
Valera mengadakan pertemuan yang terbilang cukup dadakan bahkan Dave dan Thomas pun dibuat terkejut, karena pertemuan ini dihadiri oleh orang-orang Zizi
kini mereka berada diruang rahasia bagian kiri markas dimana ruangan itu hanya dipergunakan untuk hal-hal penting, meja yang panjang dan berbundar di kedua sudutnya seakan menjadi saksi dari pembicaraan serius ini
tak lama dua orang lelaki muda masuk dan menunduk hormat kepada Valera dan Valera tentu saja dibuat terperangah sekaligus terkejut pasalnya dua orang pria muda itu orang yang sudah lama tak berjumpa
" kalian " ucap Valera bingung lalu pandangannya beralih pada Zizi yang sedang tersenyum manis pada Valera lagi-lagi Dave dan Thomas dibuat pusing dengan keadaan dan situasi sekarang
" lama tak berjumpa nona " ucap Lotus dengan ramah dan Valera diam saja lalu pandangannya beralih pada lelaki muda disamping Lotus
" apa kabar nona ? " tanya Elion sopan dan lagi-lagi valera diam
sesaat ruangan itu menjadi hening dan sepi Valera yang masih tak percaya sedangkan Zizi hanya tersenyum tipis menanggapinya
" baiklah kita mulai " tegas Valera dan semua orang kini duduk di meja itu, Valera menarik nafas berkali-kali lagi-lagi Zizi membuat kejutan yang tak terduga
" kapal kita sudah siap nona, diperkirakan kami akan berlayar pada malam hari nanti " ucap Zizi tenang Valera masih diam dan menatap layar laptopnya entah apa yang ia lihat membuat semua orang yang berada disana bingung
" lanjutkan " ucap Valera karena merasa ucapan Zizi terhenti dan valera merasa semua orang memperhatikan dirinya saat ini
" aku akan membawa Lotus dan Elion bersama dengan para pasukan Damballa " ucap Zizi lagi kini Valera menatap Zizi secara seksama " nona tenang saja mereka siap dan terlihat bersemangat menerima misi kali ini, aku juga sudah meletak kan alat penyadap di tubuh Robbin jadi kita bisa tau apa yang ia bicarakan setelah ia terbebas dari jerat kematian " terang Zizi
" pasukan Damballa ? " Picing Dave menatap Zizi dan Valera ikut melirik Dave lalu tersenyum tipis kemudian " namanya seperti iblis ! " gumam Dave dan sontak membuat Zizi tertawa terbahak-bahak dan Valera diam saja sedangkan Thomas hanya menatap satu persatu wajah orang-orang asing di ruangan itu
" kau benar Dave, " ucap Zizi terkekeh " tapi mereka sangat bisa diandalkan " tegas Zizi menatap Dave dengan datar
" lalu apa kalian sudah merencakan sesuatu setibanya kalian disana ? " tanya Valera dan Zizi mengangguk mantap
" itulah mengapa aku membawa Lotus dan Elion menuju Amerika karena mereka dikenal dengan sebutan Amoruso, nona pasti sudah mengenal dengan kelompok Amoruso di Amerika bahkan mereka pun dicurigai oleh kekasih anda " ucap Zizi tersenyum manis
" maksud mu ? " tanya Valera bingung
" semenjak Lotus dan Elion pakum dari misi king yang menjadikan mereka pasukan khusus mereka berdua berniat untuk menjadi seseorang yang layak dan patut diperhitungkan dan diakui kemampuannya, terbukti selama beberapa tahun mereka berhasil membentuk suatu kelompok yang bernama Amoruso. Lotus dan Elion tetap menempatkan mereka dibawah naungan king hanya saja mereka tidak pernah muncul secara terang-terangan tetapi nama mereka kini sedang diperhitungkan di gerakan bawah tanah oleh para mafioso Amerika '' jelas Zizi dan membuat Valera tertegun lalu Valera menatap Lotus dan Elion secara bergantian
