Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
rencana ben


__ADS_3

waktu menunjukan pukul lima sore tapi Valera masih betah dalam tidurnya. Remigio pun masih setia berkutat di depan laptop nya. sebagian para karyawan sudah ada yang kembali ke rumahnya masing masing. hujan masih dengan setia membasahi bumi walaupun tak sederas tadi


Tok tok tok


" masuk "


" bos " sapa James dan Leo bersamaan


" hemmm" Remigio hanya berdehem tanpa menoleh


" bos apa anda akan pulang sekarang " tanya Leo dan Remigio pun segera menutup laptopnya sambil merentangkan tangan ke atas


" kalian duduk lah terlebih dahulu, aku akan masuk ke dalam " saut Remigio sambil menunjuk ke arah kamar pribadinya dan James, Leo pun hanya mengangguk ..


Remigio berjalan dan membuka handle pintu kamar pribadinya dengan hati hati. Valera masih setia dengan tidurnya bahkan posisinya tidak berubah sama sekali


" apa dia tidak pegal.batin Remigio


Remigio berjalan dengan langkah pelannya dan duduk di samping sisi ranjangnya, ia menatap wajah sang kekasih yang sedang tertidur dengan sangat damai. Lalu ia membelai pipi sang kekasih dengan lembut tetapi belaian dari tangan kekarnya mengusik Valera yang sedang tertidur, perlahan lahan mata cantik itu terbuka, Valera sangat terkejut melihat Remigio yang sedang tersenyum manis menatapnya


" tidurmu sangat pulas sweatheart " ucap remigio


" hmm.. maaf Remi aku tertidur " ucap Valera dengan suara seraknya


" tidak apa apa, kau mau minum " tawar Remigio dan Valera pun mengangguk, Remigio mengambil air minum yang selalu tersedia di dalam kamar pribadinya, lalu ia memberikan segelas air putih kepada Valera dan Valera pun mengambil serta meminumnya sampai setengah tersisa.


" terimakasih Remi " ucap Valera lagi


" jangan bilang seperti itu sweatheart " ucap Remi kepada Valera , Valera hanya tersenyum samar beberapa saat kemudian di baru teringat akan mengunjungi Dave lalu ia buru buru mencari ponsel, tapi tidak ditemukan


" kau sedang mencari apa "


" ponselku Remi , aku sedang mencarinya " ucap Valera yang sibuk mencari ponsel diruangan itu


" ponsel mu ada di meja sofa, apa kau lupa " membuat Valera langsung teringat kemudian


" ya tuhan, iya aku lupa " ucap Valera yang langsung berlari kecil menuju sofa dan Remigio mengekor di belakangnya tapi alangkah terkejutnya dia melihat dua orang lelaki sedang duduk dengan gayanya masing masing, James dan Leo pun hanya menatapnya sambil tersenyum tanda menghormati kekasih tuannya


" nona " ucapnya James dan leo serempak


" ahh ya, bolehkah aku bertanya ini jam berapa " yang Valera lagi dengan pelan karena sungguh ia malu saat ini


" ini hampir pukul enam sore " ucap leo sambil melihat ponselnya,membuat valera terkejut


" hampir pukul enam, ya tuhan sepulas itukah aku tertidur disini, " batin Valera .


" Remi kenapa kau tidak membangunkan aku " kesal valera sambil menatap jengkel ke arah kekasihnya itu


" aku tidak ingin menganggu tidur mu sweatheart " timpal Remi


" lalu apa kalian tidak akan pulang " ucap Valera yang menatap ketiga para lelaki itu


" tentu saja pulang sweatheart " dengan nada menggelikan nya


" yasudah jika begitu aku akan terlebih dahulu pulang " ucao Valera yang langsung memakai mantelnya dan mengambil ponsel serta tasnya


" sweatheart, pulanglah bersama ku, aku akan mengantar mu, bicarakan Leo yang membawa mobilmu , kau baru saja bangun dari tidurmu " ucap Remi dengan nada sedikit khawatir, Valera masih berfikir tapi pada akhirnya ia pun menyetujui saran kekasihnya


" baiklah, maaf merepotkan mu Remi "


" tidak,aku tidak merasa seperti itu " ucap Remi langsung membelai rambut Valera " ayo kita pulang, leo kau bawalah mobil wanitaku, dan kau James ikut denganku karena kau yang akan menyetir " lanjut nya lagi. James dan leo pun mengangguk paham


akhirnya mereka keluar dari kantor itu, suasana nya sudah begitu sepi karena seluruh karyawan sudah kembali pulang, Remigio menyeimbangkan langkah nya dengan sang kekasih..


