
empat hari berlalu kini Valera Sudah berada di markas utama bahkan kedatangannya sangat dinanti-nantikan oleh semua orang, para jajaran terdahulu sudah kembali ke tempat nya masing-masing dengan pengawasan penuh dari Valera sampai mereka tiba dengan selamat sedangkan paman Jiro masih berada di mansion Shizuka atas perintah Valera dan paman Yu ia sudah kembali ke Argentina
" ada kabar dari Syina dan Elena " tanya Valera langsung
" Daniel berada di Irlandia nona, Syina bahkan sempat bertemu dengan Daniel dalam keadaan sedikit babak belur, entah apa yang mereka lakukan pada anak remaja itu dan aku yakin jika Daniel sempat memberontak " ucap Zizi dan Valera diam saja ia tampak begitu marah mendengar penuturan Zizi
" lalu dimana Syina dan Elena saat ini ? " ucap Valera datar
" Amerika ! akan tetapi mereka berdua akan bertolak menuju Irlandia atas perintah Mrs OTO yang tak ingin berjauhan dengan Syina " ucap Zizi mendesah pelan " dan aku rasa Mrs OTO benar-benar jatuh cinta pada Syina " kekeh Zizi dan Valera hanya diam saja
" baiklah, serah kan tugas ini kepada mereka berdua, sudah cukup dan terlalu lama mereka berada dalam genggaman Mrs OTO, waktunya kembali dan bersiap menyusun rencana " ucap Valera tegas dan Zizi mengangguk mantap, entah mengapa firasat Valera mengatakan jika Syina pun akan jatuh cinta kepada Mrs OTO tak lama ini, dan Valera ia tak tau harus berbuat apa jika itu benar-benar terjadi
" Thomas bagaimana dengan Malvin, apa ia sudah bersekolah ? " ucap Valera melirik ke arah Thomas
" nona tenang saja, Malvin sudah bersekolah beberapa hari ini, dan aku sudah menempatkan beberapa anak buah disekitar Malvin dan juga tuan muda George nona " ucap Thomas sopan dan Valera mengangguk kecil
" lalu apa yang kalian dapat saat di Hidden forest ? dan bagaimana mungkin Mrs OTO mempunyai akses menuju kesana " ucap Valera lagi bingung
" aku rasa ada seseorang yang membantunya nona, dan pada saat kami hendak menyelamatkan Daniel, sebuah helikopter melintas beberapa kali di atas kami. Aku sudah menghubungi Dave untuk meminta Greta mencari tau dari pemilik helikopter itu akan tetapi Greta tak bisa mengakses nya dan ia hanya berkata itu milik salah satu mafia " jelas Zizi panjang lebar dan Valera mengangguk mengerti. Hidden forest tak mudah di akses oleh semua orang dan hanya oleh orang-orang tertentu saja
valera menatap ke arah lain seolah sedang memikirkan sesuatu, kali ini ia akan bergerak cepat dan tidak mau menunda serta mengulur waktunya lagi. Valera akan bersiap menuju Irlandia untuk membawa Daniel kembali
valera membuka laptopnya karena ia penasaran dengan penuturan Zizi tentang helikopter itu, dan ia pun mulai memasukkan kode-kode miliknya untuk mengakses sinyal helikopter yang baru saja melintas di wilayah Hidden forest beberapa waktu lalu
matanya sampai terfokus dengan sebuah layar pipih dihadapannya itu, wajah datar dan dingin jelas tercetak di sana. Valera mengetuk-ngetuk kan jarinya diatas meja.
