
Valera beralih menjadi marah-marah semenjak kepulangannya dari rumah Florenze, Remigio tampak meringis melihat wanita nya yang seperti itu dan terkadang berbicara sedikit mengumpat serta mengutuk tuan Mehmed
" orang tua itu tidak mempunyai akhlak membuat ku geram " ucap Valera dengan menggerutu tidak jelas
" sudahlah sweatheart, bagaimana jika pengobatan George dilakukan di mansion saja, jadi kita tidak perlu cemas jika lelaki tua itu datang lagi " ucap remigio memberi saran
" hmm akan ku fikirkan " ucap Valera sembari mengelus lembut pucuk kepala George yang mulai tertidur " apa mungkin Florenze dijodohkan ? " saut valera tiba-tiba
Remigio tampak menggenggam tangan Valera yang menganggur itu dan sesekali mengecup basah disana, Valera diam saja menerima perlakuan hangat dari lelaki yang merajai hatinya
" aku mencintaimu " ucap remigio tersenyum Valera hanya membalas senyuman Remigio tanpa membalas ucapannya pun Remigio sudah tau jika Valera pun mencintainya
hingga satu jam berlalu kini mobil mewah itu sudah tiba di mansion, Remigio membuka kan pintu nya untuk Valera
" hati-hati sweatheart, " ucap remigio dengan penuh perhatian saat Valera menggendong George yang sudah terlelap tidur " berikan padaku biar aku yang membawanya ke kamar mu " tawar Remigio lagi dan Valera mengangguk patuh
lalu Remigio mengambil alih tubuh George dan membawanya ke lantai atas, Valera memilih duduk di ruang sofa dengan mata yang terpejam seolah ia sedang menikmati rasa lelah nya
tanpa sadar Valera terlelap kemudian, Remigio yang turun dari lantai dua melihat Valera yang terlelap hanya tersenyum tipis lalu Remigio mencoba untuk mencium bibir Valera dengan gemas
" sweatheart, kau tidur ? " ucap remigio dengan lembut dan mengelus pipi Valera dengan pelan
" Remi, " ucap Valera dengan serak
" tidurlah dikamar mu, jangan tidur disini " ucap Remigio lagi tapi Valera langsung merebahkan kepalanya di paha Remigio
" biarkan aku seperti ini sebentar saja " ucap Valera dengan mata terpejam
" lakukan apa yang kau mau sweatheart, dan buat dirimu nyaman " ucap Remigio membelai lembut rambut Valera
" hmm... terimakasih karena kau telah bersedia menemani ku Remi, " ucap Valera yang masih terpejam
" jangan berterimakasih sweatheart, aku akan melakukan apa saja untuk mu jangan sungkan " ucap remigio dan Valera hanya diam senantiasa mengulas senyum tipis
saat Remigio sedang asyik mengelus rambut Valera ponselnya bergetar menandakan sebuah pesan notifikasi Remigio membukanya dan membacanya secara teliti
bukankah dia pria yang berdansa dengan Valera di perusahaan Harson Crop's ? ohh jadi dia orang yang berada di belakang Bianca . batin Remigio lagi
*****
malam hari Jerman sangat dingin, untung saja mansion valera dilengkapi pemanas ruangan mereka baru saja menyelesaikan makan malam nya George sedang asyik bermain tablet kesayangannya sedangkan Valera dan Remigio memilih duduk berdampingan sambil berbincang kecil
" sweatheart, aku senang bisa seperti ini saat berada di dekatmu " ucap remigio sambil memegang erat tangan Valera
" kau kenapa Remi ? " Picing Valera dan Remigio terkekeh seketika
" tidak ada sweatheart, aku hanya senang bisa seperti ini saat bersamamu " ucap remigio lagi dan Valera hanya diam saja
" kau tenang saja Remi ketika aku sudah menjadi istrimu kau akan melihat wajahku ini setiap hari " celetuk Valera dengan senyum manisnya
" hahaha.. kau benar sweatheart, itulah yang aku inginkan " ucap remigio tertawa kecil sedangkan George tidak perduli dengan apa yang dua orang dewasa itu bicarakan
aku tidak akan pernah melepaskan mu sweatheart, tidak akan pernah ! lelaki itu kini sedang mengincarmu aku tak akan membiarkan itu semua terjadi kau milikku, dan akan menjadi istriku. batin Remigio lagi
" kita akan hidup bahagia bersama, mempunyai anak-anak yang lucu dan menggemaskan, membangun impian bersama dan aku akan berusaha untuk membahagiakan mu sweatheart, " ucap Remigio dengan tatapan yang terkunci pada Valera " itulah janjiku " ucap Remigio lagi
" aku percayakan itu semua kepadamu Remi, " ucap Valera dengan senyum manisnya
" mamih " ucap George tiba-tiba membuat kedua orang dewasa itu menoleh kepada George
" ada apa sayang ? " ucap Valera yang menghampiri George
" aku mengantuk " ucap George dengan wajah memelas nya
" baiklah ayo kita tidur " ucap Valera dan George mengangguk patuh " Remi aku menidurkan George terlebih dahulu, setelah itu aku akan menemui mu " ujar Valera sembari menggendong tubuh kecil George
" hmm, aku akan menunggumu " balas Remigio dengan lembut
" good night papih I love you " ucap George dengan gaya polosnya membuat Valera tertawa ringan
" night too, George I love you too " ucap remigio dan mendekat kearah George untuk memberikan kecupan singkat di pipi George lalu mengecup singkat pucuk kepala Valera
Remigio memilih untuk membuka laptopnya setalah kepergian Valera ke lantai atas, Remigio memicingkan matanya kala mengetahui identitas yang membantu Bianca
__ADS_1
" jadi ini secara kebetulan, sama-sama cinta gila ! pria itu mencintai wanitaku ? hmm.. tak akan kubiarkan bung kau akan berurusan dengan ku jika itu menyangkut valera " gumam Remigio dengan sedikit kesal
lalu Remigio mengecek setiap email yang masuk, termasuk dari James dan leo tentang perusahaannya, tapi sebuah email asing muncul di sana Remigio memicingkan matanya seketika
" Revan " geram Remigio dalam benaknya
seketika kepalanya berdenyut ternyata banyak sekali para tikus yang berkeliaran dengan bebas yang mengincar kekasihnya !