setelah sampai di parkiran mereka segera melakukan mobilnya untuk meninggalkan kawasan Adomson Crop's


Valera dan Remi duduk di kursi belakang,dan James yang mengemudi sedangkan Leo membawanm mobil milik Valera dan mengekornya di belakang


Valera menyandarkan kepalanya ke bahu Remigio


" apa kau masih mengantuk "


" hemmm sedikit " ucap Valera pelan dengan matanya yang terpejam . Remigio pun merangkul pundak sang kekasih sambil mengecup singkat pucuk kepalanya, aroma dari tubuh maupun rambut Valera menjadi aroma yang memabukkan untuk Remigio


Remigio pun akhirnya mencoba untuk memejamkan matanya, James yang melihat bosnya nya terpejam hanya diam tak mau mengganggu, setelah menempuh perjalanan dari Adomson Crop's ke kediaman utama Harson, kedua mobil mewah itu telah sampai. Para pengawal pun dengan sigap membuka kan gerbang mengingat mobil Remigio pernah kerumah ini bersama dengan nona mudanya


James yang bingung karena bosnya tertidur begitupun dengan kekasih bosnya itu hanya melihat dengan ragu ragu


" bagaimana ini " gumam James, bahkan keduanya tidak sadar bahwa mereka telah sampai, akhirnya James mencoba membangunkan bosnya nya satu kali, dua kali tidak berhasil dan untuk ketiga kalinya akhirnya berhasil dengan suara James yang sedikit meninggi bahkan membangunkan Valera


" James kau kenapa " kesal Remigio


" maaf bos, kita telah sampai dikediaman nona Valera " ucap James dengan hati hati dan Valera pun melihat sekelilingnya bangunan megah yang tak asing lagi, benar dia telah sampai


" ahh maaf, James aku tertidur, " ucap Valera


" tidak apa apa nona " ucap James dengan sopan


" Remi apa kau juga tertidur " tanya Valera yang melihat mata sayu milik Remi


" hmm.. tadinya aku hanya mencoba untuk memejamkan mataku, tapi akhirnya aku pun tertidur " ucap remigio dengan jujur


" ya sudah, kalau begitu apa kau mau berkunjung terlebih dahulu " tawar Valera


" seperti nya tidak sweatheart , tubuhku pun terasa tidak nyaman aku ingin segera berendam dengan air hangat , sampaikan salam ku untuk keluargamu sweatheart, " ucap remigio sembari tersenyum


" baiklah, jika begitu aku masuk yah, dan kau hati hati dijalan, selamat malam Remi, dan selamat malam James " ucap Valera sambil tersenyum simpul dan mengecup singkat pipi sang kekasih, dan James pun yang merasa diucapkan selamat malam oleh kekasih bosnya itu hanya menjawab yang sepantasnya saja


" selamat malam juga nona " ucap James

__ADS_1


" selamat malam I love you "


" love you too " akhir nya Valera pun keluar dari dalam mobil sang kekasih dan Leo yang membawa mobil Valera pun ikut keluar dan menghampiri mobil bosnya itu,setelah Valera melambaikan tangan nya dan mobil Remigio menghilang dari pandangannya ia pun segera masuk untuk bertemu dengan keluarga nya


*****


Diego sudah tidak di rawat dirumah sakit lagi kesehatannya pun telah membaik dan Lavanya pun dengan sabar memberikan pelayanan yang terbaik untuk Diego


ketika sudah sampai di silverhouse para maid menyambut kedatangan tuannya itu


ketika mereka sudah memasuki bangunan yang megah Diego dikejutkan oleh dua orang lelaki paruh baya dan seorang lelaki muda yang sedang duduk di sofa menunggu kedatangan Diego


" tuan Ben " ucap Diego dengan terkejut


" Diego, bagaimana kabar mu " ucap Ben yang merangkul pundak Diego layaknya seorang teman, Lavanya dan Lucas segera bergegas meninggalkan ruangan tersebut


" seperti yang kau lihat aku baik " santai Diego


" aku dengar kau baru keluar dari rumah sakit " tanya Ben lagi


" hemmm..betul " ucap Diego apa adanya


" apakah putri dari ramius datang kemari dan menyerangmu Diego " tanya Ben dengan sungguh sungguh


