjadi sedikit lebih relaks


" aku pun begitu Remi tapi mau bagaimana lagi kehidupan kita terbilang tidak normal " ucap Valera dengan terkekeh lalu tertawa kecil " jagalah dirimu baik-baik aku tidak ingin kau terluka ingat janjimu yang kau ucapkan padaku ! " ancam Valera membuat Remigio tersenyum simpul bahkan supir yang berada di depan dibuat tersipu malu oleh keromantisan tuan dan calon nyonya nya


" aku berjanji padamu sweatheart '' lanjut Remigio lagi


baik mobil anak buah king maupun mobil anak buah Remigio berjeret tapi dan membelah jalanan yang sepi mobil-mobil mewah itu seakan melakukan konvoi dadakan


hingga dua puluh menit berlalu mereka telah sampai di landasan pribadi milik Remigio Valera dibuat tertegun karena banyaknya pesawat dari ukuran kecil hingga besar yang tersusun rapi hingga pandangannya beralih pada satu buah jet berwarna putih dengan logo RG di bagian belakang badan pesawat itu yang sudah bersiap menunggu sang tuanya memasuki kabin pesawat


Remigio dan Valera berpegangan tangan sampai menuju landasan itu


" jagalah dirimu baik-baik sweatheart, aku akan sangat merindukan mu " seru Remigio yang memeluk erat kekasihnya bahkan para pengawal langsung memalingkan wajahnya karena merasa tak pantas untuk melihat adegan seperti itu


" kau tenang saja, kita masih bisa berkomunikasi melalui ponsel " ucap Valera yang membalas pelukan erat Remigio itu


" baik lah aku pergi dulu, waktuku tak banyak aku takut ada yang mengetahui kepergian ku ini " ujar Remigio yang melepaskan pelukannya lalu mengecup lembut kening Valera


" take care " ucap valera tersenyum manis dan Remigio pun membalas senyuman itu lalu dirinya mulai melangkah dan memasuki jet pribadi miliknya dari atas sana Remigio masih saja melihat kearah Valera seakan ia tak rela untuk berpisah apalagi berjauhan dalam jangka yang lama sampai pintu pesawat itu tertutup sempurna baru Valera berpaling dan menuju mobil salah satu anak buahnya


hanya butuh waktu sepuluh menit jet pribadi berlogo RG itu sudah mulai mengudara di udara Valera hanya tersenyum menatap keluar jendela, lalu anak buah king mulai meninggalkan landasan itu dengan kecepatan sedang


****


sedangkan di suatu tempat seorang wanita yang manja dan arogant berubah menjadi tangguh karena bantuan seseorang siapa lagi jika bukan Bianca putri dari Aldebaran yang mana kedua kakak kembarnya serta ayahnya menjadi tawanan king selama berbulan-bulan lamanya


saat itu Bianca menjerit frustasi dirinya kalut bahkan tak tau harus melakukan apa tapi tiba-tiba seorang pria asing mengulurkan tangannya untuk membantu Bianca karena tujuan mereka sama


awalnya Bianca ragu dan takut pada orang itu tapi setelah diyakinkan akhirnya Bianca luluh dan sekarang dirinya berubah menjadi wanita lebih tangguh


" aku akan membalas kau ! dan aku tidak akan membiarkan remigio menjadi milikmu karena diriku takdirnya " ucap Bianca bergumam dengan sorot mata yang sangat tajam tangannya sampai terkepal erat


kebencian yang terlalu dalam membuat hati Bianca menjadi buta dan hitam serta cinta yang terlalu dalam kepada Remigio membuat dirinya semakin berambisi untuk mendapatkan perhatian dari seorang Remigio Adomson


" katakan kepadaku ? apa kau membenci nya ? '' ucap seolah lelaki kepada Bianca


" sangat ! aku membencinya sampai titik darah penghabisan ku Kaka serta ayahku berada dalam genggamannya " ucap Bianca lagi

__ADS_1


" tapi tidak akan kubiarkan kau menyakiti dirinya ! jika sampai itu terjadi kau berurusan dengan ku ! " tajam lelaki itu lagi dan Bianca hanya tersenyum sinis


