
DORRR
Valera menembakan senjatanya di bagian lengan ben. Ben merintih menahan sakit, Jose yang ingin menolong tuannya itu tidak bisa berbuat apa apa selain berdiam diri
" ahkkk dasar wanita sialan kau, " pekik Ben disela sela rintihannya
" sweatheart " ucap remigio yang tak percaya
" kau diam saja di tempat mu Remi, " ucap Valera datar
Valera berjalan menuju Ben laku menarik kerahnya dengan keras, nafas Valera semakin memburu, matanya sudah berubah bagaikan seorang Dewi iblis, Ben yang melihat itu hanya tertawa renyah
" lihatlah, bahkan matamu sama persis dengan kakek mu " ucap Ben dengan terkikik
BUGHHHHHH
Valera memukul wajah Ben dengan sangat keras sampai ia mengeluarkan darah nya
" pantas saja ibuku lebih memilih ayahku , karena dia seorang lelaki yang terhormat tidak seperti dirimu, kau hanya lelaki pengecut yang berlindung di bawah orang orang mu, bukan kah begitu tuan Ben " ucap Valera dengan nada mengejek
" kau seharusnya tidak lahir ke dunia ini, seharusnya sofhia melahirkan keturunan ku, bukan keturanan Harson sialan itu " geram Ben
PLAKKK
tamparan Valera sampai berbekas di wajah Ben itu
" sayangnya keturunan itu, sudah tumbuh menjadi seorang wanita yang akan menjadi malaikat pencabut nyawamu " ucap sinis Valera " kau ingat baik baik kau tidak akan pernah bisa memiliki ibuku, bahkan mengambil king dari tanganku, karena itu adakah kerja keras dari mendiang kakek ku milik keluarga ku, bahkan seorang mafia rendahan seperti mu tidak akan pernah bisa masuk dalam kehidupan king yang sesungguhnya kau hanya orang asing, musuh yang sangat rendah di mataku, bermimpi lah untuk itu semua " ucap Valera lantang dengan penuh penekanan, Ben yang mendengarnya menjadi sangat murka karena ini sebuah penghinaan. bahkan orang orang di ruangan itu terdiam dan tercengang
" kau sangat berbeda sweatheart, aku suka dengan caramu menghadapi musuh.batin Remigio
" jika suatu saat nanti bos menikah dengan nona Valera, mereka akan menjadi pasangan monster yang mengerikan
" ucapan dari mulut Nona Valera sangat tajam.batin james
" beraninya kau menghina ku, dasar bocah sialan, kau akan mendapatkan akibat nya " teriak Ben yang hendak memukul Valera tapi Valera malah memukulnya terlebih dahulu tepat dibagian hidungnya membuat darah mengalir di sela sela lubang hidungnya.
" kau jangan lupa siapa dirimu tuan Ben, kau yakin ingin membalas ku ?? ucap Valera yang menginjak lengan Ben yang terluka karena tembakan nya, Ben menjerit histeris karena sakit ditangannya semakin bertambah
" le-lepaskan tangan ku sialan, " ucap Ben lantang
" hahahaha kau lihat Ben dirimu sudah tidak berdaya tapi kau masih saja bersikap seperti ini " ucap Valera lalu ia duduk ke kursi kembali
Ben nafasnya masih tersengal, bahkan wajahnya sudah memar karena pukulan dari Valera, Valera hanya diam saja maka Remigio menatap nya
" aku akan menjelaskan semuanya kepada mu Remi, " ucap Valera datar dan Remi pun mengangguk pelan
" Dave kau ikat tangan Jose dengan sangat kencang " titah Valera dan Dave pun segera mengingat tangan Jose dengan tali yang telah di sediakan di ranselnya jose terus saja berontak tidak ingin di ikat, membuat Dave geram laki memukul nya dengan sangat kencang
BUGHHHHHH
AHKKKKK
Valera hanya tersenyum miring melihat nya, James dan leo menelan ludahnya kasar dengan apa yang mereka lihat
" jangan kira aku tidak tahu penyerangan beberapa hari lalu itu ulahmu Ben " ucap Valera lagi Ben masih saja terkapar menahan rasa sakit di wajah serta lengannya
" kau sangat hebat, aku tidak akan meragukan kemampuan mu, kau sama seperti kakek mu Marcell hahaha tapi aku menginginkan mu mati " ucap Ben yang hendak menarik pelatuk nya tapi sudah mendapat sebuah tembakan di bagian tangan kirinya oleh Dave
DORRR
akhhh
" bermimpi lah untuk menyakiti lady kami, tuan Ben " ucap Dave menyeringai seram membuat mereka terkejut akan suara itu
" kerja bagus Dave, aku akan memberi mu cuti serta liburan " ucap Valera dengan senyum tipis nya Dave yang mendengar itu menundukan kepalanya hormat