" ohh jadi dia ? tapi apakah benar jika dia yang membantu Mrs OTO " Picing Valera ragu dan semua hanya mendengarkan nya dengan seksama
" dia ? siapa orang itu nona, " tanya Zizi penasaran
" salah satu mafia yang masih sangat misterius, seorang lelaki berwajah timur tengah ! tapi apa benar jika dia membantunya ? Asyur " ragu Valera dan semuanya terlihat diam saja pasalnya mereka pun memang tak begitu tau dengan nama itu
apa yang sedang kau rencanakan ? akupun tau jika kau terus mengawasi ku. batin Valera
valera tampak berfikir dengan salah satu pria berwajah timur tengah itu, selama ini tidak ada hal yang mencurigakan walaupun Asyur selalu mengawasinya dari kejauhan tapi itu tak membuat risih Valera, asal ia tak mengganggu segala privasinya
" bersiaplah, kita menuju Hidden forest " ucap Valera dengan pelan, Zizi dan Dave mengangguk patuh bahkan kedua orang itu melihat sikap aneh dari dalam diri nonanya
valera menuju ruang pribadinya untuk mengambil beberapa peralatan nya serta beberapa senjatanya, entah mengapa Valera merasa ragu jika Asyur telah membantu Mrs OTO dalam menghilangnya Daniel.
satu jam berlalu Valera, Zizi dan Dave serta beberapa anak buah king lainnya telah bersiap untuk menuju kawasan hidden forest, Valera mengunakan mobil berjenis turbo untuk memasuki kawasan itu begitupun dengan anak buah king lainnya
selama perjalanan Valera hanya diam dan menatap kearah samping kanan dirinya dengan sekaleng wine berukuran kecil di genggaman tangannya, Zizi dan Dave hanya diam dan merasa aneh dengan sikap sang nona
" nona apa kau baik-baik saja ? " tanya Dave sedikit cemas karena Valera hanya diam dan menatap ke arah luar, biasanya sang nona sibuk berkutat dengan sebuah tablet miliknya tapi kali ini Valera memilih menikmati waktunya dengan meminum wine dalam bentuk kaleng
__ADS_1
" ya aku baik-baik saja " ucap Valera pelan dan Dave hanya mengangguk sekilas
tak terasa perjalanan mereka telah memasuki kawasan hutan terlarang itu, Valera menatap area sekitar, tampak dari kejauhan ia melihat sebuah gudang yang sudah terbakar dengan puing-puing yang tak layak pakai
" ikuti jalan ini " ucap Valera menyerahkan tabletnya kepada sang supir yang merupakan anak buah king dan pria itu mengangguk sopan
pohon-pohon besar banyak tumbuh bebas disana yang menambahkan kesan mistis didalamnya, bahkan Dave dan Zizi hanya menelisik wilayah sekitar.
mobil mereka masuk lebih dalam lagi dengan jalan yang begitu curam, bahkan sinar matahari tak terlihat lagi karena rimbunnya pepohonan yang tumbuh besar disekitarnya,
CKITTTT
valera dan lainnya terkejut saat sang supir menghentikan mobilnya tiba-tiba dan Valera melihat kearah depan dengan apa yang terjadi
empat orang pria berpakaian hijau dengan wajah dingin serta memakai penutup kepala dengan senjata di tangan mereka, sedang menghadang jalan rombongan king
" nona biarkan saya yang keluar " ucap Dave dan valera mengangguk saja
tampak Dave keluar dengan wajah dingin dan datar keempat lelaki itu menatap tajam kepada Dave, dan Dave diam dan bersikap tenang bahkan langkahnya perlahan maju sedikit demi sedikit
" ohh tuan Dave rupanya kau ? tapi untuk apa kau datang kemari " ucap salah satu dari mereka dan Dave diam saja
" rupanya kau mengenali siapa aku ? " kekeh Dave dan keempat lelaki itu pun ikut terkekeh " aku datang bersama dengan nona ku, jangan halangi jalan kami " ucap Dave terdengar dingin dan datar