" ahh aku sampai lupa , jika dia menempatkan beberapa mata mata disekitarku, bahkan disekitar rumahku, dia sungguh cerdik aku harus bersikap layak nya tak terjadi apa apa" batin Diego


" iya, dia datang menyerang ku, karena aku sudah menyerang nya tiga kali, jadi wajar saja " ucap Diego enteng


" atas dasar apa Diego " tanya Ben lagi dengan mata tajamnya


" dendam, aku dendam padanya karena telah membunuh ayahku " ucap Diego dengan serius walaupun dia telah tau kenyataan nya tapi kehilangan ayahnya tidak bisa hilang begitu saja


" bagus Diego, terus lah balas dendam kepada keluarga mereka jika perlu kau bunuh ramius, jika begitu aku akan membawa sofhia kedalam genggaman ku, tak sia sia aku mencuci otak Jackson untuk berkhianat dan berpihak kepadaku, cihh tapi sialnya dia telah mati terlebih dahulu, hemmm tapi tidak apa apa bukan aku yang membunuhnya walaupun aku sangat ingin menghabisi Jackson jika rencana ku telah berjalan dengan sempurna tapi Dewi keberuntungan berpihak padaku putri ramius lah yang membunuh Jackson ayahmu Diego , dan dia tidak tau bahwa ada anak buahku yang bergabung dengan king sialan itu " batin Ben


semuanya hanya diam dengan keheningan Diego masih sibuk dengan fikirannya sendiri sedangkan Ben menyeringai puas dengan tindakan Diego, Ben menginginkan kekuasaan king itu sebabnya ia menggunakan Diego untuk nya bermain dengan memanfaatkan kematian ayahnya, walaupun Ben sendiri tau kemampuan king sangat luar biasa tapi karena obsesinya terhadap sofhia dan kekuasaan, serta cinta nya yang bertepuk sebelah tangan membuat Ben menjadi pribadi lain


" kapan kau sampai di negara ini tuan " ucap Diego memecah keheningan


" kemarin " singkat Ben


" lalu apa ada pekerjaan lain yang tuan kerjakan disini " tanya Diego lagi


" ya aku mengajukan kerja sama kepada perusahaan Adomson Crop's " ucap Ben percaya diri membuat Diego mengerutkan dahinya


" Adomson Crop's itu salah satu perusahaan yang sangat besar setelah Harson crop's, . batin Diego


" ohh begitukah, semoga lancar tuan "


" ya aku harap begitu Diego, aku ingin bekerja sama dengan mereka " ben menyeringai tentu saja dia ingin menjadi partner Adomson Crop's untuk menambah rencananya dan menghancurkan Harson crop's yang kini dipimpin oleh vyan Harson


*****


Maya dan vio tidak begitu kewalahan karena ada beberapa pegawai yang bersedia membantunya termasuk rud


" pemasukan Minggu ini sangat menguntungkan vio, " ucap Maya sambil melihat ke arah laptop nya


" kau benar may, Bahkan aku tak pernah membayangkan kalau caffe ini akan sangat begitu pesat, mengingat dulu caffe ini belum begitu besar dan belum ramai pengunjung, ntah bagaimana nona Valera bisa membuat caffe ini semakin hari semakin pesat " ucap vio dengan bangga nya


" hemmm, itu yang namanya bakat vio " kekeh Maya.


" ya kau benar Maya, nona Valera memang sangat berbakat akan berbisnis " ucap vio senyumnya mengembang


" yasudah kita harus mengontrol bahan bahan apa saja yang mulai menipis " ucap maya sambil beranjak dari kursinya dan diikuti vio dari arah belakang


siang ini cuaca begitu sangat panas para pengunjung tidak lagi begitu ramai sebelum seperti jam makan siang, Maya dan vio sibuk mencari keberadaan rud, tapi tidak kelihatan batang hidungnya , akhirnya kedua wanita itu memutuskan untuk melangkahkan ke sebuah ruangan khusus yang menyimpan berbagai bahan bahan berkualitas dan berbagai minuman mahal lainnya,


Maya dan vio sibuk mencatat beberapa stok yang sudah menipis dengan sangat teliti .


Maya begitu senang bisa bekerja ditempat sahabatnya ini, tenang dan damai itulah yang dirasakan nya, tidak ada lagi gunjingan dari sesama rekan kerjanya ..


" may, aku sudah selesai mencatatnya " ucap vio agak sedikit berteriak karena jarak nya kini dengan Maya memang agak jauh mengingat ruangan ini memang begitu luas.