'' aku tidak janji '' ucap Bianca lagi dengan acuh dan lelaki itu hanya diam sembari menatap wajah Bianca


awas saja jika kau sampai berani Melewati batasan mu ! maka aku sendiri yang akan melenyapkan mu. batin lelaki itu


Bianca mengambil botol wine yang tersedia dihadapannya lalu ia membuka tutup botolnya dan menuangkan nya kedalam dua gelas kristal disana


lelaki itu menerima dan mulai meneguk isinya begitupun dengan Bianca


" apa yang membuatmu jatuh hati kepada wanita itu " ucap Bianca dengan nada sinis nya ketika ia mengingat wajah Valera seketika emosinya naik dua kali lipat


" wanita itu ?? " Picing nya " bahkan ia lebih baik daripada dengan mu " sinis nya lagi membuat Bianca geram seketika " tentu saja aku jatuh cinta pada pandangan pertama, hmm terdengar konyol tapi itulah kenyataannya pesona nya, bahkan saat ia bertarung pun benar-benar mengagumkan " ucapnya lagi dengan senyum terkembang di wajahnya dan Bianca merasa semakin panas mendengar saat semua lelaki memuja sosok Valera


" cihh. kau tergila-gila oleh cinta " ucap Bianca acuh


" lalu bagaimana dengan mu ? kau pun menjadi gila karena cinta yang bukan untukmu " ucap lelaki itu tak kalah tajam Bianca langsung menatap kearah lelaki itu dengan sorot mata yang memerah menahan amarah


" aku hanya akan mendapatkan apa yang seharusnya aku miliki ! dan wanita itu yang telah menggoda Remigio agar ia jatuh dalam pelukannya " tajam Bianca membuat lelaki itu tertawa dengan terbahak-bahak


" berkaca lah Bianca kau dengan dirinya bagaimana bumi dan langit dia wanita tangguh, memiliki kekuasaan, seorang pemimpin bahkan pasukannya nya pun sangat banyak wajar saja jika kaum pria banyak jatuh hati terhadapnya termasuk diriku " ucap lelaki itu dengan berwajah serius Bianca hanya diam sembari memikirkan ucapan dari lelaki yang telah menolongnya selama ini


Bianca meletakan gelas kristalnya secara kasar lalu ia melenggang pergi menuju kamar yang ditempatinya selama ini


BRUKKKK


" AGHHH !!! dasar wanita sialan kenapa harus kau yang menjadi rivalku ! aku membencimu sangat membencimu akan kupastikan kau bertekuk lutut dibawah kakiku " pekik Bianca dengan mengacak-ngacak tempat tidur nya sendiri


nafas Bianca terdengar ngos-ngosan sorot matanya memancarkan kebencian yang sangat dalam, inilah yang tidak bisa Bianca kendalikan emosi yang berlebihan yang akan membuat dirinya kalah sebelum bertempur


****


pagi mulai menyapa bumi yang indah Valera berencana untuk melihat sebuah mansion yang sudah lama ia rencanakan dari jauh-jauh hari ya karena Valera memutuskan untuk mempunyai mansion pribadi dengan sistem yang sangat pintar bahkan nyonya sofhia dan tuan ramius belum mengetahui tentang hal ini


" kau akan pergi pagi-pagi seperti ini nak ? " tanya nyonya sofhia dengan lembut


" iya, karena aku ada urusan sedikit " ucap Valera dengan senyum manis nya " apakah George sudah berangkat kesekolah nya ? " tanya Valera lagi


" ya baru saja Asnee mengantarkan nya " ucap nyonya sofhia lagi dan tak lama tuan ramius ikut bergabung dengan dua wanita kesayangannya,


Valera hanya tersenyum melihat ayah serta ibunya yang seperti ini, bahkan ia sangat bahagia karena Tuhan masih memberikan kebaikan di dalam keluarganya


tak lama Valera pamit kepada kedua orang tuanya, Valera tak mempunyai waktu banyak karena ia akan meninjau langsung kapal asing yang bersandar di wilayah kekuasaan nya