" maaf tapi kami tak bisa mengijinkan kalian masuk lebih dalam lagi, bukankah lady pun mengetahui hal ini " Picing salah satu dari mereka dan Dave terlihat kesal " sebaiknya putar balik, " ucap lelaki itu lagi
" katakan pada tuan mu, jika Valera datang ingin bertemu ! aku yakin dia mengijinkan kami masuk " ucap Valera dengan tegas akan tetapi keempat lelaki itu diam tak bergeming " cepat ! " bentak Valera marah
" tapi... " ucap salah satu dari mereka tergantung karena valera lebih dulu menodongkan senjatanya tepat kerah pria dihadapannya
" katakan itu pada tuan mu ! aku tak mau menunggu dan tak bisa menunggu lebih lama " tajam valera dan akhirnya mereka memberikan jalan kepada Valera dan rombongannya untuk masuk wilayah itu lebih dalam lagi Valera menatap tajam keempat lelaki itu
kedua mobil dibawah naungan Valera berjalan dengan cepat meninggalkan keempat lelaki yang sempat menghadangnya tadi, Valera tak perduli dengan apa yang terjadi nanti, terpenting ia ingin tau apa maksud dan tujuan Asyur membantu Mrs OTO
" nona ! ada jalan bercabang, kita pilih yang mana " ucap sang supir dan Valera melirik sekilas
" kiri " singkat Valera dan sang supir hanya mengangguk kecil, Zizi dan Dave tak mengetahui Selak beluk dari Hidden forest ini kawasan yang yang sangat luas, kehidupannya yang sunyi seperti tak ada tanda-tanda kehidupan disana akan tetapi kawasan ini menyimpan bagitu banyak rahasia didalamnya tempat ini tempat nya para mafia elit yang singgah untuk semetara waktu di kawasan ini, itu sebabnya hutan terlarang tak banyak dikunjungi warga sipil maupun pihak berwajib
sang supir memberhentikan mobilnya setelah tiga puluh menit menyusuri jalan yang sangat gelap serta sunyi padahal hari masih siang, mereka melihat ada sebuah mansion megah yang berdiri kokoh di tengah-tengah rindang dan sunyi nya Hidden forest
BRAKKKKKK
valera turun terlebih dahulu dan menutup pintu mobilnya dengan sangat kencang membuat Zizi dan Dave tersentak kaget.
valera berdiri di hadapan gerbang megah itu, seolah ia sedang memperhatikan kedalamnya tak lama seseorang lelaki muncul dan langsung menodongkan senjatanya kepada Valera sontak Zizi dan Dave langsung turun dan melakukan hal yang sama diikuti oleh anak buah king lainnya
__ADS_1
" siapa kalian ? " ucap lelaki asing itu dan Valera terlihat tersenyum tipis
" katakan kepada tuan Asyur jika Valera Harson ingin bertemu " ucap angkuh Valera dan lelaki itu terlihat memicingkan matanya
" maaf tuan kami sedang sibuk, lagian dia tidak memiliki janji dengan siapapun " ketus lelaki itu membuat Valera naik darah dengan spontan Valera menebak kunci gembok pagar itu dan seketika suara dari selongsong senjata milik Valera menarik perhatian yang lainnya
DORR
" buka gerbangnya ! atau kau yang akan mati dengan senjata ku " pekik Valera lantang dan sontak lelaki itu berwajah bengis dan semakin menantang Valera tak lama rombongan lainnya datang dan mengelilingi rombongan Valera dan menodongkan senjatanya secara bersamaan
Dave dan Zizi makin waspada tapi tidak dengan Valera ia terlihat tersenyum mengerikan, Valera lalu menerjang pagar itu dengan kakinya
BRAKKKKKK
" berhenti ! jangan membuat kekacauan " teriak seseorang dari mereka
DORR
" nona " pekik Zizi dan Dave bersamaan saat tangan Valera yang sedang menggenggam senjatanya ditembak dan seketika darah mengalir sangat deras membuat Valera mendengus kesal. Zizi berlari kearah nona nya yang hanya menampilkan wajah datar nya itu