" terimakasih lady " ucap Dave sopan
" ikatkan dia dan bawa ke markas, " ucap Valera dingin dan mereka pun segera melakukan titah sang lady, lalu valera berjalan menghampiri Remigio yang masih saja diam
" aku akan menjelaskan nya padamu " ucap Valera pelan sambil menatap mata kelam milik remigio
" sweatheart aku mencintaimu " ucap Remi yang memeluk erat Valera , dan Valera pun membalas pelukan sang kekasih
" ayo kita pergi dari sini, Dave urus sisanya bersama yang lainnya , jangan sampai ada mencurigai disini " ucap valera lagi " dan kalian bantulah Dave untuk mengurus pekerjaan nya dan ingat setelah itu pulanglah kelian ke markas, dan ingat hati hati " ucapnya lagi
" baik lady " ucap mereka serempak
mereka melakukan pekerjaan nya sangat baik dan rapi, mereka sudah ahli dalam hal seperti ini dan mereka juga sudah terlatih semenjak bergabung dengan king
Dave menggunakan mobil milik lady nya untuk kembali ke markas, sedangkan Valera menaiki mobil milik remigio bersama kedua asistennya
mobil satu satu melesat dan meninggalkan hotel itu, iring iringan mobil hitam bertubuh besar itu saling melakukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata
Valera merebahkan kepalanya ke samping pintu mobil, James dan Leo hanya dia membisu sedangkan Remigio masih sibuk dengan pemikirannya
Leo yang mengemudi pun tidak tau tujuan akan kemana, akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada bosnya
" bos kita akan kemana " ucap leo tapi Remigio hanya melamun dan tidak mendengarkan ucapan leo, Sama hal nya dengan Valera ia masih sibuk menatap indahnya kota pada malam hari di balik jendela.
CKITTTT
leo menghentikan mobilnya di pinggir trotoar Remigio dan valera pun sama sama terkejut
" ada apa leo " ucap remigio dengan nada terkejutnya
" maaf bos, kita akan kemana saya tidak tahu " ucap Leo lagi , Remigio langsung melirik ke arah valera dan Valera pun langsung menatap balik Remigio
" sweatheart, apa kau mau minum bersama ku " ucap remigio lagi
" hemmm, terserah kau saja Remi " ucap Valera datar
" kita ke caffe biasa saja leo " ucap Remi dan Leo pun segera mengemudikan mobilnya ke caffe yang sering di kunjungi oleh bos nya itu
__ADS_1
setelah beberapa menit menempuh perjalan akhirnya mereka telah sampai di cafe Troy.
pemilik nya yang tak lain adalah sepupunya sendiri Cristiano
Remigio membuka kan pintunya untuk sang kekasih dan Valera pun hanya tersenyum manis
" James leo jika kalian ingin masuk dan bersenang senang masuklah, " ucap remigio
" tidak bos, kamu menunggu saja di sini" ucap James dan remigio pun mengangguk
Remigio berjalan sambil menggenggam tangan sang kekasih seakan akan tak rela untuk dilepaskan
dari ujung bartender terlihat seorang pria yang usia nya tak jauh dari Remigio sedang berjalan ke arah remigio
" Hallo bro " ucap Cristiano sambil berjabat tangan dengan Remi " sudah lama kau tidak kemari " ucap Cristiano
" sudahlah jangan dibahas " ucap Remi dengan datar, Cristiano sedang menatap ke arah Valera. " jangan seperti itu kau menatap wanita ku " ucap Remi dengan dinginnya seketika Cristiano langsung terkekeh
" santai bro, siapa wanita ini " ucap Cristiano lagi
" wanitaku " ucap Remi tegas, sedangkan Valera hanya tersenyum tipis walaupun hanya memakai pakaian kasual nya tapi tidak menutupi kecantikan Valera
" Cristiano " ucap Cristiano sembari mengulurkan tangannya kepada Valera dan Valera pun membalasnya
" Valera " ucap Valera singkat
" wajahmu mirip seseorang nona " ucap Cristiano lagi membuat Valera mengerutkan dahinya
" sudahlah bawakan kami minuman terbaik disini " ucap Remi lagi dan Cristiano pun segera pergi
Remigio dan Valera pun akhirnya duduk di kursi yang sudah tersedia , Remigio melepaskan jasnya dan membuka kancing atas kemeja nya serta menggulung kemeja di lengannya semua pergerakan Remigio tak luput dari tatapan mata Valera , Remigio yang sadar akan hal itu hanya membiarkan kekasihnya.