" tunggu terlebih dahulu, vio " ucap Maya pula


vio pun menyandarkan punggungnya kesebuah tempat penyimpanan wine maupun anggur berkualitas, tanpa sengaja vio menekan tombol tersembunyi di rak tersebut dan terbukalah sebuah pintu rahasia di balik rak tersebut, vio membelalakan mata nya dengan apa yang dia lihat


" may...Maya " ucap vio terbata


" ada apa vio " ucap Maya sambil menoleh ke arah vio dan alangkah terkejutnya dengan apa yang ia lihat


" ruangan apa ini " tanya vio


" apa kau tidak pernah tau ini ruangan apa " pekik Maya yang balik bertanya dan vio menggelangkan kepalanya dengan cepat


" coba kita bukan lihat saja kedalam " ujar Maya


" tapi aku takut Maya " ucap vio yang memang dia sedikit penakut


" sebentar, aku kunci dulu pintu nya takut ada orang yang melihatnya " ucap Maya sambil berlari dengan segera ia menutup pintu dan menguncinya dengan sangat rapat


Maya dan vio memberanikan diri untuk memasuki ruangan tersebut, ruangan itu memang sedikit penerangannya Maya dan vio segera menekan tombol senter di ponselnya masing masing, Maya dan vio melangkahkan kakinya secara perlahan


Maya dan vio kaget karena ada sebuah tangga mewah yang menurun ke ruangan bawah, mereka saling menatap satu sama lain nya


" bagaimana bisa ini " gumam Maya sambil melihat lihat ke bawah ruangan tersebut menggunakan senter ponselnya


" apa disini tidak ada penerangan " ucap vio yang memepetkan tubuhnya ke dekat Maya


" pasti ada vio, tidak mungkin kan tidak ada " ucap Maya meyakinkan, mereka pun segera mencari tombol saklar untuk menghidupkan lampunya, ternyata tombol saklar nya tak jauh dekat arah mereka masuk tadi

__ADS_1


CLETAK


lampu pun menyala dengan sangat terang kedua wanita itu sangat sangat terperangah daan bila matanya hampir saja keluar


bagaimana tidak ruangan ini tak semenakutkan yang mereka fikir, ruangan rahasia ini sangat lah terbilang mewah dengan dinding ber replika unik, ada beberapa komputer lengkap dengan layar monitor yang besar menempel didinding nya dan yang lebih terkejutnya ada banyak sekali senjata senjata api terpampang rapi disana


" Maya, apa aku tidak salah liat " ucap vio yang masih menatap sekelilingnya


" vio apa kau yakin selama bekerja disini , kau tidak pernah memasuki ruangan ini " tanya maya lagi tak percaya


" ini pertama kalinya aku kesini Maya "


" apa Valera tau akan hal ini " ucap maya lagi


" entahlah may," yang masih saja menatap sekelilingnya


" vio jangan sampai ada yang mengetahui dulu mengenai ini " Maya menoleh ke arah vio, dan vio pun mengangguk mantap


setelah selesai melihat lihat ruangan tersebut walaupun tidak keseluruhan nya, mereka memutuskan untuk kembali ke luar,mengingat sudah sangat lama merek ada di ruangan rahasia ini


dan mereka pun terburu buru melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan tersebut


" ayo cepat, kita harus segera keluar apalagi pintunya terkunci olehku


saat akan hendak menutup kembali ruangan rahasia dengan rak yang berisi dengan wine suara dobrakan yang keras berasal dari pintu mengejutkan maya dan vio


" cepat " ucap vio namun setelah mereka selesai menutupnya tiba tiba


BRAKKKKKK


" Maya vio kalian sedari tadi diruangan ini " tanah rud menatap ke arah Maya dan vio untungnya mereka sudah menutup pintu itu


dengan santai nya vio dan Maya mengangguk


" kami sedari tadi disini rud, untuk mencatat bahan bahan yang telah menipis " ucap Maya dengan wajah setenang mungkin


" iya benar rud, memang nya ada apa " tanya vio polos seakan akan tak terjadi apa apa


" salah satu pegawai memberi tahu padaku bahwa ruangan ini terkunci saat dia hendak mengambil sesuatu " ucap Rud lagi


" ohh begitu maaf aku tidak tahu, kami hanya ingin fokus saja mencatat dan melihat bahan yang telah menipis " ucap vio yang sambil menggaruk hidung nya yang tidak gatal


