Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
penyelamatan


__ADS_3

Australia waktu setempat


nyonya Sofhia tampak diam tak berontak sedikitpun, ia terlihat menurut walupun hatinya di Liputo rasa takut. Tangannya diikat kebelakang oleh anak buah Everest serta mulutnya dibungkam dengan sebuah kain hitam


Everest tersenyum miring kala mengingat helipad miliknya sempat terblokir tapi dengan kekuasaan serta akal cerdiknya membuat Everest melakukan penebangan dengan mulus tanpa ada gangguan


nyonya Sofhia di duduk kan di sebuah kursi kayu disana tepat berhadapan dengan Everest yang sedang menyapanya lekat-lekat


siapa lelaki ini, dilihat dari penampilannya cukup rapi, atau jangan-jangan ia salah satu musuh putriku .batin nyonya Sofia


Everest menyalakan sebatang rokok nya dan menghisapnya perlahan lalu ditatapnya wajah nyonya Sofhia


" cantik " kata itulah yang terlontar dari mulut Everest, nyonya sofhia yang mendengarnya merasa jijik lalu nyonya sofhia mencoba menatap lekat wajah pria yang sudah menawannya itu " putrimu telah menyekap adik serta kedua keponakan ku " ucap Everest tenang tanpa basa basi " akupun melakukan hal yang sama dengan menyekap ibunya untuk melakukan barter " lanjut Everest lagi sambil membuang kepulan asap dari rokok nya


ruangan itu terasa seperti mencekam ditambah minimnya penerangan, nyonya sofhia bersikap setenang mungkin walaupun ketakutan menyelimuti dirinya saat ini


nyonya Sofhia menatap sekelilingnya dimana ruangan itu terdapat beberapa sosok lelaki bertubuh tegap dan kekar


bahkan nyonya sofhia mengingat saat dirinya memasuki bangunan ini betapa banyak nya pengawalan yang sangat ketat disini


nyonya Sofhia hanya bisa berdoa dalam hatinya


" nyonya Sofhia kita lihat apakah putrimu bisa menyelamatkan mu atau tidak aku jadi penasaran akan keahlian dari putrimu itu " ucap Everest yang tersenyum sinis


nyonya Sofhia yang mendengar sontak terkejut dan cemas kepada Valera nyonya sofhia yakin jika orang yang menyekapnya adalah orang yang licik


*****


Valera sudah bersiap untuk terbang ke Australia dan Greta pun selalu memberi infomasi nya, Dave dan Thomas sudah menyiapkan segalanya anggota Phoenix di bagi menjadi dua oleh Valera setelah perubahan ulang dalam strategi, lima orang ikut Valera dan sisanya mengikuti sang kakak Vyan


Valera sudah menghubungi sebelumnya dan vyan pun tak keberatan bahkan Leonel sudah membawa para anak buahnya yang terlatih yang sempat mengikuti latihan di wilayah king dalam pengawasan orang yang ahli


" Go ! " ucap Valera tegas dan Dave mulai mengoperasikan helipad berukuran jumbo itu dengan lambang VH disampingnya, Greta sudah memberi tahu hal yang penting sebelum nya mengingat tempat yang kini Valera datangi bukanlah salah satu kekuasaan nya melainkan kandang musuh nya tapi bukan Greta namanya jika tidak mempunyai titik akses menuju ke sana


burung besi itu mulai mengudara dengan cepat Valera menggunakan MH di telinganya agar tetap terhubung dengan Greta dan kakak nya,


valera melewati jalur kekuasaan nya bahkan beberapa helipad milik Valera berlalu lalang di langit Prancis siang itu


Thomas menyiapkan beberapa senjatanya agar siap untuk di gunakan, begitupun dengan anak buah yang lainnya dan pasukan Phoenix yang sibuk menata serta menyiapkan beberapa amunisi untuk digunakan


sedangkan vyan ia segera bergegas bersiap setelah mendapat pesan dari adiknya dan Leonel pun tentu saja bersiap dengan semua senjatanya vyan beberapa kali mengumpat kasar pada orang yang melakukan ini kepada ibunya


tak butuh waktu lama helipad milik vyan langsung terbang mengudara dengan para anak buahnya melalui jalur kekuasaan nya


" ya Vale " ucap vyan yang mendapati Valera mengonfirmasikan melalui MH miliknya


" apa ? baiklah aku menuruti saran mu " ucap vyan lagi dan terlihat wajah kesal dan marah dari wajah vyan


waktu sudah mulai petang helipad milik Valera baru saja mendarat di salah satu tempat yang sudah di persiapkan oleh Greta sebelumnya


Valera berjalan dengan wajah penuh amarah butuh waktu beberapa saat untuk tiba di tempat ibunya kini berada