Remigio benar-benar geram dengan situasi seperti ini, hingga empat puluh menit berlalu Valera turun dengan membawa satu botol wine lengkap dengan dua gelas kristal nya
" maaf jika aku lama ," ucap Valera kepada Remigio yang sedang berkutat dengan laptopnya
" ahh..tidak apa-apa sweatheart, " ucap Remigio lembut, lalu pandangannya beralih kepada botol wine yang sudah tersedia di atas meja " kau ingin minum ? " ucap Remigio lagi
" hmm hanya sedikit saja " ucap Valera dengan terkekeh " jika tidak mau ya sudah " ucap Valera lagi
" aku akan menemanimu sweatheart, ayo kita minum bersama " ucap Remigio lagi dan Valera mengangguk kecil lalu mereka mulai minum bersama hingga keduanya sama-sama menutup mulutnya seketika suasana hening mendadak mencekam disana baik Remigio maupun valera sama-sama sedang berfikir keras
" apa yang kau fikirkan Remi ? " tanya Valera melirik kearah Remigio
" tidak ada sweatheart, hanya saja memikirkan para tikus yang masih berkeliaran " ucap Remigio dengan seringai tipisnya
" tikus ? lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya kau tau dunia kita dunia hitam, bermain senjata, membunuh orang, bahkan nyawa pun dipertaruhkan seakan itu menjadi santapan sehari-hari nya " ucap Valera yang mulai berbicara dengan lugas
" apa kau menyesalinya ? " tanya Remigio dengan hati-hati
" tidak ! aku tidak akan pernah menyesalinya karena ini takdir ku " ucap Valera enteng
" jika begitu aku pun tak menyesalinya justru aku senang bisa membunuh para musuh yang mengusik ku, " ucap remigio dan Valera hanya diam saja menanggapi
keduanya larut dalam pembicaraan yang tak begitu penting saling bertukar pikiran, dan saling terbuka satu sama lain baik Valera dan Remigio sudah merasa nyaman dan klop menjadikan mereka seperti partner yang serasi
****
DORRR
" AGHHH sial, siapa mereka ! " geram Dave saat ia sedang berada di luat untuk membeli bahan makanan yang habis di markas
DORRRR
" shitt " umpat keduanya secara bersamaan Dave fokus kepada laju mobilnya dan Thomas ia mencoba fokus kepada bidikannya agar tepat sasaran
" utamakan bidikan mu tepat sasaran Thomas " ucap Dave dan Thomas hanya diam saja
DODODODOR !
Thomas memberikan rentetan pelurunya kepada mobil yang berada di belakangnya itu, Dave melihat situasi saat ini, jalanan tidak begitu ramai tapi sial para pengganggu itu seakan mencari kematian
" siapa mereka " gumam Thomas saat ia melihat wajah asing yang khas seperti orang Amerika pada umumnya
" apa mereka bagian dari Mrs OTO ? " ucap Dave yang ikut menerka-nerka membuat Thomas terkejut seketika " pastikan seluruh amunisi kita lengkap Thomas " titah Dave dan Thomas mengangguk mantap
DODODORDODODOR !