" oh begitu ya sudah, apa kalian sudah selesai "


" sudah " serempak Maya dan vio


akhirnya mereka bertiga keluar dengan berjalan beriringan rud sama sekali tidak mencurigai keduanya, vio dan Maya akhirnya bisa bernafas dengan lega karena rud tidak banyak bertanya lebih lanjut


*******


Valera kali ini menyuruh Dave yang berkunjung kerumahnya, karena dia tidak bisa keluar karena sedang memantau renovasi baru serta keamanan sistem baru dirumahnya


sekitar 20 orang terpercaya dan terbaik yang Valera kerahkan serta beberapa dari sebagiannya vyan lah yang membawa nya.


Valera benar benar sangat teliti, dia tidak mau ada kesalahan sedikitpun


para pengawal pun sibuk membantu sebisa mereka untuk nonanya, mereka tak ingin berleha leha apalagi demi keamanan majikannya serta nyawa yang lainnya.


" nona ini adalah ruangan khusus yang anda minta, memiliki sistem yang tinggi dan tentunya ada beberapa tombol yang akan digunakan nantinya, untuk melindungi diri dari musuh agar tak terlihat " ucap salah satu pria yang bernama Yusri sembari menunjukan sebuah ruangan


" ya seperti inilah yang aku inginkan, tak terlihat dari luar tapi nampak dari dalam," ucap Valera mengangumi


vyan kebetulan sedang ada perjalan bisnis jadi ia tidak bisa membantu, dan Valera pun bisa memaklumi sang kakak karena dia lah yang mengurus perusahaan pusat .


lalu Valera melangkahkan kakinya keluar untuk melihat lihat yang lainnya, tak lama seorang maid memberi tahu bahwa ada Dave di luar


" permisi, nona ada tuan Dave diluar sedang menunggu nona " ucap sang maid dan Valera pun segera bergegas keluar untuk menemui Dave


Dave sedang duduk dan mengobrol dengan para pengawal, mereka terlihat sangat akrab ketika melihat nonanya datang mereka pun segera berdiri dan memberi dan memberi salam hormat kepada nonanya


" nona " ucap mereka serempak


" kalian lanjutkan lah mengobrol , aku dan Dave akan ke dalam terlebih dahulu " ucap Valera santai


" baik nona " ucap mereka lagi


Dave pun mengekor nonanya dibelakang mereka menuju ruang kerja Valera yang berada di lantai tiga rumah mewah ini..


" bagaimana Dave " ucao Valera langsung


" seperti yang anda duga nona, tuan Ben ke negara ini dengan identitas baru dengan bantuan seseorang , dia orang yang sangat pintar untuk memanipulasi " ucap deve dengan suara tegas khasnya


" kali ini entah apa yang direncanakan nya, apa dia masih berambisius untuk merebut king dariku ? kita lihat saja nanti apa yang dia rencanakan, mengingat dia menjalin kerjasama dengan Adomson Crop's " ucap Valera sambil mengetuk ngetukkan jarinya di atas meja dengan mata yang sulit diartikan


" lalu apa yang harus saya lakukan nona "


" cari tempat tinggalnya selama dia disini, jika sudah dapat jangan lupa taruh anak buahmu disekitar lokasi " ucao Valera dengan sorot mata tajam


" baik nona, lalu bagaimana dengan tuan Diego " ucap Dave lagi


" Diego,pasti mereka sudah bertemu satu sama lain, biarkan dia melihat dengan mata kepalanya sendiri dengan apa yang dilakukan dengan si tua Bangka itu, apa dia masih berpihak kepadanya atau justru sebaliknya " ucap Valera dengan seringai nya,


" apa kita tidak perlu memantau nya nona"


" lakukan apa yang menurutmu perlu di lakukan, aku yakin kau tak akan mengecewakan aku " ucap Valera dengan senyum samarnya


" baiklah jika begitu nona, serahkan saja pada saya " ucap Dave tak kalah menyeringai


mungkin saat ini Valera akan membiarkan Ben tanaphon dalam bertindak, jika itu tidak membahayakan keluarganya , jika sudah diluar batas maka bersiap lah berurusan dengan seorang Valera

__ADS_1


" aku ingin melihat cara bermain mu Ben, entah apa yang membuatmu berambisi tinggi, apa kau akan menjadikan seseorang tumbal lagi,atau kau yang maju dengan sendirinya "


__ADS_2