
tiga hari telah berlalu Valera pun sudah sadar dan kondisinya cukup membaik walaupun tak bisa bergerak lebih banyak akibat luka yang ia alami di bagian perutnya.
Remigio tak pernah pergi dari sisi sang istri bahkan kedua dokter yang bertugas melakukan penanganan yang terbaik untuk dirinya, Valera melirik dan menatap luka pada perutnya yang di perban.
" sweatheart, kau tenang saja luka ini tak akan membekas aku janji, kita akan ke tempat yang terbaik untuk menghilangkan luka tembak di tangan mu itu '' ucap lembut Remigio seakan tau apa yang sedang difikirkan oleh sang istri.
" ya aku tau, dasar sialan !! dia berani melukai kulit indah ku ini '' kesal Valera dan Remigio hanya terkekeh rupanya sang istri masih terus marah kepada rivalnya yang sudah tewas itu.
" sudah lah, dia sudah tewas bukan ? sekarang mari fokus pada kesembuhan mu terlebih dahulu, putri kecil kita menunggu kedatangannya orangtuanya " ucap Remigio dan Valera hanya mengangguk saja.
Athena satu nama yang terlintas di fikiran Valera kini, ia sangat merindukan putri kecilnya itu dengan teramat dalam, bahkan beberapa jam yang lalu Valera sudah melakukan panggilan Vidio dengan sang ibu untuk melihat Athena dalam layar ponsel miliknya.
Mansion Garvish.
Lokanne tampak terkulai dengan tangan dan kaki yang diikat sempurna tubuhnya terekspos begitu saja, Garvish duduk dengan menyesap sebatang rokok mahalnya dengan tatapan menuju kearah Lokanne.
Garvish benar-benar menghukum Lokanne hingga wanita itu pingsan setelah Garvish melakukan pelepasan yang ketiga kalinya. Garvish tersenyum miring dan merasa puas kali ini.
rupanya sangat menyenangkan menyiksa wanita ini. Batin Garvish.
kondisi Lokanne benar-benar memprihatinkan bahkan luka tembak di kakinya masih basah dan kini ia sudah dipaksa untuk melayani ***** seorang Garvish, perlahan mata Lokanne mulai terbuka samar-samar ia melihat sosok siluet seorang pria yang sedang duduk dengan santai di sebuah sofa nan empuk.
Lokanne melirik tangan dan kakinya yang diikat simpul sontak ia sedikit panik dan menatap Garvish tajam.
" ohh kau sudah bangun nona " ucap Garvish terkekeh dan Lokanne mengumpat dengan suara lirih, tapi pendengaran Garvish yang tajam sangat menangkap jelas apa yang Lokanne katakan.
" ckckck... tak perlu mengumpat ! bagaimana malam tadi apa kau puas ? ohh aku sangat ingat bagaimana wajah mu yang sangat menikmati permainan ku Lokanne, bukankah itu sangat nikmat " kekeh Garvish dan Lokanne hanya bisa mengumpat dan berkata kasar.
tubuhnya benar-benar lelah untuk melawan psikopat muda ini, Garvish memakai bajunya kembali dan meninggalkan Lokanne yang masih dengan keadaan terikat sempurna.
saat Garvish keluar dari ruangan yang menjadi tempat Utera, ia dikejutkan dengan kedatangan Cello dan juga Dave disana kedua lelaki itu menatap Garvish dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.
Garvish menggaruk tengkuknya pelan, dan tersenyum polos lalu Garvish mengajak kedua lelaki itu kesebuah ruangan pribadi.
beberapa rokok mahal terjejer rapi di atas meja dengan berbagai wiski yang tersedia rapi, Dave melirik Garvish sekilas lalu mulai membuka satu botol wiski untuk mencicipinya.
" hmm lumayan " ucap Dave dan Garvish mengeryitkan dahinya seketika, lumayan ? apa lidah Dave bermasalah ?
" ada apa kalian berdua datang kemari ? " tanya Garvish.
" Tidak ada hanya bertamu " ucap santai Cello melirik Dave yang asyik meminum wiski dan Garvish yang menatapnya heran penuh tanda tanya.
" Hanya itu ? " ucap Garvish tak percaya.
" hanya ingin menyampaikan pesan dari nyonya Valera untuk tidak membebaskan Lokanne sampai kapan pun " ucap Dave datar dan Garvish mengeryitkan dahinya pelan.
" kenapa ? " ucap Garvish bertanya.