" karena bagi kami nona lah pemimpin nya ! dan pemimpinnya hanya ada satu ! dan akan tetap sama sampai pada keturunan nona berikutnya " ucap tegas Elion dan lagi-lagi Valera terdiam dibuatnya
Dave dan Thomas masih saja terdiam di tempat Dave berfikir yang sama dengan Elion jika pemimpinnya hanya Valera seorang, betapa Dave sungguh terkejut dengan kemampuan para pasukan khusus yang Valera miliki mereka semua berotak jenius entah bagaimana Valera merekrutnya dulu
Valera tersenyum manis kepada Elion dan lotus sungguh Valera terharu kepada para orang-orang nya
" terimakasih " ucap tulus Valera
" hmm.. nona maaf jika ada kabar yang kurang baik setelah ini " ucap Zizi dengan tenang dan Valera langsung menatap Zizi dengan kening berkerut " setelah Robbin Hallerand kemungkinan besar akan ada sosok lain yang menunggu kita, Robbin Hallerand merupakan adik dari Edrall Hallerand " ucap Zizi lalu Valera menatap ke arah Dave kemudian dan Dave yang ditatap seperti itu merasa kikuk " para ROLADEX ini orang-orang yang patut diperhitungkan tapi mereka mempunyai ketakutan yang besar yaitu peperangan nyali mereka tak sekuat yang kita bayangkan hanya saja pemimpin yang sesungguhnya lah yang patut kita curigai aku mendapat informasi jika pemimpin ROLADEX yang sesungguhnya adalah seorang kaisar yang kejam pada jamannya " terang Zizi dan lagi-lagi perkataan Zizi membuat semau orang tercengang bahkan Dave sekalipun
" Dave apa yang kau temukan tentang Robbin ? " tanya Valera
" Robbin Hallerand memang adik dari Edrall Hallerand, Robbin merupakan seorang mafioso baru yang menuntaskan dendam sang kakak kepada tuan Remigio, karena kondisi tuan Edrall sekarang lumpuh nona karena suatu kejadian yang bersangkutan dengan tuan Remigio, aku tak bisa mengakses informasi itu lebih lanjut karena aku tak mampu nona, dan untuk perkataan yang Zizi lontarkan barusan sungguh aku baru mengetahuinya " jelas sopan Dave dan Valera hanya mengangguk samar
" lalu kau Zizi ? apa kau bisa mengakses apa yang Dave maksud ? " tanya Valera lagi tapi Zizi tersenyum kemudian
" aku rasa itu pekerjaan Greta " ucap santai Zizi dan Valera diam saja
" masalah ini semakin rumit pada awalnya kita tak mempunyai masalah dengan mereka ! pada kejadian tempo lalu di restoran C aku anggap itu biasa, tapi Robbin dengan cerdasnya menyusup kedalam wilayah ku itu sama saja jika mereka mengantarkan nyawanya kepada si malaikat pencabut nyawa ini " Sinis Valera dan semua orang terkekeh '' seret orang dalam jajaran king yang melakukan penghianatan aku tak Sudi memelihara orang tak tau malu seperti mereka " tegas Valera dan semua orang mengangguk pasti
__ADS_1
" tapi aku masih bingung mengapa mafioso king ada yang membantu Robbin sampai kesini ? apa hubungannya " gumam Zizi lagi
" sudahlah kau fokuslah pada misi kali ini, dan kalian " ucap Valera menatap Elion dan Lotus " welcome " ucap Valera lagi
" terimakasih nona " ucap mereka serempak
****
DODODORDODODOR !!
" shitt " umpat Vyan terkejut bahkan ia sampai melihat kearah belakang " Leonel percepat " ucap Vyan kepada Leonel " siapa mereka ! " geram Vyan lalu ia mulai mengambil senjata di bawah kursinya
DODODORDODODOR !!
TRANGGGG
tembakan itu mengenai body mobil hingga mobil yang dikemudikan vyan sedikit oleng
" Leonel buka kap atas " titah vyan dan seketika kap bagian atas mobil terbuka sempurna vyan dengan gagah mulai menampakan wajahnya
" tuan hati-hati " seru Leonel
" tenanglah dan kau fokus menyetir " ucap vyan lagi
DODODORDODODOR !!