KREKKK
kaca bagian mobil yang digunakan Dave maupun Thomas retak seketika, membuat Dave geram bukan main, saat ini mereka hanya mengunakan mobil biasa yang tidak ada modifikasinya membuat Dave harus ekstra hati-hati
DODODORDODODOR
DODODODOR
DUARRRR
" mati kau " geram Thomas saat melihat satu buah mobil meledak hebat bahkan kobaran apinya sampai luar biasa, " ini lumayan seru " ucap Thomas lagi tak sampai disitu saat Dave akan membelokkan mobilnya kearah kiri dua buah mobil dari arah kanan mulai mengepung dan menembakkan pelurunya
" sial ! sial " geram Dave murka, lalu ia mulai mengeluarkan satu bom yang selalu tersimpan rapi di dalam mobilnya dan melemparkannya dengan cepat
DUARRRR
BLUMMM
DUARRRR
__ADS_1
Thomas menjerit senang kala melihat aksi dari Dave yang memuaskan itu, tapi kesenangannya tak berhenti sampai disitu lagi-lagi mobil yang di kendalikan oleh Dave mulai oleng dan kini terkepung dengan iring-iringan mobil yang entah dari mana asalnya
Dave dan Thomas membelalakkan matanya seketika
" Thomas fokuslah ! " teriak Dave saat ia akan menambah kecepatan pada laju mobilnya " bidik ban nya " pekik Dave lagi dan Thomas mengangguk saja
DORRR
DORRRR
DODODODOR
tembakan yang diberikan Thomas hanya berhasil mengenai beberapa titik dan hanya satu buah peluru yang berhasil mengenai ban mobil para musuh, Thomas gugup seketika kala melihat mobil-mobil itu semakin banyak
" AGHHH sial " pekik Thomas lalu ia melemparkan sesuatu ke arah jendela samping kirinya
DUARRRR
BLUMMM
lagi-lagi dua buah mobil terkena ledakan dadakan yang Thomas berikan
DODODODOR
TRANGGGG !! TRANGGGG
mobil yang Dave kendalikan kembali mendapatkan serangan, membuat mobil itu menjadi oleng tak terkendali
" Thomas kita harus keluar, ambil semua senjata ! mobil ini jelek " gerutu Dave dan Thomas mengangguk mengerti " kau dari samping sana dan aku dari samping sini ketika kita mendarat sempurna lempar bom-bom itu " ucap Dave lagi dalam hitungan ketiga keduanya sacara spontan keluar dari mobil yang digunakan dan tak lama terdengar ledakan yang dasyat
DUARRRR
tubuh Thomas bergulung-gulung begitupun dengan Dave, Thomas mendekap erat senjata yang berhasil di ambilnya dan pada saat Thomas hendak berdiri dirinya kaget karena melihat Dave yang hampir di tabrak oleh sebuah mobil berwarna silver
" DAVE " teriak lantang Thomas saat melihat mobil itu siap menghantam tubuh dave
BRAKKKKKK
Thomas memejamkan matanya saat mendengar suara yang kuat itu, telinganya seakan berdengung kencang tapi beberapa saat kemudian seseorang memanggil namanya
" Thomas cepatlah " seru suara itu saat Thomas melihat ternyata Dave sedang berdiri dengan gagah
" Dave, kau tak apa ? " ucap Thomas masih tak percaya lalu ia melihat sebuah mobil yang dikenalinya ringsek bagian depan dengan menghantam mobil asing lainnya " owhh mereka " pekik Thomas saat melihat dua orang pria asing yang sedang mengangkat senjatanya kearah Dave dan Thomas
DODODORDODODOR !
kedua pria itu tumbang seketika Dave dan Thomas termenung seketika, Zizi dengan wajah garangnya menatap tajam kepada Dave dan Thomas
" heii kalian dasar payah ! apa yang kalian lihat cepat lah pergi " pekik Zizi lantang dan membuat lamunan keduanya buyar seketika
DODODODOR !!
lagi-lagi pihak king diberondong oleh pihak musuh, Zizi geram seketika karena menunggu Dave dan Thomas yang menurutnya sangat lelet
DODODORDODODOR !
Dave dengan cepat memberikan rentetan pelurunya kepada pihak musuh
" AGHHH menyebalkan ! " teriak Zizi frustasi lalu ia dengan cepat mengkondisikan senjatanya karena pihak musuh semakin berdatangan dan tak lama konvoi dan iring-iringan pihak king datang dan membuat perlawanan yang membuat pihak musuh kita. terpojok
DODODODOR !!
DODODODOR
DUARRRR
Zizi yang sudah marah dengan cepat memberikan sebuah bom agar mempercepat waktu karena ia takut ada pihak lain yang mengetahui hal ini,
DUARRRR
" done " ucap Thomas dengan menyeka keringatnya yang mulai bercucuran begitupun dengan Dave, luka lecet di lengannya serta pergelangan tangannya tak membuat ia kesulitan baginya ini belum seberapa
para anak buah king dengan cepat meninggalkan tempat kejadian perkara dengan mengambil seluruh senjata yang berlogo king agar tak dicurigai pihak lain maupun pihak berwajib, Zizi dengan kasar menyeret Thomas dan Dave hingga kedua nya masuk kedalam mobil dengan cara kasar para anak buah king yang masih di sana hanya bisa menunduk dan tak berani berbicara saat wanita yang berubah berwajah sangar itu terlihat sangat mengerikan Dave dan Thomas hanya pasrah dengan keadaan
__ADS_1