__ADS_1
" entahlah, aku tak tau " ucap Dave lagi.
" baiklah, tak masalah akan ku jadikan ia teman di ranjang ku " ucap Garvish senang
Dave terbelalak kaget sedangkan Cello ia hanya tersenyum tipis, Cello sangat tau watak dari temannya ini, Garvish memang suka bermain wanita tapi ia tidak pernah membuang bibit nya sembarangan.
Garvish tersenyum miring saat membayangkan Lokanne yang akan menjadi wanita penghibur untuk dirinya sendiri, apalagi wajah Lokanne cukup cantik walaupun kulitnya berwarna coklat itu membuat ia semakin eksotis saat berkeringat.
setelah perbincangan ringan yang terjadi di antara mereka akhirnya Cello dan Dave pamit undur diri dan akan ke suatu tempat untuk memastikan jika tak ada lagi antek-anteknya Utera, bahkan Vijay lelaki yang berduel dengan Garvish kabur melarikan diri saat gempuran itu berlangsung.
*******
suara tangisan bayi yang hampir berusia satu tahun itu tak henti-hentinya ia menangis dengan suara yang kencang membuat seisi mansion panik dibuatnya.
Athena badannya sungguh terasa panas, bahkan hanya beberapa botol ia ingin menyusu selebihnya ia akan menangis saat merasa tak nyaman.
tuan Ramius mencoba untuk menenangkan cucu perempuannya itu dengan menggendong dan menimang Athena dengan perlahan, tak lama tangisan nya mulai berhenti dengan wajah yang memerah walaupun air matanya masih menganak sungai.
" Dia sedikit demam " ucap nyonya sofhia yang berada di belakang suaminya kini, tuan Ramius mengangguk membenarkan karena suhu tubuh Athena memang sedikit tinggi.
" kapan Valera dan Remigio akan kembali ? " tanya tuan Ramius.
" kemungkinan besok " ucap nyonya sofhia lagi.
" syukurlah, semoga setelah ini tak ada masalah atau kendala apapun jujur aku sangat mencemaskan putriku itu " ucap tuan Ramius yang mendudukkan bokongnya disebuah kursi yang berada di sebuah taman belakang mansion miliknya.
" bagaimana dengan mansion milik Vyan ? apa sudah selesai ini hampir berbulan-bulan, dan sebentar lagi Zizi akan melahirkan " ucap bahunya sofhia lagi.
" kau tenang saja, semuanya sudah siap tinggal dihuni saja " ucap tuan Ramius lagi " bahkan mereka menggunakan sistem yang hampir sama dengan gold mansion walaupun ada teknik yang berbeda. " jelas tuan Ramius lagi dan nyonya sofhia hanya mengangguk saja merasa lega sekaligus senang.
nyonya sofhia kemudian melirik kembali kearah bayi cantik yang kini sedang tertidur dengan damai setelah suara jeritan keras itu terus menggema di mansion utama.
sedangkan disisi lain, sebuah ruangan yang dingin terasa panas menyiksa, suara decitan ranjang yang bergoyang dengan selimut dan lainnya yang tak tersusun rapi telah membuktikan kegiatan panas dua orang insan yang sedang dimabuk asmara.
Vyan memacu tubuh nya secepat mungkin kemudian melaju dengan perlahan membuat Zizi mengerang dan sedikit mengumpat karena kesal merasa dipermainkan.
dua buah benda kenyal nan bulat kini berada di genggaman kokoh seorang pria yang kini telah sah menjadi suaminya, lagi-lagi Zizi menggeleng dengan mata yang terpejam dan mengeluarkan suara yang penuh erotis.
" ohh... faster .. " rintih Zizi dengan wajah yang sensual.
" hmmm " erang vyan saat benda pusakanya kian melesak masuk semakin dalam degan hentakan kuat.
" aku tak kuat.. tolong faster " ucap Zizi merintih dan memegang sandaran ranjang dengan rambut panjang yang indah tergerai sempurna, bahkan kini keringat memenuhi tubuh keduanya.
kegiatan panas itu terhenti kala vyan mengerang panjang dengan tubuh sedikit menggelinjang dengan mata terpejam, Zizi kelelahan dengan nafas yang begitu menurut terdengar.
" maaf sayang, kau memang luar biasa " ucap vyan lirih dan Zizi segera merebahkan tubuhnya di samping dengan mata terpejam, Vyan merangkak dan mencium kilas dahi sang istri dengan lembut lalu mencium perut Zizi yang membuncit dimana tempat bayinya bersemayam. " tidurlah, karena hari esok aku akan memberikan kejutan yang indah untukmu " ucap vyan lagi dan Zizi hanya berdehem ringan menanggapi.