" sweatheart " ucap Remi yang membuyarkan lamunan dan tatapan Valera
" ehh i-iya Remi kenapa " seketika Valera menjadi gugup di buatnya
" kau kenapa " ucap Remi lagi
" tidak, aku hanya sedang mengangumi ketampanan dari kekasihku " ucap Valera dengan mengedipkan satu matanya
" jangan menggodaku sweatheart " ucap remigio sambil mencubit gemas hidung Valera
Cristiano datang dan memberikan minuman terbaik ditempatnya,
" silahkan diminum nona " ucap Cristiano sambil menggoda Remi
" kau " ucap geram Remi membuat Valera terkekeh di buatnya, dan Cristiano pun hanya tersenyum tipis
" sudahlah Remi mari kita bicara, Cristiano bisakah aku pinjam sepupumu kami ingin membicarakan sesuatu " ucap Valera sopan dan Cristiano pun mengangguk paham
Valera masih menatap Remigio yang sedang kesal dengan ulah sepupunya uang mencoba untuk menggodanya
" remi, tanyakan apa yang ingin kau tanyakan " ucap Valera langsung pada intinya
" legendaris?? sebagus itukah julukan mu kepada king " ucap Valera
" aku pernah mendengar cerita itu dari kakek ku saat aku masih muda dulu, kakek ku bilang mafia elit seperti king bukan orang sembarangan, tapi aku tidak tau kelanjutannya karena kakek ku telah tiada sebelum aku bertanya lebih lanjut lagi " ucap Remi sambil meneguk minumannya
" hemmm, seperti itukah, benar aku bagian dari king bahkan aku lah pemimpin nya setelah mendiang kekek ku Marcell Harson " ucap Valera tenang, dan Remigio pun langsung menatap ke arah Valera
" lady ?? itukah sebutan mu, aku curiga saat kejadian di kota tak berpenghuni itu disaat orang orang menyelamatkanmu dan memanggil mu lady. aku tau sebutan itu hanya untuk petinggi mafia dalam dunia bawah, " ucap Remi lagi
" ya itu aku, " saut Valera singkat dan langsung menghilangkan tangan nya serta menyandarkan kepalanya di sandaran sofa
" lalu apa tanggapan mu setelah mengetahui bahwa aku seperti itu " ucap Valera sambil memejamkan matanya
" tidak ada tanggapan apapun dari seorang Remigio untukmu sweatheart, aku tidak akan mempermasalahkan nya, tapi aku hanya takut kau terluka oleh para musuhnya di luar sana, aku tidak ingin kau terluka lagi, aku mencintaimu " ucap Remi pelan
" ini sudah menjadi bagian hidupku, inilah takdirku yang lahir dalam lingkaran seperti ini, Remi, aku bisa apa ?? aku hanya bisa melawan disaat para musuh menyerang ku?? dan aku tidak akan mungkin diam saja dan membiarkan aku terluka, itu sama saja aku bunuh diri !" ucap Valera yang masih memejamkan matanya, Remigio mendekat kan dirinya ke pada Valera lalu merapikan anak rambut yang menutupi wajahnya
" kau wanitaku, aku akan melindungi mu dari para musuh yang mengincar mu, tak akan ku biarkan mereka menyakitimu sweatheart, itulah janjiku " ucap Remi dengan bersungguh sungguh sambil mengecup punggung tangan Valera
" terimakasih Remi " ucap Valera yang membuka kan matanya lalu tersenyum hangat,
saat Valera dan Remigio sedang menikmati waktunya bersama seorang wanita datang ke meja mereka, dengan percaya dirinya dia duduk di sebelah Remigio dengan pakaian yang menurut Valera sangat menjijikan
" Remi " ucap wanita itu, Remigio sangat mengenali suara ini Bianca ya wanita ini bianca
" untuk apa kau kesini Bianca " ucap Remi dingin
" apa kau mengkhawatirkan aku Remi " ucap Bianca dengan Manjanya membuat Valera geram dibuatnya
" pergi lah, jangan mengangguku " kesal Remi tapi Bianca semakin mendekatkan dirinya ke arah remigio,
" menyingkirkan dari kekasihku " ucap Valera dingin
" Remigio hanya milikku, milikku ! kau harus tau itu " ucap Bianca dengan tidak tau malunya
" kau yang seharusnya tau diri, sudah tau kekasih ku menolak mu secara terang terangan dan kau masih saja menempel seperti ini, lalu apa maksud mu berpakaian seperti itu Bahkan kau berani mendekatinya secara lantang di depan ku, apa kau mau menggodanya ?? ckk dasar wanita tidak tau diri " ledek Valera sambil tersenyum sinis Bianca sangat marah mendengar ejekan Valera yang merendahkannya lalu dia menyiram minuman yang ada di hadapannya ke wajah Valera
BYURRR
" Bianca " geram Remigio yang melihat wajah kekasihnya sudah basah sampai mengenai baju bagian atasnya, Remigio langsung mengambil tisu yang tersedia di atas meja lalu membersihkan wajah kekasihnya .