Valera menggunakan mobil yang sudah bersiap dan menunggu kedatangannya dan Greta Sudah menyiapkan semuanya dengan sangat rapi dan teliti Valera akan berterimakasih atas dirinya saat ia pulang nanti


dua puluh anak buah king yang sudah teruji serta lima pasukan Phoenix beserta Dave Thomas dan Valera itu memilih jalur kiri sesuai dengan perintah Greta yang melihat dari satelit dan GPS di anting milik nyonya sofhia serta mencoba meretas sistem milik Everest tanpa sepengetahuan tuannya dan sinyal helipad yang tertinggal milik Everest yang digunakan untuk membawa nyonya Sofhia


sedangkan jalur kanan akan digunakan oleh vyan dan rombongannya agar tidak terlalu mencolok Valera terlihat sudah tak sabar ingin menghabisi Everest saat ini juga


disisi lain Everest sedang memantau pergerakan di wilayah kekuasaan nya untuk memantau apakah ada pesawat, helipad, kapal, atau mobil asing yang memasuki wilayah kekuasaan nya


" mereka belum bergerak tuan " ucap salah satu anak buah Everest memberikan satelit yang bergerak di bawah kekuasaan Everest


bodoh sungguh bodoh ! itulah yang bisa digambarkan untuk seorang Everest bahkan Valera sudah menduga hal ini itulah mengapa Greta sudah menyiapkan semuanya dengan teliti walaupun hanya memakan waktu beberapa jam saja, bravo !


" apa mereka tidak mengetahui jika ibunya dalam genggaman kita ? " ucap Everest mengerutkan dahinya seketika tapi anak buah itu hanya menggeleng lemah tanda tidak tahu


"hmm kita tunggu saja sampai besok jika benar mereka tak menyadarinya kita sendiri yang akan memberitahunya " ucap Everest dengan penuh percaya diri


DORRRR

__ADS_1


DORRRR


suara tembakan menggema di mansiom milik Everest bahkan ia sendiri pun terkejut dibuatnya


" apa yang terjadi , siapkan senjata ! pekik Everest dan semua anak buah nya langsung menyiapkan diri dan memposisikan dirinya


DUARRRR


BLUMMMMN


suara ledakan itu terdengar dashyat hingga lampu-lampu yang menerangi mansion itu bergoyang bagaikan gempa bumi, sebagian bangunan itu retak bahkan anak buah Everest ada yang terluka akibat ledakan tiba-tiba itu


" CEPAT !! " teriak Everest ia pun segera memegang senjatanya dan keluar dengan langkah tergesa-gesa dan siap untuk membidik


Everest membelalak kan matanya kala melihat layar pengendali di ruang CCTV di mana mansion nya dikepung hanya dengan beberapa orang saja tentunya Everest tertawa sarkas


Valera dengan amarah yang begitu berkobar bagaikan Dewi iblis yang siap menerjang siapa saja yang di hadapannya saat ini , Valera menyiapkan senjata tipe R2 di tangan kiri dan kanan nya sedangkan Dave dan Thomas terlibat baku tembak dengan para anak buah Everest


DODODODOR


dengan nafas yang memburu Valera terus menembak anak buah Everest tanpa henti


Everest sendiri sudah menunggu kehadiran musuh di ruangan yang sama dengan nyonya sofhia, ia duduk santai sembari menghisap rokok nya dengan lima anak buah andalan nya


nyonya Sofhia terlihat ketakutan dan gemetar karena suara tembakan itu serta Everest yang berada di satu ruangan dengan dirinya dengan berbagai senjata berada di tangannya


Everest menatap tajam nyonya sofhia lalu mendekatinya, dengan langkah slow motions lalu ia menjambak rambut nyonya sofhia dengan kuat sampai kepala nyonya Shofia terangkat dan menatap diri nya tajam


" apa kau tahu mereka adalah orang-orang mu nyonya , aku melihat betapa tangguhnya mereka datang kemari dan mengacaukan tempat ku " geram Everest lalu mendorong tubuh nyonya sofhia hingga posisinya membentur lantai


DUAKKK


" ughhh "


" hmmmpptt " hanya itu yang dapat nyonya sofhia katakan karena mulutnya tertutup sebuah kain, darah segar mulai mengalir dari pelipis kanan nya


" lepaskan penutup mulutnya " ucap Everest dan salah satu anak buahnya melepaskan nya dengan sangat kasar tak berperasaan


" aku ? " bingung Everest " tentu saja malaikat pencabut nyawa putrimu "ucap seringai Everest membuta jantung nyonya sofhia berdetak tak karuan


putrimu ? Valera ! Everest mengincarnya hanya untuk sebuah pertukaran semata, Everest ternyata berambisi untuk menumbangkan sang lady dengan segala keahliannya


nyonya Sofhia menatap tajam Everest dalam hatinya nyonya sofhia tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan putri bungsunya itu


DODODORDODODOR


dilantai bawah masih terjadi baku tembak yang mengerikan bahkan lantai marmer putih itu sudah kotor dengan bersimbah darah manusia bau amis mulai menyeruak di sana


anak buah king hanya beberapa orang saja yang terluka sisanya anak buah Everest yang mati mengenaskan diberondong senjata milik jajaran king