__ADS_1
Markas utama.
Kini gadis yang bernama Silla itu sedang dikelilingi oleh orang-orang king, Silla yang awalnya tampak gugup kini sedikit tenang karena Elena berada di sampingnya.
" Silla apa yang kau ketahui tentang Mrs P ? " tanya Hugo dengan wajah bersahabat nya. Silla menatap Hugo sekilas lalu mulai menunduk kembali " katakan Silla kami butuh sedikit informasi darimu " ucap Hugo lagi.
" sungguh aku tak tau siapa Mrs P itu ! walaupun aku pernah melihatnya, tapi wajahnya sungguh asing menurutku " ucap pelan Silla dan semua orang hanya menghela nafas nya secara perlahan. " tapi aku pernah mendengar nama seseorang disana " ucap Silla lagi hingga semua orang menatap kearah nya.
" siapa Silla ? " tanya Syina dengan lembut.
" Damian, nama itu selalu saja ku dengar. " ucap Silla jujur dan semua orang termenung dengan nama Damian.
Damian ? nama Damian Memang banyak di dunia ini tapi Thomas seketika teringat akan nama itu, Dave pernah mencari nama itu tapi sampai saat ini belum diketahui secara pasti.
Thomas berlari untuk membawa sebuah laptop miliknya untuk mencari tau tentang Damian yang pernah dicari oleh Dave atas perintah sang lady pada waktu itu.
tak lama Thomas muncul dan langsung mengoperasikan laptop miliknya, semua kini melihat gerak-gerik Thomas yang terlihat mengetahui sesuatu.
sebuah visual potret seorang lelaki terpampang dilayar laptop miliknya, semua orang menatap kearah benda tersebut termasuk Silla.
" apa kau pernah melihat orang ini ? " tanya Thomas menatap Silla hingga gadis itu seperti sedang berfikir sesuatu, dia Damian tapi aku tak tau apakah itu Damian yang kau maksud ? " tanya Thomas lagi.
" Ya itu orangnya, tapi dia bukan Mrs P " ucap Silla begitu saja hingga mata Thomas terbelalak lebar, " aku pernah melihatnya beberapa kali saat bertemu dengan Mrs P kala itu setelahnya aku tak pernah melihat nya lagi '' ucap Silla sedikit menjelaskan.
" baiklah, tak masalah sedikit informasi yang kau katakan tadi membuat aku sedikit mempunyai pencerahan '' ucap Thomas dengan senang.
Hugo dan lainnya terlihat bingung karena mereka memang tak tau menahu tentang hal ini, sepertinya Dave lebih mengetahui nya tapi entah mengapa masalah Damian itu belum rampung hingga saat ini.
malam itu Silla makan makan bersama dengan orang-orang king dan lainnya, Silla merasa ia mempunyai keluarga baru dalam hidupnya setelah kejadian tragis yang menimpa hidupnya.
para jajaran king terlihat iba akan nasib gadis kecil tersebut, hingga gadis itu pernah diperlakukan secara tak masuk akal selama ia ditahan.
malam itu markas utama terlihat damai dan tentram tanpa ada suara keributan serta masalah yang ada, para penjaga saling betugas dan membantu satu sama lain.
kepergian sang lady membuat semua orang tetap waspada dengan sistem keamanan yang terpasang dan bekerja sempurna secara otomatis.
Silla terlihat nyaman tinggal di hunian baru ini, bahkan gadis itu terlihat lebih ceria dan tubuhnya sedikit lebih berisi karena kebutuhan yang sudah mulai terpenuhi.
***
**Hai hai para readers, pasti kalian menunggu up novel owee ini yah 😁😁 maaf atas telat up nya novel owee karena suatu kesibukan.
Novel "Kembalinya sang ratu mafia" tak lama lagi akan tamat ya reader 😢😢, owee akan lanjut di " King KSRM season 2 " yahh. Semoga endingnya tak bikin kecewa para readers yahh
owe bikin novel ini cukup menguras tenaga yahh, dengan alur cerita yang menurut owe berat karena novel ini berkaitan tentang dunia mafia dimana kehidupan percintaan mungkin lebih owe tayangkan sedikit agar para pembacanya lebih relaks lagi yahh.
love you all ❤️❤️**
__ADS_1