" dasar wanita gila " pekik Valera menatap tajam Bianca, tapi Bianca hanya tersenyum penuh kemenangan.
" itulah akibatnya, jika kau berani bersaing dengan ku, Remigio hanya milikku " ucap Bianca dengan nada angkuh nya, Remigio yang mendengar ocehan Bianca menjadi menjadi geram dan bahkan sangat geram
" satpam " teriak Remigio yang menggelegar membuat orang orang yang di ruangan itu menoleh ke arah mereka, bahkan Cristiano pun menghampiri sepupunya.
" ada apa ini " tanya Cristiano kepada Remigio tapi matanya menangkap wajah Valera yang sudah basah " kau kenapa " tanya Cristiano lagi.
" cihh itu belum seberapa " ucap Bianca dengan meledek membuat Valera seakan naik darahnya dan dua orang satpam yang berjaga di caffe milik Cristiano menghampiri mereka
__ADS_1
" ada apa tuan " tanya salah satu satpam kepada Cristiano
" seret wanita ini keluar " ucap remigio dengan lantang
" Bianca " ucap Cristiano heran, satpam langsung menyeret Bianca keluar, tapi sebelum itu Valera mencegahnya
" tunggu " ucap valera
" sweatheart , ada apa " tanya Remigio lagi, tapi Valera tidak menggubris nya, kini Valera berjalan menghampiri Bianca
PLAKKK
Valera menamparnya dengan sangat keras sampai Bianca terhuyung ke belakang
" kau terlalu banyak bicara, nona Bianca sehingga aku membiarkan mu sampai kau berbuat seperti ini, tapi tidak untuk lain kali , kau terlalu percaya diri dan yakin jika kekasihku akan memilih mu, bangun lah jangan banyak bermimpi kau Seperti wanita murahan, ingat ini terakhir kali kau menampakan wajah mu dihadapanku , kau bukan lawan ku " ucap Valera dengan penuh penekanan
" cihh lalu aku akan takut kepadamu nona Valera Harson, aku tidak takut dengan ancaman mu " pekik Bianca lagi
" seret dia keluar " ucap Valera lagi dan satpam pun menyeretnya keluar, Remigio kembali menenangkan kekasihnya itu, Cristiano masih tercengang melihat kejadian ini
" kau lihat ini Remi, baru saja aku beristirahat sudah ada tikus liar yang muncul dihadapanku " kesal Valera yang terus menggerutu, Cristiano terkekeh melihat Valera seperti itu lalu Remigio memakai kan jas nya untuk menutupi bagian atas tubuh Valera yang basah,
" maafkan aku sweatheart, " ucap Remi dengan nada merasa bersalah
" mengapa kau yang meminta maaf "
" karena kau jadi seperti ini " saut Remi
" sudahlah aku lelah, aku ingin pulang dan tidur dengan nyenyak " ucap Valera dengan nada manjanya dan Remigio pun menuruti keinginan kekasihnya untuk pulang, dan Cristiano yang lihat itu hanya diam saja sedari tadi
" aku pergi dulu cris, " ucap remigio sambil menepuk pelan bahu sepupunya itu
Valera bergelayut manja di lengan sang kekasih Remigio terlihat sangat senang jika sang kekasihnya bermanja-manja .