__ADS_1


mobil Valera melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang padat akan kendaraan yang berlalu lalang disana, hingga dirinya menuju kawasan puncak yang terbilang sepi dan hanya kawasan dan hamparan yang luas disana


hingga mansion mewah berwarna gold terlihat cantik di sana, Valera tersenyum senang kala mansion hasil karyanya sudah siap sempurna untuk ditempati lalu dirinya keluar dari mobil dan menghampiri seorang lelaki disana


" bagaimana ? " tanya Valera dengan melihat-lihat area sekitar


" semuanya sudah beres seperti yang anda katakan nona " ucapnya sopan menunduk hormat


" bagaimana dengan sistemnya ? " tanya Valera lagi


" semuanya aman, bahkan seluruh kaca di sekeliling bangunan seluruhnya anti peluru nona " ucap lelaki itu lagi dan Valera tersenyum puas


" temani aku berkeliling " ucap tegas Valera dan lelaki itu langsung mengangguk dengan sigap


mansion yang sangat luas itu sangat epik dan cantik bahkan setiap dinding sudut bangunan terdapat bom otomatis untuk menghalau musuh yang ingin menyerang bahkan jarak 2 km dari bangunan terpasang sistem yang persis seperti jebakan Valera benar-benar memperhitungkan segalanya


mansion ini mirip seperti kastil, dengan kamar utama yang terdiri dari tiga ruangan, serta kamar lainnya yang terdiri empat kamar dengan luas yang sangat cukup, ruangan gym, perpustakaan mini, bar mini, lima kamar maid, pos untuk para penjaga yang sudah lengkap dengan kamar nya masing-masing,tempat latihan menembak, kolam renang yang menghubungkan dua tempat sekigus serta ruang bawah tanah dan ruang rahasia serta lainnya semuanya lengkap terfasilitasi bahkan di belakang bangunan terdapat empat kuda jantan yang gagah berani dengan halaman yang sangat-sangat luas memudahkan Valera untuk menjadikan nya apa saja


" mengangumkan ! " decak Valera tersenyum manis


" semuanya sesuai dengan yang nona katakan " ucap lelaki itu lagi dan Valera mengangguk membenarkan


lalu dirinya menghampiri sebuah ruang kendali yang terhubung langsung dengan gudang senjata di dalamnya benar-benar mengangumkan dimana alat canggih lainnya terdapat diruangan itu bahkan seluruh mansion terkena sorot kamera CCTV dan senjata otomatis tingkat tinggi benar-benar terlindungi


" persiapkan semuanya karena aku akan menempati mansion ku secepat mungkin " tegas Valera lagi dan laki itu mengangguk pasti


setelah mengunjungi mansion barunya Valera langsung menancapkan pedal gas nya menuju pelabuhan karena kedatangannya sudah ditunggu oleh pihak anak buahnya


perjalan yang cukup jauh membuat Valera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan maksimal bahkan cara mengemudikannya persis seperti pembalap internasional hingga satu jam berlalu akhirnya Valera sudah sampai di tempat tujuan


" sepi " gumam Valera lalu ia mulai mengedarkan pandangannya ke segala arah dimana ia melihat orang-orang asing mulai mengangkut sebuah box berwana putih lalu Valera keluar dan tersenyum sinis


BRUKKKK


Valera sengaja menjatuhkan sebuah papan disana hingga fokus orang-orang itu beralih kepada Valera para lelaki bertubuh tegap itu menatap Valera tajam


" heii siapa kau ? " tanya salah satunya kepada Valera tapi Valera hanya acuh saja


" aku ? " dengan menunjuk dirinya sendiri " tentu saja aku seorang wanita ! tidak kah kalian lihat ? menyebalkan " gerutu Valera yang berjalan mendekat ke arah mereka


" heii kau dilarang kemari ! " pekik nya lagi membuat Valera tertawa kecil " sebaiknya kau pulang saja tempat ini tak cocok untukmu atau hmmm " ucapnya sambil memperhatikan lekat-lekat tubuh Valera " bagaimana jika kita bersenang-senang '' tawarnya langsung tertawa


" siapa kau melarang ku ? " ucap sinis Valera " bersenang-senang ? hmm sepertinya ide yang bagus " ucap Valera tersenyum manis membuat para lelaki itu tertawa penuh kemenangan

__ADS_1


JLEBBB


AGHHH


__ADS_2