" aku tidak apa-apa " ucap pelan Valera dan Zizi mengerutkan dahinya seketika, tak lama suasana mendadak hening kala rombongan lelaki itu melihat kedatangan tuannya, dan Valera tersenyum sinis
apa aku harus berakting ? jika benar itu dugaan ku. batin Valera
" ada apa ini " suara bariton pria membuat semua orang yang berada di sana tertunduk kecuali Valera dan rombongannya mereka tak begitu perduli bahkan Dave masih saja menodongkan senjatanya kearah pria bertubuh jangkung itu
" nona, kau yakin ? lihatlah darah mu semakin deras mengalir " panik Zizi dan Valera diam saja mendengarnya
DEG
lelaki itu tersentak saat mengetahui siapa tamunya ini, dan lagi-lagi ia terkejut saat melihat salah satu tangan Valera terluka dan mengeluarkan darahnya. Rahangnya mengeras kala melihat wanita yang ia cintai terluka tanpa menghiraukan orang-orang Asyur berjalan dengan langkah tegas menghampiri wajah Valera
" apa yang terjadi ? kau terluka, siapa yang melakukannya " panik Asyur dan Valera hanya diam saja saat melihat sorot mata Asyur yang penuh rasa khawatir. Zizi dan Dave saling pandang melihat semua ini " katakan padaku siapa yang melakukannya " ucap Asyur dengan menatap intens manik Valera yang saat ini sedang menatap dalam dirinya " Valera " ucap Asyur dengan lembut dan Valera hanya tersenyum tipis
" anak buah mu yang melakukan semua ini, aku hanya ingin bertemu dengan mu, tapi anak buah mu melarang ku dan menembak tangan ku ini " ucap Valera datar dan seketika Asyur menggeram marah bahkan kini sorot matanya terlihat menghitam saat menatap para anak buahnya
" JANGAN MENGULANG PERKATAAN KU, SIAPA YANG MELAKUKAN NYA ! MAKA MAJU SATU LANGKAH " ucap Asyur penuh penekanan bahkan setiap nada alunan suaranya membuat semua anak buah Asyur gugup seketika " SIAPA YANG BERANI MELUKAI WANITA KU ! " teriak Asyur lantang dengan suara yang begitu menggema dan sontak perkataan Asyur membuat semua orang terkejut begitupun dengan Valera, wanita ku ? itu artinya Asyur memang memilih Valera sebagai ratunya. Zizi dan Dave syok seketika kala mendengar pernyataan dari lelaki berwajah timur tengah itu
salah satu anak buah nya maju satu langkah dengan wajah yang menunduk dan bergetar karena ketakutan, sungguh ia tak mengetahui jika tamu nya itu adalah orang yang terpenting dalam hidup tuanya, sungguh ia meruntuki kecerobohannya saat ini .
" berani sekali kau melakukan itu " ucap tajam Asyur menatap lekat-lekat wajah anak buahnya, bahkan kini Asyur menatap nya bagaikan santapan yang lezat untuk di hidangkan
DODODORDODODOR !!
tewas ! pria itu tewas dengan luka tembakan di dahi, dan juga dada nya bahkan peluru itu menembus dan melubangi dengan sempurna tubuh yang sudah tak bernyawa itu.
__ADS_1
valera menatap datar dengan apa yang terjadi sedangkan rombongan Valera dibuat tak mengerti dan terkesan bingung, Asyur memberi kan kode pada anak buahnya yang lain untuk menyeret mayat itu dari sekitar nya, lalu Asyur menatap dan beralih kepada Valera
" masuklah, obati luka mu terlebih dahulu, dan baru membicarakan perihal kedatangan mu. Aku yakin ada sesuatu hal yang terjadi " ucap Asyur dengan nada lembut tapi terkesan sedikit tegas didalamnya. Valera menurut dan diam saja saat tangan kekar Asyur menarik lembut tangan Valera dan membawanya kedalam mansion sedangkan Zizi dan Dave terlihat mengekor dibelakangnya.