10:1 imbang bukan ? dimana pihak Valera hanya sedikit saja tapi mereka mampu memporak porandakan sistem serta keamanan milik Everest


disisi lain pihak vyan sudah mulai menuju titik yang lokasi yang dikirim Greta kepadanya mereka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi iring-iringan mobil yang membawa pihak vyan membelah kota jalanan itu


kawasan hutan ? tentu saja markas serta mansion seorang mafia terletak dikawasan yang paling terpencil dan tersembunyi


tak butuh waktu lama vyan serta jajarannya yang lain sudah tiba bahkan suara baku tembak terdengar disana baru saja mereka akan masuk sebuah ledakan terdengar memekikkan telinga hingga pihak vyan sedikit menghindar ke arah lain


" menjauh ! " teriak vyan lantang hingga pergerakan mereka terlihat oleh anak buah Everest, Leonel yang mengetahui pergerakan musuh seketika


DUARRRR


BLUMMM


DODODODOR


Leonel melepaskan senjata tipe turbo dengan seratus peluru yang mengarahkan ke segala titik berbeda


AGHHH

__ADS_1


sekitar sepuluh Anak buah Everest jantuh tumbang tak berdaya karena peluru itu sudah di lumuri racun oleh valera industri


vyan dan lainnya kaget dengan gerakan tiba-tiba Leonel, ia tertegun karena kedatangan nya sudah di ketahui oleh pihak lawan


" GO ! " ucap vyan yang melangkah masuk dengan meningkatkan kewaspadaan yang tinggi hingga vyan berpapasan dengan Thomas yang sedang berlindung disana.


DODODODOR


PRANGGG


rentetan peluru diberikan oleh anak buah Everest tapi anak buah Valera dengan lihai menghindar dan menjadi kaca dinding sebagai tameng laku dengan lincah merak menghindar dan melakukan serangan balik tiada henti, Vyan dan lainnya segera berpencar mencari keberadaan Valera dan ibunya


" dimana Valera " ucap vyan kepada Thomas yang sedang duduk sembari mengatur nafasnya


" aku tak tahu Kami berpencar, dan MH yang di pakai nona sudah dimatikan sejak kedatangan kami disini itu yang membuat kami tak bisa mengetahui keberadaan nona " jelas Thomas dengan nada tersengal


" Valera dia !! selalu saja seperti ini " ucap vyan kesal


" kita harus selesai kan semuanya setelah itu kita naik kelantai atas aku yakin nona berada di sana bersama dengan Dave " ucap Thomas dan ia segera mengeluarkan senjata lainnya yaitu racikan Valera sendiri dari sebutir pil entah apa isi kandungannya Thomas pun tak tahu yang dicampurkan asam senyawa yang menyebabkan korbannya terkena gangguan saraf dan otak dengan cepat Thomas melempar benda itu dan seketika cairan serta asap nya mulai mengepul vyan dan Thomas segera menghindar terlihat pihak musuh sudah mulai linglung dan tak lama mereka ambruk menggelepar bagaikan ikan di dataran


DODODODOR


vyan menembaki sniper di atas kanan nya dengan ganas, Leonel berhasil menaiki lantai atas di bantu dengan pasukan Phoenix lainnya


DORR DORRR DORRR


vyan menghancurkan setiap CCTV yang terlihat disana dengan satu kali tembakan saja


keadaan lantai dasar sudah luluh lantah dan hancur dengan banyaknya korban jiwa dari anak buah Everest sendiri,mereka terlalu naif untuk melawan king seperti saat ini


disisi lain Valera sudah tidak menggunakan senjatanya ia malah menggunakan belati kembar miliknya Valera bagaikan Dewi eksekusi yang melakukan nya dengan senyap dan cepat dalam melenyapkan musuh


SRETTTT


CRATTTT


SRETTTT


AGHHH


Valera lihai dan gesit dalam menyayat leher para korbannya serta memisahkan kepala dari lehernya anak buah king dan pasukan Phoenix yang bersama dengan nya bergidik ngeri karena melihat kekejaman sang lady


DODODODOR


Valera menembaki tubuh korbannya dengan brutal dan sadis hingga cipratan darah mengenai wajah dan bajunya


pasukan Phoenix bertarung dengan pihak Everest yang tidak mengunakan senjata ! kesalahan besar jika mereka melawan jajaran king dengan tangan kosong


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


AGHHH


KRAKKKK


DORR


hancur sudah kediaman Everest berikut dengan orang-orangnya banyak nya korban membuat darah Valera mendidih seketika kilatan mata merahnya terpancar disana


kini pihak Valera dan pihak vyan sudah berada di lantai atas bahkan vyan dan Leonel di buat terperangah Karena berapa potongan kepala manusia berserakan disana Thomas merasakan perutnya bergejolak hebat kala melihat aksi tragis dihadapannya itu


Valera menatap tajam kesalah satu pintu berwana putih disana vyan yang mengikuti arah pandang sang adik seketika mengetahui apa yang terjadi


Valera berjalan dengan memegang pistol serta belati di kedua tangannya, ia berdiri bagaikan orang yang menyambut kematian sesungguhnya


para anak buah king sudah berjaga di beberapa titik pusat disana


hingga

__ADS_1


BRAKKKKKK


__ADS_2