*****
disisi lain Diego semakin saja dekat dengan Lavanya, semenjak Lavanya yang merawat penuh Diego di rumah sakit dan semenjak itu lah Diego memantapkan hatinya untuk Lavanya
" Diego ini aku bawakan kopi untuk mu " ucap Lavanya lembut
" terimakasih sayang " ucap Diego membuat Lavanya tersipu malu
Lavanya duduk di samping Diego, dan Diego pun tersenyum hangat menatap Lavanya bahkan merra ibunya pun terlibat senang akan kedekatan Meraka
" tuan muda ada tuan Lucas di luar " ucap merra
" baiklah bi " ucap Diego sambil berdiri dan tak lupa mengecup singkat pucuk kepala lavanya membuatnya tersipu malu karena Diego melakukan itu di depan ibunya
" i-ibu " ucap Lavanya gugup, merra yang tau anaknya sedang gugup hanya tersenyum simpul
" sudahlah ibu pun pernah muda " ucap merra sambil mengelus punggung putrinya
Diego dan Lucas berjalan menuju ruang kerja Diego,
" ada apa lucas " tanya Diego menyelidik
" saya mau melaporkan bahwa tuan Adomson yang tuan Ben maksud yang tak lain adalah kekasih nona Valera tuan " ucap lucas dan Diego hanya menghembuskan nafasnya kasar
" rencana apa lagi yang akan dia lakukan. batin Diego
" lalu dimana Ben sekarang " tanya Diego lagi
" di hotel x tuan " ucap Lucas lagi
" apa Valera sudah mengetahui tentang hal ini "
" maaf tuan, jika masalah itu saya belum mendapatkan informasinya " ucap Lucas sambil tertunduk dan Diego pun mengangguk ngangguk kan kepalanya , dia tidak tau apa yang sudah terjadi dengan Ben di hotel itu karena itu ulah Dave yang pintar dengan pekerjaan nya jadi Lucas tidak mendapatkan kabar apapun
" baiklah jika begitu, kau boleh pergi " ucap Diego
Diego pun berjalan menuju tempat lavanya tadi bersantai, tapi saat dia melihat nya, Diego tidak menemukan Lavanya disana
lalu ia mencari Lavanya di bagian dapur dan benar saja lavanya sedang memasak di temani sang ibu, Diego yang melihatnya hanya tersenyum senang
saat merra akan membalikan tubuhnya ia terkejut melihat tuan mudanya tepat berada di belakang nya
" tu-tuan muda " gugup merra
" tidak apa bi, bibi dan Lavanya lanjutkan saja memasak nya aku akan ke kamar ku terlebih dahulu " ujar Diego dan ni merra pun mengangguk
Diego sedang menatap layar laptopnya. Diego hareem juga seorang pengusaha property yang patut diperhitungkan, ia memang jarang ke perusahaan nya dan Lucas lah yang sering berada disana, Diego hanya mengawasinya dari rumah saja. ia pun berencana akan membuka sebuah restoran di pinggir pantai bagian selatan, itu barulah sebuah rencana masa depannya bersama Lavanya yang akan menjadi istrinya dimasa depan
******
di Indonesia Romeo memutuskan untuk pergi liburan ke Prancis bersama Audy tunangannya sekaligus menemui sahabatnya, Remigio dan tentunya rencananya ini diketahui oleh sahabat yang lainnya, jadi mereka memutuskan untuk ke Prancis .
" sayang aku sudah tidak sabar ingin pergi berlibur aku pun ingin menemui Valera " ucap Audy sambil bermanja-manja
" kau sungguh tidak sabaran sayang, " ucap Romeo
" hemmm.. akhirnya aku bisa berlibur " teriak Audy dengan senang nya membuat Romeo terlonjak kaget dengan teriakan audy
" sayang, kau jangan berteriak seperti itu " ucap Romeo
" akhhh aku sedang mengekpresikan kebahagian ku saja " ucap Audy dengan lugunya
" tapi tidak dengan berteriak seperti itu " gerutu Romeo dan Audy pun terkekeh
Romeo hanya menggeleng gelengan kepalanya melihat tingkah audy yang kekanakan, tapi ia senang melihat nya seperti itu
Romeo segera menghubungi Remigio akan rencananya ini, dan tentunya Remigio pun tak keberatan malah sangat senang sahabat sahabatnya akan datang ke Prancis
Prancis menjadikan salah satu ikon wisata yang paling diminati apalagi jika berlibur dengan berpasangan, kesan romantis sangat terasa jika berada di negara itu, salah satu ikon nya adalah, sang menara Eiffel yang menjadikan negara itu berlambang cinta.
__ADS_1