vyan memberikan rentetan pelurunya kepada mobil yang tepat dibelakang nya itu, tembakan vyan tidak melurus melainkan menembak dengan tak tentu arah tujuannya membuat mobil itu ringsek dan menimbulkan percikan api
" tetap fokus Leonel " ucap Vyan dan Leonel mengangguk pasti " aku akan menembak ban mobil itu " ucap vyan lalu ia keluar Kembali dan memposisikan dirinya Hingga
DORR
DORRR
sempurna ! bidikannya tepat alhasil mobil itu oleng ke kanan dan ke kiri vyan tersenyum miring melihatnya,
DUARRRR
mobil itu menabrak pembatas jalan dan masuk kedalam jurang disana terdengar suara hantaman serta dua kali ledakan vyan yakin mobil itu meledak hebat dan orang-orang yang berada didalamnya tewas seketika
" tinggalkan tempat ini segera " ucap vyan lagi dan Leonel mengemukakan mobilnya dengan kecepatan tinggi
" menyusahkan ! " gerutu vyan lagi
" apa kemungkinan besar itu suruhan tun Revan ? " ucap Leonel berasumsi dan vyan langsung melirik kearah Leonel
" selidiki dia ! " ucap vyan " tapi aku tak yakin dia terlihat seperti pria yang biasa tidak terlibat dengan tindakan kekerasan " ucap vyan lagi
" jangan tertipu dengan penampilannya tuan " saran Leonel " aku akan menyelidiki orang itu " ucap Leonel lagi
sesampainya Vyan di mansion ia melihat mobil milik Dave di pelataran Vyan memicingkan matanya seketika begitupun dengan Leonel jika Dave sudah kerumah utama pasti ada sesuatu yang terjadi
benar saja bukan hanya Dave melainkan ia datang dengan Thomas bahkan valera pun berada disana sedang duduk bersama nyonya sofhia dan tuan ramius
__ADS_1
vyan ikut bergabung begitupun dengan Leonel yang dipersilahkan duduk oleh tuan ramius
" ada apa ? " tanya bingung Vyan
" tidak ada '' ucap Valera santai " hanya saja aku akan pindah ke gold mansion milikku '' ucap Valera lagi
" gold mansion ? '' ucap vyan lagi dan Valera mengangguk pasti " tapi kenapa ? " ucap vyan penasaran
" tidak ada hanya ingin saja akupun akan membawa George ikut serta " ucap Valera lagi nyonya sofhia dan tuan ramius terdiam seketika
" kapan mansion yang kau maksud itu siap " ucap tuan ramius tegas
" sudah jauh lebih siap " ucap valera tak kalah tegas
" baiklah, jika itu keinginan mu " ucap lembut nyonya sofhia
" hmm.. mama tenang saja aku akan menempatkan beberapa anak buah king di mansion ini aku pastikan tak akan ada musuh yang berani masuk ke dalam nya " ucap valera lagi
" Vale apa sesuatu terjadi ? hmm maksud ku apa kau sedang ada permasalahan jika ada bisakah kau cerita padaku ! " ucap vyan menatap Valera tapi Valera hanya tersenyum tipis
" hanya para kecoak biasa tidak ada yang spesial jangan cemas kakak, aku bisa jaga diri " ucap Valera tapi entah mengapa vyan merasa penasaran
" baiklah ! jika kau membutuhkan sesuatu beri tahu aku " ucap Vyan lagi dan Valera mengangguk mantap
****
para anak buah ROLADEX sudah berada di dalam kapal dengan tangan terborgol begitupun dengan Robbin, Zizi tersenyum manis melihat Robbin yang tampak begitu kesal
" Elion, apa kau sudah menghubungi anak buah mu yang berada di pelabuhan sana " tanya Zizi lagi
'' semuanya aman terkendali Zizi " ucap Elion dan Zizi mengangguk mantap
" bersiap lah kita akan berlayar " lantang Zizi lagi dan semua anak buah king mengangguk lalu mulai mempersiapkan diri dan berbagai senjata untuk perisai diri
Zizi Elion dan Lotus pun memalukan hal sama semuanya disiapkan secara rapi dan teratur Zizi tau bahwa mereka akan berlayar dan menuju di luar kekuasaan king tapi Zizi tampak begitu tenang ini hak yang biasa baginya
siapa sangka didalam kepal yang mirip dengan kapal perang itu dilengkapi senjata otomatis keluaran terbaru dengan inovasi dari Valera industri
" GO " ucap Zizi dan mereka mulai memasuki kapal yang sudah siap berlayar dalam hitungan menit kapal itu sudah bergerak dan mulai menjauh dari pelabuhan
Zizi Sudah memberikan informasi terkini kepada Valera dan Valera menerimanya, kini Valera disiapkan dengan aksi berikutnya dimana ia menunggu para pengacau datang dengan senang hati
" apa kau senang jika kau kembali ketempat asal mu ? " tanya Zizi melirik Robbin tapi Robbin diam saja " ohh apa kau tak senang ? kalau begitu aku tidak akan repot-repot mengurus kepulangan mu itu dan membiarkan mu mati saja disini " tajam Zizi
" kau ! " pekik Robbin tapi Zizi justru menatap tajam kearah Robbin ia lalu tersenyum miring kemudian
" jangan banyak bicara " ucap Zizi lagi
" aku pastikan akan membalas mu suatu saat nanti dan akan kupastikan kau bertekuk lutut di bawah kaki ku " pekik Robbin
DUAKKK
AGHHH
__ADS_1